Bagaimana Cara Mengatasi Rasa Curiga

mengatasi rasa curiga

Cara mengatasi rasa curiga (kecurigaan). Apakah kamu sekedar mengalami kecurigaan pada pacar, curiga pada pasangan atau  merasa terlalu curiga sehingga selalu saja mencurigai setiap gerakan, tindakan bahkan perkataan pacar atau pasanganmu ? Pernahkah terpikir bahwa perasaan curiga bisa sangat mengganggu pacar atau pasangan karena pacar merasa selalu dicurigai ? Apabila hubunganmu dengan kekasih, pacar, suami/istri, atau bahkan dengan teman menjadi renggang karena selalu timbul kecurigaan dalam hatimu, maka sebaiknya segeralah atasi dengan membaca artikel berikut.

Cara Mengatasi Rasa Curiga

Coba bayangkan seandainya dalam suatu acara, pasangan anda menyapa seorang lawan jenis, lalu terlibat dalam pembicaraan tampaknya sangat akrab. Sementara anda duduk sendiri di sudut ruangan, tidak dapat mendengar pembicaraan mereka, namun dapat melihat senda gurau serta canda mereka. Apa kemudian terbersit dalam fikiran ?

Mungkin anda kemudian menjadi merasa cemas, muncul berbagai fikiran tentang apa pembicaraan mereka.  Atau bahkan hati kamu kemudian menjadi panas, tekanan darah meningkat atau bahkan mendidih. Pikiran-pikiran negatif melewati neuron pada otak lalu meracuni pikiran layaknya serangan virus. Kamu mencoba untuk tenang, mengabaikan, namun tidak bisa. Hingga akhirnya muncul sebuah pikiran untuk membalas “Beraninya dia melakukan itu pada saya ! Awas, suatu saat pasti saya akan membalasnya”. Padahal belum tentu apa kesimpulan anda benar.

Contoh lainnya, suatu ketika kamu sedang mencari sesuatu di sebuah pertokoan. Kamu melakukannya sendiri usai pulang dari sekolah atau kampus. Tiba-tiba matamu melihat kekasihmu sedang berjalan dengan lelaki lain atau wanita lain. Tampaknya mereka usai berbelanja. Begitu asyiknya mereka berbicara sehingga kamu tidak terlihat oleh mereka.

Seketika muncul pertanyaan dalam hati. “Siapa dia ?”, “Kenapa dia tidak pernah mengenalkan atau bercerita ?”, “Kenapa mereka hanya berdua berbelanja di mal ini  ?”. Dan masih banyak kemungkinan pertanyaan lainnya. Perasaan-perasaan yang muncul akibat melihat atau mendengar sesuatu meskipun tanpa bukti tersebut sebagai kecurigaan atau curiga. Dan ini bisa sangat menganggu hubungan.

Mencurigai seseorang melakukan kecurangan (rasa curiga), membuat semua tindakan dia sebelum dan setelahnya seakan-akan memang benar-benar curang

selalu dicurigai terus padahal sudah jujur
Dicurigai anjing (@ http://www.funchannel.net)

Sobat Bisfreners, ada sebuah kisah cerita anak-anak yang pernah penulis baca pada masa kecil dulu. Ceritanya tentang seorang anak kehilangan sandalnya setelah seorang temannya main ke rumah. Dia curiga temannya itulah pencurinya. Hari-hari berikutnya diam-diam dia memperhatikan gerak-gerik temannya, kecurigaannya semakin bertambah besar. Diingat-ingat kembali tentang ucapan temannya di masa lalu, rasa curiga itupun semakin menguat.

Bahkan setiap kali mereka bertemu dia mencerna setiap perkataan temannya, diam-diam memperhatian mimik wajah temannya, hatinya semakin yakin bahwa dialah si pencuri sendal miliknya. Segala perbuatan, perkataan, gerak-gerik dan raut wajah temannya, jika diperhatikan semakin menguatkan kecurigaan.

