Cinta Belum Terbalas @ Cerpen Kasih Tak Sampai

cerpen kasih tak sampai cinta pandangan pertama

Cerita tentang kasih tak sampai bermula saat pertama kali Ayu Anggreni, seorang cewek penyuka korea bertemu dengan Juliada pada sebuah even Korea sangat besar dimana saat tersebut juga Ayu mulai jatuh cinta pada pandangan pertama. Ayu mulai mencari segala hal berkaitan dengannya. Di media sosial ataupun dari teman terdekatnya karena ingin mengetahui apa disukai juga apa saja sedang dilakukan. Dia adalah seorang penyuka korea sama dengan Ayu dan sangat pandai menari modern bernama Juliada. Seorang paling dicintai, sangat disukainya. Ayu akan melakukan apapun demi dirinya walaupun mungkin harus mati demi dia. Ayu juga mulai mengkhayal sedang berjalan – jalan dengan Kak Juli di pantai.

Cerpen Cerita Cinta Belum Terbalas

“Bagaimana menurutmu pantai ini ?” tanya Juli sambil memegang tanganku.

“Bagus dan sangat romantis,” jawabku semangat melihat wajah Kak Juli

“Baiklah sekarang tutup matamu akan ku berikan sesuatu spesial,” ucapnya menutup mata Ayu dengan penutup mata.

“Baiklah akan ku tutup mataku,” ucap Ayu dengan semangat.

“Aku hitung ya satu, dua, ti……”

Tiba – tiba suaranya menghilang lalu suara lain memanggilku (cerpen cerita pendek sedih Meskipun dunia kita berbeda).

“Hei  apa kamu lakukan ? lalu kenapa kamu tiba – tiba menghitung ?” tanya Emik menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

“Memang apa telah ku lakukan ?” tanya balik Ayu.

“Kamu sedang menghitung dengan menutup matamu,” ucap Emik membaca buku sedang dibawanya.

“Benarkah, diriku melakukannya?” tanya Ayu pada Emik.

“Ia bener, apa mungkin kamu masih berkhayal tentang Kak Juli ?” tanya balik Emik sambil menutup bukunya (cerpen cerita pendek sedih Aku dan Hidupku).

“Ia mik diriku masih memikirkannya, juga sering berkhayal tentangnya, benakku tak bisa melupakannya sedikit pun,” ucap Ayu mulai mengeluarkan air mata.

“Sudahlah Yu, kalau jodoh pasti kalian akan bertemu, sekarang kamu harus fokus pada kuliahmu agar sukses membuat orang tuamu bangga,” ucap Emik sambil memelukku.

Waktu pun berlalu, kami cukup lama berbicara di kampus lalu sekarang akan pulang. Rencananya diriku akan memberikan hadiah untuk Kak Juli karena ini adalah hari ulang tahunnya ke-22. Hadiah akan ku berikan adalah sebuah gelang berwarna merah dipadukan hitam karena merupakan warna favorit Kak Juli (cerpen cerita pendek sedih Kisahku).

“Hey…hey….yu lihat !. bukannya itu Kak Juli ? kenapa kamu tidak menyapanya ? bukannya kamu mau memberikan hadiah untuk Kak Juli ?” tanya Emik sambil menunjuk gelang pada tangan Ayu

“Tapi aku terlalu malu untuk menyapa apalagi memberi hadiah ini mik,” ucap Ayu dengan muka menunduk.

“Jangan seperti itu, ayo berusaha, kamu pasti bisa memilikinya dengan usahamu sendiri ayo yu go..go…,” ucap Emik sambil menyemangatiku (cerpen cerita pendek sedih Goresan Luka).

Disaat Emik menyemangatiku, langkah kakiku mulai maju mendekati Kak Juli sambil mempersiapkan gelang yang sudah ku buat untuknya. Namun tiba – tiba ada seseorang menghampiri kak Juli. Dia perempuan sangat cantik berkulit putih. Saat itulah diriku berhenti berjalan lalu mulai mengeluarkan air mata serta menjatuhkan gelang akan ku berikan untuknya. Lalu tiba – tiba Emik mendekatiku.

“Ada apa yu ? mengapa berhenti berjalan,” tanya Emik sambil memegang pundakku (cerpen cerita pendek sedih Pengorbanan).

“Tidak ada apa – apa Emik, lebih baik kita pulang saja,” ucap Ayu sambil berjalan menjauh dari Emik.

“Ada apa ya dengannya,”ucap Emik sambil melihat pemandangan telah dilihat Ayu dari tadi.

