Akibat Tergoda Janda Kembang, Kuli Bangunan Diarak Ke Balai Desa

bisfren

May 21, 2017

Cerpen

No Comment

0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5 (Rating: 0.00 / 5) Silahkan login untuk memberi peringkat.
Loading...

Akibat Tergoda Janda Kembang adalah kisah yang sering terjadi di lingkungan dan ditulis menjadi cerita selingkuh dengan tetangga yang menarik untuk dijadikan pembelajaran oleh pembaca sekalian. Bagaimana kisahnya ? simak pada cerpen perselingkuhan berikut :

Cerita Selingkuh Dengan Tetangga – Akibat Tergoda Janda Kembang

Nena, wanita berusia 30 tahun itu mondar-mandir di ruang tamunya yang sederhana, satu set kursi plastik warna merah menjadi saksi bisu wanita itu. Sesekali Nena melongok keluar jendela yang terbuka melirik kekanan-dan kekiri. Lalu saat matanya menangkap beberapa bayangan orang-orang yang sedang kumpul di bawah pohon mangga depan rumah tetangga yang baru pindah dua minggu yang lalu itu.

Matanya dengan cepat menangkap wujud suaminya Lobo yang sedang tertawa terbahak-bahak. Huuu…. Nena mengeluh dalam hati, wajahnya berubah cemberut. Sejak kapan Lobo tertawa senang seperti itu. Terlihat senang sekali dia di tengah kawanan janda-janda cantik itu. Sialan ! Nena memaki dalam hati. Tertawa terus kau Lobo sedikit lagi tawa akan berubah menjadi teriakan kesakitan kalau telingamu itu ku jewer.

Nena terus mengumpat dalam hati, sementara Lobo sang suami seolah tak mengetahui kedongkolan istrinya. Lobo terus tertawa di antara candaan wanita-wanita yang ada di sekelilingnya. Saat mata Lobo melihat sosok wanita keluar dari pintu rumah sambil bertikik pinggang seketika tawa di mulutnya terhenti berganti dengan mimik wajah serius seperti ketangkap basah.

Gaya sang istri yang bertikik pinggang depan pintu sambil melotot itu membuat hati Lobo keder. Laki-laki itu seperti dihipnotis langsung mendekati sang istri sambil menutup kedua telinganya takut di jewer. Kelompok wanita yang tadinya juga tertawa-tawa itu seketika juga terdiam saat melihat sosok Nena. Mereka memang sangat segan dengan keberadaan Nena.

Buat wanita kebanyakan, mungkin Nena tipe cewek galak, tapi dia sayang suami dan rajin kerja. Yang pasti badannya gak lembek kayak cewek yang malas

Wanita dengan wujud tinggi besar itu memiliki aura menakutkan, tatapan matanya yang tajam terkadang membuat para wanita itu bergidik ngeri. Yah Nena bukanlah wanita-wanita kebanyakan seperti mereka yang habis melakukan tugas rumah tangga akan kumpul-kumpul ngerumpi di bawah pohon. Tidak ! Nena yang buruh cuci di desa itu sangat tidak menyukai kegiatan yang baginya adalah kerugian.

Sedikitpun dia tak ingin menyia-nyiakan waktu untuk sekedar ngerumpi atau menghabiskan waktu untuk membicarakan keburukan orang lain. Waktu yang ada dipakainya untuk bekerja dan dia merasa sangat merugi jika menghabiskan waktunya hanya untuk hal yang sia-sia yang buntutnya menjadi dosa.

Dua anaknya yang sudah menjelang remaja butuh biaya untuk sekolah. Sementara biaya hidup sehari-hari semakin mahal, keadaan ini membuat dia harus bekerja keras membantu sang suami yang hanya buruh bangunan. Tapi pekerjaan bangunanpun tidak setiap waktu ada, terkadang berminggu-minggu Lobo tidak bekerja dan hanya diam di rumah, jika sudah begitu Lobo-lah yang mengambil alih pekerjaan rumah sementara dia bekerja sebagai buruh cuci.