Akibat bertambah besarnya kecurigaannya tersebut, diapun pelan-pelan membatasi diri, menjaga jarak dengan temannya karena merasa dicurangi, dan mungkin kecurangan tersebut bisa dilakukannya lagi. Hingga akhirnya hubungan mereka berdua semakin jauh dan bisa dikatakan terputus komunikasi meski tidak melalui pertengkaran.

Saat kamu melihat dengan rasa curiga, semua tindakan orang akan terlihat negatif sehingga kecurigan meningkat.

Beberapa bulan kemudian, saat sedang membereskan gudang, si anak tersebut menemukan sendal yang dicarinya ternyata ada terselip di bawah lemari. Entah mengapa dulu tidak pernah terpikir untuk mencari disana. Dan barulah dia teringat bahwa dia dulu meletakkan disana saat sedang mengubah susunan kamar.  Barulah dia menyesal mengapa dulu mencurigai temannya.

Sekarang dia kembali mengingat segala perbuatan temannya di masa lalu, ternyata tak satupun yang menunjukkan temannya adalah pencuri. Diingatnya kembali ucapan-ucapan, perilaku, gerak-gerik, mimik wajah temannya dulu, tak sedikitpun memperlihatkan wajah dan perilaku seorang pencuri.

Kini diapun menyesali kecurigaannya yang mengakibatkan putusnya komunikasi diantara mereka. Untunglah karena tidak diakhiri dengan tuduhan dan pertengkaran hubungan masih mungkin untuk diperbaiki.

Apa yang bisa kita pelajari dari cerita tersebut adalah, ketika hati kita mencurigai seseorang bersalah melakukan kecurangan,  perasaaan curiga tersebut dapat menutupi segala hal positif dari orang tersebut hingga pada akhirnya semakin menguatkan kecurigaan meskipun tidak ada bukti-bukti yang menguatkan kecurigaan.

Jangan gampang menuduh ketika hati merasa curiga

cara kalau dicurigai mantan pacar
Dicurigai mantan pacar (@ https://www.wired.com)

Sobat Bisfreners, curiga merupakan perasaan manusiawi yang bisa muncul dalam hati setiap orang. Sebagai mana disampaikan pada artikel tentang orang sinis, semakin bertambah usia, seseorang bisa berubah menjadi lebih sinis. Demikian juga rasa curiga, semakin bertambah usia seseorang, rasa curiganya bisa akan (lebih) meningkat. Hal ini sangat alami akibat dari pengalaman hidup dalam melihat, mendengar atau merasakan perlakuan orang terhadapnya.

Yang terpenting dalam kaitan dengan menjaga hubungan adalah, jangan mudah melontarkan tuduhan, atau menuduh secara langsung maupun tidak langsung orang yang kita curigai. Benar tidaknya kecurigaan, tuduhan atau pertanyaan langsung dapat memancing reaksi marah tidak terkendali dari yang bersangkutan. Atau jika dia tidak memperlihatkan kemarahannya secara langsung, sangat mungkin dia kemudian merasa sakit hati akibat tuduhan yang dilontarkan.

Menuduh tanpa bukti adalah fitnah

Sekedar mengingatkan sobat, dalam agama Islam, menuduh tanpa bukti disebut sebagai fitnah. Fitnah dikatakan lebih kejam dari (dikenakan dosa) pembunuhan karena fitnah tidak sekedar membunuh orang tersebut melainkan juga membunuh citra, nama baik, karakter orang yang dituduh.

Kata bijak dari hadits : Fitnah lebih kejam dari pembunuhan

Jangan mudah melontarkan ucapan atau perkataan sinis hanya karena curiga

Kalau kamu merasa curiga, jangan mudah mengucapkan kata-kata sindiran sinis kepada orang tersebut. Apalagi sindiran dilakukan pada media sosial dengan menggunakan status-status sindiran atau kata – kata sinis nyelekit menyakitkan hati. Pertimbangkanlah aspek kerugian kehilangan seseorang akibat sindiran sinis hanya berdasar kecurigaan semata. Tidak ada orang merasa nyaman bila selalu dicurigai, apalagi sampai dituduh dan disindir di media sosial.

