Cerita Cinta Di UNJKT

cerita cinta mimpi menjadi nyata di UNJKT

Cerita Cinta Di UNJKT adalah cerita mimpi menjadi nyata seorang mahasiswi dengan kakak kelas. Sebelumnya tak pernah ada rasa, namun sebuah mimpi ternyata membawa kabar baik baginya. Bagaimana kisah mereka, silahkan simak pada cerpen berikut.

Cerita Cinta Mimpi Menjadi Nyata Di UNJKT

Sebuah mimpi telah membangunkan Rhia dari tidur begitu nyenyaknya. Hal yang selama ini nggak pernah dibayangkannya datang dalam mimpinya. Perlahan Rhia segera bangun dari ranjangnya empuk lalu dilihatnya jam diatas meja samping tempat tidurnya. Rhia heran ketika dilihatnya jam masih menunjukkan pukul lima pagi. Itu adalah pertama kalinya bagi Rhia  bangun terlalu pagi karena biasaya Rhia selalu bangun kesiangan.

Mimpi yang membangunkannya tadi teringat kembali. Dalam mimpinya Rhia ditembak oleh kakak seniornya, namanya Val. Rasanya sangat mustahil bagi Rhia. Bagaimana tidak ? Hubungannya dengan kakak seniornya sangatlah jauh, bahkan sama sekali nggak pernah tegur sapa. Tapi kenapa mimpi itu datang padanya. Entah apa arti mimpi ditembak kakak senior bagi dirinya. Setelah beberapa saat melamun Rhia segera bergegas ke kamar mandinya.

Seperti biasanya Rhia selalu naik bus ke kampus. Begitu naik bus Rhia nggak sengaja duduk disamping Kiky, Rhia heran melihat Kiky naik bus. Karena penasaran Rhia menyempatkan diri untuk bertanya “kak Kiky kok tumben naik bus, padahal di kampus kan kakak terkenal cowok paling kaya” Tanya Rhia dengan lembut. Kiky tersenyum “Aku ingin seperti kamu Rhia” jawab Kiky. “Hah.. seperti aku ?” Tanya Rhia dengan kening berkerut. Kiky pun mengangguk “aku hanya ingin merasakan hidup dalam kesederhanaan seperti kamu”. Rhia tersenyum saja mendengar jawaban simple itu. Dulu, ketika pertama kali menginjakkan kaki di UNJKT Rhia memang pernah naksir sama Kiky, tapi lama-kelamaan perasaan cinta hilang sendirinya ketika mengetahui  Kiky sudah punya pacar.

Jadi pusat perhatian di kampus

Lima belas kemudian bus tiba di depan UNJKT,  Rhia dan Kiky segera turun. Semua mata tertuju pada mereka. Nggak biasanya Kiky beriringan jalan bersama Rhia. Tiba-tiba dari belakang Val memanggil Kiky. Kiky dan Rhia segera menghentikan langkahnya. Perasaan Rhia jadi nggak karuan ketika mengingat kembali mimpinya bersama Val. Nggak disangka pagi itu dirinya langsung bertemu dengan Val. Sepertinya ada hal akan disampaikan Val pada Kiky. Rhia mengerti maka dia segera meninggalkan mereka.

“Ada apa val ? Sepertinya ada hal serius mau kamu bicarakan” Tanya Kiky dengan penasaran.  “Iya Ky, aku mau bicara soal Rhia” jawab Val. “Soal Rhia ? Kok tumben mau ngomongin Rhia” Tanya Kiky dengan tambah penasaran, ”Ky, gimana kalo kita ngomongin di kelas saja, nggak enak kalo didengar sama anak lain”. Kiky pun mengangguk, kemudian mereka segera meninggalkan tempat tersebut.

