Bawa Aku Terbang Bersamamu

cerpen cerita romantis mahasiswi pelacur

Bawa aku terbang bersamamu adalah cerita romantis mahasiswi pelacur yang menemukan cinta sejati pada dosennya. Hingga sebuah kejadian mempertemukan mereka saat dirinya sedang menjajakan diri. Akankah hubungan cinta mereka berakhir ? mari simak pada cerpen berikut.

Cerita Romantis Mahasiswi Pelacur – Bawa Aku Terbang Bersamamu

Tak seindah kupu- kupu di taman, berterbangan dengan menebarkan sayap pelanginya. Hinggap dari bunga satu ke bunga lain. Pujian tak henti saat semua insan melihatnya. Tapi kupu- kupu bagi Liani sama sekali tidak indah, bahkan Dia benci saat mereka memuji hewan tersebut. Dirinya merasa seperti kupu- kupu, namun bukan kupu- kupu yang dipuji oleh banyak orang, melainkan kupu- kupu kelam saat malam tiba. Liani dibesarkan dilingkungan kehidupan malam. Saat malam tiba dia mulai berdandan tuk menggoda para lelaki hidung belang.

Liani tinggal bersama ibu angkatnya. Dirinya tak tahu siapa orang tua kandungnya. Ibu angkatnya bercerita bahwa dia menemukan Liani digubug kecil saat pulang dari pekerjaan gelapnya. Sejak kecil dia terbiasa hidup bersama wanita-wanita berpakaian seksi, seperti ibunya pula yang selalu bersolek menor. Ibunya tak mengajarkan agama pada dirinya. Entah itu sholat ataupun mengaji.

Kehidupan sehari-harinya hanya menggoda para lelaki kesepian atau pun bisa dikatakn lelaki galau. Sampai-sampai dia kebingungan jikalau di kampus disuruh baca ayat suci. Seperti bertemu musuh. Dia selalu mencari alasan supaya gagal membaca ayat suci tersebut. Sebenarnya dirinya ingin sekali belajar sholat dan mengaji, tapi dengan siapa belajarnya. Namun disisi lain hatinya malu pada Tuhan, dia masih melanggar peraturan Tuhan, yaitu menjadi wanita penggoda lelaki. Melakukan pekerjaan haram sebagai pelacur abg sulit dihentikan demi menyambung hidupnya. Disamping kuliah, dia harus bekerja keras karena ibu angkatnya terkena struk satu tahun lalu.

Jam sudah menunjukan pukul 20.00, inilah saatnya Liani terbang di kehidupan malam. Menikmati sentuhan lelaki hidung belang, rayuan manis muncul dibibir Liani. Rayuan palsu merangkul hati sang berduit, agar laki-laki itu terpancing oleh tutur lembut bibir mungilnya. Dan materi pun akan mudah diperolehnya.

Mimpikan aku nanti malam, ucapan basa-basi para hidung belang yang usang buat cabe-cabean

Sekitar pukul 23.00 dia pulang diantar oleh lelaki paruh baya dengan mengenakan Mazda hitam. Senyum sumringah tampak jelas diwajah lelaki itu, mungkin hatinya merasa puas ditemani Bidadari secantik Liani. Binar matanya mengantongi sejuta harapan agar Liani bisa menemani untuk malam-malam berikutnya. Lalu dia melambaikan tangan dan memberi ucapan selamat malam begitu mesra di bibirnya.

“Selamat malam sayang, mimpiin aku ya” ucap lelaki dengan genit.

Liani hanya senyum terpaksa memandangnya. Kemudian membalikan badan, dan melangkahkan kaki menuju gubug kecilnya. Tak seperti biasanya ibu menunggu didepan pintu, tetapi malam ini dia menunggu dengan wajah sendu dan khawatir.

“Belum tidur bu ?” Sambil mngelus lengannya

Ibu hanya menggeleng dan menatapnya. Lalu dia melihat tetesan air mata dipipinya.