Tidak perlu menceritakan kecurigaan kepada orang lain

Apabila kamu merasa curiga telah dicurangi, adalah hal bijaksana untuk tidak menceritakan kecurigaanmu begitu saja kepada orang lain. Terlepas dari benar tidaknya rasa curiga dalam hati, mencurigai seseorang lalu menceritakannya kepada orang lain, mungkin bisa menyebabkan kita  kehilangan lebih dari satu orang teman. Pertama orang yang kita curigai, kedua orang tempat kita bercerita.

Selain itu, menceritakan kecurigaan kepada orang sudah termasuk dalam kategori fitnah apabila kecurigaan tidak benar, dan termasuk menceritakan keburukan orang jika kecurigaan tersebut benar.

Kata bijak dari hadits : Mengatakan keburukan orang jika benar dosanya Ghibah, kalau salah dosanya Fitnah.

Cara Untuk Mengatasi Kecurigaan Berlebihan

Untuk mengatasi rasa curiga berlebihan, pertama kita harus memahami sifat dari pikiran yang mencurigakan.  Pikiran mencurigakan diderita akibat rasa ketidak-amanan yang mungkin sudah tertanam sejak masa kanak-kanak. Hal tersebut mungkin karena perasaan ketakutan yang diperoleh dari hubungan dengan orang tua, pengasuh, dan pendidik.

Pikiran mencurigakan juga mungkin terbangun dari lingkungan luar misalnya pada orang dengan masa kecil lebih lemah dibanding teman-temannya sehingga sering dijadikan bahan ejekan, olok-olok, keisengan, atau bahkan kekerasan. Hal ini juga sangat mungkin untuk muncul pada masa remaja akibat penghianatan pacar, dicurangi teman, dan lain-lain.

Jika anda mengalami perasaan curiga yang berlebihan, hal pertama dan satu-satunya cara untuk mengatasinya adalah dengan mengembangkan kepercayaan kepada orang lain. Anda harus bisa lebih menerima dan mempercayai orang lain. Meyakini sepenuhnya bahwa hubungan anda dengan dia adalah tentang memberi dan menerima atas dasar kasih sayang dan saling membutuhkanBuang segala rasa takut dan perasaan tidak aman akan kehilangan apalagi penghianatan.

Kata kata bijak sindiran : Positif thinking aja. Kalau dia gak jawab Whatsapp mungkin lagi tidur. Tidur sama orang lain :)).

Tanamkan dalam hati dengan mengucapkan berulang-ulang  “Saya benar-benar dan benar-benar mencintai dan menerima ……..” (sebut namanya). Lakukanlah terus menerus sehingga hati anda benar-benar terbebas dari rasa curiga kepadanya.

Apabila kamu menjadi korban kecurigaan orang – dicurigai oleh seseorang, dicurigai pacar, kekasih, atau suami/istri – yang dapat dilakukan sebagai cara untuk menghadapi kecurigaan adalah melakukan komunikasi yang jujur. Dengarkan dan rasakan apa penyebab ketakutannya dengan penuh perhatian untuk membantunya membangun rasa percaya pada diri kepada anda.

Bangun kepercayaannya dengan mengembangkan kepedulian terhadapnya, menjelaskan perasaan dan tindakan anda yang menjadi penyebab dicurigai secara rinci tanpa sedikitpun terpancing emosi. Ingatlah, anda sedang berhadapan dengan orang yang takut. Kemarahan anda justru bisa membuatnya semakin merasa tidak aman dan ketakutan.

Quotes kata bijak : Jangan hadapi orang yang curiga dengan kemarahan. Kecurigaan muncul dari rasa takut, semakin kita marah, semakin takutlah dia.

Nah, sobat Bisfreners, demikianlah sedikit tentang mengatasi rasa curiga. Semoga artikel ini bermanfaat untuk mencapai sukses menjalin hubungan. Salam.

Dibagikan

Penulis :

Artikel terkait

1 Comment