Arti Darinya

cerita sedih tragis pendek

Arti darinya adalah sebuah cerita sedih tragis pendek tentang seorang yang mau merebut pacar temannya dengan cara mencelakakannya. Tapi bukan temannya yang mati malah pacarnya mati terbakar. Bagaimana kisahnya ? simak pada cerpen berikut.

Cerita Sedih Tragis Pendek – Arti Darinya

Sepi tanpamu disisiku, tanpamu yang selalu menemaniku. Entah kekuatan dari  mana aku berani mendatangi tempat ini. Tempat yang membuatku melihat masa lalu, saat kita masih bisa bersama. Sangat penuh dengan memori kita berdua tak akan pernah bisa terhapuskan. Rumah pohon dengan danau di sekelilingnya dan perahu kayu membuat ingatanku memutar memori itu kembali. Rumah di atas pohon dengan sejuta kenangan berupa foto dan lukisan tanganmu, masih bisa kunikmati hingga saat ini, seperti kau baru saja pergi meninggalkanku. Danau masih jernih seperti saat kita masih bisa tertawa bersama di pinggirnya. Perahu kayu masih kuat membuatku kembali teringat saat kita berkeliling danau dengan perahu itu. Memori tak akan pernah aku lupakan. Memori yang akan selalu datang di setiap mimpiku.

“Riani” panggil seseorang setelah cukup lama aku termenung menggingat tentangnya. Akupun terlonjak saat menoleh dan mendapati sahabatku Kikan. Dia adalah sahabat sejati yang paling mengerti aku, terutama saat dalam keadaan terpuruk karena kepergiannya. Dia selama ini selalu setia menemaniku hingga diriku memilih pergi meninggalkannya, kenanganku, dan negaraku sendiri.

Aku memilih menjauh untuk menghindar hingga saat ini tiba, dan aku sudah siap untuk memulai semuanya kembali. Memulai membuka lembaran baru, menutup buku dan meninggalkan lembaran kelam kemarin. “Kikan” ucapku setelah tersadar dari lamunan panjangku.

“Kamu sudah kembali ? Akhirnya penantianku disini tak sia-sia. Aku bisa bertemu kembali denganmu Riani” ujar Kikan lagi sembari berlari untuk memelukku. Kuterima pelukannya. Pelukan pertanda kembali bertemunya dua sahabat yang terpisahkan oleh ego. Karena egoku, aku dan Kikan menjadi terpisah. Pelukan itu semakin lama semakin merenggang dan akhirnya terlepas.

Kini hanya isak tangis ku dengar. Isak tangis Kikan yang tiba-tiba saja sudah berlutut dihadapanku dengan bunga mawar putih terjatuh begitu saja di tanah. “Kikan, ada apa ?” ujarku sembari ikut berlutut dihadapannya. Kuhapus air matanya, kutenangkan dia agar dapat menceritakan semua masalahnya kepadaku. Tetapi bukan isak tangisnya semakin reda kudengar, melainkan semakin keras. Hatiku semakin bingung dibuatnya. Tanpa kusadari dia mengambil sesuatu dari tasnya lalu diulurkannya barang itu kepadaku. Kini sebuah amplop surat putih kecil sudah berpindah tangan dari tangan Kikan ke tanganku. Setelah amplop surat itu berpindah Kikan begitu saja meninggalkanku. Perlahan kubuka amplop surat itu. Terlihat sebuah foto, kertas, dan sebuah kalung.

Cerita pendek sedih, kenangan masa lalu terus terbayang

Pikiranku melayang. Aku mengingat kembali semua memori masa laluku. Sia-sia, tak ada sesuatu antara ketiga benda itu dengan masa laluku bersamanya ataupun bersama Kikan. Pikiran negatif mulai menyerangku. Aku takut bila ternyata Kikan menyembunyikan sesuatu dariku. Hatiku takut bila ternyata selama ini menangisi orang yang salah. Berusaha kutepis jauh semua pikiran itu. Berusaha berfikir jernih bahwa Kikan adalah sahabat yang tak mungkin melakukan apapun di belakangku hingga menghianatiku. Berusaha ku berfikir bahwa Kikan selama ini telah baik dengan membantuku untuk meninggalkan memori kelam itu. Tetapi ternyata tidak semudah kubayangkan.

Kuambil foto itu dari amplop secara perlahan. Kucermati dengan baik dan kulihat Kikan ada di dalam foto itu bersama seorang laki-laki. Kucermati lebih baik lagi dan kulihat dia adalah laki-laki yang bersama Kikan. Dia yang selama ini ku tangisi dan belum bisa ku lupakan. Dirinya selama ini membuatku merasa menjadi orang paling egois meninggalkan semua orang yang menyayangiku karena ketidaksanggupanku mengingat memori kelam itu. Hatiku teriris.

