Cinta Tidak Mengenal Perbedaan

cerpen cinta tak mengenal perbedaan

Cerpen cinta beda agama masa lalu mahasiswi yang disukai lelaki berbeda agama. Dia mencoba menghindar namun akhirnya mereka menikah setelah yakin bahwa lelaki itu benar-benar mencintainya dan bersedia pindah keyakinan. Baca ceritanya berikut ini.

Cerpen Cinta Tidak Mengenal Perbedaan

Rintik hujan di senja ini seakan membawa anganku kembali ke masa silam, dimana awal pertama kali aku mengenal suamiku. Kisah asmara ku dengannya yang ku anggap senda gurau bukan suatu impian. Tapi setiap suratan sudah di takdirkan Nya, aku berjodoh dengan dia.

Saat itu aku baru saja pulang dari kampus berlari-lari menghindari tetesan hujan membasahi kerudung merah jambu yang ku pakai saat itu. Saat melewati sebuah gang tak jauh lagi dari tempat kost-ku seorang pria menyapa dengan santai seakan telah lama saling mengenal. Aku katakan “maaf ya bang aku ngak kenal kamu”. “Oh sorry ya dek, kamu mirip sekali dengan temanku, aku kira dia tadi (sambil tertawa), dari mana senja-senja gini hujan gerimis lagi, nanti kamu sakit loh” lanjut dia.

“Nggak apa apa bang, aku baru pulang kuliah mau ke kost” kataku. “Oya, kamu tinggal dimana dek ? Boleh aku temanin ?” katanya. “Nggak usah bang, aku tinggal di depan itu lagian dekat, aku pergi dulu ya bang ?”. “Hmm..  nomor HP nya berapa dek kapan-kapan boleh kita telponan”. Akhirnya ku berikan nomor HP sama dia dan segera akupun berlalu. Dua jam kemudian HP ku berdering. Ku jawab ternyata dia yang menelpon, sejak saat itulah aku mulai akrab sama dia. Sering jalan bareng,  nonton konser & bioskop.

Ternyata dia beda agama

Seiring waktu benih-benih cinta pun tumbuh di antara kami. Tiga bulan berlalu di malam itu tanpa sengaja dia bercerita bahwa dirinya berbeda keyakinan denganku, sontak saja aku kaget mendengarnya. Tapi aku menahan diri seakan-akan tidak mendengar omongannya itu dan bersikap biasa-biasa saja.

Aku tak ingin aqidah ku tergadai gara-gara cinta, dan ku tahu keluargaku akan menolak hal tersebut. Mumpung belum terlalu dalam, sejak saat itu akupun mulai berusaha selalu menghindar setiap kali dia mengajak jalan. Karena terlalu sering menolak ajakannya, akhirnya aku pun bersedia juga sekaligus untuk menjelaskan alasan atas hal itu.

Duduk lah kami di sebuah kafe sambil menikmati jus buah naga kesukaanku dan cemilan pisang keju. Saat itulah aku menjelaskan maksudku bertemu dengan dia.  “Bang, aku ingin mengatakan sesuatu yang menurutku ini ide bagus di antara kita sebelum kita terlalu jauh menjalani hubungan. Kita mustahil bisa bersatu suatu hari nanti karena kita berbeda, disamping kita berbeda adat istiadat, kita juga berbeda keyakinan, tidak seiman. Lebih baik kita tutup saja kisah hubungan kita“.

Matanya menatapku sejenak, tetapi dengan santai diapun menjawab “Kalau soal itu dek biar abang mengalah. Abang ikut kamu, aku bahagia bersamamu”. Jawabannya sudah tentu membuatku bingung. Disatu sisi aku mengatakan hal tersebut sebagai cara untuk mengakhiri hubungan dengannya lalu berpisah karena perbedaan agama, sementara dia ingin menghilangkan perbedaan dengan mengikutiku atau pindah agama.

Aku gak mau dibohongi, perbedaan itu membuatku menghindarinya

kumpulan cerita islami
Cerita cinta berbeda agama (@ Youtube.com)

Sepulang dari pertemuan terakhir tersebut, aku tidak terlalu suka lagi sama dia. Semua telponnya tidak pernah ku jawab. Puluhan kali dia missed call dan mengirim SMS, namun sama sekali satupun gak ada aku balas. Hatiku sama sekali gak ada niat menikah dengan orang yang berbeda iman denganku. Meskipun dia mengatakan ingin pindah keyakinan, hal itu belum tentu benar. Kalau hubungan diteruskan lalu aku semakin bergantung kepadanya, maka akan semakin sulit bagiku untuk melepaskannya meskipun dia kemudian melanggar ucapannya. Akhirnya ku ganti no HP ku supaya dia tidak bisa lagi menghubungiku.

Quotes kata bijak : Jika ada sesuatu perbedaan prinsip yang tidak mungkin disamakan, mengakhiri hubungan sejak dini adalah hal terbaik bagi keduanya.

Setelah wisuda lulus S1 Bahasa Inggris aku pulang kampung. Empat bulan berlalu, aku kembali ke tempat kos untuk mencari pekerjaan. Setelah sekian lama gak ada komunikasi dengannya. Akan tetapi baru saja turun dari bus antar kota, aku berjumpa lagi dengannya.  Dia langsung memegang-megang pipiku. “Kemana saja dek, aku kangen kamu. Kenapa nomor HP mu gak aktif ? minta lagi dong kasih yang aktif ya” Katanya. Karena barang bawaan dari kampung sangat banyak, maka ku berikan nomor HP ku supaya dia mau membantu membawa barang-barangku.

Sejak saat itu komunikasi antara kami nyambung lagi. Mungkin sekitar 3 kali makan malam, hatiku meragukan dia serius akan pindah agama. Sehingga aku mulai berfikir lagi gimana caranya agar bisa terlepas darinya. Akhirnya ku putuskan untuk pindah kos dan mengganti nomor HP lagi. Untuk ke dua kalinya diriku menghilang.

Kalau memang cinta, satukanlah keyakinan lama sebelum menikah, bukan saat menikah

cerpen kisah pernikahan cina islam
Cerpen cinta pernikahan (@ Aliexpress.com)

Enam bulan berlalu, diantara kami tidak ada komunikasi lagi. Mungkin dia kini sudah menyadari arti ucapanku waktu itu. Akan tetapi ternyata perkiraanku salah. Saat sedang asyik main HP di sebuah halte bis, seseorang menegurku dari belakang dan akupun membalikan tubuh. Kontan saja hatiku kanget, ternyata dia lagi. “Apa kamu sudah menikah ?” katanya. “Belum” jawabku. “Berarti masih ada harapan untuk bersamamu” katanya lagi.

Sejak itulah aku baru menyadari bahwa dia sangat menginginkanku dalam hidupnya. Dan dia mulai ku kenalkan pada keluargaku. Setelah dia pindah agama dan berpacaran kurang lebih 4 tahun, kamipun memutuskan untuk menikah hingga saat ini.

Dibagikan

Penulis :

Artikel terkait

1 Comment