Sementara dikelasnya Rhia terlihat begitu resah, sejuta pertanyaan tentang Val  menghantui pikirannya, kira-kira apa yang akan diomongin Val pada Kiky, apakah Val mengalami mimpi yang sama seperti yang dialaminya, atau mungkin Val memang sudah memiliki rasa padanya dan meminta bantuan Kiky??? Tiba-tiba ada sesorang yang menutup mata Rhia dari belakang, Rhia tau sekali itu tangan siapa, ya,,, siapa lagi kalo bukan Melda???? Melda adalah teman Rhia yang paling dekat, yang sangat mengerti dan memahami Rhia. Melda kemudian melepas tangannya, dilihatnya wajah temannya itu terlihat resah, Rhia selalu mempercayai  Melda, apapun yang dialaminya orang yang pertama kali diberi taunya adalah Melda. Tanpa pikir panjang Rhia segera berbagi cerita pada sahabat karibnya itu.

Tak disangka-sangka, pulang kuliah Val memaksa mengantar pulang. Ada bonus ditembak pula… Waaah sepertinya mimpi jadi kenyataan

Katakan cinta
Ditembak cowok cakep (@ Youtube)

Saat jam kuliah sudah selesai, Rhia berjalan menuju halte nggak jauh dari kampusnya. Tiba-tiba sebuah mobil berhenti, ternyata itu adalah Val. Val segera turun menemui Rhia “kamu mau pulang ?” Tanya Val. Rhia hanya mengangguk. ”hmmm, , , boleh aku antar ?” Mata Rhia langsung terbelalak sambil menatap Val. Untuk pertama kalinya Val menawarkannya  pulang bareng. Apakah mimpinya semalam akan jadi nyata ?. Sebenarnya Rhia masih ragu untuk menerima tawaran Val, tapi karena terus memaksa, akhirnya dia menerima tawaran Val.

Selama berada dalam mobil Val, Rhia hanya diam membisu tidak tahu mau ngomong apa. “Sebenarnya aku udah lama ngincarin kamu Rhia, tapi belum ada waktu pas buat ngomongin ini sama kamu” ucap Val memecah keheningan. Rhia tidak terlalu menanggapi ucapan Val mungkin saja Val hanya bercanda. Rasanya sangat mustahil bagi Rhia untuk menerima itu semua. Rhia hanya seorang gadis berasal dari kampung. Sementara Val, mereka ibarat bumi dan langit.

Rhia tetap diam membisu, hingga kemudian Val kembali berkata “aku nggak minta kamu jawab sekarang Rhia, yang penting aku udah ngungkapin isi hati aku ke kamu” Rhia tetap diam tanpa berkata sepatah kata pun, bagaimana mungkin cowok seperti Val bisa jatuh cinta sama Rhia.

Masih bingung, mimpi  atau kenyataan

Bingung mimpi jadi nyata
Mimpi atau kenyataan (@ makingadreamcometrue.org)

Lima belas menit kemudian Rhia tiba dirumahnya. Begitu berada dalam kamar Rhia langsung membaringkan tubuhnya di atas tempat tidurnya. Perkataan Val masih terngiang di telinganya. Nggak disangka mimpi semalam sekarang jadi kenyataan. Tapi Rhia masih bingung, entah apa harus dijawabnya. Karena selama ini Val memang tak pernah ada dalam pikirannya. Sambil memikirkan hal tersebut, Rhia akhirnya tertidur dengan sendirinya.

Sore harinya Melda mendatangi rumah kontrakan Rhia. Begitu dilihatnya pintu rumah Rhia nggak dikunci, Melda langsung masuk menemui Rhia dikamar. Dilihatnya Rhia sedang tidur nyenyak di atas tempat tidur. Melda segera membangunkan sahabat karibnya. Dengan kondisi masih uring-uringan Rhia terpaksa bangun dari tidurnya “Melda… ada apa ? Tumben sore-sore kamu datang kesini ?” Tanya Rhia sambil menguap. “Udah.. nggak usah banyak tanya, mending sekarang kamu mandi, karena kita bakalan pergi ke suatu tempat. Ayo buruan mandi !” jawab Melda penuh semangat. Dalam kondisi masih uring-uringan Rhia segera bergegas ke kamar mandinya.