“Ibu kenapa menangis ? Ibu sakit ?” tanyanya dengan nada khawatir

Kemudian ibu memeluknya dengan tangan kanannya yang hanya bisa digerakan. Tubuh sebelah kirinya mati tak bisa digerakan. dia beraktifitas menggunakan kursi roda. Berucap gagap, sulit diartikan untuk orang lain yang baru mendengarnya. Lalu dia mengantarkan ibu ketempat tidur. Memberikan kecupan sayang dikeningnya. Entah kenapa Liani takut kehilangn ibu, padahal dia tahu dia bukan ibu kandungnya, tetapi yang dia tahu kalau beliau telah membesarkanku sampai sekarang ini. dia tidak pernah menganggap dia adalah ibu angkatnya, namun sebaliknya dirinya menganggapnya adalah ibu kandungnya. Liani ingin berbakti padanya seperti anak- anak lain.

Liani merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Menatap langit-langit penuh bayang-bayang dosa akan hina tubuhnya. Jeritan hati menerkam memori pada sentuhan laki-laki hidung belang. Dirinya merasa kotor. Kritikan di otaknya terus berjalan hingga tidur terlelap.

Meski malam jadi pelacur, cabe-cabean kalau pagi kuliah

Suara ayam saling bersautan, itu tandanya hari sudah mulai pagi. Dia masih terpaku di atas tempat tidur teringat ada sesuatu aneh pada diri ibu. “Kenapa ibu menangis ?” tanyanya dalam hati. “Aahhh….”. Diabaikannya pertanyaan-pertanyaan asing diotak, lalu segera pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi.

Pukul 07.00, Liani berangkat ke kampus. Sambil menunggu angkot dibacanya materi kuliah saja tuk menghilangkan rasa jenuh. Tiba-tiba motor di hadapannya tergulir jatuh karena banyak batuan-batuan kecil. Pengendara motor jatuh mengenai kakinya.

“Bruuggg ” suara motor jatuh

Refleks tangan Liani langsung menolong si pengendara tersebut. Dibantunya untuk duduk pada kursi bawah pohon tempat biasa menunggu angkot. Untung saja ia hanya tergores sedikit pada sikut kirinya.

“Makasih ya udah nolongin ” ujarnya sambil memegang tangannya yang terluka

“Ya sama-sama” Liani menatapnya dengan canggung. “Maaf ku tinggal dulu soalnya ada mata kuliah pagi ini ” terburu-buru menuju angkot

“Tunggu… namamu siapa ?”

Eh… ketemu lagi di kampus, ternyata dia dosen

Liani tak mendengarnya karena sudah keburu masuk angkot. Sepuluh menit kemudian tibalah dia di Kampus. Ia langsung menuju ruangan karena lima menit mata kuliah segera dimulai. Tak lama kemudian laki-laki muda datang memasuki ruangannya. Rupanya laki-laki itu tak asing dimata Liani.

“Haahhh….,itu kan orang yang tadi kutolong” gumamnya

Bibirnya melongo menatapnya sambil menggigit pulpen digenggamannya.

“Selamat pagi ” ucapan salam darinya dengan senyum menampakan lesung pipi

“Pagi……” serentak sambil melongo

“Perkenalkan nama saya Fatih Asy-Syahid, lebih akrab dipanggil Fatih. Owh ya saya dosen baru disini, ehmmm…..jangan bosen ya dengan saya” ujarnya sambil tersenyum

Dosen muda itu menatap satu persatu mahasiswanya, tak lama kemudian ia terkejut melihat wanita duduk di barisan tengah. Wanita tersebt yang telah menolongnya dari kecelakaan pagi tadi. Mereka saling tatap muka, lalu Fatih mendekatnya.

“Kamu kuliah disini ?” sambil senyum dan kebingungan

“Iiii…Ia Pak ” jawabnya gerogi

“Mungkin kita jodoh kali ya ” gurau  Fatih

Liani hanya tersenyum tawar mendengar celotehnya. Dia merasa dibuat salah tingkah ditengah teman-temannya.

Akhirnya mata kuliah sudah selesai. Seperti biasa ia duduk di danau belakang kampus. Disitulah ia menumpahkan keluh kesah hidupnya. Menenangkan fikiran suntuk, entah itu tentang mata kuliah atau pun pekerjaan gelapnya. Bernyanyi lirih sambil melempar batu-batu kecil ke tengah danau, itu sudah menjadi kebiasaan dirinya. Dirinya mengibaratkan batu yang dilemparnya adalah masalah dalam hidupnya, sehingga setelah melemparnya ada ketenangan dalam jiwanya.

