Cerpen Patah Hati : Cinta Salah

cerpen patah hati cinta yang salah

Cerpen patah hati (cerita pendek) tentang cinta pertama mahasiswi kepada cowoknya sehingga membuatnya berani melawan orang tua, namun dia baru tersadar ketika ibunya meninggal sementara pacarnya selingkuh. Bagaimana kisahnya ? silahkan simak pada cerpen berikut.

Cerita Pendek Cinta Yang Salah

Mataku sembab ketika harus menyadari kenyataan kisahku, ternyata dirinya sama sekali bukan pangeran dalam kehidupanku, pangeran impian akan selalu memperjuangkanku dalam hidupnya dan menjadikanku putri, ketika harus ku dapatkan kebenaran perkataan sahabat baikku, bahkan ibuku sendiri tentang siapa sebenarnya Dani, lelaki ku anggap pangeran, mataku hanya mampu menatap terpaku tentang rasa pahit, kutelan ludahku dengan segenap pemandangan serba kelam.

Mulutku tak bisa berkata apa-apa lagi, lampu remang-remang dengan suasana romantis begitu kusukai. Momen indah bersamanya membuat duniaku terasa terbang jauh seperti di dongeng-dongeng putri. Diriku termakan kata manisnya, dirinya Dani adalah pangeran di hatiku, pangeran pertama telah merebut  kursi penting perasaan dalam hatiku.

“kau begitu indah, malam ini Indah,”

“Namaku memang indah”  wajahku tersipu. Malam terindah dalam kehidupanku, saat ku mulai tau bahwa cinta memang indah. Rasanya semua hal tentang perasaanku adalah indah juga dipenuhi bunga-bunga olehnya. Lelaki yang begitu sempurna di mataku, begitu ku kagumi dalam diamku. Hadir dengan rindu-rindu begitu menyiksa malamku sehingga membuatku merasakan sebagai wanita paling beruntung karena bisa memikatnya bak pangeran.

Dirinya tampil dengan gayanya begitu membuatku tergila-gila, mengubah pandanganku tentang cinta juga perasaan dengan merebut senyum di hidupku juga ibu. Dani mengembalikan senyum telah lama hilang akibat seorang ayah yang seharusnya menjaga kami tapi malah mengkhianati. Ayah begitu tega meninggalkan kami demi memilih wanita lain, lebih cantik juga kaya dibanding ibu. Sedangkan ibu begitu setia menjaga hatinya untuk ayah.

Dalam pandanganku semua lelaki sama saja, sama-sama suka selingkuh dan berkhianat. Namun Dani mengubahnya.

Mulai saat itulah ku anggap semua lelaki sama, lelaki mencintai karena keindahan fisiknya saja. Keindahan terlihat, kemudian akan berpaling jika mendapat wanita lain, apabila dalam pandangnya menemukan kelebihan. Berkat Dani, diriku mulai melupakan semua pemikiran demikian.

Dani begitu mudah membuatku melupakan kenangan pahit terciptakan karena ulah ayahku serta perspektifku terhadap lelaki, rasanya dunia indah ketika itu adalah tentangnya. Membayangkannya saja hatiku menjadi bahagia dan akupun cuek pada nasihat ibu yang mengatakan aku jangan pacaran. Menurut ibu hubungan tidak jelas hanya akan menyiksaku, mengambil waktuku saja tanpa ada manfaat. Diriku ditugaskan hanya belajar oleh ibu, namun ketika setelah mengenalnya, ibu mulai kecewa padaku. Aku awalnya selalu menjadi anak patuh pada semua perkataannya, kemudian mulai suka menbantah ketika mengenal Dani, lelaki dengan banyak kelebihan dibanding diriku. Dani anak orang kaya lagi tampan akhirnya menjadi pacarku sejak satu tahun lalu.

Dani membuatku berani membantah ibu

“Indah, cinta sejati akan hadir disaat tepat” kata ibu, pada hari dimana dirinya tau diriku sudah berpacaran dengan Dani.

“Waktunya sudah tepat bu..”

Ibu tersenyum lalu membelai rambutku saat sedang membuka buku novel cinta favoritku, mataku melihat ibu mengeleng-gelengkan kepalanya “tidak sayang, kamu memang sudah besar tapi cinta sejati belum tepat mengunjungimu sayang,”.

“Tapi kurasa sudah tepat bu, Dani adalah orangnya..”. Mulutku diam sejenak. “Ibu tau gak Dani bak seorang pangeran di kampus Indah, banyak teman-teman Indah juga kakak lifting menyukainya, tapi Dani malah memilih Indah. Bayangkan Bu, Indah begitu beruntung kan, banyak teman-teman Indah iri pada Indah” kataku bersemangat kepadanya.

“tapi kan kamu tak perlu harus pacaran langsung Indah, kamu bisa berteman atau mengenalnya lebih lagi, kamu seharusnya fokus dulu pada cita-cita ingin kamu kejar, ingat sayang kamu harus menggapai mimpi mu dulu”.

