Aku Kakakmu Bukan Musuhmu

cerita curhat remaja aku kakakmu bukan musuhmu

Aku kakakmu bukan musuhmu adalah cerita curhat remaja berkisah tentang rasa galau (gundah / gamang) seorang kakak karena merasa tidak disukai oleh adiknya. Silahkan simak pada curahan hati berikut.

Curhat Remaja Aku Kakakmu Bukan Musuhmu

Siang itu Bitzy pergi ke cafe biasa hanya untuk mencari lemon tea kesukaannya. Duduk sendiri, tepatnya meratapi hari-harinya yang akhir-akhir ini terasa berat. Pandangannya tertuju pada meja di depannya. Tampak dua orang gadis bercanda ria. Saling berpelukan, suap-suapan sambil tertawa terbahak-bahak. Dari obrolan yang tak sengaja terdengar jelaslah bahwa keduanya adalah sepasang kakak beradik. Tak terasa air mata Bitzy menetes. Jauh di lubuk hatinya dia sangat menginginkan hal demikian itu terjadi padanya.

“Tuhan, kenapa dia membenciku ? pernahkah dia menganggapku kakak ?” tanya hati Bitzy.

Dirinya sangat merindukan saat saat indah berdua dengan adik perempuannya Leony. Hatinya selalu iri melihat kebersamaan kakak beradik lain.

Andai saja Leony mau meluangkan sedikit waktu untuk kakaknya, mengantarkan kemanapun kakaknya pergi, atau sekedar hunting bakso atau jajanan ringan kala sore hari. Oooh mungkin konyol sekali bila keinginan Betzy hanya sekedar ingin dibonceng naik motor berkeliling kota oleh adiknya. Tapi bahkan hal kecil seperti itupun tak pernah mereka lakukan.

Air mata Betzy dalam rasa nelangsa yang dalam. Kerinduan seorang kakak pada cinta sang adik. Dia cemburu melihat adiknya bisa berbagi tawa dengan orang lain. Dia sangat iri melihat adiknya malah bepergian dengan orang lain di depan matanya.

“Kenapa Leony tak pernah mengajak aku ?” keluh Bitzy dalam hati.

Mama mereka selalu bilang kalau dua anak gadisnya ini seperti kucing dengan anjing tak pernah akur. Mungkin karena dua pribadi ini saling bertolak belakang. Betzy cenderung pendiam lagi sensitif sementara Leony gadis aktif, tidak bisa diam ngomongnya blak blakan.

Leony selalu bilang kalau kakaknya itu seperti putri Solo. Ngomongnya pelan, jalannya lambat, malas, lelet dalam segala hal. Pernah sekali waktu mereka jalan berdua. Leony yang biasa berjalan dengan cepat tidak tahan dengan sang kakak yang berjalan lambat. “Hello..kapan kita nyampainya ? jalan kok lelet banget ? dasar putri solo !” sungut Leony. “Loh…, bukannya kita niat jalan-jalan ? kenapa nggak kita nikmatin aja. Jalan pelan pelan sambil refreshing” jawab Betzy.

“Ah udahlah…”

“Ya udahlah kamu pulang aja duluan. Nggak papa biar aku jalan jalan sendiri”

Alhasil, mama mereka kaget melihat cuma satu orang anaknya datang padahal mereka tadi berangkat berdua.

“Leony, mana kakak kamu ?”

“Ada tuh di belakang, kelamaan banget jalannya macam putri Solo dia itu.”

Sejak itulah mereka tidak pernah lagi jalan berdua. Entah kapan tepatnya. Sudah bertahun-tahun mereka seperti orang asing. Tiap jalan ke Mall ada rasa sepi di hati Betzy. Andai saja dia bisa memilih baju, sepatu ataupun tas dengan adiknya, pasti akan menyenangkan sekali.

Tiba tiba dia melihat dua kakak beradik di depannya itu saling berinteraksi. Si adik kelihatannya akan pergi kemudian mencium pipi kakaknya. Batinnya lirih, “Tuhan… pernahkah adikku mencium pipiku ?” Ada perih di dadanya. “Kenapa diriku begitu jauh dari adikku..? Pernahkah Leony sedikit saja menganggapku kakak ?”

Hati Bitzy terus berkecamuk. Sampai kapan akan seperti ini ? saudara itu seharusnya penuh kasih. Andai saja dia bisa berteriak di telinga Leony lalu berkata “hey… aku ini kakakmu, aku bukan musuhmu. Aku ini sangat menyayangimu. Pernahkah kau melihatku ?”

Ya, mungkin sebentar lagi Leony akan mengerti. Saat yang ditunggu akan tiba. Betzy akan menikah kemudian pindah ke kota Bandung mengikuti suaminya. Mungkin saat dirinya jauh bukan mustahil Leony akan merindukannya. Hatinya yakin akan ada momen dimana adiknya akan merindukannya. Dan tegukan terakhir lemon tea menjadi bagian dari kegalauannya hari itu. Waktu boleh berubah, sama seperti hati manusia. Betzy hanya berdo’a semoga Sang Pembolak-balik hati manusia bisa mengubah hati Leony. Just wait and see. Semoga


Terima kasih telah membaca curhat remaja Aku Kakakmu Bukan Musuhmu karya Endah Fatsie. Semoga cerita curhat diatas bermanfaat dan memberi inspirasi.

Dibagikan

Endah Fatsie

Penulis :

Artikel terkait