Burung Walet #TentangWalet @Indonesia @Wikipedia

burung walet

Burung Walet adalah salah satu burung tercepat di dunia. Tubuhnya yang mungil dan sayap menyerupai pedang membuat walet mampu menebas langit bahkan menyelam di air dengan gerakan akrobatik mengagumkan. Di seluruh dunia terdapat sekitar 80 spesies walet yang berbeda. Mereka kebanyakan ditemukan di daerah tropis, tetapi dapat juga bisa ditemukan di tempat yang dingin seperti Alaska dan Siberia.

Kebanyakan walet berwarna coklat gelap atau hitam pekat. Memiliki kaki yang pendek dan cakar yang kuat. Burung ini menyukai tempat yang tinggi. Mengejar makanan, sebagian besar serangga, di udara, kawin dan mungkin juga tidur di langit. Kebanyakan walet tidak bisa hinggap di tanah terlalu lama.  Kaki mereka yang terlalu pendek membuat mereka sulit lepas landas seperti burung lain. Mereka lebih cenderung bertengger dan menjatuhkan diri untuk terbang. Beberapa spesies walet mengumpulkan ranting yang di petik saat terbang untuk membangun sarang.

Perilaku burung walet

Beberapa spesies berkumpul dalam satu koloni. Mereka memiliki kelompok terbang dan menggunakan vokalisasi suara serta pekik tajam pendek yang identik dengan kelompok mereka. Beberapa jenis walet bisa terbang dengan kecepatan 170 kilometer per jam, menjangkau 900 kilometer dalam sehari, sambil mengumpulkan dan makan serangga sepanjang jalan.

Burung walet kawin di udara dengan cara betina melipat saya sementara walet jantan berada dipunggungnya. Pasangan itu terbang bersama-sama dan kadang-kadang meluncur turun ratusan kaki menuju bumi, lalu menanjak naik sambil bercinta.

burung walet membuat sarang
Sarang burung walet

Walet seringkali mengumpulkan mangsa  yang mereka tangkap menjadi bola makanan, yang disebut bolus, untuk dibawa ke sarang mereka. Bola ini berisi kerumunan serangga seperti rayap, lalat, capung, kutu daun,  semut bersayap, lebah, dan serangga terbang lainnya.

Burung walet menyukai untuk bertengger di dalam gua-gua yang gelap total (tidak ada sinar sama sekali). Burung-burung ini menggunakan echo location seperti yang digunakan oleh kelelawar sebagai alat navigasi lingkungan sekitar. Burung Walet yang tidak menggunakan echo location biasanya bertengger di dekat pintu masuk gua di mana ada cukup cahaya untuk melihat.

Kecepatan Terbang Burung Walet

Perilaku walet yang makan, tidur dan kawin di udara telah dipelajari dengan radar oleh para ahli. Pengamatan juga menunjukkan bahwa mereka mempertahankan kecepatan rata-rata 20 mil per jam, secara berkala mengepak sayap untuk mempertahankan kecepatan dan ketinggian. Studi dalam terowongan angin menunjukkan bahwa kecepatan 20 mph memberikan burung walet keuntungan untuk meluncur maksimal dengan sedikit energi.
Kecepatan terbang tertinggi kebanyakan walet 100km/jam tetapi ada jenis tertentu yang mampu terbang hingga 170km/jam. Pada kecepatan tinggi mereka melipat saya kebelakang sejajar dengan tubuh mereka. Penelitian pada terowongan angin menunjukkan posisi ini membuat mereka bisa menghemat energi pada kecepatan diatas 60 km/jam.

sarang walet di tempat budi daya
budi daya burung walet

Ketika berputar, walet menurunkan kecepatan terbang hingga 32 km/jam dan menegangkan sayap untuk menjaga agar sayap tidak rusak akibat tekanan udara dan turbulen.

Saat ini para ilmuwan tengah mempelajari walet untuk pengembangan sayap pesawat karena walet tidak banyak mengepakkan sayap mereka ketika mereka meluncur atau menyelam. Sayap burung walet panjang, tipis, menyerupai pisau yang melengkung dan lancip pada ujungnya mirip sabit. Mereka mendapatkan tambahan manuver dengan memiliki proporsi yang luar biasa besar dari sayap mereka. Dengan mengubah “pergelangan tangan” sudut antara “tangan” dan tubuh depan, walet dapat memaksimalkan efisiensi mereka pada berbagai kecepatan.

Perburuan Sarang Burung Walet

Burung walet menarik perhatian karena sarangnya memiliki harga jual yang sangat tinggi. Sarang burung walet memiliki kelezatan dan digunakan untuk kesehatan, meremajakan kulit, memperbaiki pencernaan, memperpanjang usia dan sebagai afrodisiak di Asia, khususnya di China dan Hong Kong. Hal inilah yang menyebabkan banyak orang melakukan perburuan sarang burung walet yang banyak dijumpai di gua-gua karang tepi laut.

Namun permintaan yang tinggi tentu saja tidak bisa dipenuhi dengan suplai yang terbatas dari walet liar. Oleh karena itu banyak orang yang melakukan budi-daya burung walet dengan cara membuat rumah bagi walet untuk bersarang dan menetap.

Budi daya walet di Indonesia tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia. Besarnya pasokan yang bisa diberikan Indonesia ke pasar dunia mencapai 75% dari kebutuhan. Sedangkan sisanya dipasok oleh Vietnam, Malaysia, Cina Selatan, Myanmar, Thailand dan Filipina.

Dibagikan

Nissa Fatima

Penulis :

Artikel terkait

1 Comment

  1. Excellent pieces. Keep writing such kind of information on your site.

    Im really impressed by your blog.
    Hey there, You’ve performed an incredible job. I’ll definitely digg it
    and in my opinion suggest to my friends. I’m confident they’ll be benefited from this web site.