April In Seoul

cerita pendek mini romantis

April in Seoul adalah cerita pendek mini romantis tentang perkenalan dan persahabatan seorang wanita yang menjadi cinta namun sang lelaki terkena kanker paru-paru dan mengalami koma satu tahun di rumah sakit. Adakah itu akan menghalangi cinta mereka ? simak pada cerpen cinta berikut :

Cerita Pendek Mini Romantis – April In Seoul

Awal April 7 tahun lalu, aku duduk di bangku panjang ini, saat itu pandanganku hanya terpaku pada buku Novel cinta yang ku baca, tak memperdulikan hiruk pikuk muda mudi yang sedang piknik di pinggir Sungai Han*. Aku masih sibuk membaca Novel ku saat kau duduk di sampingku “Anyeong* bolehkah aku meminjam ponselmu Nuna*”, Ucapmu. Aku menoleh ke arahmu sembari membenarkan posisi kacamata yang ku pakai “Anyeongh , Ne*, sebentar”  lalu merogoh tas kecilku dan ku serahkan ponselku padamu waktu itu. “Gamsahamnida Nuna” katamu lalu mengembalikan ponselku dikala kau sudah selesai menelepon seseorang dengan ponsel itu.

Ingatkah kau ? itu hari pertama aku mengenalmu. Mengenal April ku, lalu April tahun selanjutnya kau dan aku makin dekat, tak sekedar hanya berteman, kita bersahabat.

“Han Yoo Ra-ya , kembalikan kunci mobilku ppaboya*” kau mengejarku karena mencuri kunci mobilmu “Hei Lee Jong Suk-ssi , kau baru saja datang kesini, lalu kau ingin pergi begitu saja, enak saja kau”. Kita seperti anak-anak yang sedang bermain kejar-kejaran, hingga akhirnya kau terduduk, terengah-engah karena letih.

Kau mencengkeram dadamu “Oppa* , Waeyo*” aku menghampirimu , kau tersenyum getir menahan sakit , lalu aku mengambil air putih untukmu, lalu nafasmu mulai kembali normal “Oppa , Naega* Wae?” aku bertanya lagi “aku tak apa” ucapmu singkat lalu beranjak “Yoo Ra-ya Mianhae* Oppa harus pergi sekarang” lalu aku memberikan kunci mobilmu yang ku pegang tadi.

Hari itu kau tau ?  Aku mulai menyadari betapa pentingnya kau di hidupku, hari itu aku sangat khawatir dengan keadaanmu. Lalu April berlalu menuju April setahun kemudian. Kau mulai menjauh, seakan menyimpan sesuatu dariku. Kau yang 2 tahun belakangan ku kenal mulai berubah, tak lagi suka dengan kopi yang ku buatkan untukmu seperti yang sering kita lakukan 2 tahun ini.

“Oppa , Naega Jeongmalro* Gwenchana*” setiap aku bertanya , kau hanya tersenyum lalu berkata kau tak apa.

“Oppa , Saranghae*” aku mulai memberanikan diriku mengungkapkan perasaanku, padamu. Lalu ku lihat airmatamu menggenangi matamu “Oppa wae?” aku menghapus airmatamu, kau memelukku, erat sekali hingga sedikit sesak yang ku rasakan “Nado saranghae” ucapmu lirih. Betapa senangnya hatiku saat itu, mendengar langsung dari bibirmu

Hari itu April pertama kita sebagai sepasang kekasih. Kita bahagia, menjalani kisah kita, tapi masih saja saat aku tanya alasanmu berubah tak lagi ingin meminum secangkir kopi yang ku buat, kau selalu tersenyum. Lalu dunia ku mulai terhenti saat mulai tau alasan dari semua ini Kanker paru-paru, akupun mulai mencari pengobatan dan cara agar kau bisa sembuh.

“Uhuk  … uhuk” masih ku ingat jelas batuk terparahmu, darah segar mengalir dari bibirmu “OPPA!!!!” aku teriak, takut. Ya saat itu aku takut kehilanganmu.

Aku terisak, suaraku tercekat saat kau terjatuh tak sadarkan diri. Sirine ambulan berdenging di telingaku, aku terus menggenggam tanganmu yang terbaring.

“Lee Jong Suk-ssi buka matamu ppaboya, kau akan baik baik saja kan. Tolong jawab aku” aku terus bertanya padamu.

Kau terbaring lemah, masih tak berdaya saat bangsal pasienmu dibawa oleh perawat perawat itu, tanganmu menggenggamku seakan berkata “aku akan baik-baik saja” aku membalas gengamanmu, air mata ku tak henti hentinya menetes “maaf, kau harus tunggu di luar” perawat itu menghentikan langkahku. Tanganku dan tanganmu terlepas “tidak, tidak. Aku tak mau” tapi perlawananku sia sia saat pintu ICU tertutup di depanku

Aku terduduk di lantai, berharap semua baik baik saja. “Ya Tuhan, aku belum siap kehilangan dia, tolong bantu aku” hanya do’a yang bisa ku panjatkan saat lampu merah menyala pertanda operasi dimulai. Aku seperti orang gila saat itu, bolak balik dengan gusar, sembari berdoa semua akan baik baik saja.