“Kenapa jadi seperti ini sih, Ayu tunggu aku,” teriak emik sambil mengejar Ayu.

Disaat Emik ingin mengejar Ayu dia menemukan sebuah gelang tangan.

“Kenapa jadi seperti ini?” tanya Emik dalam hati dan mulai ikut menangis (cerpen cerita pendek sedih Karma).

Saat Emik ingin melanjutkan untuk mengejar Ayu tiba-tiba ia sudah menghilang. Dan dengan pasrah Emik menyimpan gelang itu dan keesokan harinya baru ia akan mengembalikannya serta melihat keadaan sahabatnya itu.

Hari yang dianggap Ayu hari baik tapi malah kebalikannya, menjadi hari membuatnya menjadi sedih juga rapuh. Setelah kejadian tersebut Ayu jarang ke kampus lalu mulai mengurung diri juga jarang makan. Emik mulai sedih pada keadaan sahabatnya Dia sering berkunjung kerumah Ayu untuk menghiburnya namun sia – sia, dirinya tak mampu membuat Ayu menjadi senang dan tertawa lagi (cerpen cerita pendek sedih Mencintai dalam kebencian).

“Ayu kamu jangan terlalu lama larut dalam kesedihan, dulu pernah ku katakan padamu, jika dia jodohmu pasti akan bertemu denganmu tapi kalo tidak kamu pasti akan memiliki seseorang lebih dari dia, jadi berhenti bersedih, lupakan dia, ” ucap Emik sambil memeluk Ayu yang mulai menangis di pelukkan emik.

Sekarang Ayu menyadari  cinta tidak boleh dipaksakan, walaupun sudah terlanjur cinta pada Kak Juli tapi dirinya tidak boleh memaksakan Kak Juli untuk mencintainya. Tapi walaupun harus menunggu dirinya siap sampai kapanpun. Tetapi sekarang dia harus tersenyum lagi agar orang – orang disekitanya tidak bersedih melihatnya. Saat itulah wajah Ayu mulai cerah lagi, tidak ada wajah muram lagi lalu pergi ke kampus seperti biasa bersama sahabatnya Emik (cerpen cerita pendek sedih Senandung Rindu Andita).

“Hai Emik,” sapa Ayu pada Emik.

“Hai juga Ayu,” sambil tersenyum.

“Emik kamu mau pergi tidak nanti, aku ingin sekali jalan – jalan mau kan ? Ku mohon,” ucap Ayu sambil memohon pada Emik.

“Baiklah aku akan ikut denganmu tapi kamu harus membelikanku Bubble Tea ya,” ucap Emik sambil tersenyum pada Ayu (cerpen cerita pendek sedih Lagu ini kuakhiri).

“Baiklah itu tidak masalah” ucap Ayu sambil tersenyum.

Sore pun tiba, Ayu menjemput Emik dirumahya, karena dirinya yang mengajak Emik, jadi harus menjemputnya. Ayu menjemput Emik menggunakan mobil. Pertama mereka berjalan – jalan di Mall Bali Galeria, mall terkenal di Bali sambil melihat – lihat baju, lalu perjalanan kedua mereka ke Seminyak untuk melihat accesorisss bagus dan perjalanan terakhir mereka ke taman bunga terkenal di Bali tersebut (cerpen cerita pendek sedih Kenapa harus aku).

Tidak sengaja Ayu melihat Kak Juli dengan perempuan waktu itu. Dirinya hampir menangis tapi dia kuat untuk menahannya. Saat itu dia melihat Kak Juli sedang sendiri karena perempuan tersebut meninggalkannya untuk membeli sesuatu. Saat Kak Juli ingin menyeberang untuk menemui perempuan tersebut, dari jauh ada mobil berkecepatan tinggi melaju. Ayu melihat hal tersebut langsung lari lalu menolong Kak juli. Kak Juli didorong oleh Ayu untuk menghindari mobil tersebut tapi sayang malah Ayu mengalami kecelakaan. Ayu pun tertabrak mobil terpental jauh. Lukanya sangat parah. Emik melihat tersebut sangat terkejut lalu langsung menghampiri Ayu (cerpen cerita pendek sedih Sepenggal kisah usang harus dibuang).

“Ayu apa telah kamu lakukan, kenapa kamu lakukan ini,” teriak Emik sambil mengguncangkan badan Ayu.

“Aw…sakit sekali tanganku, siapa telah mendorongku juga menyelamatkanku,” tanya Kak Juli pada dirinya sendiri.