Walaupun pekerjaanya berat dan tidak sesuai dengan upah yang dia terima toh dia tetap bersyukur dia sangat yakin rejeki sudah ada yang menentukan. Walau hidup apa adanya dia merasa sangat senang karena memiliki keluarga kecil yang sederhana

Apalagi anak-anak tidak banyak menuntut dan mengerti kesusahan orang tua. Mungkin anak-anak mengerti keadaan orang tua mereka karena sejak kecil Nena selalu mengajarkan mereka untuk menghargai dan mensyukuri segala sesuatu. Karena itulah Nena bekerja keras agar semua kebutuhan anak-anak tercukupi.

Sedikit demi sedikit dia juga menabung walau tanpa sepengetahuan sang suami. Dia memang sengaja tidak memberitahukan Lobo kalau dia punya tabungan, karena Lobo punya penyakit kambuhan yaitu judi. Kalau Lobo tahu dia punya tabungan bisa habis di curi untuk main judi.

Nena punya mimpi untuk menyekolahkan anak-anaknya sampai mereka bisa jadi orang yang berhasil. Apalagi kedua anaknya selalu mendapat juara di kelasnya sayang sekali jika mereka tak melanjutkan sekolah dan akhirnya menjadi seperti dia. Tidak ! cukup dia dan suaminya yang jadi buruh jangan anak-anak. Melihat anak-anak belajar dengan giat selelah apapun dia saat pulang ke rumah hatinya akan terhibur melihat mereka.

Beberapa hari terakhir ini sejak kepindahan tetangga baru samping rumahnya Nena jadi sering gelisah. Awal-awal perasaannya biasa saja dengan kepindahan tetangga baru. Tapi saat tahu yang pindah sudah berstatus janda otomatis Nena jadi sering uring-uringan.

Akhir-akhir ini si janda kembang itu sering bawa teman-temannya yang juga sesama janda datang ke rumah dan bikin acara. Lingkungan yang tadinya tenang dan tentram tiba-tiba jadi sering ribut.

Seperti bunyi pepatah dimana ada gula pasti ada semut atau dimana tumbuh bunga pasti banyak kumbang yang datang. Nena jadi sering gelisah di tempat kerjanya, apalagi ibu-ibu tempatnya bekerja tinggal di desa yang sama dengannya sering ngerumpi dan membicarakan janda tetangganya itu.

Rasa was-was akhirnya menerpa apalagi hari-hari terakhir ini Lobo sedang tidak bekerja dan nganggur di rumah. Dugaan Nena memang tidak salah dia melihat Lobo sudah mulai berteman dan sepertinya menjadi tetangga yang baik.

Ini bikin Nena dongkol seperti hari in, saat pulang Lobo ternyata lagi asyik bersenda gurau dengan wanita-wanita itu. Hari yang panas jadi semakin panas apalagi wanita-wanita itu sengaja memakai celana yang pendek dan kaos singlet seolah ingin mengundang perhatian.

Wah alamat tidak baik, jadi tanda awas untuk kaum pria didesa dan warning bagi ibu-ibu sepertinya. Lihat saja suaminya tertawa begitu lepas diantara kembang itu. Perasaan jarang sekali dia melihat Lobo tertawa lepas seperti itu setelah 15 tahun menikah.

Makin lama kelakuan para janda di kampung itu semakin tak terkendali, akhirnya warga melaporkan ke Pak RT

Sebulan berlalu tetangga sebelah makin berisik saja tak ada jalan selain melaporkan pada pak RT untuk diberi peringatan. Apalagi dia juga didukung oleh ibu-ibu di lingkungan karena mereka juga mengalami hal yang sama dengannya. Sang bapak-bapak mulai sering gabung dengan kembang-kembang itu. Ibu-ibu jadi pada cemas dan merasa janda-janda itu jadi ancaman buat mereka.