Lalu semua berlalu hingga April 4 tahun lalu

“Oppa , apa kabarmu ? lihat aku sudah menyusul gelar sarjanamu” aku berbicara padamu, padamu yang terbaring koma.

“Oppa , kapan kau akan sadar ?” air mata ku menetes, mengingat hari bahagiaku sama sekali tak ku jalani dengan bahagia, sudah hampir satu tahun kau koma.

“Oppa.. aku sudah bilang akan menunggumu bukan ? lihatlah aku masih disini kan, jadi bangunlah sebelum aku merubah fikiranku” aku bercanda saat itu, berharap kau benar-benar tersadar.

Lalu April April selanjutnya berlalu hingga hari ini

Aku duduk di kursi dimana kita pertama bertemu, memandangi alur sungai Han yang menenangkan. Air mataku menetes mengingat segalanya, hatiku masih saja sakit saat ingatanku kembali pada masa itu.

Semilir angin menerpa wajahku, sangat menyejukkan , sesejuk saat tangan seseorang menutup mataku dari belakang “Oppa” ucapku, namun tangan itu tak kunjung lepas dari mataku. “Yak ! Lee Jong Suk-ssi lepaskan tanganmu” aku tau itu kau, karena hatiku sejuk saat tanganmu menyentuhku dan hanya kau yang bisa membuatku setenang ini.

Perlahan tangan itu terlepas, lalu sosok yang ku harapkan duduk di sebelahku “kopi?” tawarmu, “tentu saja oppa” aku mengambil cangkir kertas yang kau sodorkan “jangan terlalu banyak oppa” saranku. “Kau tau Yoo Ra, sudah 3 tahun aku berhenti meminum ini, tenanglah selama masih ada kau disisiku, aku akan menjaga kesehatanku”.

Aku bersandar dipundakmu “Kajimara* oppa, jangan lagi” ucapku lirih “ne chagi, aku janji takkan pergi lagi, terima kasih untuk April-April yang kita lalui, terima kasih selalu ada disetiap Aprilku” ucapannya menenangkan, menyejukkan jiwa dan ragaku. Ku pejamkan mataku lalu perlahan ingatan itu kembali lagi.

April 1 Tahun lalu

Jantungku tercekat saat alat-alat yang terpasang di tubuh mulai dilepaskan satu persatu, aku berusaha memberontak namun dokter bilang sudah tak ada harapan untuk kau hidup. Aku memelukmu saat perawat perawat itu selesai “sebentar saja” pintaku, lalu mereka keluar membiarkan aku dan kau berdua.

“Oppa , aku tau kau takkan menyerah sampai disini, bangunlah, buka matamu, aku membutuhkanmu. Aprilku membutuhkanmu, tolong jangan pergi oppa. Aku mencintaimu dan sangat mencintaimu. Lihat aku yang selalu menunggumu hingga saat ini, tolong oppa, buka matamu”

Lalu tanganmu bergerak, aku menangis memanggil dokter, dan duniaku kembali, kau sadar dari komamu dan aku bersujud berterima kasih pada Tuhan.

*****

“Yoo Ra” aku membuka mataku, dan membuyarkan kenangan itu, Riak Sungai Han menenangkanku yang bersandar dipundak mu “Kajja* kita pulang”

Lalu kau dan aku bergandengan menyusuri pinggiran Sungai Han yang mulai gelap seiring menghilangnya matahari “Jadi kapan kita akan menikah oppa?” tanyaku “April tahun depan” jawabnya “Dimana oppa?” aku bertanya lagi. Kau menghela nafas lalu menjawab “Seoul, April In Seoul”

-Fin-

============
Sungai Han : Sungai di Seoul
Anyeong : Hai
Nuna : panggilan kakak perempuan untuk lakilaki
Ne : Ya
Gamsahamnida : terima kasih banyak
Ppaboya : Bodoh
Oppa : panggilan kakak laki laki untuk perempuan
Waeyo / Wae : mengapa?
Naega : Kau
Mianhae : Maafkan aku
Jeongmalro : Sangat
Gwenchana : tidak apa-
apa Saranghae : Aku mencintaimu
Kajimara : jangan pergi kemana pun
Kajja : ayo


Terima kasih telah membaca cerita pendek mini romantis. Semoga cerpen cinta diatas bermanfaat dan menghibur. Tetaplah semangat dan optimis, salam sukses selalu.

Dibagikan

Mei Chy Ryadi

Penulis :

Artikel terkait