Catatan Hati Jingga

cerpen penghianatan cinta

Catatan hati Jingga adalah tentang cerpen penghianatan cinta gadis bernama Jingga yang dihianati oleh kekasih karena sang pacar mendapat pacar baru. Karena tidak tega atau mungkin pengecut untuk memustuskan langsung, cowoknya tersebut berbohong dengan mengatakan sudah dijodohkan oleh orang tua. Bagaimana kisahnya ? simak pada cerita pendek berikut :

Cerpen Penghianatan Cinta – Catatan Hati Jingga

Siang itu sang mentari bersinar dengan teriknya, sesekali gadis yang baru tamat SMA itu menyeka dahinya yang berkeringat, sebut saja nama nya Jingga. Dia baru saja tamat SMA dan ingin sekali melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Negeri di Fakultas Ekonomi. Jingga berasal dari pedesaan, lahir di keluarga sederhana dari tiga bersaudara sebagai anak paling bungsu. Namun hanya dia yang Tamat SMA di banding dua kakaknya. Maka dia berangkat ke kota untuk menggapai impiannya menjadi seorang sarjana.

Hari pertama di kota sangat asing baginya. Hingar bingar kehidupan kota sangat jauh berbeda dengan desanya yang asri. Terik matahari membuatnya berhenti di sebuah warung untuk melepas dahaga dengan segelas es teh manis. Tiba-tiba seorang pemuda bernama Riyan mendekatinya. Mereka pun berkenalan dan Jingga menceritakan maksud dan tujuannya ke kota.

Pemuda yang baik hati itu menemani Jingga mulai dari mendaftar sampai duduk di bangku kuliah serta mencarikannya tempat kos. Ternyata Riyan adalah mahasiswa di Fakultas Hukum semester lima. Keakraban itu membuahkan rasa cinta diantara Jingga dan Riyan, mereka akhirnya jadian.

Masa sih pacar gak dikasi tau mau wisuda ?

Dua tahun berlalu, akhirnya Riyan di wisuda menjadi sarjana Strata Satu Hukum Perdata. Namun betapa kecewanya Jingga karena saat pelantikan Sarjana, Riyan tidak memberitahu Jingga apalagi mengundang ke acara wisudanya itu. Jingga tahu setelah ditelpon temannya Riyan bahwa hari ini hari wisudanya Riyan. Dalam hati Jingga berkata “Pantasan dari tadi telpon aku nggak dijawab”. Sedih bercampur kecewa dirasakannya saat itu, padahal yang nolongin bikin skripsi Riyan itu Jingga.

Di sore hari nya Riyan baru memberitahu Jingga bahwa dia tadi wisuda. Dia tidak mengajak Jingga karena lokasi wisudanya di kampus pusat, butuh dua jam perjalanan untuk kesana. Jingga yang berbeda kampus dengan Riyan tidak mengetahui itu. Akhirnya Jingga bisa mencoba untuk mengerti dan menerima penjelasan Riyan.

Usai wisuda Riyan melanjutkan sekolahnya ke jenjang S2 di kota yang berbeda. Sejak saat itu Jingga mulai menyadari perubahan Riyan pada dirinya. Dulu selalu dia ngasih perhatian sama Jingga namun sekarang terlihat cuek aja. Mereka bertemu satu kali seminggu, padahal biasanya tiap hari mereka selalu bersama-sama.

Empat tahun jadian, udah dikenalin ke keluarga, tapi …

Tanpa terasa sudah empat tahun mereka pacaran. Akhirnya Jingga pun di wisuda, dia mengajak Riyan sebagai pasangan wisuda (PW). Saat itu Riyan untuk sekian kalinya bertemu dengan keluarga Jingga, Jingga pun merasa bahagia sekali saat itu. Riyan memberi hadiah seikat bunga mawar dan foto bersama adalah kenangan terindah bagi Jingga. Meski Jingga sudah mengenalkan Riyan pada keluarganya. Namun, Riyan sama sekali tidak mengenalkan Jingga pada keluarganya. Mungkin Riyan takut orang tuanya tidak bisa menerima Jingga yang hanya berasal dari keluarga biasa saja, sedangkan dia adalah anak orang berada.

