Anakku Bukan Anak Suamiku

cerita selingkuh pendek

Anakku bukan anak suamiku adalah cerita selingkuh pendek tentang seorang wanita yang memiliki suami mandul. Ketika perselingkuhannya dengan kenalan membuahkan anak, bagaimana sikapnya kemudian ? silahkan simak pada cerpen istri selingkuh berikut.

Cerita Selingkuh Pendek – Anakku Bukan Anak Suamiku

Keringat yang turun membasahi baju Denia tak ia gubris, Denia tetap asik berlari dengan Lili anak yang sangat dicintainya. Karena kelelahan Denia pun beristirahat bawah sebuah pohon rindang di dalam taman kota yang kecil itu, Denia menatap awan-awan yang menghiasi langit dengan indahnya, menambah suasana bahagia di saat itu.. tiba-tiba Lili tersenyum ia berlarii-lari kecil dan menunjuk kejalan. Denia yang kala itu sedang asiknya melihat Lili bermain melirik kearah ditunjukan Lili.

“Ayaahhh… ayaaahhh !!! teriak Lili pada sosok lelaki yang sedang mendekati mereka.

“Iya, sayang… bagaimana jalan-jalannya, Nak ??”. Johan menunduk kemudian langsung memeluk Lili, mencium keningnya lalu tertawa. “Ayah mau bermain denganku ?”. Johan menganguk lalu meraih tangan Lili kemudian mereka bermain bersama.

Dari kejauhan Denia menatap mereka. Mereka terlihat sangat bahagia, Johan begitu mencintai Lili, sebaliknya Lili juga sangat menyayangi ayahnya. Mereka bercanda serta tertawa bersama, tanpa peduli ibunya disitu.

Dibiarkan mereka bersama, melalukan apapun yang mereka inginkan.  Namun matanya terus melihat mereka, memperhatikan setiap gerak-gerik meraka dan tersadar bahwa bila Lili tertawa akan kelihatan semua gigi dalam mulutnya. Cara Lili berbicara, tersenyum, mengacak-acak rambutnya sangat berbeda jauh dengah Johan, bahkan berbeda juga dengan dirinya.

Ada kisah romantis rahasia dibalik senyum bocah itu

Dia lalu teringat kisah 9 tahun yang lalu sewaktu dirinya serta Johan sepakat untuk menjalani kehidupan rumah tangga. Ya..  keluarga mereka sangat bahagia meskipun 1 tahun berlalu tanpa ada tanda-tanda akan hamil.Karena hal tersebut akhirnya mereka sepakat untuk mengadopsi seorang anak lalu menjadikannya sebagai anak mereka.

Segala obat-obat herbat alami disarankan kepadaku untuk bisa membuatnya hamil, segala macam terapi dilakukannya tapi hasilnya tetap nihil. Sehingga mereka sepakat untuk menjalani tes pada salah satu Rumah Sakit. Hasil tes membuat Denia bahagia sekaligus sedih, dirinya bahagia karena ternyata tidak mandul namun sedih karena ternyata suaminya yang mengalami ganguan itu.

Entah apa namanya, tapi suaminya tidak bisa mendapatkan anak. Akan tetapi hasil tes tersebut sama sekali tidak membuat Johan maupun Denia berhenti berusaha.  Kami mulai melakukan segala cara disarankan, hingga kejadian itu pun datang.

Berkenalan dengan seorang lelaki

Awalnya dirinya hanya bercandaan, tidak serius untuk melakukannya. Dia berkenalan dengan seorang lelaki namanya Didi dalam sebuah mobil. Saat itu Denia baru pulang kantor harus kembali ke kota lagi karena harus membeli susu untuk Tito anak dari adik perempuannya. Pulangnya dia berkenalan dengan Didi yang kemudian mengantarnya pulang. Dan sejak itu dirinya semakin dekat dengan Didi.

Suatu hari Denia mendapat SMS dari Didi. Lelaki tersebut mengajaknya untuk bertemu di taman kota. “Nia, kamu ada waktu nanti malam ?”. Membaca SMS nya membuat Denia sangat bahagia. Disadari hatinya telah jatuh pada Didi “senyumanmu mengalihkan duniaku, Did” gumannya sambil senyum-senyum sendiri. Tanpa menunggu lama dia membalas pesan tersebut.

“Ada. Jam berapa, Did ?”.

“Jam tujuh ku tunggu, ya !!”.

“Iya”.

Di bawah terang bulan, pada sudut taman kota itu, dia duduk menunggu tak sabaran. Sudah hampir jam tujuh lewat namun Didi tak juga muncul. Wajahnya terlihat sangat cemas, “ada apa ? kok belum datang ?”. Dikirimnya pesan kepada Didi. Tetapi belum berselang lama, dari kejauhan Didi berjalan menghampirinya yang sedang menunggu dengan tatapan cemas.