Pak RT cepat tanggap atas keluhan masyarakat, langsung beliau turun lapangan. Dalam  beberapa jam pak RT sudah mengunjungi rumah para janda kembang itu dan menegur mereka. Seminggu hati dan pikiran Nena dan ibu-ibu sekitar lingkungan aman tentram,  masuk minggu ke dua  kegiatan para janda di rumah yang kayaknya udah dilabeli markas besar itu kumat lagi. Dan  kali ini lebih parah diiringi tingkah Lobo yang aneh. Awalnya hati Nena saja yang merasa kalau Lobo mulai berubah tapi Nena belum tahu apa perubahan itu dia hanya merasa aneh saja.

Suatu malam Nena mimpi buruk dan terbangun dari tidur

Jam tidur Nena selalu tepat waktu, mungkin karena lelah seharian bekerja sebagai buruh cuci dari rumah kerumah karena itu di jam 10 malam Nena sudah tidur. Begitu juga Lobo kebiasaan tidur mereka sangat normal sebagai pasangan yang sudah menikah selama 15 tahun.

Malam itu Nena bermimpi buruk saat dia terjaga Lobo tidak ada di sampingnya. Pikirannya mengatakan kalau Lobo suaminya sedang ke kamar mandi yang memang ada di belakang rumah terpisah dengan bangunan rumah mereka. Tapi karena malam itu kantuk sangat hebat dia langsung tertidur kembali. Saat bangun pagi dia melihat Lobo masih tertidur pulas di sampingnya. Barangkali semalam memang dia sedang bermimpi.

Malam ini juga sama Nena kembali bermimpi dan akhirnya terbangun. Sama seperti semalam Lobo tidak ada, kali Nena bangun dan langsung memanggil nama Lobo dengan keras. Sayup-sayup dari halaman belakang suara Lobo terdengar mengatakan dia berada di WC. Nenapun akhirnya kembali tidur tanpa perasaan apa-apa.

Masuk di hari ketiga lagi-lagi Nena bermimpi kali ini mimpinya sangat nyata, suaminya meninggalkan dia demi perempuan lain. Sayang wajah wanita lain itu tidak jelas hingga tak bisa dikenali. Saking nyatanya Nena terbangun dari tidurnya dengan berkeringat dingin. Lagi-lagi Lobo tak di sampingnya, perlahan tangannya meraba kasur tempat Lobo berbaring.

Mimpi buruk lagi jam 2 pagi, kali ini ada suara bisik – bisik dan cekikikan seperti kuntilanak

Dingin… ! diliriknya jam pada dinding, jam 2 dua dini hari. Kali ini Nena tidak tertidur lagi mimpi buruk membuat matanya tiba-tiba terbuka. Bayangan mimpi barusan terasa sangat nyata. Hanya dalam mimpi saja dia sudah merasa sangat sakit hati bagaimana jika itu jadi kenyataan, bisa gila dia.

Hampir 15 menit Nena menunggu tapi Lobo tak juga kembali. Nenapun beranjak keluar dari kamar, memeriksa kedua anaknya yang masih pulas. Pintu depan terkunci Nena melangkah ke dapur. Hmmm… pintu dapur hanya di tarik sekenanya saja. Ah jangan-jangan Lobo sakit perut, dia hafal sekali dengan keadaan suaminya yang sering ke toilet tengah malam.

Beberapa bulan yang lalu Lobo memang terkena kencing manis hingga sering ke WC untuk buang air. Tapi setelah sembuh, sudah jarang Lobo bolak-balik WC. Apa kencing manisnya kumat lagi yah ? Nena sibuk bertanya-tanya dalam hati ketika sama-samar terdengar suara bisik-bisik ditambah tawa cekikikan.

Walaupun suara itu mungkin sangat pelan dan tak bisa di dengar orang lain, tapi indera pendengaran Nena yang memang super di tambah dengan filing seorang istri membuat dia bisa mengenali salah satu suara-suara yang berbisik itu.

