Begini Enaknya Jadi Si Bungsu Alias Anak Bontot

Enaknya Jadi Si Anak Bungsu Alias Anak Bontot

Kamu anak keberapa di keluargamu ? pertama ? kedua ? ketiga ? sebenarnya jadi anak keberapapun ada enak dan gak enaknya. Tapi kamu perlu tahu nih, begini enaknya jadi si anak bungsu alias anak bontot.

Enaknya Jadi Si Anak Bungsu Alias Anak Bontot

Banyak yang bilang anak tertua adalah si pembuat aturan, sedangkan anak tengah adalah alasan mengapa aturan itu dibuat. Nah, anak termuda, alias si bungsu atau anak bontot adalah pengecualian atas semua aturan tersebut. Anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Setiap anak punya sifat unik masing-masing. Namun memang anak bungsu biasanya menjadi favorit semua anggota keluarga. Berikut ini adalah alasan enaknya jadi si anak bungsu atau anak bontot :

Anak bungsu cenderung unik

Menjadi yang termuda membuat mereka memiliki selera fashion yang up to date. Akan tetapi mereka harus terima nasib selalu mendapatkan barang lungsuran dari kakak-kakaknya. Tapi positifnya, si anak bungsu jadi lebih kreatif memadu-padankan barang lungsuran, dengan fashion stuff yang up to date. Tapi hati-hati, kalau anak bungu beda gender dengan kakak-kakaknya, uniknya si anak bontot jadi gak karuan :).

Anak bontot atau si bungsu bisa dipercaya

Meski antar saudara sering berdebat dan bertengkar, mereka tahu mereka punya ikatan yang tak terpisahkan. Anak bungsu mungkin tahu rahasia saudara-saudaranya, tapi karena ikatan itu, ia tidak akan membocorkannya. Misalnya anak pertama bertengkar dengan anak tengah, dan masing-masing mencurahkan perasaan mereka satu sama lain pada anak bontot. Maka anak bungsu akan menyimpan rahasia ini agar kedua kakaknya tidak semakin berrmusuhan. Dipercaya seperti ini oleh saudara yang lebih tua akan terbawa hingga mereka dewasa.

Anak bungsu orang yang lucu dan humoris

Saudara yang lebih tua punya tanggung jawab lebih terhadap saudaranya yang lebih muda. Akibatnya mereka cenderung lebih galak dan tegas. Sementara anak bontot tidak memiliki beban tanggung jawab itu. Mereka jadi lebih santai, ringan dan bisa melihat sisi humor pada segala situasi. Tapi kurang baiknya, hal ini bisa bikin anak bontot atau anak bungsu tidak bisa bersikap dewasa dan selalu bergantung pada kakak dan orang tuanya. [Baca juga : cara menjadi orang yang menyenangkan]

Anak bontot bisa menjadi dirinya sendiri

Anak pertama dan tengah mungkin harus bersaing untuk mendapatkan perhatian dari orangtua atau keluarga lainnya. Sementara anak paling muda biasanya akan lebih diingat dan diperhatikan. Anak bungsu atau bontot juga jarang diarahkan untuk melakukan sesuatu, misalnya untuk pekerjaan rumah, sehingga mereka harus belajar sendiri. Hal ini akan membentuk sikap si bungsu menjadi manja dan malas karena hampir semua pekerjaan rumah sejak dia lahir sudah dipegang oleh kakak-kakaknya. [Baca juga : hal yang bikin orang gak asik ditemenin]

Anak Bungsu adalah pendengar yang baik secara alami

Sebagai yang paling muda, mereka selalu diberi nasihat oleh orang yang lebih tua, tak peduli meereka ingin mendengarnya atau tidak. Demi bersikap sopan, si bontot alias bungsu akan akan mendengarkan apa yang orang katakan pada mereka. Kebiasaan ini akan terbawa hingga mereka dewasa. [Baca juga : Tanpa kamu terjebak hubungan tidak jelas]

Anak bungsu lebih gaul

Karena memiliki tanggung jawab yang lebih, anak tertua biasanya jadi jarang punya waktu bermain dan bersosialisasi dengan teman-temannya. Akibatnya mereka jadi lebih sering berada di rumah. Sementara anak bungsu atau anak bontot punya waktu lebih untuk bermain-main. Mereka pun jadi sering menghabiskan waktu dengan temah-temannya. [Baca juga : cara meyakinkan orang]

Si bungsu biasanya out of the box

Ada studi yang menyatakan anak sulung cenderung memiliki IQ lebih tinggi, sementara anak bungsu lebih kreatif. Hal ini karena biasanya orang tua sudah tidak terlalu memperhatikan pendidikan mereka sebagaimana pendidikan anak sulung. Mungkin terdengar buruk, tapi sebenarnya ini memberi kesempatan lebih pada si bungsu untuk menengembangkan kreatifitas mereka. Mereka jadi biasa berpikir out of the box. Si bontot juga biasanya mengabaikan aturan, karena seperti disebutkan sebelumnya, aturan tidak berlaku bagi si bungsu. Rasa bebas ini yang akan membentuk fikiran kreatif mereka. [Baca juga : rasanya nemenin orang pacaran]

Mereka belajar dari kesalahan orang lain

Memiliki saudara yang lebih tua membuat si bungsu punya contoh. Untuk hal dan pengalaman yang baik akan mereka tiru, sementara hal yang buruk akan dijadikan pelajaran agar tidak terulang pada diri mereka. Misalnya salah satu kakak mereka pernah tinggal kelas, si bungsu akan belajar supaya tidak mengalami hal yang sama. Sebaliknya jika si kakak berprestasi, si bontot akan berusaha merasih prestasi seperti kakaknya juga. [Baca juga : mau tahu tanda cewek selingkuh ?]

Orang tua tidak memberikan banyak aturan pada si bungsu

Ketika memiliki anak pertama atau kedua, orang tua cenderung masih melakukan ‘trial dan error’. Mereka menerapkan berbagai aturan bagi anak-anaknya. Seiring berjalannya waktu orangtua sudah lebih paham pola pengasuhan anak. Sehingga ketika anak bungsu lahir, orang tua tidak lagi menerapkan banyak aturan karena mereka sudah tahu mana yang lebih efektif. Akibatnya anak bontot hidup jauh dari tekanan. Sisi kurang baiknya adalah, jika terbawa hingga dewasa, anak bungsu atau anak bontot menjadi kurang kompetitif dalam kehidupan. [Baca juga : ini tanda kamu harus mengakhiri hubungan]

Anak bontot selalu menjadi ‘bayi’ dalam keluarga.

Mereka adalah anak yang terakhir dinina-bobokan dan dimanja. Akibatnya mereka lebih mudah dikenang oleh seluruh anggota keluarga. Misalnya, orang tua mungkin sudah lupa siapa yang lebih sering terbangun di malam hari, apakah anak pertama atau kedua. Namun karena anak bungsu adalah yang terakhir mereka keloni, orang tua lebiih ingat dengan si bungsu alias si bontot. [Baca juga : cara menjadi romantis]

Begitulah sobat enaknya menjadi anak bungsu alias anak bontot. Jadi kamu sekarang anak keberapa ?

Dibagikan

Ziezie

Penulis :

Artikel terkait