Denia menyambut kedatangan Didi dengan berbagai macam pertanyaan, namun hanya dijawab bahwa ada sedikit masalah sehingga membuatnya terlambat. Dirinya tak mempermasalahkannya lagi. Malam kian larut namun mereka masih asik bercerita juga bercanda. Entah apa mereka bicarakan, namun malam itu menjadi saksi mereka mengikat janji untuk melakukan hubungan terlarang. Dirinya telah memiliki suami, Didi juga sudah mempunyai istri. Namun mereka sama-sama mempunyai masalah belum memiliki buah hati.

Denia hamil

Tiga bulan berlalu, Denia dan Didi masih berkomunikasi seperti biasa bahkan sering menghabiskan waktu bersama layaknya suami istri tanpa sepengetahuan keluarga mereka masing-masing. Hingga suatu hari, Denia yang biasanya terlihat cantik serta sangat segar tiba-tiba menjadi tak karuan karena mual juga sakit-sakitan. Dia sering muntah sehingga membuatnya semakin kurus. Ketika Johan melihat keadaannya, Johan mengajaknya untuk memerikasakan diri ke Dokter dan ternyata …

“Istri anda sedang mengandung, pak !” kata dokter.

“Apa Dok, ? istri saya mengandung ?”

“iya, baru dua bulan, Pak ! selamat ya….”

Betapa girangnya hati Johan mendengar kabar itu, kabar bahagia itupun segera disampaikan kepada keluarganya. Semua menyambut kabar bahagia dengan tak jenuh-jenuh memanjatkan syukur kepada Tuhan. Penantian mereka akhirnya akan terwujud. Denia melihat kegembiraan dan kebahagiaan keluarga itu dengan senyuman, tak mampu dirinya mengungkapkan rasa bahagia sekaligus rasa sangat bersalah.

Sejak hari itu, dirinya menjadi seperti seorang putri. Semua keluarganya memperhatikan serta menjaganya. Segala apa dilakukannya diawasi sehingga membuatnya menjadi sangat risih. Ingin dirinya memberitahukan kabar bahagia itu kepada Didi namun tak tau harus bertemu dimana karena Didi tiba-tiba tidak lagi memakai ponsel. Tak kehilangan akal Denia menitipkan pesan kepada Nila adik perempunnya untuk menyampaikan pada Didi bahwa dirinya ingin bertemu.

Aku hamil anak kamu, bukan anak suamiku

Dan seperti biasa pada sudut taman kota itu, mereka kembali merajut kasih. Betapa bahagianya Didi mendengar kabar itu, “benarkah, ni ??” mata Didi berbinar-binar dengan senyumnya terus mengembang.

“Iya, Did, aku hamil. Hamil anakmu !”  Didi langsung memeluk Denia, serta tak bosan-bosannya mengucapkan terima kasih.

“Terima kasih sayang ! sudah memberikanku anak ! aku mencintaimu “. Sejak malam itu perhatian ekstra diberikan Didi kepadanya meskipun secara diam-diam. Mereka sepakat untuk menjaga bayi mereka, apapun yang terjadi meski tak harus bersama.

Hingga saat ini, dua tahun telah berlalu. Hubungan mereka tetap seperti itu, tanpa ikatan pernikahan, namun saling mencintai. Denia menatap dua orang sedang berkejar-kejaran serta melihat kedekatan Lili dengan Johan. Betapa sayangnnya suaminya kepada Lili, dan Lili tidak ingin jauh dari ayahnya. Tiba-tiba airmata Denia menetes bersamaan dengan peluh keluar dari tubuhnya, “Ya Tuhan, ampuni setiap salah serta dosa pernah ku perbuat. Aku tetap ingin melihat senyuman dari kedua orang tersebut. Ampuni aku ya Tuhan” Denia berdoa dalam hatinya sambil terus menitikan air mata tanpa menyadari bahwa Johan sedang memperhatikannya.

Lupakan saja semua cerita rahasia itu, biarkan terpendam sampai mati

“Ada apa, sayang ? kok nangis ?”.

Cepat-cepat dihapusnya airmatanya “tidak ada apa-apa, yah, mataku kelilipin. Oh iya, sudah selesai bermainnya ?”, tanyanya kepada Johan yang sudah berada di dekatnya. Johan tersenyum dan berkata, “ayo kita pulang !!”.

“Ayo, ma, ayah !!” Lili meraih tangan mama dan ayahnya lalu berjalan pulang dengan bahagia.

Sampai hari ini Johan tak mengetahui apa pernah terjadi serta siapa sebenarnya ayah Lili. Yang johan tahu, Lili adalah anaknya, anak kandungnnya bersama Denia. Denia pun tak pernah berniat untuk menceritakannya. Dirinya menyimpan kisah tentang Didi serta Lili dalam hatinya. Dia berjanji sampai kapanpun tak akan menceritakan kepada siapapun termasuk Lili siapa ayah kandungnya. Cukup hanya diirnya serta Didi yang mengetahuinya.


Terima kasih telah membaca cerita selingkuh pendek. Semoga cerpen diatas dapat menghibur dan bermanfaat untuk membangkitkan inspirasi serta motivasi sobat Bisfren sekalian. Salam sukses.

Dibagikan

Artikel terkait