Percakapan dalam senyap yang bikin hati panas

Dan jantungnya langsung berdegub kencang saat tahu salah satu suara itu berbisik itu suara Lobo suaminya. Sambil melepas sandal pelan-pelan tanpa suara Nena mendekati rumah tetangga sebelah yang tak ada pembatasnya. Semakin dekat semakin jelas bisik-bisik itu. Ditempelkannya telinga ke dinding rumah yang terbuat dari triplek itu.

“Bang Lobo pulang sana kasiang Nena kalau dia tahu kita bisa mati. ”

“Tenang saja sayang Nena itu kalau tidur seperti sapi gak mungkin akan terbangun. Apalagi jika tidur dia sering ngorok bikin aku gak bisa tidur saja. ”

“Nenakan istri abang Lobo masa ngomongnya jelek gitu sih. ”

“Ah… istri apaan sudah sebulan ini dia gak mau ladeni abang. ”

“Kalo Dewi gimana bang ? ”

“Jangan ditanya mah kalo Dewi… abang puas. ”

Dada Nena bergemuruh, dia baru saja mau melabrak ketika terdengar lagi suara suaminya lagi.

“Abang pulang dulu yah Dewi sayang besok kita ketemu lagi yah”. Terdengar langkah diseret. Saat tahu suaminya akan keluar, secepat kilat Nena langsung kembali ke dalam rumah, masuk ke kamarnya dan pura-pura tidur.

Dia masih berusaha berpura-pura walau dalam hatinya ingin meledak. Sungguh terasa sangat perih hatinya. Suaminya Lobo tega menghianati dia sungguh sangat berani dan janda kegatelan itu benar-benar tak punya hati. Awas saja besok ….

Menahan perasaan, walaupun sakitnya kayak ditusuk duri

Walau pedih hatinya Nena berusaha menahan perasaannya. Dia masih ingat anak-anak yang menjelang remaja. Apa yang akan dikatakannya pada anak-anak jika hal seperti ini terjadi. Hal yang paling di takutkannya, tega sekali Lobo berbuat hal yang senekat itu. Apakah hatinya sudah dibutakan dengan kecantikan janda muda itu.

Dalam diam hatinya, air matanya berlinang sedih. Sementara Lobo yang kini sudah tidur di sampingnya terlelap dan suara ngoroknya terdengar begitu keras. Nena menatap wajah suaminya yang tertidur pulas dengan suara ngorok yang seperti sapi.

Aku ngorok seperti sapi ? sialan kamu Lobo kamu itu yang sering ngorok seperti sapi yang dipotong lehernya. Apa kupotong saja kemaluanmu itu biar kamu tahu rasa. Maki Nena dalam hati sembari menatap suaminya penuh benci dan sakit hati.

Sebuah rencana

Keesokan harinya Nena kembali bekerja seperti biasa, tapi dia sudah membuat rencana ingin menangkap basah suaminya. Tunggu saja kalau dia pulang nanti dan Lobo yang sama sekali tak tahu kalau perselingkuhannya dengan tetangga sebelah sudah diketahui istrinya tetap melakukan kegiatan seperti biasa.

Tawaran pekerjaan dari teman sebelah kampong untuk bergabung di proyek perumahan ditolaknya mentah-mentah. Tubuh semok Dewi benar-benar membuat dia mabuk kepayang. Tak sabar rasanya menunggu malam, apalagi Dewi benar-benar jago dalam bercinta, sebagai laki-laki dia sangat puas.

Lobo benar-benar lupa daratan, walau harus meminjam uang pada rentenir kampung dengan bunga tinggi Lobo tidak perduli yang penting dia bisa menyenangkan Dewi. Tak ada rasa takut sama sekali di hatinya pada Nena atau memikirkan istrinya yang kecapekan banting tulang di luar sana. Yang ada di otaknya adalah bayangan Dewi, Dewi dan Dewi.

