Cewek Manis Di Atas Angkot

cerita cinta pandangan pertama

Cewek di atas angkot adalah tentang cerita cinta pandangan pertama cowok pelayan toko pada adik temannya yang dilihatnya dalam angkot. Akankah cewek dalam angkot tersebut juga memiliki perasaan sama sepertinya ? silahkan simak pada cerpen cinta pertama berikut.

Cerpen Cinta Cewek Manis Di Atas Angkot

Jam menunjukkan pukul 7.00 WIB, tapi aku sudah mengendari motorku menuju tempat kerjaku. Tidak seperti biasanya kali ini berangkat lebih awal dari hari-hari sebelumnya. Lima belas menit kemudian akupun tiba di toko tempatku bekerja. Segera kuparkir motorku di depan toko. Kulirik kesekelilingku, sebagian toko sudah terbuka tapi suasana pagi masih terlihat sepi. Yeah, sesepi hatiku yang sampai saat ini belum memiliki kekasih. Perlahan akupun mulai membuka toko, mengeluarkan semua pakaian untuk dipajang di luar sambil merapikannya karena ada juga beberapa pakaian masih berantakan. Nggak lama kemudian temanku Niko datang

“Hei, tumben datang pagi. Biasanya kena marah terus ama bos ! Mimpiin apaan semalam ?”  Tanya niko sedikit heran

“Justru karna itu ! aku nggak mau kena marah terus ama bos”.

“yeah… yeah… bagus dech, nyadar juga akhirnya”.

“ah, ngeledek kamu, ya udah tuh lanjutin nyapu ama ngepel”.

Niko segera melanjutkan menyapu dan mengepel lantai toko. Akupun duduk-duduk di depan toko sambil melirik-lirik orang lewat. Suasana mulai terlihat ramai karena ada mobil stokk barang di toko sebelah tokoku. Ditambah lagi karyawan-karyawan “Toko Sylvia” di depan tokoku juga sudah pada datang. Mereka sering banget tuh melirikku, tapi nggak kuberi respon positif secara mereka bukan tipeku.

Tiba-tiba sebuah angkot lewat di depanku. Oh my god ! Siapa cewek dalam angkot itu.  Aku memberi senyum padanya dan tak disangka dia membalas senyuman dariku. Terlihat begitu manis ketika dia tersenyum ditambah lagi rambut panjang dan lurus seperti mayang terurai diterbangkan angin menambah manis wajahnya yang begitu imut dan ayu. Tapi angkot berlalu, wajah itupu menghilang dari hadapanku. Aku merasa seperti terbuai mimpi. Akankah bisa mendekatinya ? Tanpa disadari ternyata diriku senyum-senyum sendiri. Dalam hati bertanya adakah perasaan ini seperti cerita cinta pandangan pertama ? entahlah.

Lagi senyum-senyum sendiri kepergok Niko, bikin tengsin aja

“Kenapa Van ? Wah… pasti naksir ama cewek-cewek toko Sylvia ya ?” Tanya Niko mengagetkanku.

“Ngarang kamu Ko, siapa juga naksir ama mereka”.

“Ya trus, kamu ngapain senyum-senyum sendiri”.

“Kamu liat cewek di atas angkot tadi nggak ? sumpah ! Aku suka banget sama dia, manis banget ko”.

“Cewek mana sich ? Dari tadi nggak ngeliat“

“Jelas aja kamu nggak liat, kamu kan lagi nyapu. Sumpah, hatiku benaran naksir tau nggak”.

Otakku terus saja kepikiran cewek tersebut sampai-sampai seharian sama sekali susah konsentrasi untuk bekerja. Untung saja si bos tidak datang, kalau datang udah pasti kena marah dech. Tau sendiri bos kalau penjualan lagi sepi, kerja benar saja disalahin apalagi kalau salah (sebaiknya baca : kenapa bos teriak kalau lagi marah).

