Akan Indah Pada Waktunya

cerita sedih putus cinta karena selingkuh

Akan indah pada waktunya adalah cerita sedih putus cinta seorang remaja yang baru move on dapat pacar baru tapi kepergok sedang bermesraan dengan temannya sendiri. Bagaimana kisah mereka ? simak pada cerpen sedih berikut :

Cerita Sedih Putus Cinta – Akan Indah Pada Waktunya

Perpisahan  itu masih  jelas tergambar di memoriku, hari perpisahan sebelum kita memutuskan untuk berangkat mengejar mimpi-mimpi kita. Jakarta itu tujuanku dan Bali itu tujuanmu. Parangtritis Jogjakarta tempat terakhir yang kita kunjungi sebelum keberangkatan kita, menjadi saksi janji-janji dan mimpi-mimpi kita berdua. Kamu bilang 2 tahun lagi kamu akan kembali, kamu akan datang melamarku setelah tabungan cukup.

Yang ada di benakku sangatlah indah, aku membayangkan hidup bersamamu menghabiskan sisa umurku denganmu. Kita membahas dimana nanti kita akan tinggal, berapa kita akan punya anak dan bagaimana kita membagi waktu antara keluarga dengan karir. Yaaa.. sudah tersusun rapi beberapa rencana kita.

Waktu semakin sore, matahari hampir tenggelam tapi rasanya diriku masih ingin berada di pelukanmu menghabiskan hari ini, ku pejamkan mata saat berada di pelukanmu, rasanya seperti mimpi jika besok aku harus berpisah denganmu begitu lama.

Setahun kita mencoba menjalani hubungan cinta jarak jauh (long distance), cinta kita begitu kuat. Tapi itu dulu, semakin lama kamu semakin berubah, pekerjaanmu di sebuah proyek sebagai arsitek membuat waktu mu habis untuk bekerja. Hampir tidak pernah ada lagi ucapan “selamat pagi sayang, mimpi indah sayang, jangan lupa makan”. Sepele memang, tapi itu sangat berarti buat kita dulu.

Akhirnya cinta jarak jauh harus berakhir, kami putus

Semakin hari pertengkaran-pertengkaran mulai menghiasi hari-hari kita. Kata putus terucap dari mulutmu, kamu bilang udah gak sanggup lagi menjalani hubungan ini, kamu bilang sudah jenuh dengan sikapku yang suka marah-marah, padahal diriku marah karena ingin perhatianmu yang seperti dulu, maaf jika terlalu egois.

Tapi maaf ku sudah tiada artinya lagi bagimu. Berat tapi aku harus terima keputusanmu karena seberapa keraspun usahaku buat mempertahankan hubungan kita percuma dengan kerasnya sikapmu.

Hari-hariku semakin kacau tanpamu, sakit setelah tau kenyataan kalo kamu ternyata selingkuh dengan teman kerjamu. Ouwwwhhg ternyata itu alasan kamu mutusin aku. Inilah kenyataan yang harus dihadapi “Antiara Sabrina”, aku selalu mencoba untuk menguatkan hati dan ku ucapkan selamat tinggal untuk Ezza Pradipa.

Terdengar HP ku berbunyi, ku lihat ouwh ternyata telfon dari Natan,  “hey Nat ada apa ?”.

“Malam ini kamu ada acara gak Ra ?” kata Natan to the point.

“Ga ada, gue lagi free malam ini”.

“jalan yuuk ada flim bagus neh”.

Ada apa gerangan Natan ngajak aku jalan ? Besok kan hari kerja, biasanya dia main game di kos, karena itu memang hobinya. Natan adalah salah satu teman baikku di Jakarta, dia selalu ada untuk mendengarkan curhat-curhat ku tentang Ezza. Dialah orang yang selalu ngasih semangat agar diriku kuat, dia juga orang yang paling rajin mengajakku jalan setiap hari libur.

