Apakah Setelah Operasi Katarak Boleh Berenang ?

berenang setelah operasi katarak

Saya menulis artikel berenang setelah operasi katarak ini karena sebuah pertanyaan yang disampaikan oleh salah seorang pembaca. Beliau adalah penderita Glaukoma kronis sebagai efek samping harus mengkonsumsi rutin obat pereda nyeri jantung yang kemudian perlahan-lahan terkena penyakit katarak pada kedua matanya sehingga harus menjalani operasi pengangkatan katarak.

Riwayat Mengapa Dia Harus Berenang ?

Baiklah, bukan sekonyong-konyong, tiba-tiba, penderita berusia 40an tahun tersebut bertanya tentang berenang setelah operasi katarak melainkan ada rangkaian peristiwa sehingga dirinya merasa butuh untuk melakukan aktifitas berenang.

Setelah beberapa tahun mengkonsumsi obat pereda nyeri jantung, yang bersangkutan terkena efek samping dari obat tersebut. Penggunaan obat kemudian dihentikan oleh dokter setelah memberitahukan dokter jantungnya bahwa dirinya menurut dokter mata terkena glaukoma. Mungkin obat tersebut aman-aman saja bagi sebagian orang, tetapi pada orang dengan kondisi tertentu, obat tersebut bisa memicu glaukoma sebagaimana tercantum dalam kemasannya (baca juga : jika menderita katarak dan glaukoma).

Mungkin karena sudah lama mengalami efek samping tanpa menyadarinya (baru diperiksakan ke dokter setelah tekanan bola mata mencapai 52 atau hampir 3x dari normal), atau memang bagian dari efek samping obat tersebut atau obat lainnya, serta tetap memberi beban kerja keras pada kedua matanya, beliau juga kemudian terdeteksi menderita katarak yang berkembang sangat cepat.

Pada mata kiri awal terdeteksi hanya 40%, sebulan kemudian menjadi 50%, bulan berikutnya 60% hingga sebelum operasi katarak sudah mencapai 90%. Sementara pada mata kanan hanya terdeteksi 20%, menjelang operasi katarak mencapai 50%. Dokter spesialis mata mengatakan bahwa penyakit katarak yang dideritanya lebih diakibatkan oleh penggunaan obat steroid, bukan karena faktor usia (baca juga : perbedaan katarak dengan glaukoma).

Akhirnya operasi katarak dilakukan yang berhasil tanpa kendala. Mata yang bersangkutan dapat digunakan untuk melihat kembali dengan jelas meskipun tidak sesempurna mata normal yang sehat. Aktifitas utama hidup sudah bisa dilakukan meskipun matanya masih gampang lelah serta iritasi serta tetap tidak tahan pada sinar lampu atau matahari karena kerusakan syaraf mata akibat penyakit glaukoma.

Lazimnya, seorang penderita penyakit jantung atau berisiko terhadap penyakit jantung harus mengkonsumsi obat penurun kolesterol setiap hari sepanjang hidupnya. Beberapa obat jenis ini memiliki efek samping pada otot dan tulang sehingga otot terasa kaku, kaki terasa panas dan beberapa keluhan lain (baca efek samping statin). Dari sinilah kemudian saat berkonsultasi dengan dokter syaraf dia dianjurkan untuk melakukan hydro therapi atau berenang. Masalahnya sekarang ? bolehkah seorang setelah menjalani operasi katarak melakukan aktifitas berenang ?

Bolehkah Berenang setelah operasi katarak

Pemulihan pasca operasi katarak harus singkat dan lancar. Selama kesehatan pasien baik dan tidak memiliki masalah mata lainnya, peluang untuk hasil yang baik dan visi tajam setelah operasi sangatlah tinggi.

Operasi katarak yang rumit hanya membutuhkan waktu tidak lebih dari 15 menit. Tapi segera setelah operasi, pasien harus beristirahat di tempat pemulihan sampai selama 30 – 60 menit untuk menghilangkan dampak stress dan pembiusan. Pasien juga harus memiliki pendamping untuk mengantarkan pulang jika tidak dilakukan rawat inap (baca juga : pemulihan pasca operasi katarak).

Tergantung kondisi pasien, beberapa saat setelah operasi katarak penglihatan masih buram dan akan terus meningkat dari waktu ke waktu. Setelah 1 bulan, setelah penglihatan stabil, dokter baru akan memberikan resep kacamata bagi pasien.

Setidaknya selama 24 jam, dokter akan meminta mata pasien tidak boleh terkena air dan debu. Pasienpun tidak boleh melakukan aktifitas fisik mengangkat beban berat atau menunduk.  Setelah itu, dokter mungkin akan melanjutkannya sampai 7 hari. Selama masa yang ditetapkan oleh dokter, mata pasien tidak boleh terkena debu dan air apalagi berenang.
Akan tetapi setelah masa pemulihan selesai selama 7 hari, sangat mungkin dokter tetap melarang pasien melakukan aktifitas fisik berat karena setiap aktifitas fisik akan berpengaruh pada syaraf mata. Mata pasien mungkin sudah boleh terkena air tetapi tetap tidak boleh melakukan aktifitas berat sampai batas waktu tertentu.

Berenang merupakan sebuah aktifitas yang meskipun terasa ringan tetapi cukup berat karena berenang melibatkan hampir seluruh otot tubuh. Jadi meskipun mata sudah boleh terkena air, hingga beberapa waktu, pasien dianjurkan untuk tidak melakukan aktifitas berenang.

Bukan itu saja pertimbangannya, aktifitas berenang pada kondisi mata normal bisa menyebabkan iritasi. Iritasi sekecil apapun pasca operasi katarak harus dihindari dan harus diantisipasi. Jadi sebaiknya jangan berenang setelah operasi katarak tanpa berkonsultasi dengan dokter spesialis mata.

Setelah satu atau dua bulan, setelah kondisi mata dinyatakan aman, sangat mungkin dokter mempersilahkan pasien melakukan aktifitas renang apabila tidak ada masalah lain yang dianggap bisa membahayakan.

Pastikan untuk menanyakan pada dokter sebelum melakukan aktifitas didalam air seperti berenang

Apakah hydo terapi harus berenang ?

Hydro terapi tidak harus berenang, tergantung usia dan kondisi penderita, biasanya dokter menganjurkan berenang atau hanya berjalan didalam air sebatas dada.  Bagi orang yang pernah menjalani operasi katarak atau operasi mata lainnya, sebaiknya mengatakan kepada dokter syaraf bila dianjurkan untuk melakukan hydro terapi dan yang terpenting tetap berkonsultasi pada dokter mata secara rutin sekalipun merasa tidak ada keluhan yang berarti.

Dibagikan

Nissa Fatima

Penulis :

You may also like