Jangan Pergi Ayah

cerita selingkuh dengan mantan pacar

Jangan pergi ayah adalah cerita selingkuh dengan mantan pacar sehingga istrinya sendiri akan diceraikan padahal mereka telah memiliki anak. Ketika sang anak meminta dengan sangat agar ayahnya tidak pergi, akankah perpisahan terjadi ? simak pada cerpen sedih berikut :

Cerita Selingkuh Dengan Mantan Pacar – Jangan Pergi Ayah

“Anak Ibu harus diopname Bu.” Kata dokter padaku. Seketika badanku lemas, tak bisa kubayangkan, Ryan anakku harus opname di rumah sakit. Kepalaku hanya mengangguk, sambil mataku berkaca-kaca. Malam kemarin memang Ryan badannya panas demam tinggi. Dan baru tadi aku membawanya ke rumah sakit dan setelah dilakukan pemeriksaan akhirnya Ryan harus diopname.

Tak kusangka raga Ryan tidak kuat menghadapi semua ini. Beberapa hari ini memang Ryan menghadapi hari-hari berat. Dia harus menerima kenyataan kalau Ayah Bundanya harus  bercerai. Kata-kataku kami beberapa hari yang lalu telah membuat hari-hari Ryan menjadi murung.

“Nak, maaf Ayah dan Bunda harus bercerai.” Kataku pelan, sambil memegang tangan Ryan kuat. Tatapan polosnya memandangiku penuh tanya, membuat hatiku menjadi bergetar. Aku tak sanggup membalas tatapannya. Bulir-bulir air mata perlahan membasahi pipiku. Hal ini sangat berat bagiku, butuh kekuatan yang luar biasa untuk aku bisa mengatakan hal ini.

Aku menarik nafas panjang, sayup-sayup kudengar suara isak tangis. Kulihat Ryan menangis, ya Allah aku telah membuat anakku bersedih, maafkan Bunda Nak.

Suamiku selingkuh dengan mantan pacarnya

“Kenapa harus bercerai Bunda ?” kata-kata Ryan semakin membuat hatiku remuk redam. Seandainya saja, aku bisa menahannya untuk tidak pergi. Sebuah perjalanan cinta yang harus berakhir tragis. Setelah sepuluh tahun kami menjalin cinta, mengarungi bahtera rumah tangga berdua, dengan dikaruniai seorang anak yang tampan dan lucu. Semua harus berakhir, karena suamiku selingkuh dengan mantan pacarnya. Setelah ketahuan menjalani cerita cinta segitiga dengan mantan pacar, dia lebih memilih kembali ke cinta lamanya, mbak Dewi, pacarnya waktu SMA.

Sebuah pilihan sulit, saat dia mengutarakan niatnya untuk menikahi mbak Dewi. Dirinya memberi pilihan, mau di poligami atau bercerai lalu menikahi mbak Dewi. Cinta segitiga ini sangat menyakiti hatiku, tapi rupanya suamiku lebih memilih cinta lama nya. Cinta pertamanya, yang dulu tidak mendapat restu dari orangtua mereka.

Suamiku melakukan cerita cinta segitiga dan menyatukan kembali cinta lama, aku tak sudi dan suamiku pun pergi dari rumah

Kini mereka bertemu lagi, dengan kondisi mas Dony sudah berkeluarga, sementara  mbak Dewi masih belum menikah. Dan rupanya mereka ingin menyatukan kembali cinta mereka yang sempat terpisah. Walaupun hal itu dengan mengorbankan kami, aku dan Ryan.

Tak kuduga, saat aku memilih untuk bercerai, tanpa pikir panjang suamiku langsung menyetujui pilihanku. Walaupun airmata ku tumpah tiap hari, tiap malam, sampai mataku sembab, tapi rupanya hal itu tidak bisa mengubah keputusan. Sebenarnya aku sangat tidak ingin mengakhiri perjalanan rumah tangga kami yang bahagia. Tapi untuk apa aku mempertahankan kalau suamiku sudah tidak ada niat untuk mempertahankan.

