Surat Untukmu Sebelum Kita Menikah

cerita curhatan cinta

Surat untukmu sebelum kita menikah adalah cerita curhatan cinta yang sangat menyentuh dan patut menjadi renungan bagi yang akan maupun telah menikah. Sedemikian banyak masalah dalam rumah tangga, salah satunya adalah menyikapi keluarga istri atau keluarga suami. Ini bukanlah hal mudah, namun tidaklah terlalu sulit bila ada saling pengertian. Kebanyakan perselisihan akibat keluarga pasangan terjadi setelah sekian tahun menikah, tapi tidak sedikit terjadi pada awal pernikahan. Sobat Bisfrener, mari renungkan puisi karya penulis muda, menjelang pernikahannya sebagai arti cinta sesungguhnya, berikut.

Cerita Curhatan Cinta – Surat Untukmu Sebelum Kita Menikah

Jika nantinya kamu menemukan begitu banyak kekurangan pada keluargaku, ingatlah satu hal bahwa aku dapat menjadi seperti ini didepanmu, menjadi seseorang yang kau pilih dengan segenap hatimu adalah karena adanya mereka. Dukungan mereka dalam suka dan dukaku membuatku mampu menghadapi segala rintangan sepanjang hidupku. Betapa banyak waktu dan tenaga mereka korbankan saat aku mengalami kesulitan dan keterpurukan. Sedemikian besar kasih sayang mereka untuk membuatku selalu bangkit dan menatap masa depan.

Caraku melihat kelebihanmu adalah berkat mereka. Mataku melihat segala kebaikanmu, adalah dari pengalamanku dengan keluargaku. Karakterku yang mampu meluluhkan hatimu, terbentuk berkat kehidupanku bersama keluarga.

Jika nantinya harapanmu tentang keluargaku tak seperti apa yang kamu harapkan, ingatlah satu hal bahwa mereka telah merelakan salah satu anggota “tubuh” mereka di tanganmu, orang yang mungkin baru mereka kenal. Seseorang yang mungkin tak pernah terbayangkan apalagi terencanakan dalam agenda hidup mereka.

Jika nantinya kamu berselisih paham dengan saudara laki – lakiku, ingatlah satu hal, bahwa pundaknya adalah tempatku bersandar, tangannya adalah tempatku meminta uluran, tubuhnya adalah tempatku berlindung. Dan berkat tangan-tangan mereka jualah, diriku terjaga dari laki – laki yang bukan mahromku.

Jika nantinya banyak yang tidak kau sukai dari saudari perempuanku, ingatlah satu hal, bahwa mereka adalah sahabat terbaikku. Mereka adalah tempatku berkeluh kesah sehingga diriku bisa terlihat kuat selama ini.

Jika nantinya kamu kecewa pada kedua orang tuaku , ingatlah, bahwa tanpa mereka diriku tidak pernah ada di dunia. Tanpa ayah yang berpeluh keringat bertahun – tahun untuk penghidupanku, ibu yang mempertaruhkan hidupnya demi lahirnya diriku di dunia ini. Merekalah yang mendidikku, berjuang agar diriku menjadi seorang sebagaimana kau lihat sekarang ini. Berkat mereka diriku kini dihadapanmu, menjadi orang yang memilihmu segenap hati.

Kamu memang memilih aku, tapi diriku bersama keluargaku. Aku memang memilihmu, tapi diriku bersama keluargaku. Kamu memang pemimpinku, tapi diriku bersama keluargaku. Kau adalah orang pertama bagiku, tapi diriku bersama keluargaku.

Akupun akan berusaha seperti itu padamu.

Karena kamu bersama keluagamu. Karena pernikahan bukan hanya dua raga yang bersatu, tapi dua keluarga. Keluargamu dan keluargaku, keluarga kita.


Terima kasih telah membaca cerita curhatan cinta surat buat calon istri atau buat calon suami. Semoga cerpen mini diatas dapat mengibur sekaligus menjadi renungan bagi sobat Bisfren semua. Salam sukses selalu.

 

Dibagikan

Affora

Penulis :

Artikel terkait