Quotes nasehat bijak : Kalau punya pacar, jangan dikenalin ke teman sebagai “sahabat”

Pikiran negatif semakin menghantuiku. Amplop surat terjatuh membuat kalung di dalam amplop ikut terjatuh keluar. Sunggu sakit kurasakan. Kalung berupa inisial itu benar-benar menohok hatiku. Membuat jantungku terasa berhenti berdetak. Inisial RK benar-benar membuat semua pikiran negatifku menjadi nyata. Inisial itu benar-benar membuatku susah berfikir jenih. Ingin rasanya berteriak mengapa harus dia. Mengapa harus orang yang selama ini ku sayangi. Rion, lelaki selalu ada di hatiku, tak pernah bisa ku lupakan hingga akhir memisahkan semuanya. Lelaki yang kutangisi, membuatku egois. Mengapa harus dia. Apakah tak ada orang lain hingga Kikan juga menambatkan hatinya padanya.

Quotes kata bijak : Kalau punya pacar cakep, jangan dikenalin ke teman yang lebih cakep.

Tangisku pecah. Tanpa terasa aku mengingat sesuatu telah kulupakan. Sesuatu, sepertinya dapat memulihkan harapanku bahwa Kikan tak pernah bersama Rion. Bahwa Kikan tak pernah menambatkan hatinya untuk Rion. Aku menginggatnya, sungguh aku menggingatnya. Menggingat bahwa Rion pernah bersahabat dengan Kikan sama sepertiku dengan Kikan. Harapan itu kembali datang menghilangkan tangisku dan membuatku percaya kembali bahwa Kikan tak pernah menghianatiku. Kuberanikan diri membuka surat itu. Kulihat kepada siapa surat itu ditujukan. Namaku tertulis disana. Hatiku lega melihatnya. Senyumku mengembang kembali. Mulai kubaca surat itu.

Dear Riani.

Maafkan aku selama ini menyembunyikan semuanya darimu
Aku mengaku salah menghianati persahabatan kita.
Aku sendiri tak menyangka bisa menyukai Rion.
Sejak kamu mengenalkannya padaku, entah mengapa hatiku ingin memilikinya.
Sejak dia resmi menjadi sahabatku, hatiku benar-benar berharap lebih.
Hingga akhirnya keputusanku mencelakakanmu menjadi malapetaka.
Malapetaka yang menghancurkan hidupku dan hidupmu.
Kamu harus menanggung ulahku karena niat burukku
Aku memang sengaja mengacaukan kondisi mobil kalian.
Aku ingin kamu pergi, namun hingga akhirnya bukan kamu yang pergi,
melainkan Rion, karena menyelamatkanmu.
Harusnya aku sadar.
Harusnya aku tahu bahwa Rion akan rela mengorbankan semuanya bagimu, Riani.
Mengorbankan nyawanya untukmupun dia mau.
Aku juga membuatmu menjadi merasa bersalah.
Aku membuatmu menjadi orang egois.
Tapi nyatanya bukan kamu egois, melainkan aku egois.
Karena aku telah berusaha menghalalkan segala cara.
Kalung itu, kalung yang akan diberikan Rion kepadamu.
Tetapi aku memintanya lalu menukar liontin RR menjadi RK.
Di amplop ini, aku sertakan liontin asli kalung itu.
Liontin untuk menunjukkan kekuatan cinta kalian berdua.
Dan foto itu adalah foto disaat pesta ulangtahunmu.
Foto yang tadinya akan aku gunakan untuk membuatmu cemburu.
Tetapi kenyataannya, justru aku menyesal.
Maafkan aku Riani…
Seandainya semua tak terjadi,
seandainya aku tak berusaha mencelakakanmu,
mungkin kalian akan tetap bersama,
dan mungkin kamu tak akan pernah merasa sesakit ini.
Sungguh, maafkan aku, Riani.

From Kikan

Senyumku hilang, air mataku tumpah kembali. Rasa benci, marah, sedih, kecewa bercampur jadi satu. Tetapi tubuh ini tak berdaya. Hati ini sudah terlalu sakit. Sakit karena ditinggalkan oleh Rion. Hati ini tak sanggup bila harus kehilangan sahabat. Tetapi apakah dia tetap sahabatku bila telah merusakkan semua kenangan manis di hidupku menjadi kenangan kelam ingin ku lupakan selamanya. Kenangan pahit tak ingin ku temui selamanya.

