Cerita Kita

cerpen sedih perceraian

Cerita kita merupakan cerpen sedih perceraian seorang wanita dengan suami karena tidak bisa memiliki anak keturunan. Bagaimana kalau ternyata saat bercerai ada sesuatu tak diketahui bahkan dirasakan namun dirahasikan karena rasa sedih, sakit hati karena merasa dicampakan ? Simak pada catatan buku harian berikut.

Cerpen Sedih Perceraian – Cerita Kita

Luka hati kau torehkan dalam hati memang masih membekas walaupun belum sepenuhnya hilang, rentang waktu terlewati perlahan mulai mengikisnya. Aku juga tidak mengerti kenapa luka itu tidak lagi penting dalam hidupku. Hanya kutahu semenjak berpisah denganmu, seperti lagu Pingkan Mambo, diriku masih baik-baik saja. Meski hari-hari pertama kulewati semenjak resmi berpisah denganmu adalah hari-hari menyedihkan.

Seolah mengerti tidak ingin diganggu, keluargaku membiarkanku tenggelam dalam kesedihan. Entah kenapa setiap waktu terlewati seolah terasa hampa tanpa kehadiranmu. Kebiasaan-kebiasaan sering kita lakukan bersama terus memenuhi benak, dari bangun pagi, sarapan, kekantor, dan hal-hal pribadi lainnya terkadang membuatku rindu sampai ingin menangis.

Dalam beberapa minggu saja diriku sudah kehilangan berat badan, diriku lebih memilih menyendiri, tidak terlalu bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Hatiku tidak suka dengan gunjingan atau gosip miring terkadang tanpa sengaja kudengar. Entah itu para tetangga ataupun di kantor. Hal-hal seperti itu membuat perasaan jadi sangat peka.

Sungguh satu hal tak pernah kusangka jika dirimu lebih memilih perceraian daripada terus mencoba. 6 tahun menikah belum juga ada tanda-tanda kehamilan. Padahal rahimku sehat tak ada masalah, begitu juga kamu. Kita rutin memeriksakan diri kedokter spesialis. Tapi diriku mengerti tradisi keluargamu, sebelum menikahpun kau sudah menjelaskannya secara gamblang padaku. Sebagai anak tertua, orang tuamu sangat mengharapkan kehadiran seorang cucu sehingga diriku dituntut harus sesegera mungkin memiliki anak.

Ternyata cerita rumah tangga berantakan karena tidak memiliki anak bukan dongeng semata

Kupikir kisah klasik tersebut tak akan mempengaruhi kehidupan rumah tangga kita jalani. Ternyata tidak, walau tak terlalu jelas kau memperlihatkannya tapi ku yakin hatimu sudah tak sabar menunggu kehamilanku. Diriku juga mengerti kau pasti sangat tertekan dengan orang tuamu karena selalu saja setiap datang kerumah atau menghadiri acara keluarga menanyakan itu saja. Cucu ! hatiku mulai resah, mencoba terus berusaha juga berdoa. Ku tahu sebesar apa cintamu padaku, pada orang tuamu. Tapi terkadang kita selalu dihadapkan pada pilihan sulit, apalagi jika sudah berhadapan pada masalah keturunan, adat, tradisi atau lain sebagainya. Hatiku terlalu yakin akan cintamu padaku. Terlalu percaya diri kalau kau tak akan meninggalkanku hanya karena  belum bisa memberikanmu seorang anak. Kisah seperti ini sudah banyak terjadi, tapi tak menyangka akan terjadi padaku.

Dengan berat hati ku terima gugatan perceraian disodorkan padaku olehmu, oh bukan oleh keluargamu. Kau pun tak berusaha untuk menolak. Entah apa merasukimu hingga kau menerima keputusan mereka untuk menceraikanku. Hanya dalam waktu sangat  singkat,  rentang sebulan kamu sudah meninggalkanku. Setelah perpisahan terjadi akupun mengetahui sebab kenapa kamu tak berusaha menolak perceraian kita. Itu karena Masayu, cucu jauh keluarga ibumu. Dia baru pulang dari Australia namun begitu tergila-gila padamu. Teman masa kecilmu kembali dengan cinta kanak-kanaknya. Selama 6 tahun bersamamu ternyata mengikis habis rasa cinta di hatimu padaku.

Meski terpuruk setelah berpisah dengan suami, aku berusaha bangkit

Aku wanita modern, dibesarkan pada lingkungan keluarga bebas mengeluarkan pendapat, tak terkungkung pada adat tradisi  keluarga karena orang tuaku berasal dari dua suku berbeda. Mereka memiliki pemikiran modern. Bukan diriku menyepelekan adat serta tradisi keluargamu. Diriku dididik untuk menjadi wanita mandiri, tidak gampang mengeluarkan air mata. Perceraian denganmu memang membuatku terluka tapi tak sampai membuatku jatuh. Walau tertatih kakiku bisa melangkah lagi dengan kepala tegak untuk menunjukkan pada dunia kalau diriku bisa hidup tanpamu.

