Akhirnya Bisa Mencintainya Lagi

cerpen cinta clbk akhirnya bisa mencintai lagi

Akhirnya bisa mencintainya lagi adalah cerpen cinta perawat yang patah hati pada polisi lalu bertemu kembali saat polisi mantan pacarnya mengalami kecelakaan. Setelah berusaha melupakan sang mantan pacar, mampukah dia bersikap profesional ? atau benih cinta tersisa bisa menyatukan mereka menjalin cerpen CLBK ? silahkan simak pada cerita berikut.

Cerpen Cinta – Akhirnya Bisa Mencintainya Lagi

Malam itu kebetulan giliran jaga. Ada kiriman pasien korban kecelakaan, sepertinya kondisinya cukup parah. Korban langsung dilarikan ke ruang Gawat Darurat. Dari petugas polisi pengantarnya, ternyata korban adalah seorang polisi juga. Betapa terkejutnya saat ku mendengar nama polisi korban tersebut adalah Suryo Hapsoro.

Tiba-tiba hatiku terasa berdegup kencang. Seketika benakku teringat pada sosok polisi gagah pernah jadi pacarku 5 tahun lalu. Namanya Suryo, waktu dia masih berpangkat Letnan Satu. Tapi ah semua hanyalah masa lalu, siapa tahu korban bukan Suryo mantan pacar ku. Apalagi dia bukan cowok baik karena telah mengkhianatiku sehingga menyebabkan diriku harus berusaha melupakannya sekian lama.

Aku bertugas seperti biasa, tak kupikirkan Suryo kembali. Apalagi banyak pasien baru masuk, sehingga nggak sempat memikirkannya. Hari berikutnya, kebetulan diriku dapat giliran jaga malam lagi. Tiba-tiba ada panggilan dari kamar melati 1, segera kubergegas menuju kamar dituju. “Ada bisa kami bantu pak ?” tanyaku. Tapi entah mengapa ada perasaan aneh dalam hatiku. Kulihat sosoknya seperti sangat kukenal. Otakku masih sangat ingat padanya, walaupun mata juga sebagian wajahnya tertutup perban, tak salah dialah Suryo mantan pacar ku.

Ternyata benar, pasien kecelakaan itu adalah mantan pacarku

Kucoba mendekat lalu mengulangi pertanyaanku. “Saya dimana ?” tanyanya. ” Di rumah sakit pak.” Jawabku. Tapi hatiku agak merasa aneh karena tidak ada seorangpun keluarga menunggunya.

“Kenapa gelap ?”. ” Iya karena mata bapak ada luka, baru saja di operasi jadinya diperban pak”. ” Anda siapa ?”. “Ehm…saya perawat disini pak.”

Suryo tampak terdiam lama. Kemudian dia menarik nafas panjang. “Sepertinya saya pernah mendengar suara Mbak..”. Jantungku terperanjat mendengar ucapan Suryo. Apa mungkin ia masih ingat pada suaraku. Bukankah aku hanya satu dari sekian cewek pacar pacar hariannya. Ah kuyakini nggak boleh terbawa suasana, aku tetaplah bukan siapa-siapa baginya.

Walaupun sangat mencintainya, tapi baginya diriku hanyalah penggemarnya. Harus kuyakinkan bahwa aku bukan siapa-siapa baginya. Nggak ingin sakit hati lagi. Toh dulu waktu kami pacaran, aku hanyalah dijadikan mainan. Betapa bodohnya saat itu. Tidak ingin  berbicara lagi dengannya, tidak ingin terhanyut pada rasaku dulu.

“Maaf Pak, kalau sudah tak ada hal bisa saya bantu, saya mau permisi.” Ucapku. “Sebentar mbak…nama Mbak siapa ?” Kembali jantungku berdegub keras ketika dia menanyakan namaku. Ah nggak penting banget, kalaupun tahu juga buat apa. “Maaf Pak, apalah arti nama saya buat Bapak. Maaf permisi ya pak.” Ucapku buru-buru lalu meninggalkan kamarnya.

Dia hanyalah kenangan masa lalu yang harus dibuang

Aku nggak mau mengingat masa laluku. Nggak ingin rasa kecewaku terulang. Kamu adalah kenangan pahitku, jadi harus kulupakan. Kau adalah kebodohanku.