Dosen itu menghampirinya saat di danau belakang kampus, nraktir makan pula

“Indah juga suaranya ”

Tiba-tiba suara lelaki datang dari belakang

“Eehh…Pak Fatih ” ujarnya dengan ekspresi sedikit malu

“Kalo diluar jam kuliah gak usah pake Pak, terlalu formal hehehe, panggil aja Fatih. Owh ya hari ini sibuk gak ? ”

“Gak sih ” sambil menggelengkan kepalanya

“Kita makan yuk, ini sebagai tanda terima kasih karena kamu udah nolongin aku tadi pagi ”

Aku hanya diam mematung dari obrolannya. Memikirkan bagaimana ibu di rumah. Kalau aku pulang telat takut ibu mencariku, karena tadi pagi aku tak memberi pesan apa-apa padanya.

“Heyy…kenapa diam saja ”

“Ehhh…ya boleh deh ” Liani refleks menjawabnya

Duuuh dia mau ngantar pulang, gimana ya alasannya ?

Berawal dari makan, kemudian mereka saling akrab. Terkadang Liani bertanya tentang materi kuliah, ataupun saling berbagi cerita satu sama lain. Hari- hari sepinya terisi dengan hadirnya Fatih. Baginya Fatih seperti mentari tiba-tiba muncul dalam cuaca mendung, ya itu kau Fatih. Fatih adalah mentari yang membuatnya tersenyum, menjalani hidupku dengan semangat. Jika sehari tak hadir di kampus, rasanya ada yang hilang. Hatinya merasa kurang karena tak melihat wajah manis dan lesung pipinya. “Tutur katamu mendamaikan hatiku, aku baru mengenal laki-laki sebaik dirimu, kau memang laki- laki yang bisa menghargai wanita. Entahlah mungkin aku jatuh cinta padanya” begitu ungkapan Liana dalam hatinya.

“Owh ya Li, nanti pulangnya ku antar ya sekalian pengen kenal dengan keluargamu ”

Liani langsung kaget dari perkataan Fatih barusan. Bibirnya membeku sulit untuk menjawabnya. Tubuhnya mematung tak bisa digerakan. Hatinya sangat khawatir jikalau tau bahwa ia hidupnya di lingkungan pelacur. Begitu pula dengan pekerjaan gelapnya. Dirinya pasti kecewa mengenalku bukan sosok Liani yang diinginkan. Ini memang salahku mengenalmu Fatih, tapi aku tak mau kehilanganmu karena hatiku sudah memelukmu. Keluhnya dalam hati.

” Gimana Liani ? ” tanya Fatih kembali

“Ehhh..gimana tadi ” ucapnya terbangun dari lamunannya.

” Haduhh…Kebiasaan deh kamu itu kerjaannya ngelamun. Hari ini pulangnya aku antar ya ” ajaknya.

“Kayaknya gak bisa deh, soalnya aku mau cari buku nih ” berusaha mencari alasan.

“Ya udah aku antar ya ke toko bukunya ”

“Nggak usah, eeemm soalnya agak lama takut ngerepotin, lagipula kamu kan nanti siang berangkat lagi ” jawabnya gugup.

” Ooh ya udah lain kali aja ya ”

” Ok ” sambil menghela nafas lega

Entah kenapa rasa rindu selalu menghampiriku. Saat aku tak melihatmu dunia ini terasa gelap bak dunia tanpa mentari. Hatiku terasa hampa tanpa hadirmu, aku ingin selalu didekatmu Fatih. Apakah kau juga menyimpan perasaan seperti diriku, atau kau hanya mendekat denganku karena kau ingin menganggapku hanya sahabat. Tetapi dari tatapanmu hatiku bisa membaca kalau kau juga mempunyai rasa seperti diriku. Aahhh sudahlah diriku tak mau berharap lebih, batin Liana.

Hmmm … jadi romantisnya ditembak dosen di danau

Esok harinya Fatih menemuinya di danau, tempat biasa dia merebahkan keluh kesahnya.

“Heiii ” sapa Fatih

“Ehhh kamu ”

“Li ” ujarnya.

