Cinta Kita Sehidup Semati, Tapi Kamu Harus Cari Rejeki Kalau Nggak Mau Aku Mati

Hidup bukan hanya cinta Cinta Kita Sehidup Semati, Tapi Kamu Harus Cari Rejeki Kalau Nggak Mau Aku Mati

Kata Gombloh “Kalau cinta sudah melekat taik kucing rasa coklat”, tapi siapa juga yang mau makan kotoran kucing. Cinta memang urusan perasaan tapi duit menentukan perasaan. Bukan aku ngomporin kamu supaya mata duitan, tapi kalau kamu memang cinta, kamu harus mendorong dia supaya kerja, cari rejeki, cari duit buat membangun rumah tangga, bukan sekedar rajin apel, rajin SMS. Nah sobat, sebelum kamu keasyikan pacaran sampai melupakan kewajiban utama mencari nafkah, membangun karir buat masa depan kamu baca deh daftar kebutuhan hidup kalau sudah menikah karena hidup bukan sekedar cinta.

Hidup bukan sekedar cinta

Kalau kamu memang mau serius sama pacar kamu, mau menjadikan dia sebagai pendamping hidup kamu dalam pernikahan, sudah bukan waktunya lagi kamu menghabiskan waktu untuk bermesra-mesraan sampai melupakan karir dan pekerjaan.

Jalan yang terbentang dihadapan kamu berdua, meski masih panjang, harus segera diselesaikan. Dan untuk menyelesaikannya kamu tidak bisa hanya berleha-leha melainkan harus punya banyak persiapan. Kalau kamu memaksakan diri buat mencapainya tanpa persiapan, kamu bisa jadi akan mengalami beratnya hidup berumah tangga. Kamu akan menjumpai masalah-masalah yang tidak pernah kamu hadapi saat pacaran, diantaranya :

Setelah menikah kamu butuh tempat tinggal, kalau belum mampu beli, kamu bisa sewa tapi sewa juga pakai uang. Kalau nggak cukup uang buat sewa, kamu siap tinggal sama mertua ?

kalau cinta harus punya tempat tinggal, bayar tagihan listrik, gas, air dan lain-lain
Tagihan (@ScottBrownOnline)

Rumah atau tempat tinggal adalah kebutuhan utama setiap orang untuk membangun rumah tangga. Tanpa adanya rumah atau tempat tinggal, bagaimana kamu bisa menyatakan bahwa kamu dan pasangan kamu adalah sebuah keluarga ? ibarat negara, rumah itu adalah wilayahnya. Entah itu beli, sewa atau diwariskan dari orang tua, kamu harus mengklaim wilayah keluarga kamu.

Harga rumah memang tidak murah dan semakin mahal, jadi kamu harus mencari rejeki yang halal agar kamu bisa memiliki sendiri. Karena biar bagaimanapun, eksistensi kamu akan berkurang selama masih tinggal bersama orang tua atau mertua jika sudah berumah tangga.

Setelah berumah tangga, kamu juga harus membayar tagihan listrik, air, gas dan lain-lain sendiri. Tidak bisa lagi mengandalkan orang tua. Baca juga : target kamu sebelum usia 28.

Cinta memang segalanya, tapi kalau perut lapar kamu harus makan. Kamu harus tahu, walaupun hanya sekedar beras, tetap harus dibayar. Kalau cinta, beri uang buat makan

hidup perlu makan bukan sekedar cinta
Masak (@RespectWoman)

Kalau mau cinta dan rumah tangga kamu aman dan lancar, kamu harus mencukupi kebutuhan ini. Urusan ekonomi adalah masalah utama penyebab perceraian. Jangan pernah sepelekan urusan perut dan mengandalkan orang tua. Ingat, anak orang tua kamu bukan hanya kamu seorang. Mereka juga mulai sepuh dan sakit-sakitan. Tidak mungkin kamu hanya mengandalkan mereka tanpa punya kemampuan mencari rejeki sendiri.

Kalau sakit harus berobat, sekalipun kamu bisa pakai BPJS – kamu, pasangan atau anak-anak kamu – belum tentu siap menerima kualitas layanannya. Dan jangan lupa tidak semua obat ditanggung BPJS

Setiap orang pasti pernah sakit, kalau sakit harus bayar pakai uang tidak bisa pakai cinta
Antrian BPJS (@Merdeka)

Setiap orang pasti pernah mengalami sakit. Beberapa penyakit mungkin hanya butuh obat warung supaya sembuh. Tapi ketika salah satu anggota keluarga mengalami musibah berupa sakit yang membutuhkan dokter, kamu harus siap mengeluarkan uang untuk berobat.

Sekalipun kamu bisa pakai BPJS, kamu harus punya uang buat ongkos dan jajannya, karena berobat pakai BPJS di rumah sakit umum yang ramai harus antri, datangnya pagi-pagi, pulang sore hari. Baca : alasan mengapa kamu tidak perlu mambayar iuran bpjs.

