Burung Camar Terbang Tinggi

cerita cinta dan persahabatan

Burung camar terbang tinggi merupakan cerita cinta dan persahabatan dibalut keindahan wisata desa Kayawu, Tomohon Utara, Sulawesi Utara. Membaca cerpen ini serasa kita diajak berjalan-jalan ketempat indah sambil menikmati peran tokohnya. Silahkan simak kisah berikut :

Cerita Cinta Dan Persahabatan – Burung Camar Terbang Tinggi

Kota Manado, pada suatu pagi yang indah !

Begitu asri suasana alam ketika pagi mulai menyapa kedua mata ini.
Samar – samar masih terdengar suara kokok ayam jantan tuk membangunkan kami.
Dimana burung – burung gereja bernyanyi dengan suara mereka yang seadanya.
Dan tupai – tupai yang lucu berlompatan dari dahan pohon flambotan di atas kamarku.
Apa yang aku bayangkan di balik awan yang mulai bersinar terang.
Ku menunggu hari itu akan datang.
Lalu ku tatap langit biru dan berharap keajaiban benar – benar akan terjadi.
Termangu di taman ketika musim bunga bermekaran dan terus berharap.
Mimpi – mimpi kecilku yang masih tertidur di atas embun pagi yang mulai berjatuhan.
Menjadi nyata.
Dan sekelompok awan pun pindah tuk membuyarkannya bisa jadi sebuah kenyataan.

Terlalu konyol kukatakan kepada buku diary ini tetapi itulah kebenarannya, bahwa aku sangat berharap apa pun ku tulis dalam buku ini akan menjadi sebuah kenyataan. Namaku Anes, sejak kecil aku selalu bermimpi sebari berharap mimpi – mimpi ini akan terwujud, dimana ku berusaha menunggu sejak masuk SMP hingga kelas 10, sekarang ini, aku ingin sekali satu mimpi kecilku akan terwujud dan benar – benar menjadi sebuah kenyataan ! (cerpen Pergi).

Hari ini adalah Jumat, aku berangkat pagi – pagi sekali ke sekolah dengan naik sepeda mini kesayanganku, berharap hari ini aku bisa mengikuti semua mata pelajaran dengan perasaan suka cita. Kupandang langit dengan awan berwarna putih melayang – layang ringan ditiup oleh angin tampak bersahabat denganku. Kuberlari secepat mungkin menuju ke kelas karena aku tak mau teman sebangkuku, Ninda, memberikan sebuah pelukan hingga aku merasa seperti menjadi boneka kayu penghias sawah atau sepotong kue tart dicampur dengan secangkir kopi pahit. Begitulah budaya di sekolah kami, setiap ada seorang teman berulang tahun maka dipastikan akan diberi kejutan tak mengenakkan, seperti ku khawatirkan tadi, ditaburi maupun dilempari terigu, telur, atau disiram air, maka menjadilah kita sepotong kue tart dicampur dengan secangkir kopi pahit. Karena hari ini adalah hari ulang tahun Ninda ke 18 tahun, dimana aku beruntung sekali datang pertama kali ke kelas, aku tidak terkena semua permainan itu, “Hai Ninda, apa kabar ? Hari ini kamu tampak sangat cantik dengan pita rambut itu, baru ya ? Oh ya, selamat ulang tahun, semoga panjang umur, ini aku ada hadiah untukmu, semoga kamu suka, bisa dibuka sekarang ! “ “ Terimakasih  “ Buru – buru ia membuka bingkisan cantik sebagai kado ulang tahun dariku, “ Wow ! Bagus sekali, Anes, terimakasih ya ………. ? “ Selembar Dress Mini Batik Trendy berwarna cokelat ku pilihkan buat dipakai Ninda besok di rumah, pada malam perayaan pesta ulang tahunnya. Dia mencoba ngepaskan pada tubuh, tampak sangat serasi berpadu warna kulit kuning langsatnya. Ninda mengecup kedua pipi ini.

Di kelas, kami bersahabat dengan teman – teman perempuan semuanya dan hampir setiap hari selalu menghabiskan waktu bersama – sama seperti jajan ke kantin sekolah atau membaca buku – buku favorit terbaru di perpustakaan, jalan – jalan sore ke mall di dekat sekolah kami pada pusat kota Manado, berenang atau setiap hari Sabtu belajar bermain gitar di rumah Ninda. Hari – hari kami selalu menyenangkan.

