Cerita Cinta Tragis : Beri Aku Penjelasan

cerita cinta tragis beri aku penjelasan

Beri aku penjelasan adalah cerita cinta tragis mahasiswa diputuskan pacar lalu berusaha mencari mantan kekasihnya untuk mengetahui apa alasannya. Bagaimana akhir cerita cinta ini ? silahkan simak pada cerpen cinta tragis berikut.

Beri Aku Penjelasan @ Cerita Cinta Tragis

Sungguh hatiku masih tidak bisa percaya pada ucapan Randi malam tadi. Tiba-tiba saja dirinya memutuskan hubungan kami tanpa ada alasan jelas. Bahkan kalimat “Sebaiknya kita akhiri hubungan kita sekarang. Kita berteman saja”, diucapkannya tanpa menatap diriku. Entah setan apa sedang merasuk dalam hatinya (baca juga cerita cinta tragis Game).

“Apa !!!?? kamu kenapa ? aku salah apa ?” tanyaku meminta penjelasan. Belum juga 30 detik dia tiba namun kalimat tersebut langsung saja terucap dari mulutnya tanpa basa-basi. Mengapa dia ingin mengakhiri hubungan kami ?.

Tapi Randi tetap saja tak mau menatapku. “Hatiku yakin kau pasti bisa mendapatkan seseorang jauh lebih baik dariku”, ucapnya sambil bergegas melangkah pergi.  Baru juga tiba di kafe taman ini langsung meninggalkanku yang sudah menunggunya selama hampir satu jam. Kagetku masih membuat mulutku tak mampu bersuara untuk mencegahnya. Kuharap dirinya hanya bercanda lalu akan berhenti melangkah, lalu berbalik arah. Namun hingga tubuhnya nyaris tak terlihat lagi, aku baru terhenyak sadar. Segera kupanggil pelayan untuk membayar tagihan kemudian setengah berlari mengejarnya. Namun terlambat. Randi sudah tak tampak lagi. Ku kejar ke parkiran motor juga tiada terlihat lagi sosoknya (baca juga cerita cinta tragis Kan ku kubur cinta di hatiku).

Tubuhku tiba-tiba saja menjadi lemas tanpa tulang. Namun masih berusaha untuk tenang. Kuambil ponsel lalu kukirim pesan “Whatsapp” kepadanya. Pending, tidak terkirim. Mungkin tak dapat sinyal 4G, sehingga kuputuskan untuk menelponnya. Kucoba melakukan panggilan. Akan tetapi ponselnya tak aktif atau berada di luar service area. Kulihat petunjuk kekuatan sinyal 4G, penuh. Berarti dirinya memang sengaja mematikan smartphone. Kini sepenuhnya tulang-tulang dalam tubuhku rasanya terlepas dari tempatnya. Tubuhku lemas. Namun sebelum terjatuh masih sempat kulihat sebuah kursi tunggu dekat pos penjaga parkir untuk menenangkan diri.  Air mata mulai menggenang di pelupuk mata, namun coba kutahan dengan beberapakali menarik nafas panjang. Setelah kurasa darah kembali mengalir dalam tubuhku, kakiku melangkah mengambil motorku, lalu meluncur  pulang ke rumah kost (baca juga cerita cinta tragis Kulepas dendam ke dasar sungai).

Kesedihan membuatku langsung jatuh diatas dipan kamar. Aku menangis histeris. Untunglah usai pengumuman Ujian Akhir Semester hampir seluruh penghuni kost sudah pulang, hanya tersisa diriku dan Yeni temanku karena kami sama-sama masih harus mengambil satu ujian perbaikan tadi siang.  Rencananya kami memang tidak akan pulang kampung semester ini. Tapi Yeni sedang tidak berada di kost, usai ujian tadi dia langsung ke rumah saudaranya untuk menginap. Dan disinilah diriku sekarang, sendiri menangisi Randi yang pergi begitu saja dari hidupku setelah menjalani hubungan dua tahun lebih. Seharusnya pertemuan tadi merupakan pertemuan romantis karena sejak mempersiapkan ujian hingga sore tadi, kami tidak pernah bertemu. Hanya berkomunikasi melalui media sosial Whatsapp. Sungguh tak pernah kusangka permintaannya untuk bertemu merupakan eksekusi pemutusan hubungan cinta kami. Bukan luapan rasa rinduk kudapatkan melainkan pencampakan tanpa alasan.

Tiba-tiba hatiku merasa sangat marah. Kulempar segala benda dihadapanku. Bantal dan guling habis kujambak dan kuremas-remas. Buku, boneka, bingkai foto, sisir serta benda-benda kecil berserakan dimana-mana. Rasanya sakit sekali hatiku diperlakukan begini. Meski masih saja terus kucoba menghubunginya melalui smartphone, namun tetap dirinya tak bisa dihubungi.

**********

Dua hari sudah Randi tak bisa kuhubungi, wajahku terlihat kusut. Selama ini nyaris diriku tak pernah keluar kamar. Tubuhku lemas karena belum makan nasi. Hanya air mineral serta persediaan biskuit dalam kamar yang mencegahku mati kelaparan. Hingga akhirnya kuputuskan hari ini untuk mencari Randi di tempat kostnya. Diriku harus bertemu dengannya setidaknya untuk meminta penjelasan.

Kukendarai motorku menuju tempat kostnya. Tiba disana suasana nyaris sama dengan di tempatku. Sepi. Kucoba berkali-kali memencet bel pintu rumah. Tak satu orangpun keluar. Hatiku tiba-tiba menjadi sedih kembali. Kucoba sekali lagi. Syukurlah kali ini terdengar suara orang membuka pintu dari dalam. Tak lama seorang lelaki, tampaknya penjaga rumah kost muncul. Kutenangkan hatiku sambil mengelap wajah, takut ada sisa air mata terlihat. “Selamat pagi pak. Saya mau ketemu Randi”, ucapku.

