Tak Terlambat Menyadari

bisfren

May 4, 2017

Cerpen

No Comment

0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5 (Rating: 0.00 / 5) Silahkan login untuk memberi peringkat.
Loading...

Pernahkah kamu dicintai seseorang begitu lama tapi kamu tak pernah menyadarinya. Cerita pendek cinta terpendam berikut mengisahkan seorang wanita yang tidak sadar bahwa cinta sejatinya ada di hadapannya dan baru diketahui hanya beberapa hari menjelang pernikahan. Bagaimana kisahnya ? simak cerpen romantis berikut :

Cerita Pendek Cinta Terpendam – Tak Terlambat Menyadari

Akhirnya, hampir sebulan lamanya aku disibukkan dengan persiapan pernikahanku. Walaupun letih tapi aku benar-benar sangat menikmatinya. Dan aku memiliki impian pernikahan yang akhirnya akan ku wujudkan diakhir bulan November ini. Aku akan menikah dengan pria lajang yang super keren, yang begitu tergila-gila padaku.

Hohohoho… Arnold, pria yang berhasil meluluhkan hatiku. Pria impian wanita. Tampan, romantis , dan memiliki segalanya. Walaupun perlu waktu yang lama untukku akhirnya menyerah pada pesonanya, toh aku tetap mengakui sikap dan perhatian Arnold yang tak pernah menyerah akhirnya membuatku menyukainya.

Hanya dalam rentang waktu setahun pacaran, Arnold melamarku, aku menerimanya dan jeng… jeng… jeng… Disinilah aku sekarang, di sebuah butik gaun pengantin yang cukup terkenal. Cermin berukuran besar di depanku benar-benar memperlihatkan sosokku dengan cukup jelas dan detil. Beberapa seruan kagum dan tepuk tangan terdengar ribut di sekelilingku. Ketiga sahabat karibku yang paling “kepo”sedunia tak mau ketinggalan saat aku fiiting gaun pengantin hari ini.

“Cie..cie calon pengantin wanitanya cuantiknya rekkkkk…. Aku jadi pengen nikah lagi.” Seru Susan. “Yeee…. Maunya kamu mulu yang nikah. Tu pikirin Sofia.” Yana menyela. Susan meleletkan lidahnya. “Cantik Ren, cocok banget sama kamu. Kamu punya bahu yang cantik. ” Tambah Sofia tulus. Akupun memeluk Sofia. “Makasih sayang…”

“Ntar kalo tiba acara lempar bunga kasi ke Sofia aja Ren.” Celetuk Susan lagi. “Yeee…. Mubasir ntar, mending kasih ke aku yah Ren. Sofia kan belum punya pacar”. “Abisnya tipe cowok idaman Sofia mirip kamu sih Ren”. Yana mengedipkan matanya padaku. Sofia melotot dan aku hanya tertawa.

“Tenang… Arnold temannya keren-keren ntar kalau pesta bujangan kita serbu aja. Lagian juga pagar bagusnya nanti temen-teman Arnold semua. Yah kan Ren.” Lagi-lagi Susan sih sok tahu nyeletuk. Suasana kembali ribut padahal kami cuma berempat tapi ruangan ini hampir seperti pasar ributnya.

“Halo ladies…” Tiba-tiba Arnold muncul, gorden pembatas ruang ganti langsung di tarik Yana keras. Terdengar suara protes Arnold.

“Pamali tahu liat calon istri dengan gaun pengantin. Kata emak-emak dulu alamat pertanda buruk. ”

“Jiah…. Yana ini tahun 2017 lagi masih aja percaya yang gituan”. Gorden disingkapkan lagi, kali ini Yana tak bisa menahan Arnold yang langsung mendekatiku dan memelukku.

“Pengantinku cantik sekali…” bisiknya. Teman-teman yang melihat langsung berseru dan suasana kembali ribut.

