BPK Tantang Ahok Jual Kembali Lahan Sumber Waras Seharga Pembelian. Ahok : Itu Mustahil

BPK Tantang Ahok Jual Kembali Lahan Sumber Waras Seharga Pembelian

Bisfren – Jakarta. Usai pemeriksaan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok, oleh KPK, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menantang Ahok untuk membatalkan atau menjual kembali lahan Sumber Waras yang sudah dibeli. Rekomendasi pembatalan ini sudah disampaikan oleh BPK kepada Pemerinah Propinsi DKI Jakarta.

Dalam pernyataannya, BPK menyampaikan rekomendasi kepada Gubernur DKI Jakarta untuk :

  1. Melakukan upaya pembatalan pembelian tanah RS Sumber Waras seluas 36.410 m2 dengan pihak YKSW, dan jika upaya pembatalan tersebut tidak dapat dilaksanakan, supaya melakukan langkah-langkah sebagai berikut :
    • Memulihkan indikasi kerugian daerah minimal senilai Rp 191,334,550 atas selisih harga tanah dengan PT CKU
    • Meminta pertanggungjawaban pihak YKSW untuk menyerahkan lokasi fisik tanah Jl Kyai Tapa sesuai dengan yang ditawarkan kepada Pemprov DKI, bukan fisik tanah yang berada di Jl Tomang Utara dan,
    • Menagih tunggakan PBB sejak tahun 1994 sd 2014 yang belum dibayar oleh YKSW senilai Rp 3085.864.448
  2. Memerintahkan kepada seluruh SKPD/SKPD supaya meningkatkan pemahaman dan pengetahuan proses pengadaan lahan/tanah serta meningkatkan koordinasi antar SKPD terkait dalam kegiatan pembebasan lahan/tanah dengan berpedoman pada ketentuan yang berlaku.
  3. Memberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku kepada tim pembelian tanah yang tidak cermat dan tidak melakukan pengecekan lokasi tanah berdasarkan zona nilai tanah di lapangan.

Ahok : Permintaan BPK itu mustahil, tanah itu belum tentu laku dijual seharga pembelian

Atas tantangan KPK ini, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyatakan tidak setuju untuk menjual kembali RS Sumber Waras. Beliau mengatakan bahwa permintaan BPK adalah hal yang mustahil dilakukan Pemprov DKI.

Ahok juga berpendapat bawah, selain tidak bisa dilakukan, penjualan kembali lahan RS Sumber Waras justru akan menimbulkan masalah baru. Beliau mengatakan bahwa penjualan kembali tersebut bisa menimbulkan kerugian bagi negara.

Lebih lanjut Ahok mengatakan jika jadi dijual, pihak pembeli belum tentu mau membeli dengan harga sama seperti harga yang dibeli oleh Pemprov DKI waktu itu.

Dalam pernyataannya, Ahok yakin tidak ada yang salah dalam hal pembelian lahan tersebut. Ahok mengklaim, pembelian lahan dilakukan secara transparan. “Pembelian tanah itu adalah terang dan tunai.”

Namun sebagaimana diberitakan, BPK menemukan perbedaan harga NJOP pada lahan tersebut yang ditaksir menimbulkan kerugian negara sebanyak Rp191 miliar.

Dalam laporannya, BPK sudah meminta Ahok membatalkan pembelian. Namun Ahok tetap ngotot membeli lahan pembangunan RS Sumber Waras. Sehingga sebagaimana diberitakan, Ahok dilaporkan ke KPK karena dituding menyelewengkan pembelian lahan untuk pembangunan rumah sakit seluas 3,7 hektar.(fr)

Dibagikan

Penulis :

Artikel terkait