“Ibu, Indah udah dewasa, umur indah sudah delapan belas, sebentar lagi sudah sembilan belas tahun bu, Indah tau kok bagaimana membagi waktu, Indah tak perlu dikekang lagi bu, dan Indah sudah tau mana terbaik buat Indah, hal terpenting Indah sudah mampu membuang rasa sakit juga trauma waktu SMP dulu karena ayah meninggalkan ibu, menghianati kesetiaan sehingga membuat indah menganggap lelaki sama semua,”

Ibu menelan ludahnya, perkataanku membuatnya harus mengenang ayah yang memang secara terang-terangan menghianatinya. Ibuku tak berkata apa-apa lagi lalu meninggalkanku (baca juga cerpen patah hati Manusia Bodoh).

Persetan dengan nasihat ibu, kuyakin hubunganku akan baik-baik saja

Hatiku tak begitu peduli pada nasihat ibu, bagiku tidak ada hal salah tentang hubungan kami. Apa yang kurasakan adalah sedang dibius cinta tanpa mengerti makna cinta. Dengan segenap perhatian hingga membuatu merasakan bak seorang putri. Entahlah, mungkin inilah makna belajar mencinta dan semua perasaan tentang cinta. Hatiku sudah mantap menganggapnya adalah takdir dalam cinta sejatiku sehingga sebisa mungkin mencoba untuk bertahan dengannya, walaupun sering kali tingkah Dani seperti membatasi pertemananku. Dani sangat marah ketika diriku dekat pada cowok lain walaupun sahabat dekatku sendiri dari kecil.

Tiba-tiba saja perhatiannya memudar sekejab mata, padahal cintaku semakin besar untuknya

Namun tiba-tiba perhatiannya semakin hari semakin memudar, atau bahkan tidak ada sama sekali, dirinya menjadi begitu cuek, berbeda dengan ketika menjelang enam bulan kami bersama.

Aku memang telah pernah mendengar dari Riko sahabatku kecilku, bahwa Dani bukanlah orang tepat untukku. Riko mengatakan pernah memergoki Dani bersama cewek lain di sebuah restoran tempatnya bekerja. Tapi anehnya aku tak percaya begitu saja. Bahkan lebih parahnya ketika memergoki SMS mesra pada ponselnya hatiku selalu percaya pada alasan “teman-temanku sering meminjam handphoneku sayang..” (baca juga cerpen patah hati Kandas).

Hingga lama-lama perasaan cinta seperti menikamku karena semakin hari rasanya semakin besar untuknya, sedangkan dia ? Rasanya dia semakin mengacuhkanku. Anehnya hatiku sadar tapi tak pernah peduli, lebih penting bagiku dirinya tetap bersamaku. Namun hal paling membuatku menyesal adalah ketika diriku tak percaya pada ibuku sendiri padahal jelas-jelas menginginkan kebahagian juga segala terbaik untukku.

Akupun tak bisa menerima kalau ibuku menjelek-jelekan pacarku

“Indah, Dani bukan lelaki tepat untukmu, “

Tidak bisa ku terima begitu saja perkataannya yang menjelek-jelekkan Dani pacarku tercinta apalagi ketika ibu menyuruhku untuk meninggalkannya.

Lebih kupilih pergi meninggalkannya setelah berdebat sore itu, meninggalkannya dengan perasaan begitu kesal marah juga kecewa. Kuangap ibu seenaknya mengekang hidupku lalu mengatur-ngatur hidupku. Ku tinggalkan rumah lalu berjalan tanpa arah hingga malam. Ku tahu ibu pasti mencemaskanku, hatikupun tidak tega membuatnya khawatir mencariku. Akhirnya jam sembilan malam kuputuskan untuk kembali namun ketika kembali ke rumahku ada pemandangan lain terlihat disana (baca cerita sedih patah hati Jangan pernah pergi).

Saat pulang, ibu sudah meninggal

Terlihat dari kejauhan banyak ibu-ibu melayat. Suara bacaan surat yasin memenuhi rumahku, apa telah terjadi ? batinku terus bertanya sambil langkah kakiku terus saja mendekat masuk ke dalam rumah. Ku lihat seorang terbaring tanpa bergerak lagi di ruang tengah. Hatiku coba menerka-nerka apa telah terjadi,  mengapa ibu tertidur disitu. Apa telah terjadi ? Ibu seperti mayat saja tiduran di depan rumah begitu, “Ibu sudah meninggal ?  Ah, rasanya tidak, baru tadi sore kami berdebat soal Dani, ibu menyuruhku untuk meninggalkan Dani tapi diriku memilih meninggalkan ibu. Ibu masih terlihat bugar saat kutinggalkan jadi tak mungkin tiba-tiba ia meninggal.

Beberapa orang melihat ku dengan nada prihatin, semenit, dua menit diriku hening pada pemandangan aneh tersebut, “Apa telah terjadi ?” kalimat tersebut mengantung di bibirku hingga tiba-tiba Sari juga Farah memelukku, mereka dua sahabatku sekaligus tetanggaku.

