Ayah, Maaf Sering Melupakanmu !

cerpen mini curahan hati

Ayah, maaf sering melupakanmu adalah cerpen mini curahan hati seorang anak kepada ayahnya yang terabaikan olehnya karena tidak menyadari betapa peran ayah begitu penting dalam keluarga. Menjelang hari ulang tahun dia menulis ini dan pada hari ulang tahunnya, dan admin cerita pendek menayangkan tepat pada jam 12 malam tanggal 21 April 2017.

Cerpen Mini Curahan Hati – Ayah, Maaf Sering Melupakanmu !

Masa kecil bersamamu tidak begitu kuingat. Hanya sederetan kewajiban yang membuat hati kami berbunga saat  keinginan kami terpenuhi. Membelikan kami baju natal adalah hal wajib yang kau lakukan dan paling ku ingat.

Selebihnya yang kuingat adalah kau seorang pekerja keras di kantor. Seperti apa pekerjaanmu dikantor kami tak begitu tahu. Hanya ibu yang paling tahu. Kami lebih banyak sibuk dengan bermain dan tahu segalanya cukup bagi kami.

Yang kudengar dari orang-orang teman kantormu, kau adalah sosok yang jujur dan bijak.Tidak memilih, entah kau diperintahkan oleh yang lebih muda darimu atau yang lebih tua, kau selalu melakukan pekerjaanmu dengan baik.

Apalah arti ijasahmu yang hanya tamatan SD dan bekerja pada kantor kecamatan saat telah mulai hadir orang-orang dengan ijasah lebih baik darimu. Namun yang selalu ku dengar, mereka terus mengagumi semua keahlianmu di kantor.

Waktu terus berputar, kami telah dewasa ayah. Ke-6 anakmu telah bekerja. Walaupun kami tidak semuanya menyandang sarjana, namun kami memiliki pekerjaan dan penghasilan yang seharusnya dapat lebih banyak membahagiakanmu.

Kami mulai terlibat dalam dunia kami masing-masing, sibuk dengan keluarga baru kami. Dan aku, karena aku belum menikah, aku terlalu sibuk dengan pekerjaan dan teman-temanku.

Semantara itu kau telah pensiun dari pekerjaanmu. Menurut aturan pemerintah, batas waktu umurmu untuk mengabdi telah selesai.

Aku tak begitu yakin darimana asalnya perasaan ini. Aku selalu merasa dan berpikir, kau tidak terlalu banyak memikirkan kesulitan-kesulitan yang dihadapi ibu dan kami dalam rumah sejak kau pensiun. Apakah karena hidup terasa semakin sulit saat kita semua masih berkumpul dalam satu rumah ? Ataukah karena kau sering mengeluh dengan keadaan yang terjadi dan seperti meminta perhatian lebih dari kami ? Atau mungkin, karena usiamu yang semakin terkikis waktu, sehingga kau terlihat tak mampu lagi memenuhi kewajibanmu ?

Belum pernah ku rayakan ulang tahunmu atau memberi sedikit kejutan dengan kue ulang tahun sederhana seperti yang sering ku lakukan untuk ibu. Saat aku mendapat uang, orang pertama yang terpikir untuk kuberikan adalah ibu. Dan ibu selalu mendapat jatah bulanan dariku sedangkan kau tidak. Bahkan nyaris tidak pernah ku berikan. Aku selalu merasa, ibulah yang paling banyak berkorban untukku. Ibu lah yang paling banyak memikirkan aku dengan segala sesuatu yang kubutuhkan.

Apakah ini artinya aku pilih kasih ? Membedakan dan membanding-bandingkan kau dan ibu ? Dan lebih mementingkan ibu darimu?

Ayah.. Umurku beranjak 30 tahun, telah banyak waktu kau habiskan denganku. Namun mengapa baru sekarang ku sadari ? Aku sering berkata kasar padamu, aku sering lupa memikirkanmu. Aku sering lupa menulismu dalam catatan orang pertama yang harus kupikirkan tentang semua yang kau butuhkan dimasa tua dan rapuh jiwamu.

Aku lupa. Ya ..! Aku lupa bahwa kaulah orang yang telah mengajariku cara berbicara yang sopan dan bersikap ramah kepada semua orang tanpa memilih. Kaulah yang mengajariku bekerja dengan jujur dan tekun. Kau juga yang mengajariku bagaimana tetap harus berdoa saat berada dalam tekanan. Dan yang mengajariku bagaimana tetap bersikap bijak saat orang-orang memperlakukan aku dengan tidak adil. Baru ku tahu sekarang, mengapa orang-orang sering menceritakanmu dengan rasa kagum.

Ayah, harusnya aku lebih dari sadar, bahwa tanpamu aku tidak akan menjadi sebaik ini sekarang.  Maaf ! Maaf karena sering meng-tirikanmu. Semoga di ulang tahunmu ini aku dapat memberi sedikit waktu dengan kejutan sederhana yang mungkin tidak akan pernah bisa membalas semua yang kau lakukan untukku. Sebagai kata maaf, karena sering melupakanmu.

Selamat ulang tahun malaikat tanpa sayapku, 21 April 2017. Semoga Tuhan masih  memberimu umur panjang agar aku dapat membayar semua maafku yang tersisa. Mencintaimu sampai di keabadian. Untuk ayahku ‘A. M Janggu’


Terima kasih telah membaca cerpen mini curahan hati tentang ayah. Semoga cerita pendek curhat diatas bermanfaat dan menghibur hati sobat muda Bisfren sekalian. Tetaplah optimis dan semangat dalam mencapai cita-cita dan jangan lupakan orang – orang yang pernah berjasa dalam kehidupan kita. Salam sukses selalu.

Dibagikan

Trivonia Yanggu

Penulis :

Artikel terkait