Memberikan seuntai puisi buat sahabat, tuk menyatakan penghargaan paling mulia bagi ikatan pertemanan tersebut, karena sahabat adalah lebih baik dari seorang kekasih, apalagi saat kita merasa pahitnya diputus oleh sang pacar maka seorang sahabat paling utama akan memberikan sebuah motivasi untuk bangkit kembali.

Waktu pelajaran pertama dimulai, ku simpan buku diary kesayanganku ke dalam tas, kuikuti teman – teman lainnya memperhatikan Ibu Guru Bahasa Inggris mulai memberikan ceramah tentang pentingnya kami menguasai bahasa populer satu ini selain Bahasa Jepang !.

******************************

Kami berkumpul pada kantin sekolah, memesan semangkok bakso Solo pedas lagi gurih dengan kuah cukup kental oleh kaldu daging sapi, tak lupa ku pesan semangkok es teller, hmmmmmmm, ada potongan daging buah alpukat, irisan nangka serta beberapa potong daging kelapa muda, diriku serta teman – teman lainnya makan lahap seperti halnya rencana kami buat menyusun acara – acara menarik dalam perayaan pesta ulang tahun Ninda besok malam. Saat ku lihat wajah Ninda, tampak sumringah, ada rasa iri menjalari hati ini.

Aku berasal dari keluarga petani kecil, kami berasal dari sebuah desa terletak pada pinggir kota Manado, namanya Desa Kayawu Kecamatan Tomohon Utara, meskipun sebagian besar warganya adalah berprofesi sebagai petani, ada beberapa desa – desa kecil ditetapkan sebagai kawasan wisata pertanian seperti lima desa tetangga lainnya adalah desa Rurukan, Kakaskasaen, Kinilow, Pinaras dan Lahendong.  Menurut beberapa turis yang pernah berkunjung ke tempat ini, penetapan keenam desa wisata ini dilakukan melalui beberapa pertimbangan seperti mereka menyimpan potensi pariwisata cukup besar dimana masyarakatnya secara sadar mengetahui juga paham tentang potensi tersimpan didalamnya serta berpeluang untuk terus dikembangkan sehingga kunjungan wisatawan asing semakin besar dari tahun ke tahun. Diharapkan juga, ke masa depan, kelurahan – kelurahan lain pada kecamatan tetangga akan mengikuti jejak enam kelurahan tersebut.

Desa kami dikenal sebagai salah satu destinasi agrowisata cukup besar dengan menyajikan keindahan dari bentang alam selalu menghijau sepanjang tahun dipenuhi tanaman berupa kebun sayur mayur, bambu serta tanaman hias atau ladang bunga oleh warganya seperti kedua orangtuaku yang berprofesi sebagai petani bunga potong. Disamping itu, Kayawu mempunyai obyek wisata lain berupa kawah aktif dari Gunung Awu, namun hingga saat ini aman – aman saja didaki oleh petualang traveller hingga ke bibir kawah. Dari lokasi ini, para pengunjung dapat melihat pemandangan Pulau Bunaken serta kondisi menarik dari kota tua, Manado dari kejauhan.

******************************

Sejak kecil, ulang tahunku jarang dirayakan oleh teman – temanku di sekolah, aku memang kurang suka, lebih menikmati suasana pesta ulang tahun dengan keluarga dirumah, aku adalah anak semata wayang dari ayah ibu, pesta ulang tahunku berlangsung sangat sederhana, hanya ada keluarga saja, menu pesta ala kadarnya berupa kue tart berisikan dua buah lilin berwarna merah melambangkan angka dari usiaku saat itu, kebetulan jatuhnya ulang tahunku adalah tanggal 25 Desember, bertepatan dengan hari Natal pada penghujung tahun.

Kemeriahan perayaan Natal diberbagai belahan dunia bisa kami rasakan khidmatnya dari ruang tamu rumah sederhana kami di desa Tomohon. Kami bergembira merayakan suasana Natal, lalu setelah usai membaca doa – doa untuk keselamatan bersama, kami menuju ke meja makan untuk menikmati jamuan makan siang berupa sajian Nusantara khas orang Manado. Pesta ditutup dengan menyantap Christmas Cake ala Jepang buatan ibu, rasanya, hmmmmmmmmmmm, selangit ! Setiap tahun, diriku mendapat setumpuk hadiah dari orang – orang terkasih disekitarku, yang menjadi favorit adalah gaun – gaun cantik bisa ku manfaatkan untuk Misa bersama pada Gereja Santa Perawan Maria Ratu, dekat balai desa. Aku tidak pernah merasa bosan mengikuti kebiasaan ini dari tahun ke tahun.