Ditembak Natan, tapi ku tolak karena gak ada rasa

Akhirnya ku terima ajakan Natan untuk nonton. Sehabis nonton kami makan di salah satu restoran seafood kesukaan Natan, karena itu anak emang hobi banget makan seafood. Tapi ada yang aneh dari Natan malam ini tumben dia ga banyak bicara. Kita duduk di meja yang sudah dipesan Natan sebelumnya, di meja itu ada mawar merah. Batinku “aneh kenapa Natan tampangnya seserius ini”.

Tiba-tiba Natan memberikan mawar merah itu kepadaku dan berkata “Antiara Sabrina aku sayang kamu, maaf  jika selama ini ku sembunyikan rasaku tapi malam ini ku ingin kamu tau kalo rasaku begitu besar melebihi seorang teman padamu”. Natan memegang tanganku begitu hangat tapi lidahku benar-benar tidak bisa berkata apa-apa, lidah ku kelu dan mulutku kaku. Tidak pernah menyangka kalo akhirnya Natan mengungkapkan perasaannya kepadaku.

Aku memang udah tau dari salah satu teman ku kalo Natan itu sebenarnya suka kepadaku tapi inilah yang ku takutkan, Natan itu sudah ku anggap kakakku yang selalu bisa menenangkanku, bagaimana mungkin hatiku bisa suka denganya. “Makasih Natan untuk semua ini tapi rasa sayangku ke kamu tidak lebih dari sahabat dan kakak” hanya itu yang bisa ku katakan kepada Natan.

Meski ditolak, Natan tetap baik kepadaku

Setelah kejadian malam itu ku fikir Natan bakalan benci padaku tapi kenyataanya gak ada yang berubah dari dia. Dia masih dengan perhatian-perhatian yang biasanya dengan bercandanya yang seperti biasa. Beruntung sekali orang yang bisa mencintai orang seperti Natan dan bodohnya aku yang tidak bisa menerima Natan untuk menggantikan Ezza.

“Maaf Natan tapi aku tidak bisa membohongi perasaanku kalo sebenarnya aku masih menggharap Ezza kembali kepadaku” dan Natan hanya bisa tersenyum mendengarkanku. Pulang kerja ku buka HP ada pesan dari Natan “Ra kamu harus belajar menerima kenyataan Ezza adalah massa lalumu sampai kapan kamu akan menutup diri cobalah untuk membuka hatimu, dia ga akan kembali karna dia udah menemukan pilihanya sendiri” air mata mengalir dari mataku gak kuat rasanya membaca pesan dari Natan tapi hatiku harus sadar kalo Ezza itu bukan milikku lagi dan bahkan dia udah ga peduli sama aku.

Selesai kontrak kerja, pindah ke Bandung

Kontrak kerjaku di salah satu rumah sakit di Jakarta udah habis dan ku putuskan untuk tidak melanjutkan kontrak kerjaku lagi. Ku putuskan untuk menerima tawaran kerja dari teman kuliahku dulu di salah satu rumah sakit swasta di Bandung. Tujuan ku adalah untuk melupakan semua termasuk menjauh dari Natan, maaf Natan diriku harus ambil keputusan ini. Aku tidak bisa terus-terusan menyakitimu, kamu harus bisa melupakanku, kamu pantas mendapatkan orang yang juga tulus mencintaimu. Bukan aku yang munafik masih mengharapkan orang yang jelas-jelas sudah menolakku.

Aku ga bisa membohongi diriku sendiri kalo sebenarnya belum bisa melupakan Ezza, masih sayang pada Ezza walaupun sadar dia adalah penghianat, tapi beginilah cinta, gak ada yang bisa menjelaskan dengan logika. Akan ku bawa rasa sakit ini sendiri. Sampai kapan aku tidak tau, biarlah waktu akan menjawabnya.

Natan menikah

Enam bulan sudah berada di Bandung, berada di tempat baruku. Seminggu lalu ku dengar kabar dari teman kalau Natan mau menikah. Dia baru pacaran 3 bulan, tapi udah mantap untuk serius, langsung ku telfon dia mengucapkan selamat untuknya. Semoga kamu bahagia Natan Dwi Prastyo, maaf diriku gak bisa datang ke acaramu, aku bahagia untukmu sahabatku juga kakak terbaikku.