Belum juga sampai aku ke lobby, Vita memberitahuku kalau ada panggilan dari kamar Suryo lagi. Kusuruh Vita untuk kesana, aku nggak mau meladeni pertanyaan-pertanyaan Suryo. “Kenapa ngga kamu aja Mir ?” tanya Vita. “Udah deh, kamu aja.” Tak mungkin kukatakan alasanku enggan ke kamar Suryo.

Agak lama Vita di kamar Suryo. Kenapa juga Vita disana lama-lama. Mungkin Vita sedang terpesona pada sosok Suryo, atau mungkin dia kena rayuan gombal Suryo seperti diriku dulu. Buru-buru kutepis pikiran tersebut, masak sih cemburu. Hatiku nggak boleh cemburu, nggak boleh mikirinnya. Walaupun berusaha mengalihkan perhatianku pada pekerjaan lain, tapi masih saka kupikirkan Suryo. Seandainya saja nggak ketemu lagi, pasti hatiku sudah bener-bener lupa padanya.

Sebentar kemudian Vita datang. Aku pura-pura cuek. “Mir, pasiennya nanya tentang kamu…” ” Terus…?”. “Ya udah kujawab semuanya”. Mak deg… Waduh mati lah …tapi aku pura-pura cuek, nggak tanya-tanya lagi pada Vita. Nggak ingin Vita tahu tentang masa laluku.

Mantan pacar dirawat tapi tak ada satupun yang membesuk

Seminggu sudah Suryo dirawat disana. Usahaku untuk menghindar dari kamar tersebut cukup berhasil. Kalau ada tugas kesana, selalu saja ada perawat lain mau menggantiku. Apalagi ada anak-anak AKPER sedang praktek, jadi mau deh mereka kusuruh-suruh.

Tapi hatiku sedikit heran, karena seminggu dirawat tak ada satupun keluarga menunggunya. Orangtuanya tidak menunggunya, bahkan tidak ku jumpai istrinya. Apakah mungkin ia belum punya istri. Ah nggak mungkin, masak sih cowok seganteng begitu, punya pangkat, jabatan, sampai sekarang belum punya istri juga. Kembali buru-buru kutepis pikiran sendiri. Sekali lagi nggak boleh memikirkannya, sekali lagi semua bukan urusanku.

Ketika sedang beres-beres tiba-tiba diriku di datangi Kepala Perawatku. “Mir, mulai hari ini kamu bertugas di kamar Melati 1. Ingat, nggak boleh nolak.” Perintah dari atasanku, seperti petir menyambarku. ” Ehmm..eh..iy.. iya Bu.” Sebel rasanya hatiku, kenapa juga ada perintah aneh kayak gini, pasti ulahnya Suryo deh, pasti dia meminta.

Benar saja sebentar kemudian ada panggilan dari kamar Suryo. Rasanya kaki berat untuk melangkah kesana. “Ya, bisa dibantu ?” Tanyaku ketus. “Miraaa…!” Suryo memanggilku, dia tampak gembira sekali. Matanya masih ditutup perban, kakinya patah digips…hanya bisa berbaring. Sebenarnya hatiku kasihan melihat kondisinya.

Mantan pacar minta maaf : Maafkan aku Mira !

“Bolehkah minta maaf padamu Mira ?” Tanya Suryo. Hatiku lagi-lagi terkejut “Untuk apa ?” “Ku tahu kau sangat kecewa padaku, sakit hati padaku.” Bibirku hanya terdiam, hatiku memang sangat benci padamu Suryo. Hatiku sangat kecewa, sakit hatiku belum sembuh.

“Maukah kau memaafkanku?” Aku hanya bisa menarik nafas panjang. Entah mengapa  begitu enggan menjawabnya. Hatiku masih beku, kata maafmu masih belum bisa mencairkan kebekuan hatiku.

“Kenapa kamu diam Mira ?” Dia bertanya lagi. Akhirnya ku jawab ” Sudahlah diriku juga tidak memikirkannya. Semua hanya masa lalu, sudah tidak perlu mengingatnya lagi.” Entah mengapa saat mengucapkannya hatiku bergetar.

“Sebegitu kecewanya dirimu, hingga permintaan maafku tidak bisa membuatmu memaafkanku Mira.” Ucapnya lirih sehingga membuatku menjadi iba. Mungkinkah sosok Suryo yang dulu sangat sombong lagi angkuh, sekarang meminta maaf padaku. Rasanya masih belum bisa ku percaya.