Toko lagi sepi, tapi syukurlah ada pembeli datang

gadis belanja baju di dalam angkot
Cewek belanja (@ http://mix97-3.com/)

Ditengah sepinya pengunjung, seorang cewek cantik mendatangi toko. Sepertinya dia ingin membeli sesuatu.

“Permisi, bisa di bantu ? Mbak mau cari apa ?” Tanyaku dengan ramah pada wanita tersebut.

“Iya nich dek, saya mau cari baju kaos”.

“Kaos laki-laki atau perempuan mbak”

“Dua-duanya, saya mau ambil satu lusin buat laki-laki, satu lusin buat perempuan”.

“Kalau gitu mari saya perlihatkan. Nah, ini model terbaru, dasarnya juga bagus. Kalau yang di pojok sana itu bahannya asli dari korea”

“Boleh saya lihat ?”

“Iya mbak, silahkan !”

Mbak tersebut melihat baju yang kutunjukan tadi dengan seksama, sepertinya dia hendak mengambil baju itu.

“Dek, saya ambil satu lusin ya, sekalian buat cowoknya”.

“Ok ! Tunggu sebentar ya mbak”.

Dia hanya melemparku dengan sebuah senyuman, lima menit kemudian akupun selesai membungkus semua pesanannya lalu memberikan kepadanya sambil kemudian menerima pembayaran. Begitu dia pergi, Niko menghampiriku.

Diminta tolong jemput adiknya Niko

“Van, boleh minta tolong nggak ?”

“Ngapain ?” Jawabku cuek.

“Biasa aja donk Van, nggak mau bilang aja”.

“Ngapain sich ko”.

“Jemput adik aku donk”.

“Adik ? Emang sejak kapan punya adik”.

“Ya adalah, mau ya ?”.

“Kemana ?”.

“Dia kuliah di STBA, bentar lagi keluar”.

“Oke ! Berhubung bos nggak datang”.

“Ya udah, buruan”.

“Ya bawel”.

Dengan segera akupun mengendarai motorku. Perjalanan menuju STBA lumayan lama, apalagi kalau jalan macet, palingan ya 15 menit baru nyampe disana. Selama di perjalanan terlintas bayangan cewek tadi pagi ku lihat diatas angkot. Dia selalu mengingatkanku pada senyumanan manisnya. Kira-kira kapan ya bisa ketemu lagi.

Sambil memikirkan gadis tersebut, tak terasa akupun tiba di depan kampus STBA. Tapi bagaimana caranya bisa mengetahui adiknya Niko sementara diriku sama sekali nggak mengenalinya, Ada-ada aja dech si Niko masa nyuruh menjemput orang nggak kukenal.

Loooh … Jadi adiknya Niko adalah gadis diatas angkot

Tiba-tiba seorang gadis menghampiriku. Astaga ! Bukannya dia cewek di atas angkot tadi pagi ?. Kenapa dia menghampiriku ? Ujarku dalam hati sambil memandang wajah imutnya.

“Kakak temannya kak Niko kan ?” Tanyanya dengan suara begitu lembut.

“Owh,  jadi kamu adiknya Niko ?”.

“Iya, aku adiknya kak Niko”.

“Ya sudah, ayo naik”.

Gadis itupun segera naik ke motor, lalu kamipun segera berlalu pergi. Astaga tiba-tiba hatiku jadi bersemangat !  Benar-benar nggak nyangka bisa bertemu dengan gadis pujaan hati. Ternyata dia adiknya Niko. Kenapa Niko nggak pernah bilang punya adik secantik dan semanis ini. Mungkin memang jodoh, oh my god ! Tapi dari tadi diboncengi kok aku belum tau namanya ya ?.

“Kalau boleh tau nama kamu siapa ?” Tanyaku sopan padanya.

“Juni”

“Kamu pasti lahir bulan Juni ya ?”

“Kok kakak tau ?”