“Ya ” jawab Liana menoleh padanya.

“Aku pengen ngomong serius sama kamu “.

“Jangan serius – serius nanti cepet tua ” candanya.

“Beneran” nada serius.

Lontaran kata-katanya membuat suasana gurau menjadi hening. Tatapan matanya seolah menerkam jeritan kalbu. Sapaan angin menggelitik ketegangan hati Liana. Sayupan danau seolah menjelma ombak dilautan.

Daun-daun jatuh bak mengartikan diriku bahwa hidup itu realita.

“Aku suka sama kamu ” ujar Fatih.

Liana terdiam menatapnya. Hatiku berdegup kencang seolah terkena guncangan gempa tektonik. Mimpi. Tapi ini tidak mungkin mimpi. Toh dia mencubit tangannya tapi terasa sakit. Ternyata dugaannya benar, Fatih juga menyimpan rasa yang sama sepertinya. Perasaan gembira campur panas dingin membuat tubuhnya lemas dan gemeteran. Lelaki yang selama ini diidamkan ternyata menncintainya. Hal ini tak bisa diabaikan begitu saja, harus tulis di dalam diarynya.

Jadi bidadari … owh so sweet deh

“Aku ingin kamu menjadi bidadari dalam hidupku, menyusuri perjalanan hidup bersamamu dalam sebuah kisah romantis membangun mahligai rumah tangga. Apa kamu mau Li ”

Liana masih mematung dihadapannya. Perkataanya membuatnya terpenjara dalam keadaan.

“Li ” ucapnya

“Eeeeemm….”. Reflek Liana menganggukan kepalanya.

“Alhamdulillah ” ucap Fatih dengan lega. “Insya Allah aku akan segera meminangmu, tak usah khawatir dengan kuliahmu karena diriku akan tetap mendukung cita-citamu sampai tercapai, walaupun kamu sudah menikah bukan berati berhenti mengejar mimpi, Diriku tidak mau terlalu lama karena takut zina dalam hubungan kita ” ujarnya

Liani semakin bingung dibuatnya. Bagaimana kalau Fatih tahu bahwa sebenarnya dia adalah kupu- kupu malam, dan bukan dari keluarga baik-baik. Apakah dia akan tetap menerima keadaan dan akan tetap menikahiku. “Tuhaaaan” pekiknya.

Liani pulang dengan wajah sendu ibarat kertas diremas sampai tak berwujud kertas lagi. Entah bingung pangkat derajat ini memutar-mutar kepalanya. Seharusnya hatinya senang akan dipinang oleh lelaki se-sholeh Fatih, tapi dia malah gundah. Takut Fatih akan meninggalkannya setelah tahu siapa dirinya sebenarnya.

Bahagia dan sedih bisa datang bergantian secara tiba-tiba

Setiba pulang dirumah dia terkejut melihat ibunya tergeletak dilantai.

“Ibu ”

Liana langsung memegang denyut nadinya, ternyata denyut nadinya masih ada. Dia lari terpontang- panting mencari bantuan dan segera membawanya ke rumah sakit.  Bingung ditambah bingung, itulah hati Liani berkata. Bagaimana tidak ? Hatinya sedang bingung memikirkan pinangan Fatih, lalu ditambah ibunya mendadak sakit.

Waktu terus berjalan. Liani semakin bingung memikirkan biaya rumah sakit ibunya. Dengan apa ia akan membayarnya, untuk makan saja ia bingung apalagi uang dengan jumlah jutaan. Liani tiba- tiba kepikiran tentang pekerjaan kelamnya yang sudah satu bulan tak kerjakan lagi. Itu memang permintaan ibunya, beliau tak ingin Liani terjun dalam kehidupan malam lagi. Tapi entah setan apa yang merasuki tubuhnya, dia terpaksa terjun menjadi kupu-kupu malam kembali demi biaya pengobatan ibunya.

Tak disengaja, mahasiswi pelacur menggoda dosen di jalan saat menjajakan diri

Malam itu Fatih pulang sekitar jam 22.00 karena ada seminar di kampusnya. Jalan biasa ia lewati sedang ada hajatan, akhirnya ia lewat jalan lain. Jalanan sedikit sempit banyak perumahan atau kontrakan. Ia menyusuri gang demi gang, kemudian dipertigaan ia terhenti karena melihat banyak wanita- wanita berpakaian seksi. Ia melihat dari kejauhan. Ingin tak melewatinya, tapi ini jalan satu-satunya.