Lobo tidak sadar sebuah perangkap telah disiapkan, bukan hanya oleh istrinya

Seperti biasa Nena pura-pura tidur bahkan walau dia kenyataannya tak pernah ngorok walau sangat kelelahan dia akhirnya pura-pura ngorok bahkan suara ngoroknya dikerasin. Lobo yang juga tak menyadari kalau istrinya tak biasa ngorok tiba-tiba ngorok tak merasakan keanehan itu. Hingga tiba saat jam 12 laki-laki itu memastikan kalau Nena memang sudah tidur dengan menyentuh tubuhnya pura-pura membangunkan tapi Nena tetap pura-pura tidur dan semakin mengeraskan suara ngoroknya.

Lobo tersenyum lebar merasa sangat senang karena tahu Nena sudah pulas. Pelan-pelan dia beranjak mengendap-ngendap ke rumah tetangga sebelah, tubuh mulus Dewi yang telanjang menantinya di tempat tidur semakin membuat Lobo lupa istrinya, lupa anaknya, bahkan lupa dirinya. Tak disadarinya bukan cuma Nena saja yang ingin menangkap basah dirinya dan janda itu.

Tapi diluar sana dalam kegelapan malam para aparat pemerintah yang di pimpin kepala desa sedang siaga menanti. Dalam keheningan malam Lobo berseru kegirangan dalam hati karena usahanya untuk menemui Dewi tak mengalami hambatan apa-apa.

Mulus saja dia melompat kedalam jendela yang sudah tidak dikunci Dewi dari dalam. Semenit kemudian saat lagi asik-asiknya dengan kemasyukan syetan, pintu kamar bahkan jendela di dobrak orang dari luar. Bisa dibayangkan kondisi kedua orang itu saat mereka berdua dipergoki. Kedua orang itu tanpa ampun diseret masyarakat ke balai desa.

Istrinya yang berniat menangkap basah malah kaget tak bisa berbuat apa-apa

Nena yang  baru saja mau menangkap basah melongoh kaget. Dia bahkan tak bisa berbuat apa-apa saat Lobo suaminya lewat di depannya menatapnya penuh permohonan dan permintaan maaf. Nena tiba-tiba menjadi jijik melihat Lobo dengan keadaannya yang hanya memakai kain sarung begitu juga dengan janda itu.

Dalam perjalan ke balai desa kedua insan pelaku maksiat itu dipukuli. Sungguh sangat memalukan, tidak ada yang iba dengan kejadian itu. Mereka tidak pantas dikasihani, apa yang mereka alami adalah buah dari perbuatan yang mereka lakukan tanpa memikirkan perasaan orang lain dan hanya memikirkan kesenangan dunia semata.

Ternyata dia sudah diperingati, tapi malah menduga pak RT cemburu

Ternyata aparat desa selalu memantau dan mengawasi keseharian mereka. Karena itulah saat mereka tahu Lobo ternyata sudah terjerat mereka mencoba mengingatkan bahkan pak RT sempat berbicara dari hati ke hati sesama lelaki tapi Lobo menganggap remeh bahkan hatinya menyangka pak RT cemburu karena dia bisa dekat dengan janda-janda bahenol itu.

Dosa telah menutup hati nurani Lobo.  Dan inilah akibat dari perbuatan hina mereka, bukan cuma rasa malu yang diterima tapi hukuman atas perbuatan mereka diarak ke balai desa, dipermalukan, dan dipukuli.

Desa yang masih memakai hukum adat itu membuat mereka harus menerima hukuman yang berat. Dan Nena tak berusaha membela, hatinya sudah cukup dengan penghianatan dan penghinaan suaminya.

Mungkin suatu saat dia akan memaafkan Lobo tapi tidak untuk saat ini. dengan hati hancur sambil memeluk kedua anaknya mereka hanya bisa menatap kejadian itu dari jauh. Air mata Nena berlinang, sungguh sangat disesalinya sikap Lobo yang tidak berpikir panjang sebelum berbuat hal memalukan itu. 15 tahun rumah tangga yang mereka jalan kini berakhir hanya dalam waktu semalam sungguh menyedihkan.

