Ku Lepas Cinta Di Pantai Carita @ Cerita Move On

cerita putus cinta singkat Ku Lepas Cinta Di Pantai Carita

Ku Lepas Cinta Di Pantai Carita adalah curhat cerita putus cinta tentang tekanan jiwa yang dialami oleh seorang pria akibat ditinggalkan kekasihnya. Pada cerita cerita putus cinta ini, tokoh larut dalam hayal tingkat tinggi dan mengalami ilusi. Silahkan simak pada cerita singkat berikut.

Cerita Putus Cinta “Ku Lepas Cinta Di Pantai Carita”

Aku terdiam memandang hujan yang belum juga berhenti sejak sore tadi. Malam sudah menjelang pagi. Debur ombak pantai Carita ganti bersilih seakan tak mau tersaingi oleh hembusan angin dan suara air hujan menerjang genting resort yang terletak di bibir pantai ini. Setiap akhir pekan aku memang selalu menyempatkan diri kesini. Resort kecil ini di tepi pantai ini dulu aku beli dalam kondisi krisis moneter melanda negeri dengan harga sangat murah dari seorang pengusaha yang bangkrut.

Meskipun letaknya strategis, lokasi ini terbilang sepi pada saat itu karena banyak wisatawan lokal masih trauma dengan peristiwa Tsunami sehingga menghindari wisata pantai. Ditambah lagi kondisi akses jalan yang buruk, jadilah lokasi wisata pantai Carita bak kota mati. Tapi itu dulu, sebelum masa pemerintahan Banten dipegang Bu Atut dan dilanjutkan Bang Rano Karno. Saat ini jalan menuju kawasan Carita sudah bagus dan kembali hidup.

Sama seperti malam yang lalu, dan lalu lagi. Sepanjang malam aku tidak pernah bisa memicingkan mata. Biasanya setelah mentari pagi menyapa dan banyak pedagang ikan asin datang menawarkan dagangan di sepanjang pantai, barulah aku tertidur. Ya, mataku tidak pernah bisa terpejam karena bayangan itu selalu mengganggu, seakan mengajakku bicara, membuka lembar demi lembar kenangan yang pernah terjadi di resort ini. Dan malam ini, dia datang kembali ditemaram kamar yang hanya ku terangi cahaya lilin.

“Khanya…” desisku. Selalu saja aku terpukau dengan riasnya yang alami tanpa polesan. Selalu saja aku terpana dengan binar mata yang tak menyirat kesedihan. Selalu sederhana dalam balutan gaun tak mewah namun tampak indah karena keanggunan. Oh Tuhan, sedemikian indahnya Kau ciptakan mahluk yang satu ini, hingga rembulan pun kurasa tiada sanggup berbanding.

Seperti biasa dia hanya tersenyum. Tidak sepatah kata terucap untuk menjawab. Seakan hanya ingin memberi goda pada iman setipis kertas yang tersisa. Tapi sungguh senyum itu sudah lebih dari cukup bagiku. Lebih dari cukup untuk membuat mabuk yang lebih dalam dari minuman keras apapun yang pernah dibuat manusia.

Kugapai tangannya, lalu hayalku membuat kami masyuk atas nama cinta. Mereguk malam hingga lilin padam. Aku tidak butuh kata, tidak juga butuh suara. Bagiku diam lebih bermakna dari sejuta aksara.

Ingin kulepas semua yang kuinginkan dan tak hendak mengulangi, tapi aku terlalu sayang dan tetap menanti

Cerita Pendek Ku Lepas Cinta Di Pantai Carita Dengan Lilin
Cahaya lilin di pantai (@ Sandals)

“Aku harus melepaskan kamu, kamu harus pergi dari hidupku” ucapku jelang kepergiannya pagi itu. Tapi dia hanya tersenyum seakan mengejek dan berkata “Apa kamu mampu ?”. Huh, senyum itu lagi. Kali ini aku sedikit terbawa emosi. “Aku pasti dan harus mampu !!” teriakku.

Dia menatapku tajam. Aku tertunduk. “Aku tidak ingin mengulangi semua cerita dan kisah kita. Aku ingin kamu pergi dan membiarkanku melanjutkan hidupku. Aku ingin membuang semua cinta dan sayang yang aku miliki” ucapku lirih. Tanpa sadar air mata ku menggenang.

“Permainan ini sudah terlalu jauh. Kamu menghancurkan hidupku, meninggalkanku, tapi kamu selalu saja datang memberikan bayang dan harapan” suaraku semakin perlahan dan tidak jelas sementara mataku yang mengantuk semakin sembab dalam tunduk.

“Bukankah kamu yang mengundangku datang ?” tiba-tiba dia bersuara. Aku terkesiap. Wajahku terangkat. Memandang heran dan penuh harap bisa mendengarnya lagi. Beberapa menit berlalu. Tidak ada suara kudengar lagi. Dia hanya diam membisu.

Memang aku yang memintanya datang. Aku yang menghadirkannya karena rasa sayang dan kehilangan. Aku yang membuat rancu otakku sehingga tidak bisa membedakan hayal dengan kenyataan. Aku membutakan mata hingga tak bisa membedakan antara nyata dan maya.

Dia telah meninggalkan hati yang paling dalam tanpa menyisakan cinta yang lain tapi hidup harus berlanjut meski cinta padanya tak bisa langsung surut

cerita pendek gadis lilin di pantai carita
Gadis Lilin Di Pantai (@ HeyWeddingLady)

Tiada lagi kata kuucap. Hatiku sudah bulat dan mantap untuk mengakhiri semua permainan ini. Dia memang telah mencuri dan membawa pergi hati yang  paling dalam. Kecantikan dan keelokannya yang ku kagumi telah menciptakan ribuan mimpi. Tapi itu bukan berarti dia harus terus ku miliki.

Dini hari ini, dibawah langit merah hujan telah reda. Kubiarkan dia pergi menuju lautan luas. Kupadamkan lilin yang belum lagi mati. Kunyalakan lampu pijar dan ku kemas segala harap. Kuyakini bahwa cinta harus berakhir sampai disini.

Kulihat beberapa anak pelancong yang berlibur di resort sebelah mulai keluar dan bermain di pantai. Ku kunci pintu resort lalu kutempel secarik kertas “Dijual, hubungi 0811-456789″.  Perlahan kutinggalkan resort kenangan dengan tatap tetap pada anak-anak. Batinku berkata, “Jika kelak aku kembali kesini, aku akan bergembira dengan anak-anakku dari cinta yang tersisa”.(ra)


Terima kasih telah berkunjung dan membaca cerita putus cinta “Ku Lepas Cinta Di Pantai Carita”, untuk mengapresiasi penulis cerita singkat romantis muda ini berikan jempol dan bagikan melalui Facebook, google+, pinterest, dan twitter  Baca juga cerita cerita sedih kami lainnya.

Dibagikan

Aditya Rizky

Penulis :

Artikel terkait