Usai fitting gaun pengantin kami akhirnya  memutuskan untuk makan malam di café langganan. Tapi kali ini tanpa Sofia karena dia harus kembali ke kantor dan begitu juga Arnold yang malamnya harus berangkat ke Singapura untuk perjalanan bisnisnya. Tinggalah aku bertiga dengan Yana dan Susan sambil menikmati makan malam kami ngobrol dengan asyik. Kami sedang asyik ngobrol dan menikmati kopi usai makan ketika sosok jangkung yang entah darimana datangnya langsung duduk dan merampas mug kopi dari tanganku.

“Aji bikin kaget aja… huuu kebiasaan burukmu itu gak ilang-ilang juga” seruku agak jengkel. Laki-laki jangkung duduk di sampingku tersenyum manis sambil meletakkan mug kopi yang sudah habis.

“Makin deket hari pernikahan koq makin manis aja sih Ren. ”

“Duh Ji rayuanmu itu buat cewek lain deh. Cepet-cepet aja cari pengganti Rena ntar kalo dia udah nikah kalian udah gak bisa ngapa-ngapain lagi”, celetuk Susan.

Aku meninju bahu Aji gemas yang langsung ditanggapi dengan mimik wajah pura-pura sakit. Yah aku dan Aji memang berteman baik sejak kelas satu SMP kami bahkan satu SMA sampai satu fakultas. Karena cuma sebelah rumah, alias tetangga, bisa dibayangin gimana hubungan pertemanan yang aku jalani bersama Aji. Sudah pasti banyak hal indah dan konyol yang kami lewati berdua dan semua kenangan indah itu tentu tak akan mudah dilupakan.

Walaupun sering bertengkar, sering diam-diaman toh persahabatan kami tak pernah retak. Jujur saja Aji selalu terlibat langsung dalam kehidupanku. Dalam setiap kejadian penting dalam hidupku Aji selalu ada disana menjadi penyemangat dan pendukungku. Disaat aku jatuh cinta bahkan putus cinta Aji selalu ada. Dalam tangis maupun tawa dia selalu bersamaku begitu juga sebaliknya.

Tapi kehidupan Aji tidaklah serumit kehidupanku. Dia begitu mandiri, pintar, walaupun agak konyol, tapi dia baik hati tidak terlalu sering membuatku sibuk dengan nilai ujian dan hubungan pacaran yang rumit. Maklumlah otakku pas-pasan dan pemikiranku soal cowok sungguh kolot. Kalau sudah suka sama satu cowok tak akan berpaling.

Sedangkan Aji tak perlu repot-repot, semua anak gadis dari SMP sampai kuliah banyak yang menyukainya. Tapi entah kenapa dia tak pernah pacaran dengan satupun dari gadis-gadis itu. Yang pernah ku tahu dari cerita Mamanya, Aji pernah kehilangan teman baiknya di saat kelas 6 SD, mungkin itu cinta pertamanya entahlah. Karena sejak itu selain dekat denganku dia tidak pernah terlihat dekat dengan cewek lain sampai seusia kami ini.

“Tentu aku harus tahu diri dong kalau Rena sudah menikah… ” Aji menatapku aneh tapi langsung tersenyum. “Semoga aja dia gak tinggal di rumahnya sesudah menikah. Karena kalau masih tinggal di rumahnya, yah mohon maaf saja kalau kebiasaanku kumat. Gak peduli punya suami apa gak hahaha”, usai berkata begitu Aji langsung terbahak.

Gantian aku yang mendelik. Yah Aji memang punya hobi aneh, dia suka muncul di kamarku entah bagaimana caranya dia masuk. Pagi-pagi saat bangun dia sudah ada sampingku memeluk boneka pandaku dan menjatuhkan ilernya disitu jiahhhhhhhh menjijikkan. Dan kebiasaan anehnya itu berlangsung sejak kami masih duduk di bangku SMP.

Tapi aku tak pernah terganggu dengan kebiasaannya, aku merasa tenang dan terlindungi. Jika dia tak ada, aku yang akan mencarinya dan merengek-rengek pada tante Nia, mamanya Aji untuk tidur bersamanya. Kedua orang tua kami sudah mengerti dan memahami kedekatan kami. Karena kami sama-sama anak tunggal kami sudah seperti saudara.

