Aku Percaya Kamu Bisa

curhatan motivasi diri pribadi

Aku percaya kamu bisa adalah curhatan motivasi diri pribadi anak broken home yang berbagi untuk sobat yang mungkin mengalami hal sama. Simak selengkapnya.

Curhatan Motivasi Diri – Aku Percaya Kamu Bisa

Dunia ini sangat konyol tanpa adanya sesosok Ibu diantara kita, tanpa lengkapnya keluarga di rumah yang amat nyaman.

Aku berusia 16 tahun yang tinggal di rumah sangat menyenangkan. Setiap pagi aku berjalan ke dapur untuk mencari makanan, dan yang selalu ku temui adalah mie instan berbaris rapih di laci. Aku membuka kulkas, dingin sekali dan terisi dengan es. Semuanya es, tidak ada satu hal selain es. Es yang ku maksud adalah air membeku di bagian paling atas kulkas. Ketika waktu kecil, aku menyimpan es krimku disana agar tidak meleleh. Sekarang tempat itu dipenuhi oleh air membeku.

Mie adalah teman pagiku, teman setiaku yang memberiku energi di pagi hari untuk mandi. He he he. Aku jarang dibelikan baju-baju baru oleh Ayah, dia sangat susah untuk diajak keluar rumah. Jadi setiap saat aku sedang bosan dan ingin mencoba baju baru, aku selalu pergi ke kamar Ayahku untuk memilih baju yang pantas untuk ku pakai. Kadang Ayahku menyadari bahwa baju-bajunya dipakai olehku, kadang dia juga tidak menyadarinya. Baju Vintage ayahku itu sangatlah bagus dan aku menyukainya.

Tentu saja, tanpa adanya Ibu di rumah semua baju-baju berantakan dimana-mana. Terkadang di malam sebelum tidur, aku selalu mencari kaos kaki untuk besok ke sekolah dan jika tidak menemukan kaos kaki putihku, aku selalu pergi ke kamar Ayah untuk ‘meminjam’ kaos kaki yang sebelah kanan miliknya dan sebelah kiri itu milikku. Dan Ayah selalu mengatakan bahwa itu adalah kaos kaki miliknya. Hmmm..

Hey berbagi kaos kaki itu indah, tau !!

Berbagi dengan teman itu indah

Saat di sekolah, kebanyakan teman-temanku membawa bekal makanan dari rumahnya masing-masing. Jujur, makanan mereka enak semua karena aku selalu mencicipinya. He he he. Terkadang saat temanku mengajakku untuk berbekal makanan, aku selalu berbekal mie instan andalanku. Mie instan andalanku ini disukai oleh teman-temanku, terkadang kita bertukar makanan, temanku memakan mie instan andalanku dan aku memakan nasi putih miliknya. Berbagi itu selalu indah.

Pulang sekolah dengan keadaan otak yang senang karena belajar hal baru, tapi tentunya kecapean. Aku langsung pergi ke kantin, jika punya uang sisa untuk membeli ‘nasi ayam mercon’ menu itu adalah menu favoritku di kantin.

“Halo ibu, seperti biasa yah hehe”. Ibu itu pun langsung menyiapkan pesananku. Sambil selalu bertanya “mamah kamu ga masak nasi di rumah hari ini ?” Dan aku selalu menjawab “iya” jika ditanya begitu.

Setelah bangun dari tidur siang, Ayah terkadang memasak nasi goreng khas, mengapa khas ? Karena selalu tidak ada rasanya. Tapi, aku menyukainya karena ku tau ia memasak itu dengan penuh rasa sayang, dengan penuh harapan anaknya akan kenyang dan semangat setelah memakan nasi gorengnya.

“Gimana ? Enak kan nasi goreng buatan Ayah ?”. Aku tersenyum, ia seperti bangga mengatakan itu. Ini memang enak Ayah, terima kasih telah mencoba membuat kami bahagia dengan apa yang kau punya. Aku menyayangimu.

Semua yang Ayah lakukan dari mulai memasak telur, dan ayam goreng yang selalu gosong. Ia melakukannya demi kami merasakan bahwa Ayah mampu membahagiakan anaknya tanpa harus ada Ibu diantara kita. Aku menyukai masakan gosongmu Ayah, gosong itu bagiku memiliki arti.

Untuk Ibu, jangan pernah merasa bersalah ketika diriku mulai marah saat kau tidak pernah punya waktu untukku, waktu untuk hubungan antara Ibu dan anak. Aku masih kecil yang hanya ingin diperhatikan oleh orang tua.

Terkadang aku berpikir jika diriku ada di posisi Ibu. Yang harus memberi uang ke nenek yang sudah tidak bekerja, juga membayar uang kuliah, dan harus mengurus pasien setiap saat. Aku tau itu melelahkan, jadi ku mohon jangan pernah merasa bersalah ketika diriku marah padamu. Aku menyayangimu, terima kasih telah bekerja keras untuk keluargamu. Terima kasih telah percaya kepadaku setiap saat diriku ingin bermain keluar kau selalu mengizinkan aku bermain dengan anak laki-laki. Karena Ayah tidak pernah mengizinkanku untuk bermain dengan laki-laki. Terima kasih telah menjadi Ibu yang sangat hebat ! Aku tau mungkin diriku agak kurang ajar, karena selalu lupa akan hadirnya dirimu di hidupku, Bu.

Terima kasih telah bekerja keras untuk kami, untuk kami sekolah dan suatu saat bisa sukses dan membuat ayah juga ibu bangga akan kesuksesan kami.

Broken home bukan alasan untuk nakal

Broken Home bukanlah suatu alasan kenapa aku harus nakal, kenapa harus kriminal. Broken Home mengajariku bagaimana caranya berdiri sendiri dari usia sangat dini, mengajariku untuk bisa menghargai setiap waktu yang ku habiskan bersama kalian.

Dan untuk kamu, terima kasih karena telah memilih untuk masih hidup ketika tidak ada keluarga yang mendukungmu. Kamu hebat dan teruslah bangkit ! walaupun rasa iri selalu datang ketika melihat suatu keluarga bahagia di dalam mobil. Aku bisa merasakan kesedihanmu, ketika orang tua tidak memperhatikan rapot dan perkembangan anaknya sendiri. Tetaplah menjadi kuat, aku percaya kamu bisa.


Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca curhatan motivasi diri aku percaya kamu bisa. Semoga cerita catatan pribadi diatas bermanfaat serta dapat menginspirasi dan memotivasi sobat Bisfren sekalian. Salam sukses.

Dibagikan

Raham Fredth

Penulis :

Artikel terkait