Hidupku Kamu @ Cerita Pendek Romantis

cerita pendek hidupku kamu

Suasana cafe yang cozy diiringi musik lembut, menyambut langkah Rizal dan Agam. Dua gelas mocca dan croissant menemani mereka.

Cerita pendek hidupku kamu

Semilir angin yang berbaur aromateraphy berhembus. Dua orang wanita seksi melangkah masuk dan duduk dideret kursi disebelah mereka. Rizal memberi isyarat ke Agam yang disambut dengan senyum dan gelengan kepala.

” Ingat zal, kau sudah jadi bapak-bapak…”

Rizal ketawa terkekeh.

” Tentu saja, aku tidak mau digantung Linna, dia lagi hamil sekarang.”

” Berapa anakmu, zal”?

“Hampir tiga, Linna sekarang mengandung.”

” Bukan main pabrikmu, lancar…heh.”

Agam meninju bahu Rizal lembut.

” Kau kapan menyusul, Gam? Semua teman angkatan kita rata-rata sudah menikah dan mempunyai anak. Cuma kau yang belum, apa terlalu banyak yang dipilih hingga kau bingung?”

Bisik Rizal, dan Agam tertawa keras.

Satu dua orang menoleh, mereka tersadar tapi setelah itu tertawa lagi .

” Ingat si Andi?”

Agam menggeleng. “…itu si culun yang mengejar-ngejar Dewi bahenol anak kelas sebelah?” Cecar Rizal .

Agam mengangguk.

” Anaknya sekarang empat, istrinya cantik dari si Dewi, dia bahkan jadi anggota dewan.”

Rizal terus bercerita tentang teman-teman lama mereka. Agam mengangguk-angguk pura-pura ingat. Kasihan Rizal yang sudah terlalu semangat bercerita. Rizal sendiri sedang mengikuti program kepala sekolah di jakarta. Besok dia pulang. Dia berteriak suprais saat Agam menjemputnya di hotel pake lamborghini.

Rizal masih terus bercerita. Tentang ini yg sukses, itu yang melarat. Si anu, si ini…bla bla bla dan Agam tidak enak kalau tidak tersenyum. Walaupun dia lupa siapa Eka, Ratih, Pras, Wisnu. Siapa…ah, siapa lagi nama-nama yang disebut Rizal. Semuanya hanya mengingatkannya pada sebuah nama. Dan nama itu…

” Ingat kinan, Gam ?” Senyum Rizal sambil memasukkan potongan besar croissant kemulutnya.

Ada perasaan perih di hati Agam saat teringat kinan…kinanti. Dan saat senyum Agam merekah mata elang Rizal telah membaca kerinduan dalam senyum itu.

” Dia menjadi dokter sekarang, dikota kecil kita.”

Dokter…agam menyesap moccanya. Kenangannya surut kemasa tujuhbelas tahun lalu saat dia dan kinan masih SD. Baca : cerita pendek sepatu butut anakku.

” Cita-cita kamu mau jadi apa,Kin?” Tanya Agam saat itu.

“Dokter.” Jawab kinan pasti.

” Kenapa harus dokter?”

” Selain dokter, aku gak tau lagi mau jadi apa, Gam. Kalau kamu?”

” Arsitek.”

” Kenapa harus arsitek?”

” Karena aku mau bikinin kamu rumah.”

” Kalau gitu aku mau merawat kamu kalau lagi sakit.”

Agam ingat, saat itu Kinan tertawa dengan mata berbinar. Berderai. Bahagia. Saat itu…

cerita pendek hidup ku kamu kinan jadi dokter
Dokter (@HealthStatus)

Kinan melemparkan jas putihnya ke wadah pakaian kotor. Saat ini dia ingin berendam disejuknya air, setelah itu meluruskan urat-uratnya yang pegal. sebelum membuka prakteknya jam 5 nanti. Tadi ada operasi pasien hysterectomy . Lelahnya…

” Kinan, tadi Agam kesini.” Suara ibu yang pelan seperti memecahkan gendang telinga Kinan saat dia baru keluar kamar mandi. Baca : cerita pendek selembar kain di pergantian hari.

Kinan sampai menghentikan usapan handuk di kepalanya.

“Agam…” Bisiknya dengan tubuh mengejang.

” Kapan? Sendirian?” Tanyanya pada Ibu.

Ibu ketawa. “Iya, sendirian. Tadi siang jam sepuluh. Dia bilang nanti malam mau datang lagi , habis kamu praktek.”