Meski  jengkel pada sekeliling karena sering menjadikanku bahan gosip, diriku tetap tegar. Bahkan membuatku termotivasi untuk menunjukkan sisi lain diriku. Gosip serta pembicaraan tentangku akhirnya terhenti dengan sendirinya, tergantikan oleh rasa kagum, hingga akhirnya mereka sering membicarakanku, mulai berteman denganku.

Dan akhirnya aku berhasil move on dari keterpurukan

Aneh bukan, hidup tidaklah serumit dibayangkan apalagi jika baru mengalami perceraian sepertiku. Satu, dua bulan diriku sempat tengelam dalam duniaku, tapi akhirnya bisa bangkit. Itu normalkan ? kita butuh waktu untuk menata hati untuk menerima kenyataan kalau hidup tak selalu sesuai dengan rencana kita. Termasuk kisah denganmu, berbekal cinta saja tak akan cukup untuk menjaga keutuhan rumah tangga. Ada hal begitu kompleks diluar sana hingga terkadang membuat kita tak punya pilihan selain menjalaninya.

Tiga bulan kemudian kau menikah dengan Masayu. Dari selentingan, kudengar dirinya langsung hamil lalu beberapa bulan kemudian anak dambaanmu lahir. Katanya seorang anak laki-laki, bisa kubayangkan betapa gembiranya hatimu jugaorang tuamu. Pasti anak tersebut akan menjadi kesayangan keluarga kalian. Setelah itu kudengar kalian pindah ke Bali.

Entah bagaimana caranya mantan suami menghubungiku kembali dan minta bertemu

Setelah 7 tahun berlalu, kamu datang kembali. Entah darimana kau mendapatkan nomor telponku ketika tadi malam iseng ku angkat nomor tak kukenal. Padahal diriku paling tidak suka jika ada nomor tanpa nama masuk, kecuali nomor tersebut mengirim pesan terlebih dahulu, barulah akan ku angkat, itupun jika penting.

Saat memberitahukan bahwa itu kamu, suaramu terdengar agak ragu karena berpikir mungkin diriku sudah menikah, saat akhirnya kita berbincang ku katakan kalau diriku belum menikah, kamu akhirnya tak ragu lagi berbicara. Cukup lama kita berbicara di telpon ketika akhirnya kau mengajak bertemu. Aku tak menolaknya, kupikir kau hanyalah bagian dari masa lalu yang sekarang sudah kumasukkan dalam kotak pertemanan sama dengan orang lain.

Sama sekali aku tak menyimpan dendam apalagi kemarahan untukmu. Lagian pikirku apa salahnya bertemu toh sudah 7 tahun berlalu. Kisah denganmu sudah lama berakhir, sekarangpun diriku tak memiliki perasaan apa-apa padamu. Kamu memang pernah mengisi hatiku, tapi dulu. Hidup terus berjalan, waktu untuk menangisi kisah lama sudah lewat, sudah berakhir. Lagian sekarang umur kita berapa ? menjadi cengeng karena cinta. No way itu bukan diriku.

Kami bertemu di sebuah Cafe

Dan disinilah aku duduk pada bangku Café di sebuah pusat perbelanjaan di tepi pantai. Diriku lebih memilih untuk duduk pada bangku diluar ruangan Café. Dari sini bebas melihat ke laut lepas menanti senja tiba sambil tentu saja menantimu. Ditemani secangkir teh hangat diriku asyik membaca status-status teman-teman di facebook sambil sesekali memberikan ‘like’ jika ada status kusuka atau memberikan komentar konyol.

“Mer !” panggilanmu sangat kukenal. Ku dongakan kepala menatapmu, menakjubkan, dirimu masih sama seperti saat terakhir kita bertemu. Jelas masih tampan serta menarik, tapi cuma sebatas itu ada dalam hatiku. Selebihnya kusambut kehadiranmu dengan senyum. Kita saling berjabatan tangan, kau terlihat agak gugup sedangkan diriku tidak. Sentuhan rasa dikulitku tak lagi menghadirkan debar dalam dada seperti saat pertama kali jatuh cinta padamu.

“Apa kabar Mer ?”, tanyamu saat sudah duduk di depanku dengan segelas kopi hitam pesananmu.

“Baik seperti kamu lihat.’’ Kukedikkan bahu.

“Kupikir kamu tak akan mau bertemu denganku.’’

“Itu hanya dipikiranmu sajakan ? buktinya sekarang kita bertemu”, ucapku tertawa kecil. Kamu tersenyum manis. Tapi ada sesuatu dalam matamu, sepertinya sebuah kesedihan atau semacamnya hal membuatku tidak terlalu memperdulikannya.