Sambil tidur-tiduran di tempat tidurnya, secara nggak sengaja Melda menemukan sebuah diary disamping bantal Rhia. Berhubung Rhia masih dikamar mandi, Melda membaca diary sahabat tersebut beberapa saat. Melda tampak begitu serius membaca diary milik Rhia, tapi sayang tak semua halaman bisa dibacanya karena tiba-tiba Rhia keluar dari kamar mandi. Secepatnya Melda meletakkan kembali diary pada ditempatnya.

Ternyata Melda mau comblangin Rhia dengan Val tapi dari diary dia tahu Rhia pernah naksir Kiky

Mungkin tidak semua halaman bisa dibaca Melda tapi setidaknya Melda menangkap inti dari diary itu. Entah apa ada dalam fikiran Melda, dia teringat ketika membaca halaman ketiga pada diary sahabatnya. Dimana pada halaman tersebut jelas bahwa Rhia mengungkapkan perasaannya pada Kiky. Tapi di halaman kelima, Rhia mengungkapkan rasa kecewa ketika diketahuinya Kiky sudah pacar. Lalu bagaimana sekarang ? Apakah Rhia masih memiliki rasa terhadap Kiky. Pertanyaan itu muncul dalam pikiran Melda. Tidak ! Aku tidak boleh berfikir seperti itu. Mungkin saja Rhia sudah melupakan perasaannya pada Kiky. Sekarang diriku harus tetap pada tujuan awalku untuk membantu kak Val mendapatkan cintanya Rhia. Ucap Melda dalam hati sambil memerhatikan Rhia memilih baju akan dipakainya nanti.

Hampir semua baju dicoba oleh Rhia. Tapi Melda mengatakan belum cocok untuk dipakainya nanti malam. Rhia sempat lelah memilih baju akan dikenakan. Sampai pada akhirnya Rhia mengeluarkan sebuah gaun yang belum pernah dipakainya sama sekali. Gaun itupun dicoba oleh Rhia. Terserah apa kata Melda, yang penting akan aku tetap menggenakan gaun ini, ucap Rhia dalam hati. Ternyata Melda tak memberikan komentar apa-apa pada gaun pilihannya karena bagi gaun tersebut terlihat begitu cocok dipakai Rhia.

Selesai pemilihan gaun, Rhia mengeluarkan berbagai macam jenis sepatu dari lemarinya. Mungkin orang-orang menganggap Rhia gadis kampung, tapi caranya berdandan melebihi orang-orang kaya di kampusnya. Selesai dandan, Melda segera membawa Rhia ketempat yang dimaksudnya.

Diajak ke tempat romantis oleh Melda, ternyata sudah dipersiapkan oleh Val

cerita mimpi menjadi nyata di taman
Taman Romantis (@ Pixabay)

Sebuah taman indah dipenuhi oleh banyak bunga dan banyak lilin tersusun rapi membentuk bacaan I LOVE YOU. Ditengah-tengah taman terlihat sebuah kolam dengan air mancur jernih. Tempat tersebut memang biasa dikunjungi oleh Rhia, tapi pertanyaannya adalah siapa merias taman tersebut sehingga menjadi sebuah tempat sama sekali nggak pernah dibayangkannya.

“Gimana, kamu suka kan tempatnya ?” Tanya Melda, “Aku suka Mel, tapi siapa yang merias taman seindah ini ?” jawab Rhia. “Kalau kamu mau tau coba liat ke samping kanan kamu”. Rhia kaget bukan main ketika dilihatnya Val tengah berjalan perlahan menuju tempatnya berdiri. Timbul pertanyaan di pikiran Rhia, apa maksud Val dengan semua ini ? Apakah Val benar-benar mengharap cinta nya ? atau Val punya maksud lain.

Begitu Val tiba di dekatnya Rhia hanya diam terpaku sambil menatap Val dengan serius. Saat Val tersenyum Rhia hanya membalas dengan senyuman kecut. Entah apa dalam pikiran Rhia saat Val tersenyum padanya.