Kinan masuk kamar dengan tubuh seperti melayang. Agam datang, apa yang harus kulakukan? Tiba-tiba hatinya dipenuhi perasaan aneh yang lembut. Rindukah ini?

Dia mengenal Agam dari TK. Persahabatan mereka dimulai saat Agam menawarkan separuh bekalnya, karena bekal kinan jatuh ketanah. Mereka bersahabat sampai SMA. SD dan SMP dilalui disekolah yang sama. Kinan tahu Agam semudah dia menghafal rumus fisika. Agam yang keren, baik, tajir dan pintar. Digandrungi teman-teman SMAnya. Buruknya, Agam itu pencinta wanita, dan Kinan yang tomboi dan semau gue selalu menyediakan kesabarannya untuk mendengarkan curhat Agam, saat dia pedekate dengan cewek, maupun saat Agam galau jika putus. Kinan belum pernah pacaran. Agam? Mencari wanita semudah dia berganti pakaian. Semua awalnya biasa-biasa saja,teman-teman wanita Agam yang silih berganti, begitu juga perasaannya yang mulai berubah pink kepada Agam. Kinan tidak tahu bermula dimana yang dia tahu semakin hari dia semakin mencintai Agam. Kinan pandai menutupi perasaannya yang pekat. Sepekat brownis coklat buatannya yang disukai Agam. Sampai akhirnya…Manekin cantik itu hadir diantara mereka.

Namanya jeannette (baca:janet) peranakan indonesia perancis. Pindah kekota kecil mereka mengikuti ayahnya yang pejabat publik. Cantik sudah pasti, dengan rambut blonde dan kulit putih bersinar. Dalam sekejap jeannette populer disekolah mereka. Semua larut dalam euforia jeannette. Hanya Kinan yang tidak larut didalamnya. Kinan tahu jeannette tidak suka padanya entah karena apa. Saat mereka praktek di lab, dengan sengaja jeannette menjegal kaki kinan. Ruangan lab jadi kacau, semua teman menyalahkan kinan dan iblis berwajah bidadari itu dengan rengekan manja pura-pura minta maaf padanya. Itulah dimulai perang dingin diantara mereka. Dan perang yang sesungguhnya adalah, ketika Agam juga terlibat dalam usaha perburuan jeannette. Biasanya kinan akan menghibur diri karena Agam tidak akan pernah lama pacaran. Tapi saat Agam curhat tentang Jeannette, Kinan melihat binar lain dimata Agam. Binar yang tak pernah ditemukannya saat Agam bercerita teman-teman wanitanya yang dulu. Itu binar cinta…!!! Agam benar-benar jatuh cinta sekarang. Kinan muak sekaligus pedih. Sampai pada puncaknya saat mereka darmawisata kepantai… Saat itu sudah mulai senja, bintang-bintang sudah mulai bertaburan. Mereka panik karena kehilangan Agam dan jeannette. Ketika ditemukan, mereka berdua malah asyik memadu kasih diutara sebelah goa yang romantis. Mata Kinan berlumur duka. Dan jeannete membalasnya dengan kilat kemenangan.

Seolah belum cukup, besoknya Agam main kerumah. Menceritakan kalau dia dan jeannette sudah jadian. Kinan tau saat itu inilah akhir dari penantiannya. Apalagi saat Agam bilang bahwa persahabatan mereka harus berakhir.

” Kenapa?” Tanya kinan menatap lurus mata Agam yang bersalah.

” Syarat dari jeannette, kalau aku mau menjadi pacarnya.”

” Yah,” Kinan pasrah. “…Selamat.” Katanya sambil mengulurkan tangan. Lalu meninggalkan Agam tanpa menoleh lagi . Sejak saat itu mereka berubah menjadi dua orang asing seolah dari planet mana. Sampai acara lulusan sekolah dan perpisahan, tidak ada tegur sapa dari keduanya. Agam telah membuat lobang besar dihati Kinan.

Dan nanti Agam akan datang, seperti apa dia setelah sepuluh tahun berlalu? Kinan menatap langit-langit kamarnya. Disitu tergambar sosok Agam. Sangat jelas. Sosoknya yang tinggi, rambutnya, lirikannya, senyumnya. Begitu jelas. Itu artinya aku masih mencintainya. Aku tetap mencintainya, desah kinan sambil menutup wajahnya dengan telapak tangan.

