Teman Tapi Mesra

cerita cerpen selingkuh mini

Teman tapi mesra adalan cerpen selingkuh mini yang dikirim kepada redaksi cerita pendek oleh Eva Wahdaniyah. Cerita ini terbilang terlalu singkat dengan alur yang datar, akan tetapi semangatnya memperbaiki membuat redaksi berharap penulis bisa meningkatkan kemampuan menulisnya untuk menghasilkan karya yang lebih baik.

Cerpen Selingkuh Mini – Teman Tapi Mesra

Siang ini udara di Jakarta sedikit mendung. Karena memang awal bulan ini memasuki musim hujan. Rintik rintik air mulai berjatuhan, gerimis siang ini membuatku sedikit betah diatas tempat tidurku dan malas untuk pergi kerja, lagipula kebetulan hari ini aku masuk shift siang. Getar ponsel di atas meja riasku memaksaku harus bergegas untuk beranjak dari tempat tidur ku.

“Halo Tin..!! Kenapa ?”

“Halo Manda, mau masuk kerja gak ?”

“Masuk lah, gila apa gak masuk bisa kena semprot sama atasan mu itu…!!!”

“Hahahah aku kira kamu sudah tidak takut padanya.”

“Sebenernya males masuk tin,”

“Kenapa ?”

“Hujan hujan kayak gini paling enak itu buat dibawa tidur,!”

“Hadeh dasar pemalas”

“Ya gak pemalas juga kali tin”

“Udah sana mandi, aku tunggu ditempat kerja ya bay bay”

“Oke bay”

Rasa malas pun harus ku buang jauh, mengingat tujuan ku merantau ke Jakarta adalah mencari uang. Untuk keluarga di kampung. Rasa dingin menusuk seluruh tulangku, keTika aku membuka pintu dan bergegas untuk berangkat bekerja. Menuju keluar kost dan menunggu angkutan umum lewat. Terasa lama sekali. Hujan di hari pertama ini membuat orang betah di dalam rumah, menikmati kehangatan rumah. Satu anggot telah menghampiri ku. Tanpa fikir panjang aku pun bergegas naik. Karena aku tau Tina pasti telah lebih dulu sampai disana di tempat kerja. Aku terkejut melihat Bram sudah berada di dalam angkot yang sedang ku tumpangi.

“Hey Manda, sendirian aja ?”

“Eh kamu, iya nih.”

“Lho Tina mana ?”

“Em Tina udah duluan tadi”

“Oh biasanya bareng gtu”

“He hari ini enggak, kok kamu naik angkot tumben ?”

“Iya nih tadi ban motor ku bocor, terpaksa ku titipin di bengkel.”

“Oh gtu ya..”

“Iya..”

Bram adalah teman kerjaku , dia adalah orang yang ku suka, namun Bram gak pernah tau kalo aku suka sama dia.  Gak terasa angkot berhenti di depan tempat kami bekerja, kami pun bergegas turun, dan berjalan menuju satu caffe yang memang disitulah tempat aku, Bram, dan Tina bekerja.

“Hay Tina !”

“Hay.. Berangkat sama siapa non ?”

“Sama Bram.”

“Cie cie cie…  Manda berangkat bareng dia nih ye.”

“Apa an si Tin. Norak kayak biasa nya gak bareng aja gitu”

“Hahahaha ini kan beda Manda.”

“Beda nya dimana coba”

“Ya beda aja.”

“Ah gak jelas deh. Udah ah masuk yuk”

Seperti hari hari sebelumnya, kami bekerja penuh anda dan tawa tanpa ada beban.

“Manda. ?”

“Iya Bram, kenapa ?”

“Ada roti gak, aku laper nih, tadi gak sempet makan,”

“Ah dasar kesini kalo ada maunya aja.”

“Ya mau gimana lagi !, aku laper Manda,”

“Iya iya.. nanti di buatin roti,”

“Nah gitu donk Manda baik deh”

“Heeemmmm”

Huuf seandainya saja kamu tau Bram. Aku suka sama kamu. Meskipun aku tau kamu telah memiliki Tika dan aku sudah punya Roy. Tapi rasa yang aku punya buat kamu begitu berbeda. Dan kita tak mungkin bersatu. Karena jika kita bersama akan ada hati yang terluka antara Tika dan Roy.

“Manda..!”

“Iya.”

“Lagi apa ?”

“Lagi bikin roti buat Bram.”

“Wah gitu ya, Bram aja dibuatin roti, aku kok enggak?”

“Dia minta tin, katanya dia lapar,”

“Iya iya, sang pujaan lapar.”

“Ich udah donk Tin, jangan gitu nanti Bram nya denger kan enggk enak.”

“Ya udah aku istirahat dulu ya manda, hati-hati Bram itu milik Tika, jangan jadi duri dalam daging lho. Hahahahahha”

“Huss sana pergi..”

Didalam hati ku sering berkata. Aku memang suka sama Bram, dan aku yakin dia tahu tentang perasaan yang aku punya, Karena dari perhatiannya kepeduliannya, tatapan matanya seakan berkata jika dia juga menyukaiku.

“Bram. Ini roti nya udah siap.”

“Iya manda bentar ya sayang.. Hahahaha”

“Ich males banget di sayang sama kamu.”

“Alah jujur aja. Kalo kamu suka dan sayang sama aku.”

“Ich sok tau banget.”

“Tau lah, aku tau dari Tina. Kalo kamu suka sayang sama aku.”

“Hi pede banget.”

“Mending pede, dari pada malu tapi mau, hahaha”

Tina ngomong apa sih sama Bram. Sampe kutu kupret itu tau kalo aku suka sama dia. Gak asik banget Tina. Tapi cara nya tadi membuat ku malu pada diriku. Apa lagi aku sadar jika aku telah memiliki kekasih walau aku dan Roy itu LDR tapi aku gak mungkin mengharapkan Bram. Meskipun sekian dari kesepianku terisi oleh kehadiran Bram. Oleh tingkah Bram. Namun aku sadar Bram hanya teman mesraku, Karena aku tahu Bram telah memiliki Tika, calon istri yang sempurna bagi Bram, Tika sudah cantik pintar juga.

Dan aku telah memiliki impian bersama Roy. Aku harap perasaan ini hanya tumbuh sewajar nya saja. Tumbuh selayak nya meskipun aku bahagia bila bersama Bram, seandainya ini semua mimpi. Biarlah menjadi mimpi indah. Biar hanya aku Tina dan Bram yang mengerti. Bagaimana arti teman tapi mesra ini.


Terima kasih telah membaca cerpen selingkuh mini teman tapi mesra. Semoga cerita selingkuh remaja diatas dapat bermanfaat dan menghibur sekaligus memberi semangat pemirsa Bisfren sekalian untuk mengembangkan karya-karya yang jauh lebih baik. Salam sukses selalu.

Dibagikan

Eva Wahdaniyah

Penulis :

Artikel terkait