Aku Hanya Ingin Menyapa

cerita catatan pribadi selingkuh kering

Aku hanya ingin menyapa adalah cerita catatan pribadi selingkuh kering di media sosial hanya karena iseng padahal mereka sudah sama-sama berkeluarga. Apakah kisah akan berlanjut ? simak pada cerpen mini berikut :

Cerita Catatan Pribadi Selingkuh Kering – Aku Hanya Ingin Menyapa

Kisah ini berawal dari keisenganku menyapanya di Facebook. Ia adalah Pion teman sekolah ku dulu. “Pion, gimana kabarmu ? Masih ingat aku nggak ?” Sapaku di akunnya. “Kabar ku baik. Aku tak mungkin lupa dengan diri-mu lah nit”. Hatiku senang sekali membaca balasan dari Pion. Aku tak menyangka Pion ingat dengan aku. Padahal sudah 10th hilang kontak. Dan dulu waktu sekolah juga g terlalu akrab,cuma saling curi-curi pandang dari kejauhan.

Semenjak hari itu kami sering chat dan menceritakan kehidupan masing-masing. Pion sudah berkeluarga memiliki satu anak. Dan akupun sudah berkeluarga memiliki dua anak. Kamipun bahagia dengan kasing-masing keluarga kecil kami.

KLUNTING.. Ponselku berbunyi. Dan senangnya aku ternyata BBM dari pion. “Assalamualaikum…nit, lagi apa ?”. “Wa alaikum salam… nie lagi lihat TV sambil nunggu suami pulang”. “Aku juga lagi nunggu istri ku pulang nie. Kamu sudah makan belum ?”. Kadang perhatian kecil Pion berikan padaku. Tapi masih ku anggap wajar saja.

“Nit, kamu tau nggak klau dulu aku naksir kamu ?” Pertanyaan Pion ini membuatku bingung seketika. “Masak sih ? Aku malah nggak begitu memperhatikan”. “Tapi aku dulu sering lihat kamu memperhatikan aku juga lho nit…” aku semakin bingung harus jawab apa.

“Jujur ku dulu suka kamu. Tapi aku tak berani mengungkapkan perasaanku.” Tulisan Pion lagi-lagi membuatku kelabakan.

“Ngapain sih bahas masa lalu. Kita kan sudah berkeluarga. Ngapain ngungkit-ungkit masa lalu ?” Jawabku dengan sedikit ragu.

“Iya sih. Tapi jujur aku masih punya perasaan itu padamu.” Hatiku semakin tak karuan. Karena jujur aku dulu juga suka Pion.

“Nit, tapi entah kenapa waktu itu aku merasa kamu juga punya perasaan yang sama”. Hatiku mulai goyah.

“Kalau boleh jujur, perkiraanmu memang benar. Tapi itu dulu, dulu sekali.” Jawabku singkat.

“Benarkah ? Makasih Nit. Senang aku membacanya.”

Dan setelah itu aku tidak membalas BBM nya lagi.

Tak terasa 4 bulan kami saling menyapa, bercanda dan bercerita di dunia maya. Tanpa terasa kami pun makin dekat dan perasaanku pada Pion tumbuh lagi. Sekarang sehari saja tanpa chat nya hati ku resah. Demikian juga dengan Pion. Tak jarang chat kami bilang kangen,dan saling memberi perhatian.

“Pion, apa kita tidak salah ?”

“Salah ? kenapa ?”

“Entah, aku merasa bersalah saja sama keluargaku.”

“Enggak lah nit. Kita kan nggak ngapa-ngapain. Kita kan cuma temen. Toh kita juga masih bersama keluarga masing-masing”. Balasan Pion menenangkanku.

“Iya ya… teman tapi mesra”. Jawabku bercanda.

Kami pun chat lagi. Dan masih biasa saja sejak malam itu.

Singkat cerita 1 bulan tak ada kabar lagi dari Pion. Pion juga tak buat status di sosmed. Hati ku mulai resah dan bertanya-tanya. Aku ingin sekali chat duluan,tapi aku tak berani.

“Mulai hari ini jangan hubungi aku lagi. Aku sudah bahagia dengan keluarga kecilku”.

Status Pion membuatku bagai tersambar petir di siang bolong. Aku semakin bingung. Lalu ku beranikan diri chat duluan.

“Lama tak ada kabar tiba-tiba buat status gitu. Kenapa ?”

Lama sekali chat ku tak di balas. Hatiku makin resah. Dan betapa hancurnya hatiku setelah ku tau Pion menghapus semua kontak denganku. Tanpa penjelasan apapun.

“Bukannya kemarin semua baik-baik saja ? Apa Pion menyadari kalau hubungan ini salah ? Tapi kenapa seperti ini ?”

“Aku bukan ingin merusak kebahagiaanmu. Aku hanya ingin menyapamu. Kamu yang membuatku mengenang masa lalu. Tapi mungkin aku juga yang salah karena menyapamu”.

Pertanyaan demi pertanyaan muncul di benakku. Perasaan marah, benci dan bersalah muncul di hatiku. Aku tak tau salah apa aku. Tapi yang jelas aku hanya ingin menyapa bukan merusak.

Miris hati ini saat ku hapus semua kontak mu. Dengan berat hati ku ambil keputusan ini. Ya lebih baik kita tak berhubungan lagi. Karena aku cukup menyakiti kekasihku dan kekasihmu.

Aku juga wanita yang tak mau di khianati. Maaf jika cara ku salah. Kita memang saling mencinta,tapi tak untuk saling memiliki. Aku memilih setia, begitupun seharusnya dirimu. Sayangi dia yang juga menyayangimu.


Terima kasih telah membaca cerita catatan pribadi selingkuh kering di media sosial. Semoga cerpen mini diatas dapat menghibur dan memberi manfaat bagi sobat Bisfren sekalian dalam menjaga hubungan. Tetaplah optimis dan semangat, jadikan setiap peristiwa sebagai sumber inspirasi dan motivasi. Salam sukses selalu

Dibagikan

Ratih YD

Penulis :

Artikel terkait