Saat bangun perlahan Juli menghampiri seseorang telah menyelamatkannya tadi. Disaat ia lihat ternyata Ayu telah menyelamatkannya, “Ayu !!!,” kata Juli dengan nada kaget.

“Kak Juli kamu tahu aku kan ?, aku sahabat Ayu, dia sangat mencintaimu dan berani mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkanmu, kau tahu tidak Ayu sangat rampuh setelah melihatmu dengan seorang perempuan disaat itu dia sangat sedih dan sangat rampuh. Sebenarnya aku ingin memberitahumu tapi Ayu melarang karena dirinya tahu kalo cinta tidak bisa dipaksakan, dia sangat tulus mencintaimu. Saat di kampus selalu curhat tentangmu sementara aku selalu mendengarkan ceritanya.” ucap Emik panjang lebar sambil berteriak mengguncang badan Ayu agar bangun (cerpen cerita pendek sedih Ku lepas cinta di Pantai Carita).

“Tolonglah sahabatku, tolonglah panggil ambulan tolong cepat ku mohon siapapun,” teriak Emik pada orang – orang.

“Akan ku telepon ambulan segera.” ucap salah satu pria sambil mengeluarkan handphonenya.

Beberapa waktu kemudian ambulan pun datang dan segera mengantarkan Ayu ke rumah sakit, tapi disisi lain Kak Juli hanya diam termenung mulai meneteskan air mata.

“Apa telah ku lakukan padanya tuhan, maafkan aku, diriku tidak tahu kalau dirinya mencintaiku dengan tulus,” ucap Juli sambil mengeluarkan air matanya.

“Hei kau apa kamu mau ikut denganku kerumah sakit?” tanya Emik sambil melihatnya dengan tatapan sendu (cerpen cerita pendek sedih Maafkan aku Fani).

Setelah berpikir Juli pun ikut pergi kerumah sakit meninggalkan perempuan yang bersamanya tadi. Ambulan pun berbunyi membawa orang – orang dalam ambulan sedang panik dan khawatir.

“Ayu ku mohon bangunlah jangan tinggalkan aku,” ucap Emik sambil menangis.

Beberapan waktu kemudian mereka pun sampai dirumah sakit. Emik terus saja mengguncang tubuh Ayu yang sudah mengeluarkan banyak darah. Sementara Juli hanya diam tak tahu harus berbuat apa – apa. Tiba – tiba Juli berkata pada Dokter (cerpen cerita pendek sedih Pelindung Hatiku).

“Dokter ku mohon selamatkan Ayu, berapa pun biaya harus dikeluarkan akan saya bayar yang penting tolong selamatkan Ayu Dokter,” ucap Juli pada dokter.

“Baiklah kami akan berusaha semampu kami, sekarang kalian tenang saja, jangan lupa berdoa,” ucap Dokter sambil memegang pundak Juli.

Selang beberapa lama, pintu ICCU tidak di buka sama sekali, tidak ada tanda – tanda Dokter keluar dari sana. Keluarga Ayu datang lalu mulai menangis setelah mendengar keadaan Ayu cukup parah. Kemudian pintu ICCU pun terbuka (cerpen cerita pendek sedih Penantian Unni).

“Dokter bagaimana kedaan anak saya,” tanya orangtua Ayu sambil berharap berita baik

“Maafkan kami tidak bisa menyelamatkan anak Bapak dan Ibu karena terlalu banyak darah keluar, kami turut berduka cita kepada Bapak dan Ibu, sekarang kami permisi,” kata Dokter sambil menghapus air mata dari kaca matanya.

“Ini tidak mungkin kenapa kamu meninggalkan kami Ayu,” ucap kedua orangtua Ayu yang merasa terpukul karena kepergian Ayu.

Sahabatnya tidak tahan untuk menangis, ia mengingat kenangan mereka lalui. Kemudian dia menghampiri Juli lalu memberikan sesuatu untuknya (cerpen cerita pendek sedih Penyesalanku).