Keadaannya sangat berbeda tiga minggu kemudian, tawa berubah airmata kesedihan dimana waktu itu sekitar jam 11 malam Riyan menelpon Jingga. Dia mengatakan bahwa dirinya sudah dijodohkan dengan gadis pilihan neneknya dan dia ingin bertemu Jingga untuk menjelaskan alasan sekaligus menjadi pertemuan yang terakhir nantinya. Hati Jingga terasa teriris sembilu, sampai pagi matanya tak bisa dipejamkan karena air mata selalu menghiasi pipinya.

Tiga hari kemudian Riyan pun menjemput Jingga ke tempat kos nya dan mereka duduk di sebuah kafe. Riyan mengatakan bahwa hubungan mereka tidak bisa dilanjutkan lagi sekaligus itu pertemuan yang terakhir kalinya bagi mereka yang telah berpacaran enam tahun lamanya.

Quotes kata bijak : Memutuskan pacar dengan berbohong mengatakan sudah dijodohkan orang tua, dosanya dua kali. Pertama dosa berbohong pada pacar, kedua doa memfitnah orang tua.

Belum yakin sebenarnya, tapi mau gimana lagi. Yuk Move On aja !

Sepulangnya dari sana, Jingga belum yakin bahwa Riyan benar-benar telah meninggalkan dirinya, menghianati semua janji-janjinya dulu. Kurang lebih satu bulan tidak ada komunikasi antara Jingga dan Riyan. Hari-hari Jingga larut dalam kesedihan, cowok yang dikenalnya sangat baik, tega mengoreskan tinta hitam dalam hidupnya. Meski belum bisa menerima kenyataan, Jingga berusaha untuk bersabar dan tabah. Sampai akhirnya dia merasa harus move on dan kini dia sudah tidak menangis lagi.

Suatu hari HP Jingga berbunyi, ternyata yang memanggil salah satu teman yang sekampus Riyan bernama Cika. Dia memberitahu bahwa Riyan kecelakaan dan meninggal. Dia menyuruh datang ke rumah Riyan karena akan di makamkan sore itu. Jingga kaget mendengar hal tersebut. Baginya serasa bagaikan mimpi. Tapi cinta Jingga kepada Riyan sudah sirna. Setetes air mata pun tak bisa keluar dari matanya.

Ooo .. ternyata dia selingkuh. Punya gebetan lain. Tapi sudah mati, mungkin itu takdir atau balasan buat penghianat cinta

Beberapa hari kemudian fakta pun terkuak, ternyata Riyan telah berselingkuh dengan seorang gadis yang mungkin sepadan dengan keluarganya yang berada. Riyan baru mengenal gadis itu enam bulan lalu dan mereka memutuskan untuk bertunangan. Mereka berencana menikah dengan segera. Itulah sebabnya Riyan meninggalkan Jingga dengan alasan dijodohkan sama keluarganya. Dan diapun mengatakan tak bisa mengelak lagi dengan keputusan keluarganya itu, supaya Jingga tidak merasa sakit hati diputuskan setelah sekian tahun bersama.

Namun, taqdir Riyan berbeda dengan yang diinginkannya. Dua puluh hari menjelang hari pernikahannya dengan gadis, dia mengalami kecelakaan sehingga nyawanya kembali ke sang Pencipta detik itu juga.

Kini cinta Jingga telah terkubur bersama jasadnya Riyan. Walaupun dikhianati oleh laki-laki yang disayanginya itu, namun Jingga tetap memaafkan dan menyimpan rapi kenangan indah yang dilalui bersama Riyan. Karena Jingga yakin akan ada laki-laki lain yang mencintainya lebih tulus daripada Riyan.


Terima kasih telah membaca cerpen penghianatan cinta. Semoga cerita pendek diatas dapat menghibur dan bermanfaat bagi sobat Bisfren semua. Tetaplah optimis dan semangat dalam menjalani hidup, selalu berpikir positif dan jadikan segala peristiwa sebagai sumber inspirasi dan motivasi dalam berkarya. Salam sukses selalu

Dibagikan

Penulis :

Artikel terkait