Quotes kata bijak : Perasaan bisa berubah, tapi kenangan akan tetap abadi

Tanpa kusadari kenangan itu muncul kembali. Membuatku kembali menggingat kejadian itu. Saat mobil kami menuju Puncak dan akhirnya mengalami rem blong hingga akhirnya menabrak sebuah truk dan terpental. Saat detik detik Rion melemparkanku yang sudah tak berdaya keluar dari mobil hingga akhirnya dia menjadi abu tepat di depan mataku sendiri. Waktu yang cukup singkat. Waktu membuatku selamat tanpa luka sebanding dengan Rion. Dimana tepat dengan waktu yang membuatku juga harus merelakan Rion untuk selama-lamanya.

Perasaannya tidak salah, tapi caranya salah

Bukan salah Kikan kalau dia menyukai Rion. Aku yang mengenalkannya dan seharusnya memang aku yang harus menanggung semua akibat dari ulahku sendiri. Aku memang tak pernah mengenalkannya sejak awal bahwa Rion adalah kekasihku. Pantas bila Kikan menyukai Rion. Hanya saja waktu dan cara Kikan yang salah.

Kakiku melangkah membawaku hingga sebuah rumah. Rumah yang dulu seringkali menjadi tempat bagi aku, Rion, dan Kikan bercanda dan mengerjakan tugas bersama. Rumah yang menjadi tempat terakhir mataku melihat Rion sebelum akhirnya wisata tragis itu datang. Ini adalah rumah Kikan. Kutetuk pintunya. Kudengar suara sahutan Kikan dari dalam kemudian membukakan pintu. “Riani maafkan aku, karena menyembunyikan semuanya darimu selama ini” ujar Kikan sesaat setelah melihatku.

Quotes kata bijak : Orang sabar selalu mampu memaafkan

Kutatap mata Kikan. Kuyakinkan diriku bahwa semuanya akan baik-baik saja, tak ada kebohongan apapun dari Kikan lagi. Perlahan kupeluk Kikan. Pelukan seorang sahabat yang tulus. Kikan terkejut, dia tak menyangka aku mau memeluknya, dia tak menyangka bahwa diriku akan memaafkanya. Tangisanku dan Kikan pecah. Menyesali semuanya. Berharap waktu bisa diputar kembali hingga kejadiannya tak seperti ini.

Kenyataan tidak lagi membuat emosi jika sudah mampu memaafkan

Kikan mengajakku masuk. Menceritakan semuanya. Menceritakan mawar putih yang selalu diberikannya ke rumah pohon itu meneruskan kebiasaanku dulu sebelum akhirnya diriku memilih pergi sebagai wujud permintaan maafnya kepadaku. Menceritakan mengapa ia tak memberitahukan semua dari awal. Aku mengerti, memaafkan seorang sahabat yang telah menghianatiku bukanlah hal yang mudah. Tetapi aku dan dia sama-sama merasa kehilangan. Buat apa aku membencinya, semua hanya akan menjadi beban bila aku membencinya.

Quotes kata bijak : Hanya orang penuh kebesaran hati mampu memaafkan sahabat penghianat.

Hatiku lega. Bebanku hilang begitu juga dengan Kikan. Kupeluk Kikan sekali lagi sebagai tanda persahabatan kami akan terus berjalan. Kenanganku dan Kikan akan Rion juga akan selalu membekas di hati sampai kapanpun. Mungkin saat ini adalah saat dimana diriku harus memulai kehidupan baruku. Meninggalkan seonggok kisah manis dan pahitku bersama Rion. Aku hanya bisa berjanji untuk dapat menempatkanmu sebagai nomor satu dihatiku tapi tidak untuk bersamamu selamanya.

Quotes kata bijak : Kesedihan tidak bisa mengembalikan apa yang hilang, tapi bisa menghilangkan apa yang ada dalam genggaman

Quotes kata bijak : Kehilangan kekasih jangan sampai membuatmu kehilangan sahabat

Waktu akan terus berjalan dan kita harus menatap semua kedepan tanpa perlu lagi untuk menoleh ke belakang. Mengenalmu mengajariku banyak hal dan mengenalmu adalah hadiah terindah dari Tuhan kepadaku sebagai tanda bahwa tak semua hidup terasa mulus, ada kalanya kita jatuh dan ada kalanya kita bangkit untuk meneruskan hidup dan mimpi kita. Terimakasih Rion dan Kikan, kalian mengajariku arti cinta dan kehidupan sesungguhnya.


Terima kasih telah berkunjung ke laman kami dan membaca cerita sedih tragis pendek. Semoga cerpen diatas bermanfaat dan menghibur hati sobat Bisfren semua. Tetaplah semangat dalam menjalani hidup. Selalu bersikap optimis dalam menghadapi persoalan dan senantiasa berpikir positif. Salam sukses selalu.

Dibagikan

Adelia Dewantari

Penulis :

Artikel terkait