Semua pencari Tuhan hendaklah bergembira
Karena Tuhan tidak pernah berhenti memanggil kembali setiap manusia
Supaya ia mampu mencariNya serta dapat hidup bersama – sama
Tuk menemukan sebuah kebahagiaan yang nyata

******************************

Ketika usiaku semakin dewasa hinga saat ini telah berada di kelas 10 pada sebuah SMA negeri kota Manado, tiba – tiba aku ingin sekali merayakan ulang tahun bersama dengan teman – teman atau semua guru tercinta kami, inilah harapanku sekarang, aku selalu menunggu dengan penuh kesabaran hati hingga suatu hari nanti bisa mewujudkannya seperti dilakukan oleh Ninda setiap tahun ia berulang tahun. Ninda terlahir pada tanggal 23 Desember 1998, beda sedikit dengan hari ulang tahunku. Namun aku berusaha untuk memahami bahwa tanggal lahirku sulit untuk dirayakan seperti hari ulang tahun biasa karena pada tanggal kelahiranku itu adalah bulan suci umat Kristen yang bisa dirayakan bersama – sama dimana saja, tetapi kali ini ku ingin dirayakan walaupun ditunda waktunya satu atau dua hari sebelum atau sesudahnya.

******************************

Ketika jam istirahat tiba, kami berkumpul pada taman sekolah untuk merencanakan membuat sebuah pesta ulang tahun meriah bagi ulang tahun Ninda ke 18 dengan mengambil tema pesta : pesta ulang tahun ala remaja gaul selebritis pernah kami lihat pada salah satu chanel TV swasta yaitu Carnaval Pasty oleh keluarga Kardashian, sempat membuat kami menjadi outstanding. Mereka mengadakan pesta pada taman belakang rumah, pada puncak acara menghadirkan komidi putar berupa kebun binatang mini, serta banyak permainan yang biasanya kami jumpai pada karnaval menjelang perayaan Natal serta tahun baru. Kami pilihkan kue ulang tahun super lucu dengan beberapa hiasan berupa boneka – boneka hewan untuk menambah meriah pesta ulangtahun Ninda.

Di rumah Ninda, kami : Anes, dan sedang menunggu 2 teman kami yang membawa kue ulang tahun untuk Ninda, Atul serta Dilah, ada juga Wawa, Ina, dan Ica, sementara teman – teman lainnya secara sukarela berkunjung ke rumah Ninda untuk melakukan persiapan pesta pada belakang rumah Ninda yang sangat luas dan asri oleh taman bunga, saat ini sedang bermekaran. Usai itu, beberapa pembantu rumah tangga Ninda sibuk memberikan camilan ringan kepada mereka sebagai ungkapan rasa terimakasih : ada segelas jus jeruk dingin, sepiring kue kering nastar keju atau pilihan lainnya, ada cashew cookies teflon, kastengel, wafer cookies, serta cookies chocochip. Selanjutnya mereka pulang untuk datang kembali besok malam mengenakan gaun – gaun pesta tercantik atau busana pesta laki – laki terunik pernah tersimpan dalam lemari pakaian mereka.

Aku, Atul juga Dilah menunggu Ninda yang sedang mandi. Untuk mengisi waktu luang, kami saling berbincang – bincang, bermain dengan kucing – kucing lucu peliharaan Ninda juga kadang – kadang bercermin untuk memperbaiki kudung. Tak lama kemudian Ninda muncul dengan wajah segar sehabis berendam. “Bagaimana kalau kita mendahului saja merayakan pesta ulangtahunku hanya berenam, kebetulan ibuku mempunyai satu kue tart untuk berjaga – jaga, kita bisa memakainya, tinggal menancapkan lilin ! “ Kami setuju. Betapa senangnya wajah Ninda, “ Happy birthday, Ninda ! ” sorak kami serempak saat Ninda mulai meniup lilin – lilin yang kami tancap sejumlah enam batang sebagai lambang angka dari teman – teman terbaik Ninda di sekolah. Kedua orang tua Ninda pun gabung bersama kita lalu kami mulai menyanyikan lagu selamat ulang tahun kemudian diakhiri dengan memotong kue ulang tahun buatan ibu Ninda, kami memakannya dengan lahap. Aku melihat masih ada sisa sepotong kue tart ulang tahun Ninda. Tiba – tiba, tak kusangka, Wawa, Ina serta Ica seseorang yang sudah kuanggap sebagai sahabat melebihi hubunganku dengan Ninda, teman sebangkuku, menancapkan dua batang lilin berupa angka 2 dan 5 ( membentuk 25 ) lalu menyalakannya dengan api lalu menghampiriku. “ Anes ! Selamat ulang tahun yah. Kan ulang tahunmu belum pernah dirayakan oleh kita disekolah pada waktu lalu ? Tinggal dua hari lagi, selamat Natal sekalian, ayo tersenyum, jangan bengong begitu ? ” kata Wawa berdiri santai didepanku membawa sepotong kue ulang tahun berisi lilin merah telah menyala.

