Mengunjungi Pura Pulaki @Singaraja Bali

bisfren

August 3, 2016

Uncategorized

No Comment

0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5 (Rating: 0.00 / 5) Silahkan login untuk memberi peringkat.
Loading...

Pura Pulaki adalah pusat dari beberapa pura yang mengelilingi pulau Bali. Sebut saja Pura Melanting, Pura Kertha Kawat, Pura Pabean dan Pura Pemuteran. Tapi anda harus berhati – hati kalau jalan – jalan ke pura ini, pasalnya di pura ini banyak dijumpai beberapa ekor kera liar yang tinggal di balik bukit atau pada pohon – pohon liar di sekitar hutan dan goa – goa batu yang ada di pinggir pantai. Menurut pakar wisata spiritual dari Bali, Pura Pulaki ini sudah dibangun sejak dulu oleh seorang Pendeta dari jawa bernama Dang Hyang Niratha di awal abad ke 16. Konon, beliau berkunjung ke Bali karena putrinya dipaksa menikah dengan Raja Buleleng pada waktu itu. Karena sama – sama tidak saling mencintai maka Dang Hyang Niratha mengungsi ke pinggir wilayah kerajaan Buleleng yaitu desa Pulaki dan dengan keahliannya serta pengikut setia dari Jawa, beliau akhirnya menjadikan daerah ini sebagai pusat melakukan yoga dengan membangun sebuah pura besar bernama Pura Pulaki ini. Di sekitar pura terdapat ladang bunga, sayur – mayur dan kebun buah anggur dan pisang serta hutan – hutan kecil dengan goa – goa batunya yang unik tempat bermukim kera – kera liar serta sungai dengan sumber air panasnya yang natural. Jadi, mandi di sini akan membuat badan anda segar dan sehat.

Pura Pulaki @Singaraja Bali

Seperti diketahui bahwa pulau Bali mempunyai banyak sekali tempat – tempat wisata yang membuat masing – masing wisatawan pasti merasa jatuh hati dengannya. Tempat – tempat ini kondisinya sangat instagramable, artinya sangat bagus dan tampak unik untuk menambah galeri foto instagram anda sebagai turis yang suatu saat nanti mungkin akan berkunjung ke tempat ini. Salah satunya adalah latarbelakang panorama alam yang mengelilingi area Pura Pulaki di kaki bukit. Di desa – desa yang terdapat di belakang pura ini dapat ditemukan kebun bunga marigold berwarna kuning yang sangat cantik ketika musim panen bunga tiba. Para petani di desa ini memang lebih suka memilih untuk menanam bunga marigold karena mudah dalam menjualnya dimana diketahui bahwa Bali merupakan pusat terbesar agama Hindu yang kerap memakai bunga marigold sebagai bahan menghias sesaji untuk dihaturkan kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa, pada masa panen yang cepat yaitu 4 – 5 kali dalam setahun diketahui harga jual dari bunga jenis ini sangat bagus. Jika berkunjung kesini, anda bisa mengabadikan hamparan bunga marigold yang indah, tentunya harus hati – hati agar tidak menginjak – injak tanaman tua atau bibit bunga yang masih kecil. Anda bisa berfoto selfie di tengah – tengah hamparan bunga yang sangat luas bersama dengan teman – teman.
Mengunjungi Pura Pulaki paling tepat adalah ketika liburan sekolah telah tiba. Sebagai pilihan sampingan, anda bisa berwisata agro di sekitarnya dengan mengunjungi kebun bunga mawar Jepang. Pengunjung dapat memetik bunga – bunga mawar tersebut dengan memberikan uang cuma – cuma kepada penunggu kebun.

Pura Pulaki @Singaraja
Pura Pulaki @Singaraja

Pura Pulaki ini berdekatan dengan Pura Dalem Melanting yakni pura terbesar yang berlokasi d dekat pantai utara Pulau Bali, termasuk ke dalam wilayah Desa Banyupoh, Kecamatan Grokgak, Kabupaten Buleleng. Pura atau Khayangan ini berfungsi sebagai tempat suci untuk memuliakan dan memuja Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa) dalam perwujudannya (manifestasi) beliau sebagai dewa – dewa penjaga kelestarian alam di pulau Bali. Pura ini juga dikenal sebagai tempat buat memuliakan dan memuja arwah suci dari Sri Patni Kaniten, beliau adalah salah seorang istri dari Danghyang Nirartha yang diberi gelar “Bhatari Dalem Ketut” yang berfungsi sama sebagai dewa penjaga kesuburan tanah di Bali dan sekitarnya.