Memangnya kamu dan pasangan nggak malu kondangan pakai baju yang itu-itu saja ?

tingkat ekonomi keluarga dilihat dari kemampuan memenuhi kebutuhan sandang
Pesta penikahan (@TheBigFatIndianWedding)

Kalau menurut ahli ekonomi, kebutuhan sandang dalam ekonomi keluarga ada diurutan pertama. Makanya selalu disebut sandang atau pakaian, pangan atau makanan, baru terakhir papan alias tempat tinggal.

Karena ada di urutan pertama, tingkat ekonomi sebuah keluarga dinilai dari kemampuan mereka mencukupi sandang keluarga yang dilihat saat acara-acara hari raya atau undangan pernikahan. Jadi setelah berkeluarga membelikan pakaian, sepatu, sandal yang layak buat keluarga harus diperhatikan setidaknya untuk acara kondangan. Baca : kalau mau sukses menikahlah di usia muda.

Urusan sekolah anak bisa bikin kamu berantem sama pasangan, jadi pastikan juga kamu bisa memenuhi kebutuhan mereka setidaknya agar mereka percaya diri dan lebih fokus belajar

memenuhi kebutuhan sekolah anak adalah kewajiban orangg tua
Mengantar anak sekolah (@DailyMail)

Siapa sih yang tidak mau mencukupi kebutuhan buah hati ? kalau kamu bersikap dewasa, setelah menikah kamu akan lebih mementingkan kebutuhan anak dibanding kebutuhan kamu sendiri. Jadi seharusnya mulai sekarang kamu lebih giat membangun karir dan mencari rejeki supaya kamu bisa memberikan pendidikan kepada anak-anak kamu di sekolah yang terbaik atau setidaknya kamu bisa mencukupi kebutuhan mereka untuk sekolah.

Biaya merawat orang tua dan mertua yang sudah sepuh bisa menjadi pemicu konflik antara kamu dengan pasangan, antara kamu dengan saudara kamu, dan antara kamu dengan saudara pasangan kamu

merawat orang tua sakit kewajiban anak membalas budi
Merawat orang tua (@AdvantageHomeCareMaine)

Waktu kecil kamu dirawat dan dididik oleh mereka. Kini setelah kamu memiliki tanggung jawab terhadap pasangan dan anak, kamu diberi tanggung jawab tambahan untuk membalas jasa orang tua. Dan itu bukan hanya orang tua kamu, melainkan juga orang tua pasangan kamu.
Jika kamu tidak memiliki waktu khusus untuk merawat orang tua karena harus bekerja, kamu setidaknya harus memiliki kemampuan keuangan yang cukup untuk membayar orang yang merawat mereka. Pun demikian, waktu dan perhatian tetaplah dibutuhkan oleh orang tua tanda bakti anaknya kepada mereka. Baca : pengobatan alternatif glaukoma.

Orang bilang uang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang. Uang tidak dibawa mati tapi tidak ada uang rasanya mau mati

uang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang. Uang tidak dibawa mati tapi tidak ada uang rasanya mau mati
Uang (@NbcNews)

Banyak orang yang dikatakan bijak, padahal tidak bijak-bijak amat, mengatakan bahwa uang bukan segalanya. Aku yakin orang muda yang mengatakan seperti ini adalah orang yang kalah dan menyerah pada hidup. Tapi kalau yang mengatakan itu adalah orang tua, bisa jadi dulu saat mudanya dia suka hura-hura, punya banyak uang yang dihamburkan, lalu setelah tua menjadi lemah dan sakit-sakitan sehingga dia baru sadar bahwa uangnya tidak bisa membeli umur dan kesehatan. Baca : profesi dengan gaji tertinggi di Indonesia.

Sobat, selama kamu hidup kamu harus mencari rejeki, mencari uang dengan cara apapun yang halal. Harus halal, karena sudah pasti kalau halal tidak akan merugikan orang lain dan menyalahi aturan agama. Jadi tidak ada lagi alasan bagi kamu untuk terlena dan berleha-leha atas nama cinta. Semakin kamu cinta pada pasangan kamu, semakin keras kamu harus membangun karir dan mencari rejeki. Bukan sebaliknya, karena cinta lalu kamu mengabaikan urusan pekerjaan dan melewatkan berbagai kesempatan. Baca juga : pekerjaan paling banyak dibutuhkan di Indonesia.

Demikian beberapa kebutuhan hidup kamu kelak kalau sudah menikah untuk menjadi motivasi bagi kamu dan pasangan karena hidup bukan sekedar cinta. Jangan lupa bagikan artikel ini di dinding facebook kamu dan pasangan, atau bagikan kepada teman melalui twitter, pinterest dan google+. Salam sukses.

Dibagikan

Penulis :

Artikel terkait