Mereka menyanyikan ulang lagu selamat ulang tahun lalu aku pun meniup lilin. Ya Allah, aku sangat gembira sekali juga merasa terharu. Ingin sekali rasanya menangis karena saking senangnya hati ini,  tapi mampu kutahan air mata agar tidak berhamburan membasahi kedua pipiku. Setelah itu, iseng – iseng, Wawa mencolek baluran cokelat dari potongan kue tart dan menempelkannya pada mukaku seperti topeng monyet. Astaga ! Reflex saja ku balas dengan melempar segenggam terigu ke rambut Wawa, Ina melakukan hal serupa denganku. Akan hal ini, kudung kami menjadi kotor, namun perasaan kami sangat suka luar biasa !.

Ternyata jauh – jauh hari mereka telah merencanakan untuk membuat sebuah kejutan manis buatku yang akan berulang tahun ke 18 dengan memberikan hadiah ulang tahun spesial berupa tiket pesawat terbang dan menginap disalah satu hotel berbintang di Thailand ( kebetulan sebentar lagi liburan sekolah kami akan tiba ).

Telah lama aku ingin menuliskan sebait puisi tentang bahagia itu ternyata sederhana. Karena menjadi manusia paling berbahagia di dunia ini tidaklah sulit. Bahagia adalah suatu pilihan hidup. Bahkan ada yang beranggapan bahwa kebahagiaan dapat dibangun hanya dengan 3 pilar saja : bahagia itu tersenyum, kadang tertawa dan selalu bersyukur. Bahkan … sebenarnya tidak perlu mengejar kebahagiaan hingga keluar dari perasaan kita, mengapa ? Karena kebahagiaan mampu turun ke relung hati dengan sendirinya tatkala kita telah berbuat kebaikan.

Malam itu aku duduk menghadap meja belajar sambil melukis setumpuk pujian di hati karena sebuah mujizat dari teman – teman mampu membuat angan – angan kecilku menjadi sebuah kenyataan.

Alhamdulillah, pada akhirnya angan – anganku berupa sebuah mimpi kecil telah terwujud dengan kado ulang tahun terindah pernah ku dapatkan disepanjang usiaku melakukan pesta perayaan ulang tahun hingga berusia delapan belas tahun, adalah sangat berharga bagiku dan kedua orangtuaku dirumah. Hatiku sangat suka karena sekian lama menunggu hingga akhirnya terwujud. Terimah kasih ya Allah ………. Engkau sudah mewujudkan mimpi yang dulunya berada nun jauh dibalik awan diatas langit tapi sekarang telah menjadi sebuah kenyataan.

Itulah yang selalu aku bayangkan sebelum beranjak tidur pada waktu malam hari, dimana pada sepanjang doa kupanjatkan kepadaNya akan tiba pada sebuah permohonan terakhir, yaitu agar Tuhan mendengarkan serta mengajarkan kepada kita supaya senantiasa bergantung kepada Dia untuk mampu menggapai setitik harapan. Kesadaran akan hal ini membuatku bergairah bahwa kita tidak akan pernah sanggup tak lepas dari kuasaNya karena Tuhan suka seluruh umat, Tuhan sadar betapa hal sekecil dari seuntai doa adalah berguna untuk membangunkan kita dari sebuah mimpi panjang.

******************************

Tiba waktunya !.

Anes berangkat seorang diri menuju ke salah satu kawasan wisata populer di Thailand bernama Khao San Road. Dia menginap di sebuah hotel mewah bernama Shangri – La Hotel cabang kota Bangkok.