“Aku sengaja mempersiapkan semua untuk kamu Rhia, karena aku benaran ingin serius sama kamu. Aku ingin kamu menjadi pacarku. Mungkin selama ini kamu mengira diriku cuek sama kamu. Tapi apa kamu tau, kalau sebenarnya diriku sangat ingin mendekati kamu”, ucap Val memecah kebisuan diantara mereka. Rhia tak bisa berkata apa-apa ketika Val mengungkapkan isi hatinya di depan sahabatnya.

“Kenapa kamu diam ? Aku ingin dengar jawaban darimu” Tanya Val kembali  “Jujur ..!!! hatiku suka dengan semua ini, aku nggak nyangka ternyata kakak orang romantis. Tapi  maafin aku kak, saat ini aku nggak tau mau jawab apa. Aku bingung pada perasaan ku sendiri.  Aku butuh waktu kak”. Untungnya Val masih bisa mengerti perasaan Rhia. Dia tidak memaksakan kehendak agar Rhia memberikan jawaban segera.

Belum bisa memberi jawaban, tapi kenapa ada Kiky disini ?

Tiba-tiba saja mata Rhia tertuju pada sebuah sosok tidak jauh dari tempatnya berdiri. Sosok cowok yang dulu pernah disukainya. Siapa lagi kalau bukan Kiky. Rhia seperti melihat raut kecemburuan pada wajahnya Kiky. Apakah Kiky juga menyukainya ? Tapi sungguh mustahil. Bukannya kak Kiky sudah punya pacar, ujar Rhia dalam hati.

Karena Rhia terus memandang ke arah Kiky Melda segera meninggalkan Rhia dan Val disana berdua. Karena tidak ingin lama-lama berdiri, Val mengajak Rhia untuk menikmati makan malam di tengah-tengah taman. Rhia terlihat ling-lung berduaan dengan Val. Karena yang ada dipikirannya saat itu adalah Melda dan Kiky. Kira-kira mereka pergi kemana ? Pertanyaan tersebut muncul di kepala Rhia.

Konflik cinta segitiga kah ?

Waktu terus berjalan. Nggak terasa tiga hari sudah Val menunggu jawaban dari Rhia. Tapi sepertinya Rhia masih belum memberikan respon. Hari itu Val bermaksud hendak mencari Rhia di kelasnya, tapi ketika melewati kantin, Val tak sengaja melihat Rhia bersama Kiky. Dengan rasa marah bercampur cemburu Val langsung menemui Kiky. Kiky berusaha menjelaskan semuanya pada Val, tapi Val tak mau mendengarkan apa-apa dari Kiky karena apa yang dilihatnya sudah menunjukkan bahwa Kiky juga menyukai Rhia. Tak disangka Kiky adalah temen penghianat yang selalu dipercayainya.

Tanpa berkata apa-apa Val langsung meninggalkan kantin. Rhia bermaksud mengejar Val, tapi ketika Rhia ingin pergi, Kiky menahan tangannya. Rhia tidak tahu harus ngapain lagi, mau nggak mau dia harus tetap disana.

Val memutuskan untuk tidak masuk kuliah hari itu. Ketika Val ingin masuk mobilnya, Melda memanggil karena ada sesuatu hendak diberikannya. Melda kemudian mengeluarkan sebuah diary dari tasnya. Diary tersebut adalah miliknya Rhia yang kemarin sempat diambil oleh Melda. Melda memberikan diary tersebut kepada Val.

Cemburu, marah bikin hilang konsentrasi, gagal fokus, akhirnya kecelakaan

Karena tidak ada lagi yang ingin dibicarakan, Val langsung masuk mobilnya meninggalkan Melda. Val mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi tanpa memperdulikan keadaan sekelilingnya. Dalam pikirannya adalah Rhia, Rhia dan Rhia. Belum lagi ketika teringat kejadian tadi di kantin saat Kiky bersama Rhia. Kenapa Kiky tega melakukan ini semua padanya. Itulah yang muncul dipikiran Val. Karena penuh amarah tidak terkendali, Val terus mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi  hingga beberapa menit kemudian… brukk !!!! Mobil Val menabrak sebuah pohon. Malang memang tidak bisa untuk dihindarkan, itulah yang terjadi pada Val.

