Cinta dan Pengorbanan

cerita sedih kasih tak sampai

Cinta dan pengorbanan adalah cerita sedih kasih tak sampai seorang lelaki yang hanya dianggap sahabat. Cinta menyebabkan dia nekat melakukan kesalahan, namun akhirnya dia menyadari dan menebus dengan nyawanya. Bagaimana kisahnya ? simak pada cerpen pengorbanan berikut :

Cerita Sedih Kasih Tak Sampai – Cinta Dan Pengorbanan

“Kau sudah benar-benar layaknya mayat hidup Grace, ha  ha ha sungguh sangat menyedihkan” gadis indo Jerman – Indonesia itu menertawakan dirinya sendiri, wajahnya yang pucat, dan daster putih yang membalut tubuh putihnya itu seakan membenarkan kata-kata dia sudah layaknya mayat hidup.

“Sungguh sakit bunda, sakit ayah. Aku ingin cepat menyusul kalian berdua, apakah surga itu indah ayah ?bunda ?, mengapa Tuhan tak ingin aku ke surga secepatnya ?” ucap wanita itu sembari masih menatap dirinya di cermin panjang yang memantulkan seluruh tubuh Grace.

Seketika wanita itu merasa bahwa dia sudah tak sanggup untuk berdiri, ia terduduk di lantai. Air mata yang ia tahan dari tadi menetes seketika saat ia ingat pada Arka, kekasihnya, lebih tepatnya mantan kekasihnya. “Bahkan kau pun pergi dan tak menghiraukan aku sedikitpun” ratap wanita itu, mengingat detik-detik terakhir lelakinya itu meninggalkan dia untuk bersama wanita lain .

-flashback-

“Arka” jantung Grace serasa berhenti berdetak, tenggorokannya tercekat seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya “Grace, maafkan aku. Tapi inilah yang ingin aku bicarakan. Bahwa aku sudah tak mencintaimu lagi, aku mencintai wanita ini, dan dia akan menjadi istriku sebentar lagi”.

Grace terduduk di kursi restoran tempat dia dan Arka janjikan untuk merayakan hari jadi mereka yang sudah 5 tahun. Grace menangis histeris hingga ia tak dapat berkata apa apa lagi, dunianya mulai terhenti saat itu, satu satunya harapan Grace untuk bertahan hidup selama ini pergi dengan harapan lain. Arka menepuk pundak Grace “maafkan aku Grace, aku bukanlah yang terbaik untukmu.  Jadi maafkan aku mencintai orang lain. Dan maaf aku harus pergi”

Grace mengangkat tangannya memberi isyarat kepada Arka untuk segera pergi. Sungguh hatinya tak ingin laki-laki itu pergi, tapi seakan memang benar tak memikirkan hati Grace, Arka pergi bersama wanita yang mendampinginya tadi. Wanita yang merusak dongeng indah Grace bersama Arka. “Terima kasih untuk 5 tahun kebahagiaannya Ka, dan terima kasih atas luka yang kau beri hari ini” Grace berkata lirih. Arka berhenti sejenak karena dengan jarak yang tak terlalu jauh itu dia masih bisa mendengarkan Grace. Tanpa berkata-kata lelaki itu hanya menarik nafasnya dalam-dalam lalu beranjak pergi dari restoran itu, Grace tersenyum lirih saat dilihatnya Arka sudah beranjak jauh dari restoran itu.

-flashback end-

Hari itu, hari dimana semuanya berawal buruk. Saat itu Grace mengira rasa sakit di hatinya merupakan sakit karena ditinggal Arka hingga ia jatuh pingsan di restoran itu.  Dan setelah ia sadar dari pingsannya, dia sudah di sebuah kamar rumah sakit. Tenggorokan dan kepalanya seakan tercekat saat dokter berkata Grace terserang kanker hati stadium 2. Hidup wanita malang itu seakan terhenti saat itu. Tak ada senyum, hanya wajah datar yang selalu diperlihatkan Grace. Dia tak pernah lagi keluar dari rumah setelah pulang dari rumah sakit itu.  Hidupnya kini bukan lagi bergantung pada Arka, tapi pada obat-obatan pahit yang harus diminumnya setiap saat

“Grace !! kamu kenapa ?” setidaknya setiap hari dia masih punya seorang lelaki yang memperhatikannya. Dia Sebastien teman kecil Grace.  Laki-laki yang juga blasteran Jerman -Indo itu sangat perduli pada Grace. Grace sudah seperti adiknya sendiri, setidaknya itu yang dia ucapkan pada Grace.