“Mungkin aku gak akan bisa hadir di acara pernikahanmu Ren.”

“Apa… kamu jangan main-main Ji kamu udah janji.”

“Soalnya hari itu bertepatan aku harus meeting di proyek penting yang aku bicarain dulu sama kamu. Proposal yang aku ajuin diterima dan hari itu aku harus mempresentasikan pada perusahan pengembang itu.” Ujar Aji lagi.

“Hari itu adalah hari penting aku Ji, kamukan teman baik aku kalau kamu gak hadir… ”

“Memangnya tanpa kehadiranku apa pernikahan kamu akan terhenti?  gak kan Ren. Tapi kamu jangan kuatir selesai meeting aku pasti akan langsung pulang. ”

Ku tatap Aji lekat entah apa yang tergambar di balik senyumnya yang terlihat sedih itu. Aku akhirnya menarik nafas panjang dan mencoba mengerti. “Janji yah Ji, jangan sampe kamu gak datang.” Aji menganguk-nganguk dan meraih tanganku menggenggamnya erat. “Tapi kamu harus janji kamu akan bahagia Ren.” tatapnya dan aku mengangguk mantap.

Seminggu lagi pernikahan akan berlangsung, aku bahkan sudah di pingit  ha ha ha….

Ini bikin aku ketawa-ketawa geli sendiri. Sudah jaman canggih begini masih ada acara pingit segala. Aku bahkan dilarang bertemu Arnold, kebayang gak gimana kangennya. Untung saja sekarang aku hidup di jaman Android jadi rasa kangen terobati dengan saling telpon dan video call, gimana kalau jaman dulu yah.

Entah kenapa menjelang pernikahanku langit sepertinya tak bersahabat, sudah beberapa hari ini hujan. Aku jadi sedikit cemas, seminggu ini juga  menjalani cuti yang sengaja diberikan kantor untuk persiapan pernikahanku.

Saat itu aku berniat ke mini market di ujung lorong, tapi hujan deras menahan langkahku. Hmmm… pinjam payung ketetangga sebelah ah. Tante Nia mamanya Aji pasti di rumah, hanya dalam beberapa langkah saja aku sudah tiba di rumah sebelah. Tante Nia sibuk membuat kue kering ketika aku masuk.

“Yah ampun Ren ngapain sih hujan-hujanan. Ntar sakit loh”, tegur tante Nia kaget dengan kehadiranku.

“Pinjam Payungnya dong Tan. Mo ke belanja sebentar. ”

“Mang kamu mo beli apa sih ujan ujan gini. telpon Aji gih suruh beliin pasti dia bentar lagi pulang. ”

“Duh jangan deh Tan kasian Ajinya capek-capek dari kantor masih harus di repotin lagi. ” tolakku.

“Yah udah payung di belakang pintu kamar Aji. Kemaren dia sempat pake. Coba periksa di kamarnya. Kalau gak ada pake aja jas hujan. Dia biasanya nyimpen di laci kedua lemari pakaian yang paling bawah”.

Rahasia hati yang terungkap

Aku langsung menuju kamar Aji, mencari-cari payung yang dimaksud tante Nia tapi gak ada juga. Akupun bergegas mencari jas hujan yang dikatakan tante Nia. Mengubek-ngubek laci lemari pakaian Aji. Laci kedua ku buka, kata tante Nia laci keduakan. Hmmm tapi gak ada.

Aku baru mau menutup lacinya ketika mataku mendapati sesuatu yang berwarna. Perlahan aku meraihnya, sebuah buku diary berwarna coklat. Kupikir itu sebuah album foto ternyata saat ku buka kalimat awalnya saja sudah membuat aku kaget. Dan selanjutnya… ???

Hampir setengah jam aku berada dikamar Aji ketika deru mobil Aji terdengar. Cepat-cepat ku kembalikan diary itu ke tempatnya dan keluar dari kamar Aji tanpa membawa jas hujan. Niatku untuk membeli sesuatu buyar.