“Oooh mas Randi sudah dua minggu tidak tinggal disini mbak”

“Pindah kemana pak ?”

“Tidak jelas mbak. Pindah atau mau pulang. Dia tidak bilang apa-apa”

Aku terhenyak. Jadi Randi sudah pindah tanpa cerita apapun padaku sejak dua minggu lalu. Berarti semua sudah direncanakannya dengan matang. Dia ingin menghindariku. Bisa jadi nomor ponselnya sudah berganti sekarang. Jantungku tiba-tiba berdebar keras. Kesedihanku kini bercampur kemarahan. Namun masih coba kutekan di hadapan Bapak penjaga kost ini. “Oh begitu pak, maaf kalau ada kabar tentang Randi apa Bapak bisa SMS saya ? nanti saya ganti pulsanya” tanyaku. “Oh.. boleh nak silahkan”, jawabnya. Kuberikan nomor ponselku serta sedikit uang untuk pengganti pulsa. Mulanya dia menolak untuk menerima uangku. Katanya  nanti saja kalau sudah ada kabar. Tetapi setelah kupaksa kemudian diambilnya juga.

Usai meninggalkannya mendadak emosiku meluap. Pemutusan hubungan sepihak dengan cara licik begini menurutku sudah tidak bisa ditolerir. Tetapi apa dayaku ? sekalipun bertemu dengannya toh diriku tak bisa memaksakan kehendak. Kalau hatinya sudah bukan milikku atau memang dia memang ingin meninggalkanku itu adalah haknya. Sering kubaca kata kata bijak tentang hubungan mengatakan bahwa mempertahankan hubungan dengan orang yang sudah tidak ingin menjalin hubungan dengan kita hanya akan menyebabkan kesedihan, penderitaan serta rasa sakit hati lebih besar. Selama belum terikat penikahan, kalau pacar minta putus atas alasan apapun tidak layak untuk terus dipertahankan.

Tapi kini dalam hatiku bukan menuntut untuk memperbaiki hubungan. Aku hanya ingin meminta penjelasan. Apa alasannya meninggalkanku ?. Punya pacar baru ?, merasa tidak bosan ? atau alasan klasik gak masuk akal, dijodohkan oleh orang tua ?. Apapun alasannya terserah, setelah itu mau putus silahkan. Mungkin setelahnya aku akan terpuruk dan patah hati selama beberapa waktu. Tetapi kuyakini kelak akan menemukan cara move on untuk melupakannya. Masih ada satu tempat kuketahui, kampusnya. Tetapi dalam suasana liburan begini rasanya sulit memastikan dirinya masih di kota ini atau sudah pulang kampung.

Kukendarai motorku perlahan untuk pulang kembali ke tempat kost. Semakin memikirkan segala kemungkinan membuat dadaku kian sesak. Tiba pada persimpangan jalan, kulihat kelebatan motor Randi melaju cepat menuju arah berlawanan denganku. Dibelakangnya duduk seorang wanita. Kuyakin itu Randi.  Amarahku menggelegak. Batinku langsung berkata itulah penyebab dia meninggalkanku. Emosiku mengatakan harus mengejarnya sekarang sebelum menghilang. Sekarang ! sekaligus di depan wanita itu. Segera kuambil jalan ke kanan lalu berputar balik. Entah berapa kecepatan motorku melayang. Diriku tertinggal beberapa menit untuk berputar sementara Randi terbiasa membawa motor dengan kencang. Jadi harus berpacu untuk mengejarnya pada jalan agak lenggang ini. Dan untunglah, diriku juga terbiasa mengendarai motor dengan kecepatan tinggi, meski tidak dalam keadaan sedih, marah dan lapar begini.

Akhirnya mereka terkejar. Ku sejajarkan kendaraanku dengannya meminta menepi tanpa berkata karena kuyakini dia bisa melihatku. Tapi melihatku berada disampingnya, Randi malah mempercepat laju motornya. Hatikupun menjadi semakin panas. Kutambah kecepatan. Kami berkejar-kejaran layaknya pembalap jalanan. Tapi mataku bisa menangkap Randi tidak membawa kendaraannya dengan tenang. Ditambah lagi wanita disampingnya seperti takut ngebut sehingga terlihat beberapa kali menepuk pundak sementara tubuhnya merapat. Randi Sepertinya dia takut bertemu denganku. Tiba di sebuah tikungan diriku berhasil kembali mensejajarkan motorku. Dengan kecepatan tinggi diriku yang sudah nekat merapatkan motorku dengan motornya. Randi kaget, motornya oleng ke pinggir jalan, lalu …. dengan cepat menambrak tiang listrik dan masuk selokan. Akupun terhenyak tak menyangka apa yang kulakukan bisa berakibat fatal padanya. Kuhentikan motorku beberapa puluh meter di depannya lalu melawan arah menghampiri. Kulihat dua sosok tubuh berkejut-kejut. Helm mereka terlepas, dari kepalanya darah bercucuran. Aku terhenyak. Lemas. Lalu orang-orang mulai berdatangan. Tak lama kemudian petugas kepolisian pun tiba.

************

Aku mendampingi mereka hingga ke rumah sakit. Tapi nyawa Randi dan kekasihnya tak bisa tertolong. Kepada petugas kukatakan bahwa diriku adalah teman mereka yang kebetulan bertemu di jalan. Untunglah tidak ada satu orangpun bersaksi melihatku mengejar dan nyaris menyerempet motornya. Setidaknya diriku bisa selamat dari jeratan hukum meski hatiku tak bisa selamat dari rasa bersalah.

Dibagikan

Penulis :

You may also like