Sejak itu dia pergi meninggalkan rumah, kami tidak tinggal serumah lagi. Hal itu tentu saja membuat hati Ryan bersedih,hari-hari dilaluinya dengan murung. Kasihan sekali anakku, di umurnya yang masih belia di umur ke delapan tahun, dia harus menerima kenyataan perpisahan kedua orangtuanya.

Kini anakku tergolek di rumah sakit

Dan kini, Ryan terbaring lemah di ranjang rumah sakit, dengan selang infus membelitnya.

“Kasihan kamu Nak, maafkan Bunda Nak.” Batinku. Air mataku terus mengalir melihat kondisi anakku.

“Bunda, Ryan mau bertemu Ayah.” Kata Ryan pelan. “Iya Nak, Bunda mau mengabari Ayah.” Jawabku. Lalu aku hubungi HP suamiku. Berkali-kali aku telepon, tapi tidak juga diangkat. “Ya Allah sebegitu bencikah hatinya padaku, hingga tidak mau mengangkat telepon dariku.

Lalu aku tulis SMS mengabarkan sakitnya Ryan dan memintanya untuk datang. Sampai beberapa lama Ryan menunggu kedatangan Ayahnya, tapi tidak juga mas Dony datang. Ketika melihat Ryan aku menjadi sangat sedih. Betapa rindunya dia pada Ayahnya. Beruntung sebentar kemudian saudara-saudaraku datang menjenguk. Lalu aku meminta ijin untuk datang ke rumah suamiku, dan Ryan ditunggui saudara-saudaraku.

Walaupun kamu sudah tidak ingin bertemu aku, tapi aku hanya ingin kamu mau menemui Ryan anak kita, Mas. Aku sudah tidak peduli lagi, bagaimana sikap mas Dony padaku, yang terpenting sekarang hanyalah semua ini demi Ryan.

Akhirnya kudatangi rumah mereka

Akhirnya sampai juga aku di depan rumah orangtua mas Dony. Pintu rumah kelihatan sudah tertutup. Rumah orangtuanya memang kosong, sejak orangtuanya meninggal, sementara saudara-saudaranya sudah punya rumah sendiri-sendiri. Dan kini rumah itu ditinggali olehnya, sejak dia keluar dari rumah kami.

Aku ketuk pintu depan rumah. Lama tidak ada jawaban, lalu sebentar kemudian ada suara langkah kaki. Dan pintu terbuka, betapa terkejutnya aku, karena di depanku bukanlah sosok suamiku, tapi rupanya sosok perempuan yang tidak lain mbak Dewi.

Selingkuhannya galak

“Mbak, saya mau ketemu mas Dony.” Kataku. “Mau apa kamu, bukankah Dony sudah tidak menginginkanmu?”  Ucapan mbak Dewi benar-benar menyakitiku, tapi aku tidak peduli. Aku menerobos masuk, mbak Dewi mencegahku. Kulihat suamiku sedang duduk di ruang makan, dia tampak terkejut melihatku.

“Mas, Ryan sakit, dia rindu sekali padamu Mas, tolong jenguk dia.” Kataku mengiba, aku sampai berlutut di depan mas Dony. Kulihat mas Dony, dia tampak rikuh ketika aku berlutut meminta padanya.

“Sudahlah Mira.” Dia menyuruhku bangun.

“Iya aku akan kesana.” Betapa lega hatiku, ketika dirinya bersedia menemui Ryan. “Tapi Mas…” Mbak Dewi protes dengan sikap Mas Dony. “Aku ikut.” Kata mbak Dewi. Aku tidak peduli pada wanita itu, yang tidak risih bersikap manja pada laki-laki yang masih jadi suamiku. Suamiku sayang sekali pada selingkuhannya.

Akhirnya mas Dony pergi semobil dengan mbak Dewi, sementara aku dengan mobilku sendiri. Walaupun hatiku sakit melihat semua ini, tapi aku bisa apa, karena ternyata suamiku lebih memilih cinta wanita tersebut.