Di sinilah ia berjumpa dengan seorang laki – laki muda dari negeri Jepang bernama Rio, mereka saling berkenalan dan sangat mudah menjalin tali persahabatan untuk bersama – sama menghabiskan masa liburan.

Rio adalah seorang mahasiswa kedokteran tingkat akhir pada sebuah universitas ternama di Tokyo dan sebentar lagi akan meraih gelar sarjana.

******************************

Khao San Road adalah salah satu tempat wisata cukup populer bagi orang Indonesia berlokasi tidak jauh dari kota Bangkok, sangat terkenal diantara para backpacker dunia karena berdekatan dengan berbagai hotel, villa, tempat – tempat hiburan malam, kios serta tempat makan aman, nyaman lagi murah, serta mudahnya para turis asing untuk akses ke beberapa obyek wisata di kota Bangkok.

Untuk mencapai pusat wisata Khao San Road, pertama turun dari Bandara Swarnabhumi, terdapat 3 pilihan perlu diperhatikan : Bus Airport (AE2) untuk jurusan Banglamphu membutuhkan biaya sebesar 150 baht / orang. Taxi langsung menuju Khao San Road dengan biaya per orang adalah berkisar 450 – 500 baht. Airport Rail Link City Line, turun di Phaya Thai Station kemudian dilanjutkan dengan mencari sebuah taxi menuju ke Khao San Road. Yang perlu dipersiapkan adalah biaya – biaya Airport Rail Link sekitar 45 baht / orang dan taxi sekitar 80 baht.

******************************

Seperti pagi selalu menepati janji, saling menyapa tuk membuka sebuah hari baru, beningnya embun pagi menempel pada daun teratai di kolam – kolam ikan pada taman, adalah mampu memberikan kesejukan dimana ketulusan hatiku mengucapkan salam serta semoga membuat hari – harimu menjadi penuh warna.

“Selamat pagi Rio, apa kabar ? Apakah tidur anda semalam lelap ?“.

“Hai Anes, kamu tampak cantik hari ini. Aku baik – baik saja“.

Kami merencanakan akan melakukan sarapan pagi bersama di luar hotel. Rio tampak santai berbusana ala kadarnya dan sebuah tas ransel hitam backpacker telah siap menemani petualangan mengasyikkan untuk liburan di sini bersamaku. Selama dalam perjalanan kami menuju ke sebuah café pada pusat kota, diriku sibuk merenung, “ Sebentar lagi hari ini akan berlalu, sementara seorang istimewa bukanlah harus selalu berada di depan mata setiap saat, tapi dia setia dalam hati, dan akan selalu aku ingat dalam tidur malam ku lalu sama – sama mengucapkan good night … dear ? “.

Di sepanjang jalan raya utama Khao San Road, banyak dijumpai toko – toko suvenir, café juga resto – resto mahal, serta tempat untuk turis penyuka tato. Jika ingin berbelanja pakaian – pakaian tren ala artis Korea atau parfum, makanan dalam kemasan, tas atau dompet unik, aksesoris berupa perhiasan dari emas dan batu permata, serta membuat kartu nama ala orang Thailand, mereka yang suka berkunjung ke tempat ini bisa melakukannya di sini. Banyak dijumpai anak – anak muda kota Bangkok seusiaku kongkow – kongkow sambil ngobrol bersama pasangannya masing – masing di café – café masakan Eropa.

Ku lihat Rio agak kebingungan untuk memilih salah satu café buat sarapan pagi, “ Hari ini aku ingin mencicipi makanan khas orang Thailand ? Apakah sama denganmu ? “ Aku menganggukkan kepala ini tanda setuju. “ Jika kamu bingung menentukan kita akan makan dimana ? Bisa mencicipi menu makan sarapan pagi pada tempat – tempat angkringan saja, sambil kita jalan – jalan, cobalah melalui jalan – jalan tikus di sepanjang Khao San Road ? “ “ Ya, asalkan kamu suka ! “ Kami pun memutuskan untuk tidak mengendarai mobil, lebih menikmati suasana di pagi hari hanya berjalan kaki saja.

Kami banyak menjumpai berbagai pedagang makanan, mulai dari penjual Pad Thai ( semacam mie goreng dengan campuran taoge segar ), sticky rice atau nasi ketan disiram kuah kental santan manis dihiasi irisan buah mangga manalagi, pancake dengan beragam saos manis dan gurih, coconut pie dalam kotak – kotak cantik, aneka sate ( ada sate udang, sosis, atau sate babi seru dicocol bersama sambal pedas ), dan ternyata Rio ingin mencicipi makanan unik khas orang Thailand yaitu terbuat dari beberapa jenis serangga seperti cecak, jangkrik, kalajengking, capung, ulat tanaman bambu atau ulat daun pohon pisang, mereka digoreng bersama campuran bumbu spesial sehingga menghasilkan rasa yang … wah !.