Mau memberi kabar kecelakaan tapi orangnya tidak ada

Sementara di kampus, ketika Kiky sedang mengikuti pelajaran Mr. Jame dia mendapatkan SMS dari adiknya Val, memberitahukan berita buruk menimpa Val. Semua yang berada di kelas terlihat kaget ketika Kiky memberikan kabar duka tersebut. Lalu bagaimana dengan Rhia ? Apakah dia sudah tahu ? tanpa pikir panjang Kiky langsung keluar dari kelas bermaksud menemui Rhia. Tapi ketika tiba di kelas semester 1, dilihatnya tidak ada satu orang pun disana. Kemana anak-anak semester 1 ? Dan kemana Rhia ? Kiky langsung pergi mencari ketempat parkiran, mungkin saja Rhia ada disana ? Tapi nyatanya Rhia tidak ada disana.

Karena Rhia tidak berada di kampus, Kiky memutuskan untuk meninggalkan kampus lalu pergi ke rumah sakit. Setengah jam kemudian Kiky pun tiba dirumah sakit tepatnya di depan ruang UGD. Dilihatnya disana Resty adiknya Val sedang menunggu dokter keluar dari ruang UGD. Sementara duduk disampingnya Resty, hei..!!! itu adalah Rhia. Bagaimana Rhia lebih dulu mengetahui hal ini. Apa sebenarnya yang terjadi ? tanya Kiky dalam hati. Karena penasaran Kiky pun bertanya “Kenapa kamu bisa duluan sampai disini Rhi, padahal tadi aku baru aja mau ngasih tau kamu”. “Aku lebih dulu memberi tahu kak Rhia kak, karena aku menemukan diary kak Rhia dalam tas kak Val” pertanyaan Kiky langsung dijawab oleh Resty.

Kenapa buku diarynya bisa berada ditangan Val ?

Rhia sendiri masih heran dan bertanya-tanya kenapa diary miliknya bisa berada pada Val ? Apa mungkin semua ulahnya Melda ? Iya ! Pasti Melda, karena semalam Melda menginap di rumahnya. Tapi apa maksud Melda memberikannya diary-nya pada Val ? Apa mungkin Melda sudah membaca isi diary lalu memberi tahukan pada Val. Karena dalam diary Rhia menjelaskan tentang perasaan ketika pertama kali datang ke kampus UNJKT.

Entahlah… sulit untuk diungkapkan oleh Rhia. Tapi, kemana Melda ? Bukankah tadi Melda ikut bersamanya ke rumah sakit. Lalu kemana dia sekarang ? Apa dia sengaja menghilang untuk menutupi kesalahan ? Sudahlah, tidak usah terlalu di pikirkan. Toh, nanti juga datang dengan sendirinya, ucap Rhia dalam hati.

Luka akibat kecelakaan cukup serius, Val mengalami patah kaki

cemburu bikin gagal fokus akhirnya kecelakan
Patah kaki (@ Pinterest)

Nggak lama kemudian dokter pun keluar dari ruang UGD, luka Val cukup serius karena tulang kaki kanannya patah. Tapi menurut dokter Anton, cepat atau lambat akan sembuh. Begitu Val sudah dipindahkan ke ruang rawat, Rhia, Kiky, dan juga Resty langsung menemuinya. Melihat keadaan Val yang masih tertidur nggak disangka mengalir darah tak berwarna di pipi Rhia.