Pura Melanting Near Pura Pulaki @Singaraja Bali
Pura Melanting Near Pura Pulaki @Singaraja Bali

Pembangunan Pura Pulaki ini erat kaitannya dengan perjalanan Danghyang Nirartha pada jaman dulu kala untuk menyebarkan ajaran agama Hindu Jawa seperti halnya Pura Dalem Melanting. Di dalam prasasti Dwijendra Tattwa mengenai asal – mula berdirinya pura atau kahyangan Pulaki disebutkan : pada waktu itu istri Danghyang Nirartha, Sri Patni Kaniten yang berasal dari Blambangan bergelar Mpu Istri Ketut dalam keadaan payah dan sakit lalu menyembah Danghyang Nirartha dan berkata, “ Mpu Danghyang, dinda tidak kuasa lagi melanjutkan perjalanan dan rasanya ajal hamba sudah tiba, karena itu ijinkanlah dinda sampai di sini saja mengiringi Mpu Danghyang. “ Oleh karenanya beliau memutuskan untuk menetap di desa Pulaki.

Lingkungan Pura Pulaki sesungguhnya merupakan satu kompleks yang terdiri dari lingkungan Pura Agung Pulaki dengan beberapa pesanakannya atau pura – pura pendamping yaitu lingkungan Pura Melanting, lingkungan Pura Kertha Kawat, lingkungan Pura Pabean dan lingkungan Pura Pemuteran. Pura – pura pesanakan ini berlokasi tidak jauh dari lingkungan Pura Agung Pulaki yang mengelilingi Pura Pulaki dengan jarak masing – masing sekitar satu setengah km. Ketika waktu odalan tiba, di lingkungan Pura Pulaki akan diselenggarakan ritual upacara keagamaan yang erat hubungannya dengan adat istiadat desa setempat dimana keseluruhan lingkungan pura – pura ini merupakan satu kesatuan dalam upacara dengan pengertian adalah umat Hindu di seluruh pulau Bali akan melakukan persembahyangan di lingkungan pura utama dan pura pesanakannya. Lingkungan Pura Melanting, sebagai salah satu pesanakan lingkungan Pura Agung Pulaki, setelah direnovasi, saat ini kelihatan semakin agung, bahkan secara fisik kelihatan lebih megah daripada lingkungan Pura Agung Pulaki terdahulu, dimana dari kedudukannya sebagai pura pesanakan, lingkungan Pura Melanting erat kaitannya dengan kemakmuran khususnya yang beraspek perdagangan sehingga lingkungan Pura Melanting selalu ramai dikunjungi oleh para pengusaha atau pedagang, untuk bersembahyang dan membawa sesajen guna memohon rejeki berlimpah dari Ida Sanghyang Widi Wasa. Tidak jauh dari Pura Melanting, di lingkungan Pura Pemuteran, terdapat air panas yang banyak dikunjungi oleh penduduk lokal maupun wisatawan asing untuk liburan.

Lokasi Pura Pulaki

Lingkungan Pura Pulaki terletak di Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak, sekitar 53 km sebelah barat kota Singaraja. Lingkungan pura ini berlokasi di pinggir jalan raya jurusan Singaraja – Gilimanuk dan oleh karenanya sangat mudah dicapai oleh segala jenis kendaraan baik itu bus pariwisata, mobil – mogil pribadi dan sepeda motor.
Fasilitas

Terdapat tempat parkir yang cukup luas, aman dan nyaman bagi pengunjung yang baru pertama kali jalan – jalan ke tempat ini, tapi diutamakan untuk tempat parkir bagi para pengunjung yang akan melakukan sembahyang ketika ada odalan besar di lingkungan Pura Pulaki. Terdapat pula warung – warung kecil dan tradisional di sekitar tempat parkir yang menjual makanan dan minuman khas Bali. Sehabis jalan – jalan mengelilingi keindahan bangunan pura khas arsitektur Bali, atau melakukan foto bersama dengan latar panorama alam yang begitu mempesona, anda bisa mampir ke warung – warung tersebut guna istirahat sambil menikmati camilan ringan ala orang Bali seperti jagung bakar dibalur bumbu pedas, nasi be guling/nasi babi guling, nasi campur ala nasi kucing angkringan di Jawa, cold drink, atau membeli buah – buahan segar khas pulau Dewata seperti buah anggur, pisang, markisa, jeruk, durian, nangka, dll. Ada juga warung yang menjual rujak Bali, tipat cantok (sajian dari ketupat atau lontong yang diberi sayur dan bumbu kacang tanah pedas), es buah, atau pedagang bakso dan sajian dari ikan laut seperti pepes ikan laut, sate lilit ikan laut, sup kepala ikan, ikan laut goreng dengan sambal pedas dan sayur lalapan serta pedagang sate ayam. Tidak jauh dari lingkungan Pura Pulaki terdapat beberapa rumah penginapan berupa villa – villa kecil.