“Aku tak apa-apa, seperti biasa” ucap Grace dengan suara yang lemah, wanita itu mencoba berdiri namun terjatuh. Untungnya Sebastien sigap menangkap tubuh Grace agar tak jatuh ke lantai.  Sebastien mengangkat Grace menuju tempat tidurnya “Terima kasih untuk selalu ada untukku Sebastien” ucap Grace sembari tersenyum. Senyum yang sangat-sangat dipaksakan.

“Mengapa bukan Arka yang menjadi sepertimu” ucap Grace lirih,  sedetik kemudian air matanya menetes. Sebastien menghapus air mata wanita itu dengan jarinya “Jangan tangisi apa yang sudah pergi Grace, setidaknya kau masih punya aku” ucap Sebastien. Grace pun tertidur sesaat setelah Sebastien memberinya obat-obatan yang biasa diminum Grace.

Sebastien duduk di samping Grace yang tertidur,memandang wajah gadis itu dalam-dalam “Maafkan aku Grace” air mata Sebastien menetes. “Maafkan aku yang sudah memisahkan kau dan Arka karena keegoisanku,  aku mencintaimu Grace, selalu seperti itu” Sebastien menarik nafas menyesali apa yang sudah dikatakannya pada Arka sebelum Arka meninggalkan Grace

-flashback-

“Arka” Sebastien melambaikan tangan pada lelaki bertubuh atletis itu. Lelaki itu menoleh dan tersenyum lalu menghampiri meja tempat Sebastien duduk menunggunya dari tadi.

“Maaf terlambat, aku baru selesai meeting dengan client-ku hari ini” ucap Arka sembari mengulas senyum manisnya lalu duduk di bangku di depan Sebastien. “Ada apa Sebastien ?” tanya Arka. “Tinggalkan Grace” ucap Sebastien “Tolong tinggalkan Grace, ini permintaan Grace, dia tak ingin memberitahumu,  yang jelas dia pernah berkata bahwa dia tak mencintaimu lagi” ucap Sebastien.

Arka terdiam mendengar apa yang diucapkan sahabat kekasihnya itu “kau tahu, dia sempat frustasi karena tak bisa meninggalkanmu dan pergi ke club hingga dia mabuk parah” ucap Sebastien. Lelaki itu berbohong, hanya saja dia tak suka melihat Grace bersama dengan Arka, baginya Grace adalah miliknya,  hanya miliknya.

“Ku harap kau bisa meninggalkannya tanpa membuat dia merasa bersalah, buat dia membencimu” ucap Sebastien lalu beranjak dari tempatnya duduk. Arka masih terdiam tak berkata-kata. Hatinya sakit, sungguh sakit, ia tak percaya dengan apa yang diucapkan Sebastien saat itu. Tapi baginya Sebastien merupakan sahabat kecil Grace, tak mungkin ia berbohong. Arka memukul dengan keras meja restoran itu hingga semua pengunjung melihatnya. Tak perduli dengan pandangan orang, Arka beranjak meninggalkan restoran itu.

-flashback end-

“Sungguh aku minta maaf Grace, karena keegoisanku kau menjadi seperti ini” Sebastien terisak”. “Aku akan perbaiki semuanya Grace, aku berjanji padamu” Masih dengan air mata yang mengalir deras dari matanya, Sebastien menatap gadis itu dalam-dalam. Sebastien terkejut memdengar dering telepon genggamnya, diambilnya ponsel yang bergetar itu lalu mengangkat telepon dari seseorang.

“Bos, sudah ku temukan” ucap suara di seberang ponsel Sebastien. Sebastien terkejut, dan berdiri menjauh dari Grace tak ingin membangunkan wanita itu. “Kirim alamatnya padaku melalui SMS sekarang” ucap Sebastien lalu menutup sambungan telepon itu. Ia menggenggam erat ponselnya gusar menunggu pesan dari orang tadi.

Sebastien melajukan mobilnya saat pesan berupa alamat yang diinginkannya masuk ke ponsel Sebastien. Dia berharap orang yang dicarinya memang benar berada disana “Aku akan perbaiki segalanya Grace, bertahanlah Grace, aku mohon” ucap Sebastien lirih sembari masih melajukan mobilnya dengan cepat.

