Cara Mengatur Kelembaban Sarang Walet @Budidaya Walet Indonesia

bangunan sarang budidaya burung walet

Walet adalah hewan senang bersarang di gua-gua lembab dengan sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali sinar matahari. Cara mengatur kelembaban sarang walet dibutuhkan oleh petani walet untuk menjaga agar walet mau bersarang dan kawin sehingga mereka memproduksi sarang, sebagai hasil dari budidaya burung walet.

Mengatur Kelembaban Sarang Walet

Cara paling sederhana untuk mengatur kelembaban sarang walet adalah dengan membuat kolam didalam bangunan dimana walet bersarang. Tanpa adanya kolam, sulit bagi petani untuk menjaga kelembaban diharapkan, sehingga bukan saja walet enggan kawin dan bertelur, bahkan walet tidak betah dan pindah ke sarang lain. Walet adalah hewan berkoloni. Jika satu atau beberapa walet pindah, besar kemungkinan seluruh walet akan pindah sehingga petani merugi.

Air merupakan hal terpenting untuk menjaga kelembaban kolam sarang walet, kelembaban tanpa air akan minim bahkan mungkin tidak ada kelembaban sama sekali, sesuatu dibenci walet, untuk bersarang. Semakin banyak air semakin tinggi kelembaban, sesuatu sangat disukai walet karena mereka membutuhkan kelembaban untuk membuat sarang.

Pada musim kawin, yaitu musim penghujan, walet akan membuat sarang dari liur sebagai tempat mereka meletakkan telur. Agar hasil yang didapat lebih baik, petani biasanya memanen sarang walet sebelum musim hujan tiba. Hal ini dimaksudkan agar walet membangun kembali sarang baru yang lebih tebal dan lebih sempurna dibanding sarang yang dibangun pada musim sebelumnya. Sarang walet memiliki banyak manfaat kesehatan sehingga harga sarang walet sangat mahal dan di eksport ke Cina untuk dijadikan sup sarang burung.

Cara Membuat Kolam Di Dalam Bangunan Sarang Walet

Kolam bisa dibuat dengan material apa saja yang penting bisa menampung cukup air dan meliputi area yang cukup dari bangunan sarang. Ada petani yang membuat secara permanen dengan membuat kolam kelembaban di lantai dengan cara di cor semen, namun untuk menghemat biaya dan memudahkan pemindahan, kolam sarang walet lebih banyak dibuat dengan menggunakan kayu dan plastik.

Sebuah kotak kayu berukuran 1 – 1.5 meter atau 2/3 dari luas lantai bangunan (Swiflet – Planet Earth), dibuat dengan menggunakan papan membentuk kolam yang dilapisi dengan terpal plastik kedap air. Semakin luas area kolam, semakin tinggi tingkat kelembaban yang dihasilkan.

Di Indonesia, pembuatan kolam pada sarang walet sangat diperlukan karena iklim tropis di negari ini lebih memudahkan dinding sarang menjadi panas dan kering sehingga membuat udara disekitar menjadi panas sehingga butuh kelembaban.

Mengatur Sirkulasi Air Kolam Bangunan Sarang Walet

Untuk menjamin ketersediaan air kolam mencukupi setiap saat, dibutuhkan pengontrolan secara berkala. Untuk memudahkan dan lebih meningkatkan kelembaban udara,  kedalam kolam buatan itu dialiri air yang berasal dari luar dengan menggunakan pipa paralon. Sebuah pompa yang diletakkan diluar bangunan digunakan untuk mengatur sirkulasi dan menjadi bak kontrol aliran serta ketersediaan air.

mengatur kelembaban sarang walet sirkulasi air kolam
Sirkulasi air untuk mengatur kelembaban sarang budidaya walet

Penempatan pompa diluar bangunan dimaksudkan untuk tidak membuat suara bising mesin yang mengganggu dan membuat burung walet tidak betah. Pada kolam bisa ditambahkan alat pembuat kabut air dan kipas dengan tingkat kebisingan rendah (low noise) untuk mengatur kelembaban sarang burung walet budidaya di ruang rumah bangunan walet.

Dibagikan

Nissa Fatima

Penulis :

Artikel terkait