Akhirnya Dia Jadi Milikku

cerita pendek cinta romantis

Akhirnya dia jadi milikku merupakan cerita pendek cinta romantis tentang anak sekolah yang berjuang berusaha mendapatkan pujaan hatinya melalui chatting di Whatsapp. Cerpen romantis menarik yang harus dibaca remaja.

Cerita Pendek Cinta Romantis – Akhirnya Dia Jadi Milikku

Shinta, ya sebut saja dia Shinta. Cewek mempesona yang bisa membuat aku mengerti indahnya ciptaan Tuhan. Terlalu berlebihan mungkin, tapi itulah yang aku rasakan saat ini. Betapa wajahnya bisa membuat aku nyaman, meski sedang mengerjakan soal ulangan yang njelimet nyaris nggak habis-habis.  Saat istirahat atau tidak ada guru, aku lebih banyak memandang wajahnya. Lesung pipi di kanan dan kiri pipinya semakin menambah pesona dan membuatku tak pernah bosan melihatnya.

Hari-hari terus berlalu, rasa itu semakin besar dan bertambah besar. Rasa yang pada mulanya tak bisa aku ungkapkan dan hanya ku simpan karena aku merasa tidak pantas untuknya. Dia terlalu sempurna bagiku. Dia terlalu jauh dari jangkauanku. Tapi gejolak yang tak mampu ku pendam pada akhirnya membuatku berubah dari sekedar mengagumi menjadi ingin memiliki. Ya, aku ingin memiliki hati dan cintanya.

Akhirnya aku mulai mencoba PDKT melalui Whatsapp karena malu untuk berbicara langsung. Jawabannya sudah seperti yang aku perkirakan, kaku dan cuek. Semua pesan yang aku kirim jawabannya singkat ‘Iya’,  atau ‘Gak’,  atau ‘Oooh’, bahkan kadang cuma pakai ikon. Aku menjerit dalam hati “Ya Tuhan, kok cuek banget sih bidadari Mu yang satu ini ?”. Tapi aku akan tetap berusaha, karena setidaknya dia sudah menjawab dengan cepat sekalipun singkat. Coba kalau nggak dijawab-jawab atau dijawabnya lama ?. Kan lebih parah.

Aku pantang menyerah, secuek dan sedingin apapun dia, niatku ini tidak akan berhenti. Hari demi hari, perlahan tapi pasti, aku mencoba untuk terus mendekati. Lewat perhatian dan lewat puisi atau kata motivasi yang aku buat atau dapat dari internet yang pura-puranya aku broadcast, padahal penerimanya cuma dia.  Oh my god… aku yang tidak pernah romantis tiba-tiba berubah 180 derajat. Dulu aku sama sekali gak bisa menulis kata Cinta, apalagi menulis puisi. Tapi karena dia, aku tiba-tiba jadi bisa walau hanya singkat dan sederhana masih jauh dari kategori sastra.

Akhirnya perjuanganku perlahan memberi hasil positif,  kami menjadi kian dekat secara hati meski masih cukup jauh di kelas. Pembicaraan melalui chatting lebih akrab dibanding yang terlihat di dunia nyata. Dan ketika sebentuk perhatian dia ungkapkan, hatiku terlonjak senang.  “Alam udah makan ?” tanyanya lewat Whatsapp saat itu. Hampir saja HP yang aku pegang terlepas saking senangnya. Segera saja aku balas “Alhamdulillah udah. Emmm, tumben perhatian sama aku ?”

“Emangnya gak boleh ya ?” jawabnya.

“Boleh lah, malah aku senang kok,” jawabku lagi.

“Boleh aja apa boleh banget ?” tanyanya.

“He he he… boleh bangeeeeeet” jawabku sambil senyum-senyum.

Sejak saat itu dia semakin menunjukkan punya rasa yang sama. Tentu saja ini membuat aku semakin berani memberikan perhatian tanpa memberitahu perasaan yang sebenarnya. Bahkan aku sempat terpikir untuk nembak dia, tapi aku masih ragu dan sedikit takut. Jangankan nembak, ngajak jalan saja aku masih belum berani. Tapi kalau belum dicoba gimana tahu jawabannya. Cuma masalahnya aku siap apa nggak kalau ternyata dia menolak atau ternyata sudah punya pacar.  Akhirnya aku tetap pada kondisi gantung, memberi perhatian tanpa kejelasan.

