(Seperti Itu) Ku Mencintamu Sampai Mati

cerita romantis sedih pendek "(Seperti Itu) Ku Mencintamu Sampai Mati"

Cerita romantis sedih tentang pasangan muda yang harus terpisah karena ajal lebih dahulu menjemput salah satunya. Bagaimana lengkapnya cerpen romantis pendek ini ? simak pada cerita pendek berikut.

Cerita Romantis Sedih (Seperti Itu) Ku Mencintamu Sampai Mati

“Pelan-pelan ma” kataku merasa istriku memacu Grandis berwarna pink nya melebihi kecepatan yang diperkenankan.

“Iya nda. Ini juga sudah pelan” matanya melirik kepadaku. Tersenyum.  Konsentrasinya tetap kearah jalan. Kecepatan sudah melebihi 140 KM per jam. Sita memang suka sekali ngebut. Apalagi kalau sudah masuk jalan tol yang tidak terlalu ramai seperti ini. Tol Jakarta arah Merak memang sangat lancar pada pagi hari apalagi hari ini adalah hari kerja. Sita juga tidak pernah mau digantikan kalau sudah di depan kemudi , dia sangat menikmati. Sekalipun wanita, harus ku akui mental dan ketrampilannya dalam mengemudi lebih diatas aku.

Sejak jam 6 pagi kami berangkat dari rumah menuju Lippo Carita Banten untuk berlibur selama 3 hari sampai hari Jumat. Sengaja kami pilih hari kerja karena biasanya istriku sibuk pada hari libur. Maklum pekerjaannya sebagai Event Orginazer sering menuntut dia harus berada di lokasi acara pada akhir pekan.

Masuk Serang Barat sinyal radio mulai jelek. Aku mencari flashdisk yang berisi lagu-lagu kesukaan kami tapi tidak kutemukan.

“Flashdisk nya dipinjam Amat nda. Katanya sih mau di kopi. Pakai BB Yanda saja di konek” Ucap Sita melihat aku mencari-cari sesuatu.

“Ooowh….. BB aku lagunya nggak ada yang kamu suka. Paling isinya murothal. ….Eh … tapi ada deh, sebentar aku buatkan playlist dulu” kupilih beberapa lagu yang kuanggap bisa masuk ke telinga Sita lalu kuhubungkan BB ku ke audio mobil. Sebuah lagu dari Utopia dalam versi akustik mengalun lembut. Sita menoleh beberapa detik kearahku. Sepertinya dia setuju. Jadilah sepanjang jalan kami mendengarkan beberapa lagu yang diputar berulang-ulang hingga tidak terasa kami tiba di Pantai Mutiara Carita tiba-tiba Sita menepikan kendaraannya.

“Aku mau dengarkan lagu ini sambil lihat pantai dulu” katanya saat sebuah lagu terdengar. Aku setuju. Lagipula tidak ada yang bisa membantah istriku kalau sudah punya keinginan. Suka tidak suka. Siapapun tidak boleh menolak. Termasuk aku.

Pantai yang sepi. Beberapa gubuk penjual souvenir tampak kosong menanti hari ramai pembeli. Sita diam menyimak lagu. Menikmati. Seakan ingin menelan dan memasukkan semua lirik nya ke otak.  Matanya menatap gulungan ombak. Menggiring buih berwarna perak. Membasuh pasir. Meninggalkan serpihan kerang dan karang. Aku hanya diam menunggu kata.

“Yanda. Lagu ini lagu aku. Seperti syair ini perasaan aku terhadap kamu. Semua yang ada di syair ini adalah tentang kita. Betapa selama ini hidupku sepi dalam keramaian. Tidak ada kebahagian. Aku rapuh hingga kamu datang. Aku merasa kamu lah lelaki yang tepat untukku. Yang bisa menemani mengisi hari-hari ku. Memberiku rasa pada setiap tawa dan candaku. Tak pernah ada sedikitpun keraguan dihatiku saat meminta kamu menikahiku saat itu. Aku akan mencintaimu sampai mati. Aku tidak ingin ada perpisahan diantara kita. Sampai kapanpun”.

Sita menatapku. Mata kami bertemu. Kulihat kedalam bening matanya. Ada kejujuran disana. Tidak ada keraguan.  Kukecup lembut tangannya dan mengangguk.  “Aku tidak akan pernah meninggalkan kamu”. Sita terharu. Aku terharu. Kami larut dalam satu rasa.

Pagi yang cerah.  Ku kemudikan kendaraanku perlahan dan hati-hati menyusuri panjang jalan Pantai Anyer menuju Carita yang rusak dan penuh lubang.  Menyusuri jalan kenangan. Sambil menggumam lirik sebuah lagu. Satu-satunya lagu yang kuputar sepanjang perjalanan.

“Dihidupku, yang tak sempurna. Kau adalah hal terindah yang ku punya. Kau adalah hatiku. Kau belahan jiwaku. Seperti itu ku mencintamu. Sampai mati”

Setitik bening jatuh dimata. Aku menggumam. “Semoga kamu tenang dan bahagia disana. Aku merindukan kamu ma. ”


Terima kasih telah membaca cerita romantis sedih pendek Seperti itu ku mencintamu sampai mati. Semoga cerpen diatas memberi inspirasi bagi sobat pembaca laman Bisfren sekalian. Jangan lupa untuk berkunjung kembali dan membaca cerita pendek sedih serta kata kata motivasi kami.

Dibagikan

Eirjaf Aedara

Penulis :

Artikel terkait