Cerpen Cinta Segi Tiga Suratan Karma

cerpen cinta segi tiga suratan karma

Suratan Karma adalah cerpen cinta segi tiga hubungan seorang cewek petualang diantara dua lelaki yang unik penuh kejutan. Jika sebelumnya dia selalu menolak cowok buat serius, kni dia merasa jatuh cinta, tapi si cowok menolak hubungan serius. Kenapa ? simak cerita pendek berikut.

Cerita cinta segi tiga Karma

Pelayan kafe tempat kami biasa berkumpul mulai mengangkat dan membenahi gelas-gelas, cangkir dan piring kotor yang disisakan oleh para pengunjung. Itu tandanya malam sudah larut.  Saat ini hampir pukul 1 dini hari daan kafe akan segera ditutup.

Bram tetap pada posisinya duduk sejak dua jam lalu. Kepalanya menunduk menekuni layar smartphone-nya. Seakan dia mengabaikan keberadaanku di depannya. Bibirku hanya tersenyum tipis tiap kali pelayan kafe itu menatapku lalu tersenyum padaku (baca cerpen cinta segi tiga sedih Janji setia).

“Aku pulang duluan ya !” ujarku akhirnya. Kulirik jam tangan pada pergelangan tangan kiriku. Bram mengangkat wajahnya. Memandangku dengan tatapan aneh.  “Kok pulang ?”. Ku angkat bahuku. “Hari sudah mau pagi. Besok ada meeting jam 9” kilahku.

Bram hanya mengangguk-anggukan kepalanya. Tidak ada sepatah kata terucap dari mulutnya.  Hanya matanya memperhatikan gerak-gerikku dengan mulut tertutup setelah perselisihan kami yang berakhir dengan kebisuan.

Tubuhku melenggang meninggalkannya yang masih betah duduk sambil memainkan ponselnya. Masih ada empat pengunjung tersisa disana, termasuk Bram. Tapi aku tak mau mempedulikannya. Buat apa diam membisu, sementara diriku bisa pulang dan tidur di rumah.

Makan siang bareng Denis

cerpen sedih makan soto di kantin
Makan soto di kantin

“Mau makan siang bareng nggak?” terdengar suara Denis dari belakang partisi di depanku. Dia adalah salah satu staf pada divisi kerja yang sama di kantorku. Kepalaku mengangguk, kemudian membereskan kertas-kertas di atas mejaku.

“Mau makan siang dimana kita ?” tanyaku saat kami menunggu pintu lift terbuka.

“Di kantin saja mau nggak ? Aku ingin makan soto.”

“Oke. Boleh juga” Jawabku (Baca juga cerpen cinta segi tiga mengharukan Goresan luka).

Kami memang kerap makan siang bersama. Selain karena hanya dia yang ngobrolnya nyambung denganku, kantor tempatku bekerja memang kekurangan pegawai wanita. Bahkan dalam divisiku, hanya ada dua perempuan, aku dan Bu Faisa saja. Sisanya semua laki-laki.

“Nis !” aku membuka suara saat dia menyerahkan pesanan kami.

“Mau curhat ?” tebaknya. kepalaku mengangguk.

“Kenapa ?”

Kenapa manusia harus jatuh cinta ?” tanyaku perlahan. Kening Denis mengernyit. Baiklah, pertanyaanku pasti terdengar bodoh ditelinganya. “Sudah bukan rahasia kan kalau gue cewek kasual, suka gonta-ganti pasangan. Bahkan bisa dibilang gak pernah punya hubungan yang jelas. Semua laki-laki yang dekat denganku semua sekedar fuckbuddy.”

“Terus masalahnya apa ?” Denis menyeruput es teh manis yang baru diantarkan.

“Gue sekarang lagi dekat sama Bram. Lo tahu, kan ?”

“Oh, designer grafis di kantor advertising yang pernah kerja sama dengan kantor kita dulu ?”. Aku mengangguk. Memang, hubungan dengan Bram diawali hubungan kerja hingga berlanjut ke ranjang. Jangan salahkan diriku yang tidak tahan dengan pesona seorang Bram. Terlebih wajah tirus dan dada bidangnya yang jadi favorit buat cuci mata.

“Emm, aku rasa, aku jatuh cinta sama dia,” ujarku perlahan, hampir tidak terdengar. Tapi raut muka Denis tampak terkejut, membuatku yakin kalau dia mendengarnya meski mulutku mengucapkannya perlahan.

“Seorang Elsa jatuh cinta ? Abis mabuk apaan lo ?” tanya Denis sambil tertawa mengekeh. Kujatuhkan bahu, menyandarkan punggungku pada sandaran kursi.

Parah, jatuh cinta dari selangkangan naik ke hati

“Kalau orang lain, jatuh cinta dari mata turun ke hati. Kenapa gue malah jatuh cinta dari selangkangan naik ke hati, ya ?” gumamku seakan bicara sendiri sehingga membuat Denis sontak tertawa keras.

“Sudah waktunya lo berhenti mungkin,” sahutnya. Mataku menerawang. Sudah gak terhitung berapa laki-laki terlibat cinta satu malam denganku. Dan entah sudah berapa lelaki aku tolak lamarannya hanya karena mereka mengharapkan status lebih dari sekedar fuckbuddy.

“Masalahnya Nis,” kutahan sebentar bicaraku. Kuraih gelasku lalu meminum isinya hingga tersisa separuh. Sementara Denis penasaran memandangku, menungguku melanjutkan dengan dahi mengernyit.