Sebastien berhenti di salah satu rumah mewah bercat putih dengan mobil yang masih di dalam garasi “Ku harap kau memang benar disini Arka” ucap Sebastien lalu menekan bel di depan pintu besar itu. Lelaki yang diharapkannya membuka pintu besar itu “Arka !” Sebastien memeluk Arka erat “Sebastien ada apa ?” ucap Arka cemas. Lelaki itu mulai berfikir yang tidak-tidak tentang Grace “Mari masuk, kita bicara di dalam saja” ucap Arka.

“Maafkan aku Arka, semua yang ku katakan padamu waktu itu semuanya tidak benar, aku mencintai Grace dan aku tak ingin orang lain memilikinya” Sebastien tertunduk malu, sedangkan Arka terkejut. Tangannya mengepal keras mendengar apa yang diucapkan Sebastien. “Maafkan aku Ka, maafkan aku, dan sekarang aku menyesal karena memisahkan kalian hingga Grace tak lagi seperti Grace yang ku kenal periang”ucapan Sebastien terhenti saat Arka melayangkan kepalan tangannya ke wajah Sebastien.

“Pukul aku sepuasnya Ka, aku tau aku salah , itu sebabnya aku mencarimu selama ini” ucap Sebastien dengan mulut yang berdarah akibat pukulan Arka yang sangat keras. “Ku mohon,  kembalikan Grace Ka” Sebastien terisak. Arka tak dapat berkata-kata dia sangat marah hingga ia tak dapat berbicara “Ku mohon Ka, Grace mengidap kanker hati stadium 2 dan dia baru mengetahuinya sesaat setelah kau pergi waktu itu. Ku mohon kembalilah padanya, dia membutuhkanmu”.

Ucapan Sebastien itu berhasil membuat Arka terkejut hingga lelaki itu tak kuat menahan tubuhnya dan terduduk di sofa. “Apa katamu ?” ucap Arka lirih. “Ya Grace sudah benar-Benar layaknya mayat hidup Ka” ucap Sebastien. “Dimana ? Dimana Graceku sekarang ?” ucap Arka lirih. Arka masih sangat mencintai Grace,  apa yang diucapkannya waktu itu tidaklah benar. Dia hanya ingin menyakiti hati perempuan yang menyakiti hatinya saat itu.

Arka dan Sebastien melajukan mobil sport mereka menuju rumah Grace dua-duanya nampak gundah

“Gracee !!! ” Arka dan Sebastien sama sama berteriak saat mendapati Grace yang terbaring di kasurnya dengan gunting dan darah di pergelangan tangannya. Arka berlari memeluk Grace “Grace bangun, apa yang kau lakukan. Aku disini sayang. Masih untukmu, tolong buka matamu” ucap Arka.

Monitor detak jantung masih menampilkan denyut detak jantung Grace yang terbaring masih tak sadarkan diri. “Grace, maafkan aku. Tolong bangunlah, aku disini untukmu” Arka menangis menggengam tangan Grace,  penuh harap, berharap Grace membuka matanya.

Sebastien masuk kekamar tempat Grace dirawat, membayangkan kata demi kata yang diucapkan Dokter tadi,  jantungnya tercekat. Seperti hidupnya terhenti saat mendengarnya “Nona Grace harus mendapatkan donor untuk hatinya segera tuan. Kondisi hati Nona Grace sudah sangat rusak. Kita harus segera mengoperasi hati nona agar sel kankernya tidak menyebar ke bagian lain”

“Ada apa Sebastien, apa Grace ku baik-baik saja” Arka mengejutkan Sebastien yang melamun. Lalu setelah sadar Sebastien terduduk tak dapat menerima kenyataan. Sebastien memberi tahukan semuanya pada Arka.  Arka terkejut lalu memukul Sebastien dengan keras “Ini semua karenamu brengsek !  puaskah kau sekarang ?!” ucap Arka penuh dengan kebencian.

Sebastien tak terkejut dengan pukulan Arka, dia sadar semua ini salahnya. “Pergi dan jangan pernah kau munculkan wajahmu lagi, bedebah !” ucap Arka lalu menarik Sebastien keluar.

Satu minggu kemudian

Grace masih belum sadarkan diri, dan Arka masih saja setia menemani wanita yang sangat dicintainya itu.