***

Pasien terakhirnya baru saja keluar dan perawatnya sedang membersihkan ruangan saat sosok itu melangkah masuk dan sudah berdiri dihadapannya. Agam…

” Hai, kin…apa kabar?”

Suara itu, mimpikah dia? Kinan mengerjap menatap sosok menjulang itu.

” Hai juga, kabarku baik…” Duh, kakunya Kinan membatin.

Agam tertawa mencairkan suasana, dilihatnya Kinan mengusap-ngusap hidung. Khas Kinan kalau lagi gelisah. Baca : cerita pendek haruskah aku mencintainya.

” Ruang praktekmu nyaman, pantas pasienmu banyak.”

” Mereka menyukaiku sebagai dokter, bukan ruangan praktekku.” Balas kinan. Dia menyeret kursi. “…silahkan duduk,Gam…”

“Yah, kamu memang pantas untuk dikangeni.” Lirih Agam.

” Maksudmu?”

” Maafkan aku,kin…atas kebodohanku, memutuskan persahabatan kita dan membuatmu menangis.”

Hanya itukah? Kinan menatap Agam. Bertahun-tahun ia pun rindu Agam. Tapi sedikitpun dia tidak berniat mencari tahu tentang Agam. Buat apa? Bukankah dia sudah bahagia dengan jeannette.

“Saat mendengar kamu belum menikah, aku bahagia Kin…”

“Kenapa…?”

“Karena aku…” Hening. Ingin menikah denganmu…!!! Oh susahnya mengeluarkan kata-kata itu.

“Selamat malam, semua…!!!”

Seseorang tiba-tiba memecahkan keheningan mereka.

“Edu…!!!” Teriak Kinan. ” Katanya besok baru pulang.”

“Aku kangen…”

“Oh…” Kinan tersipu. Menyadari ada Agam disitu.

“Ini Agam, temanku.”

Edu mengulurkan tangan ramah.

“Edu, calon suami Kinan.”

Sekejap wajah Agam berubah pias. Didetik berikutnya hanya senyum yang tersungging. Tangannya gemetar. Saat itu, dia hanya ingin bumi terbelah dan dia masuk kekamarnya.

Kinan…dia betul-betul anggun dan dewasa. Tak ada Kinan yang tomboi seperti dulu. Yang ada hanyalah wanita dewasa dan anggun. Perasaan menyesal menghujam batin Agam. Perih…

cerita pendek hidup ku kamu undangan pernikahan
Undangan (@Etsy)

Lima tahun kemudian…

“Selamat ulang tahun sayang…”

Kinan menoleh. Suaminya memegang bunga lily putih disertai 3 kado dari sikembar faris dan faqih. Juga princess bungsunya faiza yg mengucapkan ultah dengan cadel.

“Terimakasih…” Kinan memeluk mereka dengan haru yang membuncah.

“Apa yang kau inginkan di hari bahagiamu, ini sayang?”

“Tuhan sudah memberikan semua tanpa kuminta.” Jawab Kinan. “…kamu, anak-anak dan rumah ini…”

Kinan beranjak ke lemari dan mengambil undangan warna emas.

“Kita harus menghadiri pernikahan ini…”

Agam mengambil undangan yg disodorkan Kinan.

“Akhirnya Edu menikah juga.”

Suaminya menatap kinan. ” Apa kau masih mengingat Edu?”

“Tidak. Aku hanya mengingat kebaikannya yang mengizinkan kita untuk bersatu.”

“Yah…aku juga sering berterimaksih untuk itu.”

“Apa kau masih mengingat jaeannette?”

Suaminya terbahak. ” Lima tahun menikah, akhirnya kau menanyakan juga. Dengar…setahun setelah kuliah aku dan jeannette pisah. Dia ke paris dan aku tidak tahu lagi kabarnya…”

“Saat kau membuatku menangis dulu, hanya Edu yang menghapus air mataku.” Kinan cemberut.

“Jangan katakan itu … Aku berjanji tak akan pernah membuatmu menangis lagi .”

Agam merengkuh Kinan lembut kepangkuannya. Dan mencium ubun-ubun Kinan. Tak akan bidadariku…tak akan kubiarkan kau menangis lagi . Karena hidupku, kamu…


Author : Aqila Rayhana

Terima kasih telah membaca cerpen kami. Mohon bagikan melalui facebook, google+, twitter, pinterest dengang mengklik ikon dibawah.

Dibagikan

Penulis :

You may also like