Dia datang bersama selingkuhannya, Ryan tampak gembira

Aku sampai lebih dulu di rumah sakit, sebentar kemudian menyusul suamiku dan mbak Dewi  di belakangku. Saudara-saudaraku terkejut ketika melihat suamiku datang bersama mbak Dewi, tapi aku tak memperdulikannya. Bagiku sekarang, dia sudah mau datang itu saja hatiku sudah bersyukur. Wajah Ryan begitu gembira ketika melihat kedatangan ayahnya.

“Ayaaahhhh…!” panggilnya.

Mas Dony mendekat, lalu memeluknya. Mereka berpelukan lama sekali, mungkin mereka sudah lama memendam rindu. Tak kuasa ku menahan air mata. “Ayah jangan pergi lagi.” Ucap Ryan pelan. Mas Dony melepaskan pelukan Ryan, tapi Ryan masih memegang erat tangan Ayahnya. Dan tak kusangka, perlahan tampak bulir-bulir airmata menetes dari mata mas Dony. Entah apa yang dirasakannya kini.

“Maafkan Ayah Nak.” Ucap mas Dony. ” Ayah harus pergi.” Seketika Ryan berteriak menangis keras. “Tidak, Ayah tidak boleh pergi.” Mas Dony semakin menangis, tapi rupanya mas Dony tidak berdaya dengan mbak Dewi disampingnya.

Ryan menangis, berteriak memanggil ayahnya

Lalu mas Dony tak tahan lagi, dia keluar disertai mbak Dewi yang selalu mengikutinya. Sementara Ryan terus berteriak memanggil Ayahnya. Ingin sekali aku menahan kepergian mas Dony, tapi aku tidak berdaya.

Dan lebih tak kuduga, mungkin karena kelelahan dan kesedihan yang mendalam, keadaan Ryan memburuk, dia pingsan. Dokter segera melakukan penanganan. Aku menggigil cemas dengan keadaan Ryan. Saudara-saudaraku menenangkanku. Rupanya tanpa memberitahu aku, Dimas adik laki-lakiku kembali menyusul mas Dony dan memberitahu keadaan Ryan yang pingsan sepeninggal mas Dony.

Dan kali ini mas Dony datang lagi tapi tidak dengan mbak Dewi, dia datang bersama Dimas adikku. Kulihat mas Dony juga cemas dengan keadaan Ryan. Tampak sekali penyesalan pada wajahnya. Aku hanya bisa berdo’a semoga kondisi anakku baik-baik saja.

Sebentar kemudian dokter keluar dan memberitahukan kalau Ryan sudah siuman. Mas Dony bergegas masuk lalu memeluk Ryan. “Maafkan Ayah, Nak.” Ucap suamiku sambil terisak.

Akhir kisah selingkuh dengan mantan pacar

“Ayah jangan pergi.” Kata Ryan lirih.

“Iya Nak, Ayah akan selalu bersamamu.” Sementara aku hanya bisa menangis melihat pemandangan ini. “Ayah, jangan tinggalkan kami, jangan buat Bunda bersedih.” Aku semakin menggigil mendengar permintaan Ryan pada Ayahnya. Tak kusangka anakku sampai berpikir sejauh itu. Rupanya selama ini Ryan tak tega melihatku bersedih, tiap hari menangis.

Lalu mas Dony mendekatiku, dia raih tanganku. “Maafkan aku, Mira. Aku tidak akan meninggalkan kalian.” Dia memelukku. Aku menangis di pelukan suamiku. Aku sangat rindu sekali dengan suamiku, aku sangat tidak ingin kehilangannya.

Semoga perceraian ini tidak akan terjadi lagi. Dan benar dia mengurungkan niatnya untuk menceraikanku. Sementara mbak Dewi memilih kembali ke kota tempat tinggalnya selama ini. Dia tidak tega merusak kebahagiaan hubungan kami. Terutama kebahagiaan anak kami, Ryan. (AF)


Terima kasih telah membaca cerita selingkuh dengan mantan pacar. Semoga cerpen diatas dapat menghibur dan  bermanfaat bagi sobat Bisfren sekalian. Salam sukses selalu.

Dibagikan

Anik Fityastutik

Penulis :

Artikel terkait