“Kak sebenarnya Ayu ingin sekali memberikan gelang ini padamu saat itu, tapi dia melihat Kakak bersama perempuan lain jadi tanpa sengaja Ayu menjatuhkan gelang ini,” ucap Emik menceritakan tentang gelang tersebut sambil menangis lalu memberikan gelang itu pada Kak Juli

Search Terms : cerpen sedih pendek cinta pandang pertama kasih pendek tak sampai cinta pandang pendek pertama kasih cinta pandang pertama kasih tak pendek sampai tak sampai cerpen cinta pendek pandang pertama kasih tak sampai pendek sedih cinta cinta pandang pertama pendek kasih tak sampai pandang pertama kasih tak cinta pandang pertama kasih tak sampai sampai cerpen sedih cinta pandang pertama kasih tak sampai cerpen sedih cinta pandang pertama kasih tak sampai cerpen sedih cinta pandang pertama cerpen cerita pendek sedih cinta pandangan pertama cerpen cerita pendek sedih cinta pertama cerpen cerita pendek sedih cinta pandang pertama cerpen cerita pendek sedih cinta kasih tak sampai cerita pendek cerpen sedih cinta pandangan pertama cerita pendek sedih cerpen cinta pertama cerita pendek cerpen sedih cinta pandang pertama cerita pendek cerpen sedih cinta kasih tak sampai cerita pendek cerpen sedih cinta pandangan pertama cerita pendek sedih cerpen cinta pertama cerita pendek cerpen sedih cinta pandang pertama cerita pendek cerpen sedih cinta kasih tak sampai  kasih tak sampai cerpen sedih cinta pandang pertama kasih tak sampai cinta pandang pertama kasih tak sampai pandang pertama pandang pertama pandang pertama pandang pertama pandang pertama pandang pertama pandang pertama pandang pertama pandang pertama pandang pertama pandang pertama pandang pertama pandang pertama pandang pertama pandang pertama pandang pertama pandang pertama tak sampai tak sampai tak sampai tak sampai sampai sampai sampai sampai tak sampai tak sampai tak sampai tak sampai tak sampai tak sampai sampai sampai tak sampai.

“Ayu maafkan, diriku tidak tahu kalau kamu mencintaiku dengan tulus, dan hatiku sangat menyesal tidak mengetahuinya padahal kamu sudah memberikan tanda kepadaku tapi mataku tidak peka, sekali lagi maafkan,” ucap Juli dan tiba – tiba Juli jatuh membungkuk sambil menggenggam gelang dari Ayu (cerpen cerita pendek sedih Ku harus melepasmu).

Setelah kepergiannya, orangtua Ayu meninggalkan rumah lama dan menjualnya agar tidak larut akan kepergian anaknya. Dan tidak membuat Ayu sedih melihat orangtuanya menangis karena kepergiannya. Haripun berlalu sangat cepat, tahun pun berlalu juga, tidak terasa sudah 5 tahun atas meninggalnya Ayu. Setiap tahun Emik selalu berkunjung ke makam Ayu untuk mendoakannya ataupun bercerita sesuatu padanya. Hari itu Emik melihat Juli datang ke makam Ayu.

“Kau datang Kak,” tanya Emik sambil mengusap air matanya.

“Ia aku datang untuk meminta maaf mik,” ucap Juli pada Emik (cerpen cerita pendek sedih Kan ku kubur cinta ini dihatiku).

“Hei kak berhentilah meminta maaf, karena dia pasti akan memaafkanmu, karena dia orang sangat baik serta tidak memandang siapapun orangnya, walaupun orang tersebut sudah banyak berbuat salah, tetapi dia pasti akan selalu memaafkannya. Maka dari itu diriku sangat menyukainya sebagai sahabatku, karena dirinya memiliki hati baik seperti malaikat,” ucap Emik pada Kak Juli sambil menaruh bunga mawar biru kesukaan Ayu diatas makamnya.

“O ya kalau kau ingin kembali kesini lagi, bawalah bunga mawar biru karena dia sangat menyukai itu,” ucapnya sambil tersenyum pada Juli (cerpen cerita pendek sedih Ikhlas).

“Sekarang aku pergi dulu Kak.”

Emik pun pergi meninggalnya di makam Ayu sendiri.

“Ayu walaupun kamu pergi sebelum diriku minta maaf, aku akan terus kesini untuk menemuimu, aku janji, Ayu aku mencintaimu.” ucapnya lalu mencium foto Ayu terpasang pada makam sambil mengeluarkan air mata.

Kita tahu mencintai seseorang tidak mudah apalagi sampai mengorbankan nyawanya sendiri, dari cerita ini kita bisa belajar betapa setianya cinta Ayu pada Kak Juli seseorang yang ia cintai selama hidupnya sampai ia mati. Cinta itu memang ajaib kita bisa bawa sampai kita mati dan cinta juga bisa mengubah hidup kita dengan mudah (cerpen cerita pendek sedih Kupu-kupu bersayap awan).(AA)

Dibagikan

Ayu Anggraeni

Penulis :

You may also like