Dua tahun sudah aku putus dengan Ezza. Semenjak kepergianku ke Bandung aku sudah putuskan untuk melupakan Ezza, g aku dengar kabar lagi darinya karna aku sengaja memutuskan semua akses yang berhubungan dengan Ezza.

Aku jadian sama Yoga, kenalan baru, dikenalkan oleh Nita

Aku jalani hari-hariku dengan hanya konsen dengan pekerjaan dan teman-temanku. Ku nikmati itu semua. Sampai akhirnya berkenalan dengan Yoga, cowok yang rame dengan gaya tengil tapi lucu. Yoga selalu bisa membuatku tersenyum dan tertawa lepas. Tiap malam pulang kerja, dia sering mengajakku jalan hanya nongkrong cari makan, tapi rasanya seru tiap kali jalan sama dia. Semakin lama kami semakin dekat, akhirnya Yoga nembak aku dan kita jadian. Hatiku merasa bahagia setiap dekat dengannya seperti menemukan kembali cintaku yang hilang 2 tahun lalu.

Oh Tuhan … ternyata Yoga juga pacaran dengan Nita

Sore itu pulang kerja aku mampir ke rumah Yoga yang kebetulan lagi sakit. Karena orang tuanya lagi pergi keluar kota, jadi ku bawakan makanan kesukaannya, niatnya ingin ngasih kejutan buat Yoga, makanya aku gak kasih tau kalau mau datang. Ku ketuk pintu rumah, si embok yang membuka “eehh non Ara silahkan masuk non” . “Yoga gimana mbok udah baikan ?”. “Udah non, semalem udah dibawa berobat, demamnya juga sudah turun”. Masuk aja non kebetulan ada non Nita juga yang jenguk”. “Oh ya mbok … kok Nita gak bilang mau kesini. Ya sudah aku ke kamar Yoga dulu ya mbok !”. Nita adalah teman satu tempat kerja denganku, dia yang mengenalkanku pada Yoga.

Tidak bisa lagi tubuhku bergerak di depan pintu kamar Yoga ketika ku lihat orang yang ku sayang sedang berpelukan dan berciuman mesra dengan temanku sendiri. Tubuhku kaku seketika, setelah tersadar apa yang ku lihat itu nyata, langsung ku berlari tanpa menghiraukan Yoga yang juga berlari mengejarku.

Lemas tubuh ini, ingin rasanya menangis tapi hanya sesak saja yang bisa ku rasakan di dada. Pulang kerja Yoga datang menemuiku, dia coba jelaskan tentang kejadian kemarin. “Gak perlu di jelaskan lagi Ga aku sudah mengerti, aku terima semuanya, sekarang pergilah, aku ingin sendiri ” hanya itu yang bisa ku katakan, diriku pasrah dengan semua yang ku alami, semua adalah pembelajaran hidup untukku.

Terima kasih Tuhan, ku yakin semua kejadian ini akan indah pada waktunya

Buat Ezza kamu adalah masa lalu ku yang mengajariku kedewasaan. Buat Natan makasih udah banyak mengajariku tentang ketulusan, aku sudah salah melepaskan orang sebaik kamu, bahkan sampai saat ini hatiku masih bisa merasakan ketulusanmu dengan perhatian-perhatian kecil darimu walaupun tidak sesering dulu kamu menghubungiku. Tapi kamu tetap mau jadi teman, sekaligus kakak untukku. Andai waktu dapat diputar kembali, aku pasti tidak ragu lagi untuk memilihmu. Buat Yoga makasih udah mengajariku tentang keiklasan dan kesabaran. Kecewa itu pasti, dan terhianati untuk kesekian kalinya itu juga sangatlah sakit tapi inilah bagian dari skenario Tuhan untuk mengajari manusia tentang banyak hal. Namun sampai saat ini hatiku masih percaya semua akan indah pada waktunya.


Terima kasih telah mengunjungi dan membaca cerita sedih putus cinta. Semoga cerpen diatas bermanfaat untuk menambah wawasan tentang hubungan serta menjadi motivasi untuk senantiasa menjaga dan berhati-hati dalam memilih pasangan.

Dibagikan

Antie Atjjah

Penulis :

Artikel terkait