“Tuan Arka, bisa keruangan saya sebentar” ajak seorang dokter yang tiba tiba mengejutkan Arka.  Arka dan dokter itu pun pergi keruangan dokter itu “sudah ada orang yang ingin mendonorkan hatinya untuk nona Grace” ucap dokter itu dengan berat hati. “Syukurlah dok. Lakukan operasi secepatnya dok, apapun lakukan agar Grace bisa sehat dok, aku mohon” pinta Arka. “Baiklah, kita akan melakukan operasi secepatnya”

Lampu di atas pintu ruang IGD telah menyala itu artinya operasi sedang dilaksanakan Arka menunggu dengan gusar di depan pintu berharap dan berdoa agar semuanya baik-baik saja. Arka ingin sekali tau siapa yang sudah baik hati memberikan hatinya untuk Grace tapi dokter merahasiakannya

Sementara di dalam dokter tengah sibuk mengoperasi Grace, di sampingnya ada seorang lelaki yang terbaring, sudah tak bernyawa. Semua ini keinginannya, memberikan hatinya untuk Grace. Semua ini keputusannya, setidaknya apapun yang dilakukan lelaki itu semuanya untuk Grace.

Lampu merah itu mulai meredup, artinya operasi sudah selesai. Nampak dokter keluar, Arka langsung berdiri.

“Operasi berhasil, kita tinggal menunggu apakah hati baru nona Grace bisa beradaptasi pada tubuh barunya” Ucap dokter itu. “Dan ini surat dari pendonor, dia menyuruhku memberikan ini padamu sebelum dioperasi”. Dokter itu menyodorkan sebuah amplop putih lalu pergi meninggalkan Arka.

Arka memegang amplop putih itu, sebelum membukanya Grace yang sedang terbaring belum siuman dibawa menuju ruang inap pasien. Arka mengikuti Grace. Saat Grace dan Arka berjalan menuju ruang inap, sebuah bangsal yang diatasnya terbaring lelaki yang sudah tak bernyawa dikeluarkan. Lelaki yang memberikan nyawanya untuk orang yang dicintainya, lelaki yang menebus kesalahannya dengan nyawanya, dia Sebastien.

Arka sedang duduk memandang wajah Grace yang tertidur lelap. Wajah wanita itu terlihat berubah, tak sepucat kemarin “Grace, setelah ini aku tak akan meninggalkanmu lagi”. Arka teringat pada surat yang diberikan dokter tadi. Dia mengeluarkan surat itu dari tas sandangnya lalu membaca surat itu bait demi bait surat itu. Arka meneteskan air mata setelah selesai membacanya. Diremasnya kertas itu keras-keras “bodoh sekali kau Sebastien, untuk apa kau lakukan ini semua” ucap Arka. “Ku akui cintamu pada Grace lebih besar dibanding cintaku pada Grace, terima kasih Sebastien untuk merelakan Grace kepadaku” ucap Arka lirih.

“Sebastien” wanita yang sudah berapa hari ini sehat dan dibolehkan pulang setelah operasi hati yang diberikannya berhasil.  Grace, wanita itu memeluk erat nisan bertuliskan nama Sebastien. “Bodoh” ucap wanita itu sekali lagi, dia menangis “Kenapa kau lakukan ini Sebastien, kau sangat bodoh” ucap Grace lirih. Dia terisak “Arka kenapa tak kau hentikan dia” ucap wanita itu kepada Arka yang sedang merangkul Grace.

“Maafkan aku Grace, aku tak tahu, sampai kau selesai dioperasi barulah aku tahu bahwa dialah yang mendonorkan hatinya untukmu”. Grace memegang dadanya “Terima kasih untuk selalu ada untukku walaupun kau pergi” ucap wanita itu “Terima kasih untuk selalu menjadi teman terbaikku Sebastien” ucapnya lagi.

-flashback-

Arka membaca surat yang diberikan dokter itu padanya :

12 november 2016

Hai, Arka. ini aku Sebastien, kau pasti terkejut bukan? ya benar. Sudah kuputuskan untuk memperbaiki segalanya.
Aku minta maaf atas apa yang sudah ku lakukan pada kalian berdua.
Aku sadar aku terlalu egois.
Arka, ku mohon berjanjilah, berjanjilah untuk selalu menjaga hatiku
dan menjaga cintaku
Aku tau hanya kau yang bisa mengembalikan Grace
Tolong setelah ini berjanjilah untuk tidak meninggalkan Grace lagi
Aku mencintainya dan akan selalu seperti itu
Oh ya
Aku meninggalkan sebuah Flashdisk di dalam tas Grace
Tolong berikan padanya saat dia tersadar
Do’aku selalu yang terbaik untuk kalian berdua,

Sebastien.

Arka meremas kertas surat itu dengan kuat.

“Arka” suara wanita itu mengejutkan Arka, Grace tersadar dan Arka segera memanggil dokter. Operasi yang dijalankan Grace berhasil, hatinya berkerja dengan sangat baik pada tubuh Grace.