“Masalahnya dia udah punya pacar” lanjutku. “Dia menolak hubungan lebih serius denganku. Gila kan ! Elsa ditolak dengan cara begini !” kataku berapi-api sedikit emosi (cerpen cinta segi tiga sangat sedih Cinta harus memilih).

“Karma itu ada Sa !” ujar Denis. Suaranya datar dan dingin. Aku baru saja ingin menyanggahnya namun dua mangkok soto dihidangkan di hadapan kami. Anak pemilik kantin yang mengantarkan lengkap dengan senyum manisnya, mempersilahkan kami menyantap soto hidangannya. Kepalaku mengangguk dan tersenyum, mengucapkan terima kasih.

Seminggu setelah makan siang, Denis Resign

Satu minggu setelah makan siang dengan Denis di kantin, sebuah kabar mengagetkan datang dari Denis. Dia resmi mengundurkan diri dari kantor. Tidak ada alasan jelas mengapa dia mengundurkan diri, dan meninggalkanku dengan sebuah tanda tanya besar di kepala. Masalahnya, sejak makan siang minggu lalu, dia bersikap aneh dan terkesan bersikap lebih tertutup.

“Elsa” Ku dengar namaku dipanggil membuat kepalaku reflek menengok. Hatiku terkejut juga melihat Lita, ditangannya memegang secangkir teh panas.

“Ada apa, Lit ?” Tanyaku.  Lita tersenyum. Senyumnya membuatku muak melihatnya. Tapi sedapat mungkin tidak kupasang wajah sinis kepadanya. Siapa sih tidak kenal Lita ? Perempuan penyebar gosip murahan paling populer disini. Meski sebagian besar pegawai adalah lelaki, tapi sering juga mereka bergosip seperti perempuan.

“Lo mau tahu nggak kenapa Denis berhenti ?” tanya Lita dengan senyum dibuat-buat yang semenjak tadi masih bertahan di bibirnya. Kepalaku menggeleng. Mana aku tahu alasan Denis keluar. Gak ada urusan, dan gak mau tahu urusan orang lain, pikirku.

Pacarnya Denis selingkuh sama cewek, berarti pacarnya Lesbian atau ….?

Pacarnya selingkuh sama salah satu cewek disini” katanya. Mataku seketika mendelik mendengarnya. Memangnya cewek disini ada berapa ? dan siapa ?.  Tapi … sebentar. Tadi Lita bilang pacarnya Denis selingkuh dengan cewek disini. Berarti pacarnya Denis Lesbian ?  Ya Tuhan. Kok bisa ya ? Tapi sebelum aku mengucap satu katapun, Lita melanjutkan.

“Denis itu gay. Lo pasti nggak tahu kan ?”.

Aku menggelengkan kepala sekali lagi. Ternyata sedemikian dekat tapi pengetahuanku tentang Denis sangat minim.

“Lo serius Lit si Denis itu gay ? Oh my god. Gue pikir pacarnya yang lesbi,”. Baiklah, harus ku akui bahwa selama berhubungan dekat dengannya diriku lebih menguasai seluruh sesi curhat dengan segala tetek benget cerita petualangan cinta sesaatku. Sesekali memang dia terkesan ingin curhat , namun selalu saja aku lebih banyak bicara, menguasai pembicaraan, sehingga dia lebih banyak mendengarkan dari pada bicara. Dan ternyata …

“Benar, masa gue bohong. Tebak siapa cewek selingkuhan itu ?” tanya Lita meniru gaya Feni Rose pada acara gosip di televisi. Lagi lagi kepalaku menggeleng. Sumpah memang ternyata kepedulianku pada Denis sangat rendah sehingga sama sekali tidak mengetahui sedikitpun tentangnya.  Dan celakanya, sebelum melanjutkan Lita sengaja mendramatisir dengan cara meminum tehnya perlahan sedikit demi sedikit. Sepertinya dia memang sengaja membuatku penasaran.

“Siapa ?” Akhirnya keluar juga pertanyaan dari mulutku karena tidak sabar. Lita meletakkan cangkirnya diatas mejaku, lalu “Sepertinya lo harus memperbaiki sikap dan kepedulian deh, Sa”

Cewek selingkuhan pembuat cerita cinta segi tiga itu ternyata gue sendiri

cerpen sedih selingkuhan
Selingkuhan sedih (@ tumblr.com)

“Maksud lo ?” ucapku merasa tersinggung. Gimana gak, bukan menjawab pertanyaanku, dia malah mengatakan hal bodoh bernada kata kata sindiran. Memangnya dia siapa ? sok banget menyuruhku mengubah sikap.

Lita berdiri dalam posisi hendak melangkah pergi meninggalkanku, sementara mulutnya berkata “Cewek itu lo, Nir ! Pacarnya Denis itu si Bram,” Lita mengucapkannya dengan nada sinis. Seketika tubuhku membatu. Seketika saja rasa nyeri berdesakan memenuhi rongga dada. Mendadak sebuah gunung es keras terbentuk di sana.

“Makanya, lain kali kalo punya hubungan sama cowok dicek dulu !” suara Lita terdengar samar sambil berjalan meninggalkanku. Sementara aku tidak peduli karena seluruh pandanganku mendadak gelap.

= TAMAT =

Terima kasih telah membaca cerpen cinta segi tiga Suratan Karma, kirimkan karyamu dan baca cerita pendek Bisfren lainnya.

Dibagikan

Mia Hanifah

Penulis :

You may also like