Aku tiba di kamarku dengan baju setengah basah. Apa yang barusan ku ketahui seketika seperti DVD yang secara otomatis diputar dan menayangkan momen-momen kebersamaanku dengan Aji. Dari saat yang paling berkesan, membosankan, dan menyedihkan tetap saja itu adalah bagian-bagian dari kenangan terbaikku dengannya. Karena setiap kali terjadi kejadian bahkan yang membuatku paling marah sekalipun tetap saja aku tidak bisa dipisahkan darinya. Dan kenangan yang menyeruak itu membuat detak jantung di dadaku semakin cepat. Tak sadar ku dekap dada kiriku dan mencoba menenangkan hatiku.

Bertahun-tahun kusimpan rasa ini tidakkah sedikitpun kamu berpaling dan melihat ke dalam mataku kalau cinta ini sudah menunggumu begitu lama. Ataukah aku harus meneriakkan pada dunia kalau menyimpan perasaan ini membuatku sangat tersiksa. Menikmati tawa, senyum, dan bahkan tangismu tak akan pernah ku lewatkan momen itu.

Aku akan selalu berada disisimu, sampai aku kehilanganmu selamanya. Rena sampai kapan kamu akan menyadari perasaan ini. Hanya bisa menggenggam tanganmu dan menyediakan bahuku untukmu bersandar.

Tapi sampai kapan semua itu bertahan ketika akhirnya aku akan benar-benar kehilanganmu. Tapi jika pedihku membuatmu bisa tersenyum bahagia, aku akan tetap bertahan dengan kepedihan ini. Ah maafkan aku yang sudah berani mencintaimu Rena.

Kenyataan itu membuatku semakin gamang, pernikahan tak mungkin dibatalkan

Aku tersandar di dinding kamar,  perlahan tubuhku melorot kebawah dan akupun menangis. Ku dekap wajahku dan terisak. Apa yang ku ketahui sore ini merobek hati. Seandainya aku menyadarinya sejak awal. Kenapa Ji ? kenapa ? tak mampu ku jabarkan perasaan yang ada di hati saat ini. Semua terjadi begitu tiba-tiba dan semua momen yang terjadi hampir 12 tahun ini kembali menyeruak. Dan itu membuatku semakin tenggelam dalam sedihku. Andraji kamu benar-benar sialan !!.

Percayakah kalian jika hanya butuh dua hari untukku menyadari kalau sebenarnya aku juga menyukai Aji. Cinta dalam bentuk apapun, dia selalu datang dengan cara yang begitu rahasia. Tapi aku merasa begitu bodoh, mata hatiku begitu buta dan semuanya sudah terlambat.

Undangan sudah disebarkan, pesta taman tempatnya sudah dari jauh-jauh hari disiapkan, makanan sudah dipesan. Semua sudah tak bisa batalkan, apa yang harus aku lakukan sementara  waktu terus berjalan. Dan setiap aku berpikir, yang ada dipikiranku bukan Arnold tapi Aji. Sesempurna apapun aku membandingkan mereka berdua, Aji tetap berada dibenakku.

Haruskah pernikahan ku batalkan ?

Bagaimana ini ? lusa adalah hari pernikahanku dan malam ini kami mengadakan pesta lajang. Arnold juga mengadakan pesta lajang di apartemennya, sedangkan aku ? aku tiba-tiba membatalkan pesta lajangku dengan alasan sakit. Bahkan ponsel ku matikan supaya kepalaku tidak pusing meladeni pertanyaan teman-teman.

Oh Tuhan ini mimpi buruk apa yang harus aku lakukan. Hampir jam dua dini hari tapi aku bahkan tak bisa memejamkan mataku, aku harus bicara dengan Arnold. Betapa gilanya aku bukan ? hanya dengan mengenakan baju training diam-diam keluar di dini hari. Ku yakin pesta lajang Arnold sudah lama berakhir dia pasti ada di apartementnya sekarang.