“Ah senang sekali bisa berjumpa denganmu Mer’’, desahmu pelan menyeruput kopimu perlahan sambil menatap senja.

“Bagaimana kabar istrimu ? oh yah putramu pasti sudah berumur 7 tahun yah.’’ Tanyaku sambil menebak. Kamu tertunduk tiba-tiba kau terlihat begitu sedih namun akhirnya menatapku.

Banyak hal kami ceritakan, seakan sudah melupakan masalah masa lalu

Kamupun mulai bercerita. Tentang keluargamu, tentang anak lelakimu berumur 3 tahun meninggal karena demam berdarah. Setelah itu Masayu hamil lagi lalu melahirkan anak perempuan. Kamu sempat menunjukkan foto gadis mungil tersebut padaku, saat itu diriku sempat terkejut. Anak perempuanmu hanya memiliki satu tangan. Tanpa bertanya kau bilang anak perempuanmu cacat sejak lahir. Sungguh memilukan, gadis kecil tanpa dosa tersebut ternyata cacat.

Ku hibur dirimu dengan kata-kata motivasi layaknya seorang sahabat dan aku tulus melakukannya. Pada akhir pembicaraan kita, kau bilang dirimu datang karena tugas kantor. Saat kau tanya kenapa diriku belum menikah juga, bibirku cuma tersenyum lalu berkata belum bertemu jodoh yang baik. Dan kamupun tersenyum.

Sekian lama berbincang hingga putraku menghampiri dan mengajak pulang

Akhir pembicaraan kita agak terganggu saat seorang anak laki-laki-laki berumur hampir 7 tahun berlari menghampiriku didampingi Mida baby sitter yang bekerja denganku sejak Dio berumur 2 tahun.

“Mama, pulang yuk Dio capek ni”, ucap Dio anak lelaki manja minta ampun, putra kandungku, langsung masuk kedalam pelukanku.

“Ini siapa Ma ? “ tanya Dio menatapmu penuh selidik.

“Itu Om Andre, teman Mama, kenalan yuk”, jawabku. Dio mengulurkan tangannya ramah disambut tanganmu dengan tatapan mata terkejut. Yah kau pasti sangat terkejut karena Dio mirip denganmu, mungkin kamu merasa seperti bercermin. Kalian seperti pinang dibelah dua, sungguh sangat mirip. Karena Dio memang anakmu, dalam darahnya mengalir darahmu.

Mantanku sangat terkejut melihat putraku, ya karena sebenarnya dia adalah anaknya

Kamu bahkan tak bisa membuka mulut, hanya bisa menggengam tangan Dio tanpa berkedip seolah tak percaya. Tidak tahukah kamu saat kau menceraikanku, tubuhku sedang mengandung. Aku juga tidak menyadari hal tersebut ketika akhirnya diriku membeli test kehamilan dan hasilnya positif. Hatiku ingin sekali memberi tahu kabar padamu tapi tak kusangka kau begitu cepat menikah dengan Masayu. Seperti kamu, saat itu juga diriku tidak punya pilihan selain menjalani apa sudah digariskan dalam hidupku. Itulah kenapa kisah tentangmu tak berarti lagi karena ada Dio dalam hidupku, motivasi terbesar dalam hidupku sekaligus harapan untuk membuatku semakin kuat juga tegar.

“Ma, ayo Ma Dio capek” Dio menarik lagi tangannya sambil terus merengek. Ku tarik nafas panjang lalu akhirnya bangkit berdiri mengikuti kemauan Dio. Sambil mengucapkan kalimat pamit diriku berlalu dari hadapanmu. Meninggalkanmu termangu bisu, entah apa ada dalam hatimu saat itu, diriku tidak mau tahu.

Selamat tinggal mantan, meski tersingkirkan, aku memiliki apa yang tidak kamu miliki

Mungkin hatimu tidak menyangka jika akhir dari pertemuan kita akan menyisahkan kisah demikian. Dio mirip sekali denganmu bukan ?, tapi dirinya tidak mengenalmu. Yang dia tahu ayahnya sudah lama meninggal karena sakit parah. Harus kuberikan dia satu objek untuk dihormati sekaligus dikenang sepanjang hidupnya kalau ayahnya adalah ayah terhormat sangat mencintai keluarganya. Yang tidak akan meninggalkan istrinya hanya karena istrinya tidak memberikannya keturunan. Aku tidak menghukummu dengan caraku seperti ini, yang ku tahu diriku hanya menjalani pilihan sama seperti kamu menjalani pilihanmu.

Medio Juni. For may Princes. Happy birthday sweety. 270616


Terima kasih sudah membaca cerpen sedih perceraian berjudul cerita kita. Semoga kisah catatan pribadi diatas dapat memberi motivasi dan inspirasi dalam hubungan kita dengan orang lain. Salam sukses selalu dalam cita-cita dan cinta.

Dibagikan

Putri Wahyuningsih

Penulis :

Artikel terkait