Rhia menjelaskan apa yang tadi dilihat oleh Val sewaktu di kantin tadi siang hanyalah salah paham. Karena antara Kiky dan Rhia tidak ada hubungan apa-apa. Tapi apakah Val mendengar semua penjelasannya, sementara Val masih tertidur. “Kak Val, kakak harus bangun, kakak harus tahu gimana perasaanku sama kakak. Aku nggak ingin kehilangan kakak, aku sayang sama kakak. kumohon kakak cepat bangun ! Aku nggak ingin melihat kakak terbaring seperti ini terus. Kakak bangun ya” ucap Rhia sambil menangis sehingga membuat Kiky dan Resty jadi terharu.

Sepertinya Rhia mulai menunjukkan rasa sayangnya pada Val. Mungkin saja Val sudah ditakdirkan untuk dicintai oleh Rhia. Tapi bagaimana dengan Val ? Apakah dia bisa menerima Rhia setelah terjadi salah paham di kantin tadi siang ? Ya, mungkin saja Val masih diselimuti rasa cemburu karena mengira Kiky menyukai Rhia.

Kiky suka pada Rhia, tapi Rhia sudah tidak ada rasa pada Kiky

Sebenarnya Kiky memang menaruh hati pada Rhia, terutama setelah mengetahui bahwa Rita pacarnya pergi meninggalkannya. Tapi semua sudah terlambat. Rasa suka Rhia terhadap Kiky sudah tidak ada lagi. Semuanya sudah hilang. Kiky bisa memahami perasaan pasangan saat Rhia mencurahkan seluruh isi hatinya pada Kiky di kantin tadi pagi. Dari situlah Kiky mengetahui bagaimana perasaan Rhia pada Val.

Akhirnya Val sadar

Dua hari kemudian Val sudah mulai sadar. Dilihatnya tidak ada satu orangpun dalam ruangan selain sosok gadis tertidur disampingnya. Val sangat mengenal gadis itu. Ya, siapa lagi kalau bukan Rhia. Val sangat mengharapkan Rhia lah yang berada di sampingnya ketika pertama kali membuka mata. Dan keinginan Val pun terwujud. Selama tiga hari Rhia menemani Val di rumah sakit.

Rhia terbangun ketika tangan Val menyentuh rambutnya. Rhia benar-benar senang ketika Val sudah membuka matanya kembali. “Kak, semua yang kakak lihat itu nggak seperti apa yang kakak bayangkan. Aku sama kak Kiky nggak ada hubungan apa-apa. Diriku cuma curhat sama kak Kiky tentang perasaanku pada kakak. Hatiku sayang sama kakak. Tapi aku belum bisa bilang karna takut orang tua kakak nggak menyetujui hubungan kita” ucapnya menjelaskan.

Meskipun belum bisa berkata banyak, tapi sepertinya Val mengerti apa yang dikatakan Rhia. Perlahan tangannya memegang tangan Rhia lalu mengatakan bahwa dia sangat mencintai Rhia. Rhia tersenyum sambil meneteskan air mata (baca juga mata kering). Sementara dari luar terlihat Kiky memperhatikan mereka. Rasa kecewa masih ada dalam hati Kiky, tapi Kiky bisa mengerti. Mungkin cinta Rhia memang bukan untuknya.

Beberapa hari kemudian Val kembali masuk kampus. Meskipun kakinya belum sembuh tapi Val bisa menggunakan tongkat didampingi oleh Rhia. Semua mata tertuju pada mereka. Seakan – akan mereka tak percaya gadis kampung bisa mendapatkan cinta Val. Ketika tiba di koridor kampus, mereka bertemu dengan Kiky dan Melda. Melda meminta maaf karena telah mengambil diary milik Rhia. Rhia memaafkan Melda dan menganggapnya tidak ada masalah. Lagipula cuma sebuah diary. Yang penting sekarang Rhia sudah mendapatkan cintanya Val.

Kebahagiaan kini telah menyelimuti Rhia. Dia mendapatkan cinta Val dari sebuah mimpi yang pernah menganggu tidurnya. Sejak itu Rhia percaya bahwa mimpi pada jam 5 pagi kemungkinan bisa jadi kenyataan.

Dibagikan

Penulis :

Artikel terkait