Mengendap-ngendap masuk ke gedung apartemen Arnold untung saja penjaga keamanan disana sudah mengenalku dan tak banyak bertanya dengan kedatanganku. Saat aku masuk ke dalam apartemen yang memang kode pintunya ku ketahui, aku cukup kaget dengan keadaan kamar Arnold yang cukup berantakan.

Wow pestanya pasti seru sekali mereka pasti minum-minum, segala barang berserakan. Saat ku nyalakan lampu, aku hanya bisa geleng-geleng kepala melihat ruangan yang seperti kapal pecah. Aku bergegas ke kamar Arnold, kamarnya yang gelap membuat aku harus meraba-raba kontak untuk menyalakan lampu.

Saat ku nyalakan lampu, terlihat Arnold dan Sofia telanjang tanpa busana, tapi anehnya aku tidak marah apalagi sakit hati

Dan saat lampu dinyalakan apa yang kulihat membuat aku tertawa. Disaat yang sama Arnold terbangun karena cahaya lampu. Saat menyadari ada seseorang diruangan itu seolah sadar Arnold bangkit dari tidurnya. Aku bahkan bisa menggambarkan mimik wajahnya saat melihat kehadiranku di pagi buta itu.  Bukan cuma itu wanita yang menggeliat pelan disampingnya juga terbangun dan saat mengetahui aku ada disana wanita itu terpekik.

“Rena ! ”

Tanpa sadar Arnold yang tidak berpakaian langsung memburu ke arahku. Ku lemparkan celana kearahnya. Dan melihat kearah wanita itu. Sofia menatapku dengan ternganga bisa kulihat jelas wajah yang penuh rasa bersalah itu.

“Rena ini hanya salah paham ini…. ”

“Ssstttt….” Aku meletakkan jariku di bibir mengisyaratkan Arnold untuk diam. Dan diapun terdiam ku dekati Arnold dan berbisik. “Makasih ya !” dan setelah itu aku berbalik pergi.

“Oh ya… Tagihan acara pernikahannya kamu yang bayar ok.” Ucapku dan Arnold hanya bisa menganguk bego. Jujur saja kejadian ini tak membuatku sakit hati, aku malah menarik nafas lega bahkan sepanjang jalan aku bersenandung sambil sesekali tertawa keras.

Ya ampun ini benar-benar menggelikan. Aku tak pulang ke rumahku sama seperti Aji yang punya cara rahasia masuk ke kamarku aku juga punya cara rahasia masuk ke kamarnya. Saat melihatnya tertidur lelap aku mengambil bantal guling dalam dekapannya, memeluknya, memejamkan mataku dan….

Pagi harinya

Saat kubuka mataku di depanku ada Aji yang menatapku lembut. Cahaya mentari pagi yang sedikit menerpa wajahnya membuat Aji terlihat begitu tampan. Dan aku bersyukur sangat bersyukur karena laki-laki ini selalu ada dalam kenanganku.

“Ayo bangun, besok hari pernikahanmu hari ini kamu pasti sibuk sekali”. Aji ingin menarik tanganku bangun tapi aku malah meraih tangannya.

“Ji… “panggilku.

“Kenapa ? ”

“Hari ini jangan ke kantor temani aku, hari ini saja plissss… “pintaku.

“Aku harus bersiap presentasi besok Ren. ”

“Terakhir ini pilisss dan setelah itu aku tak akan menyusahkanmu lagi. ”

“Wah wah ini kalimat yang  sudah 1000 kali kudengar dari mulutmu toh kamu tetap menyusahkanku” Aji geleng-geleng kepala.

“Ada suatu tempat yang harus kukunjungi. Tapi aku ingin pergi denganmu” rengekku lagi. Aji menatapku lagi dan akhirnya menarik nafas panjang. “Ok ok… Janji kamu gak akan menyusahkan lagi. Dan setelah itu ….” Kalimat Aji tak berlanjut.

“Setelah itu apa ? ”

“Kamu harus menikah dan bahagia” sambung Aji lagi.