“Diriku tidak ingin mengingatnya lagi.” Ucapku lagi, kali harus jujur kalau diriku dulu sangat sakit hati, ketika dia mengkhianatiku lalu meninggalkanku begitu saja. Dia sangat meremehkanku, cinta tulus ku telah diinjak-injaknya.

Sejak diriku memang bertugas di kamar Suryo. Akulah yang merawatnya, menyiapkan segala keperluannya. Hingga suatu hari ku bertanya tentang keluarganya. “Maaf, selama kau dirawat disini, tak kulihat seorangpun keluarga menemanimu”. Kulihat wajah Suryo berubah seketika, dadanya menarik nafas. “Orangtuaku sudah meninggal semua.” Ucapnya pelan. Aku terkejut, karena dulu pernah berkenalan dengan mereka. Mereka begitu baik padaku.

“Turut berduka cita ya, kalau istrimu ?” Tanyaku lagi dengan sedikit berat. “Aku belum punya istri. Ku sadari, dulu salah, khilaf… terlalu sombong. Banyak cewek menyukaiku, tapi ternyata mereka tidak tulus. Sebenarnya ada satu orang ku sadari sangat tulus…” Belum sempat diteruskannya, buru-buru kupotong. ” Eh…saya ke lobby bentar ya.” Kataku sambil berlalu dari kamar tersebut. Nggak ingin ku dengar Suryo meneruskan kata-katanya, nggak ingin mendengar nama cewek lain sehingga akhirnya akan menyakitiku lagi.

Walaupun sakit hati, tapi entah mengapa hatiku merasa senang saat merawatnya. Kurasakan hatiku nyaman saat di dekatnya. Sebulan berlalu, telah ku rasakan kebersamaan dengannya. Jika sedang libur, rasanya ada sesuatu hilang dalam hariku.

Akhirnya cinta lama bersemi kembali

Suatu pagi ku temani Suryo jalan-jalan di taman. Ku dorong dengan kursi roda melihat-lihat pemandangan supaya lebih segar, apalagi perban matanya sudah dibuka jadi bisa melihat lagi. Tiba-tiba dia menyuruhku untuk berhenti. “Mira, bolehkah diriku jujur padamu?” Ku anggukkan kepala. Dia menatapkumembuatku jadi kikuk. Tatapan matanya begitu bening, bisa rasakan ada kesedihan. Dia berbeda dengan Suryo dulu, tatapan matanya begitu teduh. Entah mengapa belum pernah kurasakan senyaman begini. Tiba-tiba Suryo meneteskan airmata, kulihat airmatanya semakin deras, bahkan menangis. “Maafkan Mira, karena dulu telah menyia-nyiakanmu… hatiku malu.” Ucapnya terisak. Ku coba usap airmatanya, tangannya mencoba pegang tanganku. Hatiku terkejut. “Sudahlah… sudah kumaafkan. nggak papa kok…” Ucapku meyakinkannya. Kurasakan pegangan tangannya semakin erat. ” Bolehkan mencintaimu kembali Mira ?” Kali ini Suryo mengucapkan sambil menatapku. Ku rasakan perbedaan, rasanya nggak mungkin menolaknya. Kali ini hatiku merasa dekat sekali dengannya.

Mulutku terdiam cukup lama, bayang-bayang masa lalu kembali terlintas dalam pikiranku. Tapi Suryo masih menatapku, wajahnya tampak sangat berharap, membuatku tak mungkin mengecewakannya. Akhirnya kepalaku mengangguk. Kini tak akan kusia-siakan cintanya. Aku hanya ingin merawatnya dan tak mau kehilangan dia lagi. Walaupun dia akhirnya cacat nggak bisa jalan, tapi aku bahagia karena kali ini cintanya begitu tulus.

“Terima kasih, sayang.” Ucap Suryo ketika akhirnya kami menikah. Terima kasih Tuhan, akhirnya aku bisa mencintainya lagi.


Terima kasih telah membaca cerpen cinta clbk mantan pacar. Semoga cerita pendek diatas dapat menghibur sekaligus memberi inspirasi dan motivasi tentang cinta untuk tidak pernah putus berharap. Jika takdir dan jodoh sudah berbicara,  tak ada satupun bisa menghalanginya. Salam sukses.

Dibagikan

Penulis :

Artikel terkait