Pura Pulaki berdiri di atas tebing berbatu yang menghadap langsung ke laut. Di latar belakangnya terbentang bukit terjal yang berbatu dan hanya sekali – sekali saja tampak hijau saat musim hujan. Itu adalah hutan – hutan kecil yang mengelilingi area pura. Pura ini tampak berwibawa, teguh dan agung, justru karena berdiri di area yang teramat sulit untuk dilalui oleh orang – orang biasa. Dari puncak bukit terdapat pemandangan alam yang ditampilkan begitu menawan.

Jika anda berdiri di dalam pura lalu memandang ke depan dan ke bawah, bukan hanya tampak laut yang membiru dengan beberapa burung laut asyik mencari ikan di tengah laut, terlihat juga gugusan bukit – bukit kecil di sebelah baratnya yang berbentuk tanjung. Di sanalah terdapat puluhan kera – kera liar yang hidup di sekitar pura, meskipun terkesan galak, namun tetap menciptakan daya tarik tersendiri bagi pengunjungnya.

Seperti dikatakan di atas, Pura Pulaki terletak di Desa Banyupoh Kecamatan Gerokgak, Buleleng, sekitar 53 kilometer di sebelah barat kota Singaraja. Pura ini berlokasi di pinggir jalan raya jurusan Singaraja – Gilimanuk, sehingga umat Hindu akan dengan mudah untuk singgah guna bersembahyang jika kebetulan lewat dari Gilimanuk ke Singaraja atau sebaliknya. Namun jika ingin bersembahyang secara beramai – ramai, maka umat bisa datang saat digelar rangkaian piodalan yang dimulai pada Purnama Sasih Kapat menurut kalender warga Bali.

Sebagai sarana tempat pemujaan terhadap Ida Sanghyang Wid Wasa/Tuhan Yang Maha Esa, biasanya dibuat tempat pemujaan berundak – undak. Semakin tinggi undakannya, maka nilai kesuciannya juga semakin tinggi. Seperti halnya pura – pura di deretan pegunungan dari barat ke timur di Pulau Bali ini.

Dibagikan



Kiriman terkait

MANUSIA KELELAWAR

bisfren

August 17, 2017

Uncategorized

No Comment

0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5 (Rating: 0.00 / 5) Silahkan login untuk memberi peringkat.
Loading...

Langit menyerap do’a-do’a Beberapa manusia kelelawar Hidup sebagai sosok yang liar Diatas terjal bukit, dibawah perut awan Suara langkahku merayap di sela-sela alam Aku pernah mencoba untuk sendirian Dan tak pernah berpaling dari kegelapan Ku nikmati kepulan dan pahitnya kebohongan Detak jantungku menghentak kesunyian Angin bengis, bekukan harapan Aku benar-benar sendirian Senyap rembulan mengelilingiku Kabut […]

Baca

Katakanlah Sejujurnya

bisfren

July 27, 2017

Uncategorized

No Comment

0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5 (Rating: 0.00 / 5) Silahkan login untuk memberi peringkat.
Loading...

Baca
MANUSIA KELELAWAR

MANUSIA KELELAWAR


August 17, 2017   bisfren

0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5 (Rating: 0.00 / 5) Silahkan login untuk memberi peringkat.
Loading...
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5 (Rating: 0.00 / 5) Silahkan login untuk memberi peringkat.
Loading...

Galau mak


July 27, 2017   Nissa Fatima

1 vote, average: 1.00 out of 51 vote, average: 1.00 out of 51 vote, average: 1.00 out of 51 vote, average: 1.00 out of 51 vote, average: 1.00 out of 5 (Rating: 1.00 / 5) Silahkan login untuk memberi peringkat.
Loading...
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5 (Rating: 0.00 / 5) Silahkan login untuk memberi peringkat.
Loading...
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5 (Rating: 0.00 / 5) Silahkan login untuk memberi peringkat.
Loading...