Usai sarapan pagi bersama, kami melanjutkan perjalanan liburan ke Soi Ram Butti, kawasan backpacker dimana wilayah tersebut memiliki kondisi lebih tenang juga rapi daripada Khao San Road. Menuju ke bagian utara dari Soi Ram Butti ( di sepanjang jalan menuju kawasan wisata Chakrapong ), banyak dijumpai perkampungan orang – orang Muslim dengan jejeran bangunan masjid, dimana hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar warganya adalah beragama Islam.

Apabila ingin bersantai serta melihat kawasan agrowisata hijau – hijau, maka pelancong dapat mengunjungi Sanam Luang Park,  lokasinya tidak jauh dari Khao San Road. Bisa dicapai dengan hanya berjalan kaki saja kurang lebih 10 – 20 menit ( tergantung kecepatan kaki dan kondisi badan yang sehat ). Dari taman ini, kita bisa memandang pesona alam luar biasa indah dari objek wisata Grand Pallace meskipun hanya bisa dilakukan dari kejauhan saja, sebuah taman tertata sangat rapi juga apik, serta arus lalu lintas di sepanjang sisi taman lancar dan jarang macet, menambah seru perjalanan liburan kami berdua disini.

******************************

Hari terakhir kebersamaan kami di kota Bangkok

Dia akan pergi, dia pergi, tinggalkanku, hanya ini yang bisa aku rasakan dan tak berani kuucapkan.

Sebelum aku menyediakan sedikit waktu tuk bisa ungkapkan sebuah kata terdalam
Memang seharusnya kurusak saja ?
Dan membiarkan air mataku trus mengalir dengan indah dan membasahi kedua pipiku
Fikirku, hanya bagaimana agar aku bisa menyusulnya
Aku kehilangan jati diriku ketika ini akan terjadi, karna diakah ?
Aku hanya bisa menangisinya
Untuk menjerit ? Takut rasa penyesalan ini akan semakin dalam
Mengapa ku tak boleh nyatakan padanya ?
Yang didepanku hanyalah raga tanpa rasa lalu sering tersenyum
Tak mungkin, dia telah sendiri dan sudah jauh dari pandang mataku
Hari ini,
Saat kuberencana ingin merajut kata termanis dari rasa di hati, tiba – tiba aku dengar dia
Sebuah bisikan,
Sama sepertiku bahwa tak terlintas difikirku, hari ini akan menjadi sebuah hari kelabu

Perpisahan merupakan sesuatu hal mutlak sering terjadi di dunia ini, dimana ada pertemuan maka disitulah ada perpisahan, meskipun masing – masing orang tak pernah sesuai dengan harapan tapi jika yang Kuasa telah berkehendak maka apakah daya dan kita mau berbuat apa, karena semua sudah menjadi suratan dan ditakdirkanNya, kita hanyalah sebagai manusia biasa yang berusaha dan berikhtiar semampu jiwa menjalaninya. Apabila takdir sudah menentukan harus berpisah dengan orang – orang terkasih, tentu ini akan menjadi sebuah cobaan cukup berat, jika tidak bisa dengan lapang dada menerima kenyataan bahwa kadang – kadang menyalahkan yang Kuasa, tentu bukanlah cara benar. Semua seharusnya pasrahkan kepadaNya, karena jodoh, rizki maupun maut adalah atas kehendaknya.

Amin !

******************************

Jalinan pertemanan mereka harus segera berakhir karena liburan sekolah Anes sudah usai, mereka pun saling mengucapkan kata perpisahan di Bandara Swarnabhumi, saling berpelukan dengan hangat lalu Rio mencium pipi kanan dari Anes dan berjanji suatu hari nanti akan bertemu di Indonesia, Rio akan liburan ke kota Manado.(Nila)


Terima kasih telah membaca cerita cinta dan persahabatan. Semoga cerpen diatas dapat menghibur serta memberi inspirasi sekaligus motivasi bagi sobat pemirsa laman Bisfren sekalian. Semoga sukses senantiasa menyertai kita semua.

Dibagikan

Penulis :

Artikel terkait