Chatting pun berlanjut terus hingga tiba-toba ada setan yang merasuk, menyuruh tanganku untuk mengetik “Shinta.., sebenarnya aku lagi naksir sama cewek, pengen ngomong langsung sama dia tapi takut ditolak” kataku.

“Emangnya naksir siapa ? Kalau belum dicoba gimana tahu.” jawabnya secepat kilat bahkan aku belum juga mengangkat jempol dari tombol “kirim”.

“Iya juga sih, kalau belum dicoba gak bakalan tahu”

“Kalau aku boleh tahu cewek ditaksir siapa sih ?” tanyanya penasaran.

“Hmmm, entar kalau kamu tahu, kamu gak percaya dan marah.”

“Kasih tahu dong. Aku gak bakal marah deh, janji” katanya semakin kepo.

Dan setan itu sukses membuat aku mengetik, “Cewek yang aku taksir itu, kamu..”

Tiba-tiba tidak ada jawaban. Lama sekali sampai aku frustasi nunggunya. Lima menit belum dijawab. Sepuluh menit lihat HP lagi, belum ada pesan masuk. Aku cek pengaturan suara tidak ada yang berubah. Takutnya tiba-tiba pengaturan HP berubah jadi senyap.

Tiga puluh menit, ada nada pesan masuk, buru-buru aku buka, tapi ternyata dari teman yang mau pinjam catatan. Langsung aku balas “Iya, ada, datang aja kesini,” supaya dia tidak kirim pesan lagi. Empat puluh menit, lima puluh menit, akhirnya tepat satu jam baru masuk pesan dari dia.

“Yang bener Lam ?, serius ?” tanyanya ragu.

“Iya, serius. Apa perlu dibuktiin di depan kelas ?” jawabku semakin berani padahal aku gak yakin berani melakukannya.

“Hahhhh ? nekad amat di depan temen sekelas ? Ngomong hadap-hadapan aja kamu gak berani .”  tantangnya. Wuiiiih… ditantang seperti itu jantungku seperti dipompa maksimal.  Tapi aku harus memastikan dulu sebelum bertindak daripada malu di depan kelas.

“Ya tapi aku tahu dulu dong, gimana perasaan kamu” balasku.

“Sebenernya aku juga suka sama kamu”

Praaaak… HP ku jatuh ke lantai saking gembiranya. Maklum HP jaman sekarang, meskipun jarak dari tempat tidur dengan lantai pendek, “Casing” dan Baterainya terlepas, kacanya pecah berantakan. Percakapanpun terpaksa selesai tanpa sempat aku memberikan jawaban, tapi setidaknya aku sudah tahu dia juga menyukai aku.

Bawa ponsel rusak ke sekolah buat bukti

Besoknya aku bawa HP yang rusak ke sekolah. Di depan dia, aku pura-pura bertanya kepada teman dimana tempat yang bisa perbaikin HP karena HP aku jatuh dan pecah. Alhamdulilah, sepertinya dia mengerti kenapa tidak menjawab pesan terakhir. Dia malah menghampiri dan bertanya “HP nya kenapa Lam ?”. “Jatuh semalam habis baca whatsapp” jawabku sambil senyum-senyum.

Dia membalas juga dengan senyuman. Oooh… hatiku semakin berbunga-bunga meski sedih karena kehilangan HP yang belum tentu segera dapat gantinya kalau minta sama orang tua.  Dan semuanya itupun terjadi tanpa direncanakan, tiba-tiba saja saat teman-teman bergerombol melihat HP ku yang pecah, aku berkata “Shinta… kamu mau gak jadi pacar aku ?”.  Yang punya nama langsung tersontak kaget, tidak menyangka diriku akan mengatakan itu. Tapi dia memang gadis berani dan penuh pesona. Saat semua mata memandang kami berdua, saat semua mulut ternganga tidak percaya mendengar perkataanku, Shinta menjawab “Kalau kamu serius, aku mau”.

Dan sorak-sorai, ledekan serta ucapan selamatpun pecah saat itu juga. Aku berhasil mengambil hati dan cinta gadis idamanku di hadapan teman-teman sekelas. Tapi konsekuensinya kami berdua harus mengikuti tradisi traktir makan teman-teman di kantin sekolah.  Tapi hatiku bahagia, sungguh bahagia.


Terima kasih telah mengunjungi dan membaca cerita pendek cinta romantis anak sekolah. Semoga cerpen diatas dapat menghibur dan memberi inspirasi serta motivasi bagi sobat pemirsa sekalian. Salam sukses.

Dibagikan

Penulis :

You may also like