“Sabar indah..” Sari memelukku sambil terisak

“Apa telah terjadi Sar ?”

“Ibu mu korban tabrak lari, pak De menemukan ibumu sudah tidak bernyawa di lorong jalan sepi magrib tadi”.

Seluruh hidupku rasanya terhenti, angin berhenti berhembus mengosongkan bumi tanpa  oksigen, dadaku sesak tak bisa bernafas menghirup udara. Ku goyang-goyangkan tubuh ibuku namun ibu masih sama, tubuhnya tidak lagi bergerak.

Kini hanya penyesalan bila mengingat pertengkaran dengan ibu adalah ucapan perpisahan selama-lamanya

Sore terakhir bersama ibu, mengingatnya begitu pilu. Lalu beribu kata seandainya menghujam dalam benakku. Seandainya ku turuti ibu, seandainya tidak harus mengenal Dani juga seandainya kejadian kecil pembuatku harus mengenal Dani tidak pernah terjadi, mungkin kejadian menimpa ibu tidak terjadi. Kalau saja diriku selalu menjadi anak patuh terhadap kata-katanya, pada nasihat-nasihatnya. Seandainya tidak berdebat dengannya mungkin masih bisa dibelai olehnya. Namun semua kata seandainya pada keadaan memilukan hanya akan sia-sia karena pada kenyataannya begitu menyakitkan.

“Sudahlah Indah, itu semuanya sudah takdir Yang Maha Kuasa..” Farah sahabatku mencoba menenangkanku dengan memelukku.

Cerpen patah hati pacar selingkuh sama teman sendiri

cerita selingkuh patah hati
cewek nampar cowok selingkuh

Sore seminggu sejak kepergian ibu, denga suasana duka masih menghujam hidupku, lengkaplah penderitaanku yang sudah sebatangkara. Tiga sahabatku Rico, Sari serta Fara mencoba menghibur mengajakku menikmati malam karena kebetulan Rico mendapatkan kenaikan gaji pertamanya sehingga akan mentraktir. Kami memasuki sebuah restoran kaca dengan pemandangan romantis tempat dimana diriku melanggar aturan hidup yang dibuat oleh ibu.

Gadis bergaun merah terlihat begitu manis, wajahnya tersipu pada perkataan seorang cowok di depannya. Ku coba mendekat lalu semakin dekat.

“Dani..” tanpa sadar mulutku mengucap. Ya, dia Dani cowokku yang ku bela serta ku sayang bersama Bella orang yang telah ku anggap sahabatku. Dani melihat ke arahku dengan tatapan biasa saja, tanpa rasa bersalah.

Hatiku tidak habis pikir bahkan begitu heran pada isi hati mereka, apalagi Dani terlihat tidak merasa bersalah di depanku. Pengkhianatan benar-benar terjadi dalam hidupku, pengkhianatan dengan rasa sakit karena rasa tersebut baru pertama ingin ku mulai dan ku pikir akan menjadi indah.

“Indah, ngapain kamu disini ?”. Tanya Bella setengah kaget. Mulutku tidak menjawab apa-apa selain sebuah tamparan melayang ke arah Dani serta segelas jus orange ke wajah Bella.

“Kalian, kalian begitu keterlaluan, kalian tega..” kalimat tersebut keluar bersamaan dengan air mata mengalir deras.

Oh Tuhan …. dia malah bersyukur aku tahu dirinya selingkuh

“Baguslah akhirnya kamu tau juga Indah, aku bosan pacaran dengan kamu, kamu itu masih bersifat seperti sifat anak-anak juga bosan pada sifatmu itu..” kata Dani menghujam hatiku dengan beribu pedang. Ya ampun begitu tega dirinya membuat sebuah pengakuan demikian. Hatiku sakit juga pedih pada kenyataan ku hadapi. Tiada kata mampu ku keluarkan selain air mata kemudian berlari meninggalkan mereka.

Aku berlari meninggalakan tempat itu, Bella maupun Dani tidak berusaha mengejarku, hanya tiga sahabatku mengikuti. Baru ku tau benar perkataan teman-temanku selama ini, mataku dibutakan oleh cinta, dan semua penyesalan tidak ada artinya lagi. Ibuku telah pergi, cinta yang salah telah merebutnya, aku menangis sejadi-jadinya. Tapi itu tidak mengebalikan ibu ke pangkuanku.

Aku tidak pernah menyesali Dani pergi, pergi saja cinta yang salah. Jangan pernah kembali untuk mengusik hatiku. Tapi hatiku menyesali kehadirannya karena telah merebut cinta sebenarnya dariku (baca juga cerpen patah hati pendek Torehan Luka).(RD)


Terima kasih telah membaca cerpen patah hati akibat cinta yang salah. Semoga bermanfaat dan jangan lupa baca cerita pendek Bisfren lainnya.

Dibagikan

Penulis :

You may also like