“Kenapa kau yang ada di sini Arka ?” ucap Grace lemah “Maafkan aku Grace” Arka menjelaskan segalanya, menjelaskan perkataan Sebastien yang membuat dia meninggalkan Grace. Belum sempat Grace ingin marah, Arka menyodorkan sebuah flashdisk “Ini dari Sebastien” ucap Arka lemah “Dimana dia ?aku sudah sadar dan sembuh dia malah tak melihat ku” tanya Grace. Arka tak berkata apa-apa. Arka mencolokkan flashdisk itu pada televisi di kamar itu,  sebuah video langsung muncul dilayar televisi 32inch itu.

Lelaki yang dicari Grace ada di layar itu, memakai baju biru rumah sakit yang sama dengan Grace,  lelaki itu tersenyum “Hallo Grace, apa kabar ? Aku tau saat kau melihat ini kau tidak akan melihatku lagi, dan kau pasti sudah baik-baik saja. Maafkan aku sudah merusak hari-harimu”. Lelaki dalam video itu menarik nafas panjang, lalu melanjutkan perkataannya lagi “Aku akan memberikanmu hatiku, hati yang sangat mencintaimu, ya benar, aku mencintaimu Grace,  sejak dulu aku selalu mencintaimu. Tak apa jika kau tak mencintaiku tapi kau selalu tersenyum dan ada di sampingku itu saja sudah cukup untukku”. Grace meneteskan airmatanya. Hatinya terasa begitu perih saat mendengarkan Sebastien berbicara di video itu “Jaga hatiku Grace, selalu tersenyumlah setelah ini. Tolong jangan menangis atau bertingkah bodoh” lelaki di video itu tersenyum tapi airmatanya menetes. “Aku tau kau sedang melihat ini bersama dengan Arka, hey Arka” Sebastien melambaikan tangannya pada kamera “Ku kembalikan hidupmu, Grace. Maafkan aku yang sudah memisahkan kau dengan hidupmu, aku tak seharusnya begitu”. Sebastien menarik nafasnya panjang “Arka, kau sudah baca surat ku bukan ?, berjanjilah padaku ya, kalau tidak aku akan selalu menghantuimu”. Sebastien tertawa. “Dan Grace, terima kasih untuk bertahan hidup hingga kau melihat video ini, terima kasih sudah menjadi satu satunya wanita yang aku cintai, terima kasih banyak”. Sebastien berbaring di bangsalnya “Sebentar lagi aku akan memberimu kehidupan Grace, pesanku hanya tolong jaga hatiku dan tetaplah menjadi Grace yang periang seperti yang ku kenal dahulu. Aku mencintaimu”. Setelah itu layar televisi itu mulai menggelap,  Grace terisak, ia menyadari bahwa Sebastien-lah yang selama ini menemaninya.  Sebastien sahabatnya yang terbaik “Sebastien” Grace berkata lirih sembari terisak. Arka memeluk Grace erat.

-flashback end-

Dua tahun kemudian

“Setiap tahun Sebastien, setiap hari bahkan detik, kau selalu akan menjadi yang terbaik” wanita itu meletakkan mawar merah di atas tanah pemakaman tempat Sebastien tertidur untuk selamanya. “Sebastien, hari ini sudah 2 tahun kau tinggalkan aku, maaf aku tak bisa tau dengan cintamu” ucap Grace lagi. “Aku dan Arka sudah menikah 1 tahun lalu”. Grace bercerita pada nisan Sebastien.  Grace terisak “Walaupun kau tiada, tapi kau tetap saja menjadi pendengar yang baik untukku”. Grace menabur makam Sebastien dengan bunga,  menambah indah makam Sebastien “Sebastien, semoga kau selalu tenang disana” ucap wanita itu lalu beranjak dari makam Sebastien. Angin berhembus menerpa rambut wanita dan diiringi langkah demi langkah kepergian wanita itu. Dia tak sadar ada seorang yang memperhatikannya, seseorang yang sudah tak sealam lagi,  dia Sebastien. Sebastien tersenyum indah lalu menghilang bersama angin yang berhembus.(Tamat)


Terima kasih telah membaca cerita sedih kasih tak sampai. Semoga cerpen romantis sedih diatas dapat menghibur dan bermanfaat bagi sobat muda Bisfren sekalian. Tetaplah semangat dan optimis dalam menjalani hidup. Selalu berpikir positif merupakan salah satu cara untuk meraih cita – cita dan sukses.

Dibagikan

Mei Chy Ryadi

Penulis :

Artikel terkait