“Iya aku janji…” ujarku mantap. Aji menatapku lagi kali ini jelas kulihat tatapannya begitu menyedihkan.

Sebenarnya orang tuaku dan orang tua Aji melarangku untuk keluar, tapi karena ditemani Aji mereka akhirnya mengalah. Di pertengahan jalan aku memohon pada Aji untuk menggantikannya menyetir mobil, awalnya dia menolak tapi karena aku terus membujuknya akhirnya dia mengalah.

“Kita mau kemana sih Ren… ” tanya Aji ketika mobil mulai mengarah ke luar kota.

“Ke kota B …”

“Gila kamu Ren itu jauh banget tahu trus kita langsung balik gitu. ”

“Enggak kita nginap disana… ”

Kali ini Aji menahan tanganku, dan menatapku heran. “Berhenti dulu aku ingin kamu menjawab pertanyaanku.”

Aku menepikan mobil. “Katakan apa yang terjadi Ren kenapa kita ke kota B sedangkan besok adalah hari pernikahanmu. ”

“Aku membatalkan pernikahanku. ”

“Gila kamu Ren, kamu jangan ngaco Ren. ‘‘

“Jika kamu menyuruhku untuk berjanji akan bahagia aku pasti akan bahagia Ji. Tapi bukan dengan pernikahan yang ini. ”

Aji tertawa keras. “Rena Rena hal gila apa lagi yang menimpa otakmu ha? sudah kukatakan jangan menyusahkan aku lagi. Ayo kembali dan singkirkan pikiran gila dari otakmu. ”

“Apa aku benar-benar sudah menyusahkanmu Ji. Apa selama ini aku memang benar-benar sudah merepotkanmu. “tanyaku tiba-tiba.

“Aku tidak tahu apa maksud dari semua yang kamu lakukan ini Ren, tapi sebaiknya kita pulang. ”

“Tidak!… aku tidak mau pulang. Aku ingin bersamamu” selaku cepat. Aji tiba-tiba keluar dari mobilnya dan membuka pintu mobilku dan menarikku keluar. “Ayo masuk kita akan kembali” Aji membawa dan menyuruhku untuk masuk ke mobil tapi aku menolak.

“Jangan bersikap kanak-kanak Ren. Besok pernikahanmu semua sudah dipersiapkan coba pikirkan perasaan orang tuamu, bagaimana dengan Arnold, undangannya bagaimana ? tolong jangan libatkan dengan masalahmu.”

“Kalau kamu tidak ingin terlibat kamu boleh kembali. ” ucapku akhirnya.

“Baik… baiklah aku kembali” Aji menstater mobilnya dan memutar balik mobil meninggalkan aku yang terpekur tak percaya. Kuremas rambutku dan tertawa giris…. Belum ada 5 menit Aji kembali lagi. Terlihat sekali wajah gusarnya saat menghampiriku.

“Apa yang kamu inginkan Rena… ” tanyanya lagi.  Aku tersenyum…

“Aku gak lagi bercanda Rena jangan buat aku gila…. ”

“Bersiaplah Aji aku akan menyusahkanmu seumur hidupmu. Kamu tahu apa artinya?  karena kamu tak akan pernah bisa bebas dariku. ” ucapku sungguh-sungguh. Aji menatapku tak percaya ..

“Yah aku menyukaimu Aji, aku mencintaimu jangan tanya kapan aku menyadari perasaan ini. dan aku akan terus menyusahkanmu dengan perasaanku. Dan aku aku tak akan bisa bahagia dengan orang lain. Aku akan bahagia tapi denganmu.”

“Rena kamu benar-benar kacau. ”

“Aku tahu mungkin aku hampir terlambat Ji, maafkan aku karena baru menyadarinya sekarang” Aji merengkuh tubuhku dalam pelukannya. Dia mendekapku begitu lama sampai akhirnya kulihat  berkaca-kaca.