Untung lahirnya bulan Juni, coba kalau bulan Jupri

Untung cewek di atas angkot lahirnya bulan Juni
Namanya Juni, bukan Jupri (@Pinterest.com)

“Ya tau donk, soalnya kamu manis banget seperti bulan Juni. Lagipula kalau lahir bulan Jupri pasti nama kamu Jupri he he he”

“Ha ha ha …. kakak bisa aja. Tapi kenapa bulan Juni manis ? bulan lain emang kenapa kak ?”

“Nggak pa-pa sich, Juni itu nama bulan sangat indah, dan setiap bulan Juni aku selalu dapat keberuntungan”.

“Ah, kakak bisa aja ! Itukan cuma kebetulan kak, oh ya, kakak langsung antar ku pulang saja ya”.

“Ok”.

Begitu pulang mengantarnya. Diriku langsung kembali ke toko lalu berbagi cerita dengan Niko. Ternyata Juni adalah adik sepupu Niko. Kuceritakan bahwa Juni adalah cewek dalam angkot yang ku lihat. Sepertinya Niko mengerti kalau hatiku naksir pada adik sepupunya. Akupun minta bantuan Niko untuk bertemu kembali dengan Juni nanti malam (baca juga : jangan ngaku gaul kalau belum tahu rasanya pacaran di dalam angkot).

Malamnya kami ketemu di sebuah café. Mataku nggak henti-hentinya memandangi wajah mungil milik Juni, sepertinya Niko juga mengerti maksudku. Hingga kemudian Niko meninggalkan kami berdua di meja.

Tembak sekarang atau jangan ya. Kalau ditolak gimana ?

Sekarang tinggallah diriku berdua dengan Juni. Ingin sekali rasanya mengungkapkan perasaan sudah menggebu-gebu sejak tadi pagi. Tapi bagaimana caranya ? Takutnya Juni tidak memiliki perasaan yang sama denganku. Ah, peduli amat masalah jawaban dari Juni, yang penting aku harus bisa mengungkapkan isi hatiku.

“Juni, kamu tau nggak ? waktu lihat kamu di angkot 18 tadi pagi”

“Kenapa kak ?”

“Aku nggak tau apa sedang terjadi denganku, tapi yang pasti sejak melihat senyummu tadi pagi hatiku benaran naksir kamu Jun”. Aku tidak tahu apa jawaban dari Juni, karena ku lihat bibirnya tersenyum ketika aku mengungkapkan perasaanku. Tapi dada rasanya plong banget setelah mengucapkannya (baca juga : cara nembak cewek pendiam).

“Emang baru pertama kali ya kak lihat aku di angkot 18 ?”

Ternyata .. eh … ternyata … dia lebih dulu suka. Cerita cinta pandangan pertama jadi kenyataan. So sweet.

Makan malam dengan lilin romantis buat nembak cewek dalam angkotbuat
Makan malam dengan lilin romantis (@ Pixabay.com)

“Jujur sich iya”. Juni kembali melontarkan senyuman untuk kedua kalinya. “Kayaknya kakak terlambat deh”. “Terlambat apanya ?”. “Iya, karena diriku lebih dulu melihat kakak jauh hari sebelum kakak melihatku. Aku juga sudah tau kalau kakak adalah temannya kak Niko. Mungkin juga rasa itu lebih dulu aku yang ngerasain dari pada kakak”.

“What…? Rasa… ? Apa itu rasa su..ka ?”. Oh My god, sungguh nggak nyangka ternyata Juni lebih dulu memiliki rasa suka dibandingkan diriku. Selama ini Niko juga sudah tahu kalau adiknya naksir aku. Juni baru menceritakan bahwa ketika disuruh menjemputnya tadi siang tadi adalah bagian dari rencananya dan Niko.

Akhirnya malam itu kami resmi jadian. Kuharap hubungan cinta dengan gadis dalam angkot bisa berlanjut ke pelaminan nantinya. Amiiin.

Selesai

Dibagikan

Penulis :

Artikel terkait

1 Comment