“ting… ting… ting….”  suara dentingan mangkok seolah bibirku mendrorong untuk bertanya

“Pak, kok banyak wanita- wanita berpakaian seksi ya disitu, apa mungkin ada pesta ? ”

Tukang bakso malah tersenyum mendengar pertanyaan polos Fatih.

“Mas, disini itu memang tempatnya wanita- wanita malam mencari nafkah ” jelas tukang bakso.

“Astagfirullah ” ucap Fatih sambil menghela nafas

Tapi harus bagaimana lagi, ini adalah jalan satu-satunya menuju rumah. Dengan mengucap Bismillah akhirnya Fatih mencoba melewati para kupu- kupu malam tersebut. Di tengah jalan ada salah satu wanita malam menghampiri kendaraannya, meraba pundaknya dengan halus, rayuan dari bibirnya mulai dilontarkan. Wanita itu terus merayu.

“Mas ganteng banget sih, pulang kerja pasti cape….aku temani ya ”

Owh … ternyata dia adalah pelacur jalanan

Fatih diam saja tak berkutip.  Awalnya ia tidak tahu bahwa wanita penggoda itu adalah Liani karena saking menor polesan diwajahnya. Ia terkejut melihatnya. ” Liani ” ucap dalam hatinya. Tak menyangka wanita yang selama ini terlihat lugu ternyata seorang kupu-kupu malam. Batin terasa pahit melihatnya merayu tanpa henti.

“Mas kok diam aja sih, aku temenin ya” rayu Liani

“Aku gak mau ” jawab Fatih

“Ayo dong mas, malam ini aja…please ” sambil mengelus pundaknya

“Aku gak mau kamu, tapi yang aku mau Liani ” sambil membuka helmnya

Liani langsung kaget melihat laki-laki yang dirayunya adalah Fatih. Raut wajahnya kebingungan bak maling ketangkap basah. Saking malunya Liani lari dari hadapan Fatih. Ia shok dengan keadaan ini, dan dia lari tanpa melihat kendaraan sedang melaju cepat. Akhirnya ia tertabrak seketika. Liani langsung dibawa ke rumah sakit oleh Fatih.

Berhentilah menjual diri, karena maut tidak menunggu kita tobat

Beberapa jam kemudian ia sadar, dan kaget melihat Fatih mendampingi dirinya. Perasaan malu masih membeku di benaknya. Namun ia memberanikan diri untuk jujur kalau dirinya adalah wanita malam.

“Maafkan diriku Fatih, aku tak jujur padamu”dengan nada kesakitan

Fatih terdiam melihatnya, menatap mata sayu Liani dengan penuh prihatin. Karena Ia tahu bahwa Liani bekerja terpaksa demi pengobatan ibunya sedang sakit. Ia tahu sebenarnya Liani anak  baik, tapi lingkungannya yang membawa ke dunia malam.

“Sekarang kamu boleh pergi, karena aku bukan wanita baik-baik ” ucap Liani lirih

“Yahh… Aku memang akan pergi. Pergi membawamu ke jalan Allah”

“Maksudmu ” Liani terheran

“Ya, aku akan menikahimu dan kita akan membuka lembaran baru, membangun rumah tangga dijalan yang Allah ridhoi ”

Liani langsung meneteskan air mata, deraian ombak dimatanya terus membasahi pipi.

“Ajarkan aku sholat ” ucap Liani sambil menatap Fatih

“Aku siap mengajarkanmu sholat hingga kamu menjadi makmumku nanti”

Mereka mulai berderai air matanya, momen begitu berharga tidak akan dilupakan bagi mereka. Suasana sendu mengubah kisah romantis mereka menjadi bahagia.


Terima kasih telah membaca cerita romantis mahasiswi pelacur jalanan. Semoga cerpen diatas dapat menghibur dan bermanfaat bagi sobat Bisfren sekalian. Tetaplah semangat dan salam sukses selalu.

Dibagikan

Penulis :

Artikel terkait

3 Comments