“Baiklah sekarang aku pasrah jika kamu mau menculikku. Oh yah dan satu lagi jika 12 tahun ini aku sudah sering di repotin kamu tak mengapa jika 100 tahun lagi. Asal cuma kamu… ”

“Gombal…” Ku cubit pinggang Aji dan kamipun tertawa lepas.

Begitulah yang terjadi aku batal menikah, dan 3 bulan sesudah itu aku menerima undangan Sofia, dia akhirnya menikah dengan Arnold pangeran impiannya. Aku tidak tahu cerita apa yang ada di balik kisah mereka dan akupun tidak mau tahu.

Aku juga tak pernah menyimpan dendam dan kemarahan pada Sofia, malahan sebaliknya aku sangat bersyukur kejadian malam itu menjadi pertanda kalau kami memang tidak berjodoh dan sampai saat ini kami masih berteman baik.

Mengenai acara pernikahan yang batal kedua orang tua kami malah tak mempersoalkannya. Sebaliknya 3 hari sesudah kami kembali mereka langsung mendesak kami dengan rencana pernikahan ulang. Tapi kali ini pernikahanku dengan Andraji ….  Siapa yang bisa mengira apa yang akan terjadi hari esok ? Kita tak akan pernah tahu sampai kita menjalaninya.(tamat)


Terima kasih telah membaca cerita pendek cinta terpendam. Semoga cerpen cinta romantis diatas dapat bermanfaat dan menghibur hari sobat Bisfren sekalian.

Dibagikan



Kiriman terkait

Sebuah Kacamata Baru

Zahrotul Zahro

August 17, 2017

Cerpen

No Comment

0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5 (Rating: 0.00 / 5) Silahkan login untuk memberi peringkat.
Loading...

Mentari telah memancarkan sinarnya. menggantikan sang raja malam, bau khas embun dan tanah basah menyeruak ke dalam indra penciuman, udara masih sangat dingin karena hujan kemarin malam, namun semua itu tidak menyurutkan semangat seorang gadis yang berusia 16 tahun itu. Dia bernama Annisa Faiha, gadis itu mengayuh sepedanya dengan bersemangat, kacamata yang dikenakannya sedikit berembun, […]

Baca

Melepas Masa Lalu

Adra Putri Wahyuni

June 24, 2017

Cerpen

No Comment

1 vote, average: 4.00 out of 51 vote, average: 4.00 out of 51 vote, average: 4.00 out of 51 vote, average: 4.00 out of 51 vote, average: 4.00 out of 5 (Rating: 4.00 / 5) Silahkan login untuk memberi peringkat.
Loading...

Melepas masa lalu adalah curahan hati menunggu kepastian cinta setelah dia mengetahui gebetannya masih berharap pada masa lalunya. Meski setiap orang memiliki masa lalu, tidak semua orang bisa begitu saja lepas dari kenangan. Bagaimana cerita curhatnya ? simak curhatan kisah nyata berikut : Curahan Hati Menunggu Kepastian Cinta – Melepas Masa Lalu Hingga kini aku […]

Baca
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5 (Rating: 0.00 / 5) Silahkan login untuk memberi peringkat.
Loading...
Melepas Masa Lalu
1 vote, average: 4.00 out of 51 vote, average: 4.00 out of 51 vote, average: 4.00 out of 51 vote, average: 4.00 out of 51 vote, average: 4.00 out of 5 (Rating: 4.00 / 5) Silahkan login untuk memberi peringkat.
Loading...
Lebaran Ini Aku Tidak Pulang
1 vote, average: 1.00 out of 51 vote, average: 1.00 out of 51 vote, average: 1.00 out of 51 vote, average: 1.00 out of 51 vote, average: 1.00 out of 5 (Rating: 1.00 / 5) Silahkan login untuk memberi peringkat.
Loading...
Indahnya Saat Berbagi
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5 (Rating: 0.00 / 5) Silahkan login untuk memberi peringkat.
Loading...
Perubahan Nella
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5 (Rating: 0.00 / 5) Silahkan login untuk memberi peringkat.
Loading...