Kini Nena harus menjadi ayah dan ibu bagi kedua anaknya. Tapi tak mengapa, dia yakin dia sanggup, dia yakin Sang khalik akan selalu melindunginya. Selama dia bekerja dengan tekun dan selalu ada disamping anak-anaknya. Perbuatan ayah mereka tentu meninggalkan luka dan trauma yang mendalam di hati anak-anaknya dan tentu saja itu mempengaruhi pertumbuhan psikologis mereka.

Nena memiliki tugas yang  berat untuk menjadi dokter sekaligus obat bagi anak-anaknya. Dan dia berjanji dia akan melakukan yang terbaik untuk anak-anaknya. Karena dia yakin esok akan lebih baik dari hari ini.


Terima kasih telah membaca cerita selingkuh dengan tetangga. Semoga cerpen perselingkuhan diatas dapat menghibur dan bermanfaat bagi sobat Bisfren sekalian. Tetaplah semangat dan optimis dalam menghadapi segala persoalan hidup. Dalam perjalanan hidup terutama dalam rumah tangga tentu tidak sedikit masalah yang terjadi dengan pasangan. Bersabar, berpikir positif dan lakukanlah komunikasi yang baik agar hubungan tetap harmonis. Salam sukses selalu.

Dibagikan



Kiriman terkait

Sebuah Kacamata Baru

Zahrotul Zahro

August 17, 2017

Cerpen

No Comment

0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5 (Rating: 0.00 / 5) Silahkan login untuk memberi peringkat.
Loading...

Mentari telah memancarkan sinarnya. menggantikan sang raja malam, bau khas embun dan tanah basah menyeruak ke dalam indra penciuman, udara masih sangat dingin karena hujan kemarin malam, namun semua itu tidak menyurutkan semangat seorang gadis yang berusia 16 tahun itu. Dia bernama Annisa Faiha, gadis itu mengayuh sepedanya dengan bersemangat, kacamata yang dikenakannya sedikit berembun, […]

Baca

Melepas Masa Lalu

Adra Putri Wahyuni

June 24, 2017

Cerpen

No Comment

1 vote, average: 4.00 out of 51 vote, average: 4.00 out of 51 vote, average: 4.00 out of 51 vote, average: 4.00 out of 51 vote, average: 4.00 out of 5 (Rating: 4.00 / 5) Silahkan login untuk memberi peringkat.
Loading...

Melepas masa lalu adalah curahan hati menunggu kepastian cinta setelah dia mengetahui gebetannya masih berharap pada masa lalunya. Meski setiap orang memiliki masa lalu, tidak semua orang bisa begitu saja lepas dari kenangan. Bagaimana cerita curhatnya ? simak curhatan kisah nyata berikut : Curahan Hati Menunggu Kepastian Cinta – Melepas Masa Lalu Hingga kini aku […]

Baca
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5 (Rating: 0.00 / 5) Silahkan login untuk memberi peringkat.
Loading...
Melepas Masa Lalu
1 vote, average: 4.00 out of 51 vote, average: 4.00 out of 51 vote, average: 4.00 out of 51 vote, average: 4.00 out of 51 vote, average: 4.00 out of 5 (Rating: 4.00 / 5) Silahkan login untuk memberi peringkat.
Loading...
Lebaran Ini Aku Tidak Pulang
1 vote, average: 1.00 out of 51 vote, average: 1.00 out of 51 vote, average: 1.00 out of 51 vote, average: 1.00 out of 51 vote, average: 1.00 out of 5 (Rating: 1.00 / 5) Silahkan login untuk memberi peringkat.
Loading...
Indahnya Saat Berbagi
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5 (Rating: 0.00 / 5) Silahkan login untuk memberi peringkat.
Loading...
Perubahan Nella
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5 (Rating: 0.00 / 5) Silahkan login untuk memberi peringkat.
Loading...