Cintaku Menjadi Dendam

cerita curhat kisah nyata

Cintaku menjadi dendam adalah cerita curhat kisah nyata seorang gadis yang sudah menyerahkan kegadisannya  pada pacar sampai hamil namun ditinggalkan begitu saja. Simak cerpen berikut :

Cerita Curhat Kisah Nyata – Cintaku Menjadi Dendam

Nama ku Diana. Biasa orang memanggil ku Dian. Aku adalah seorang gadis yang dibutakan oleh cinta. Dilahirkan dari keluarga pecah berantakan, ayah dan ibu bercerai lalu masing-masing menikah lagi. Aku memiliki seorang kakak bernama Rendi, usia kami selisih 5 tahun. Malam ini aku akan berbagi kisah tentang cintaku bersama seorang cowok yang menurutku bodoh dan bajingan, dia adalah Tomy.

Awal perkenalan kami bermula dari kumpulnya teman-teman di rumah sahabatku. Malam itu tanpa sengaja Tomy mengajak berkenalan denganku. Maklum aku lama tidak kumpul karena sibuk dengan sekolah ku di luar kota. Dia mengulurkan tangan padaku lalu menyebutkan namanya sambil tersenyum. Supaya tidak dinilai sebagai gadis sombong, apalagi ini adalah kali pertama kami berkumpul dengan teman teman setelah sibuk sekolah di luar kota, aku membalasnya dengan senyum pula menyambut uluran tangannya. Sejak perkenalan malam itu kami menjadi akrab dan pada akhirnya dia menyatakan perasaan sukanya padaku. Karena dalam hatiku juga ada rasa untuknya maka ku terima cintanya dan kami menjadi sepasang kekasih.

Semakin lama rasa sayangku kepadanya semakin dalam dan kami semakin mesra. Hingga suatu ketika pada tanggal 23 Maret, hari ulang tahunnya Tomy, aku sengaja menyiapkan hadiah spesial untuknya. Malam menjelang hari tersebut, ku telpon dia.

“Sayang”. “Iya sayang. Kenapa ?”. “Maaf ya besok aku harus pergi ikut ibu ke rumah saudara di luar kota, jadi besok kami enggak bisa jalan dulu”. “Kamu kok gitu sih sayang. Besok kan hari ultah ku”. “Maaf dech Tomy, maaf banget”. “Ya sudahlah terserah kamu aja. Aku mau tidur dulu, capek seharian kerja. Untuk kamu besok, hati hati di jalan”. “Sayang, jangan ngambek donk”. “Terserah !”.

Obrolan malam itu berakhir dengan kata terserah darinya. Aku mulai menyiapkan semua kejutan untuknya. Mulai dari kue sampai kado ulang tahun. Rencananya nanti tepat jam 12 malam akan menemuinya di kost, lalu besok kami akan jalan berdua. Itulah rencanaku. Tak terasa semua nya sudah siap. Jam di tangan ku menunjukan pukul 11:30, setengah jam lagi adalah pas pukul 00:00 pergantian hari di ulang tahunnya.

Kado ulang tahun untukmu

Tok .. Tok.. Tok.. Ku ketuk kamar kost nya.

“Siapa sih ?”

Ketika dia buka pintu ku nyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk nya, dan kami tiup lilin bersama.

“Sayang, jangan lupa doa nya ya,”

Aku tak pernah melihatnya sebahagia malam itu. Bahkan air matanya sampai terjatuh karena terharu. Akupun ikut bahagia. Malam itu kami lalui berdua diantara gelapnya kota Jakarta. Kami memang sama-sama kost di Jakarta, dia bekerja dan aku pun sama. Jadi kami bisa pacaran dengan bebas. Malam itu aku bermalam di kost-nya Tomy. Satu tahun hubungan cinta telah terlewatkan.

Tahun kedua hubungan

Ini adalah tahun ke dua ku lalui bersama Tomy. Di pergantian malam tahun baru ini kami merencanakan untuk berlibur bersama di villa puncak – Bogor.  Kami merencanakan semua dengan begitu sempurna. Ya karena kami sama-sama bebas dari orang tua, maka kami pun bebas kemana saja, kapan saja. Kebetulah pada pergantian tahun baru ini kami libur kerja jadi kami benar benar free.

Kami berlibur di Villa Bogor selama 3 hari. Selama itu pun kami melakukan hubungan layaknya suami istri. Antara kami tiada kecanggungan lagi. Kami seperti layaknya pengantin baru walaupun diantara kami belum ada ikatan pernikahan atau sekedar tunangan. Semua janji-janji Tomy sumpahkan padaku. Semua janji manis diucapkannya dari sekedar sayang aku sampai tak akan meninggalkanku. Semua hal manis manis diucapkannya saat itu.

Tak terasa waktu liburan kami habis, kamipun memulai aktifitas seperti biasa. Diriku kembali dengan segudang pekerjaan dan diapun kembali disibukan oleh pekerjaannya. Kami mulai sama sama sibuk. Sejak pulang liburan kami memang jarang bertemu, bahkan untuk sekedar telfon pun jarang. Hanya lewat BBM kami sedikit sempatkan waktu untuk saling memberi perhatian, namun semuanya berjalan baik baik saja. Hari ke hari, minggu ke minggu, bulan demi bulan terasa biasa.

Namun di tahun ketiga terasa ada yang berbeda. Perhatian sedikit berkurang dari biasanya. Mungkin karena kami sekarang semakin sama sama sibuk untuk bekerja. Tapi aku selalu sempatkan waktu berkunjung ke tempat kostnya. Suatu hari, walau badan capek, aku datang. Biarlah setidaknya untuk mengurangi sedikit jarak diantara kami.

“Sayang, aku kangen banget. Kamu kenapa sekarang ini mulai berubah ?”.

“Aku capek bun, banyak pekerjaan harus ku kerjakan,”

“Ehm … sibuk capek sampai lupa ya sama bunda ? Ya udah ini kita makan malam dulu ya habis itu aku pulang. Kamu istirahat aja.”

“Kok pulang ? Enggak nginep aja ?”

“Enggak lah, kamu kan capek. Maaf ya udah ganggu.”

“Enggk lah bun, kangen banget sebenernya.”

Malam itu akhirnya aku bermalam di kost nya. Seperti malam malam sebelum nya, kami selalu melakukan hubungan suami istri. Tapi malam itu perasaanku gelisah. Entah mengapa aku takut saja jika hamil. Namun ku tepis semua itu, toh jika pun hamil Tomy telah berjanji akan melamarku,

Awal Kebencianku padanya

Aneh rasanya, 3 tahun pacaran saling sayang bahkan sampai melakukan hubungan badan namun Tomy tidak pernah mengenalkanku pada keluarganya. Walau lewat telpon pun tidak. Setiap meminta untuk dikenalkan, beribu alasan selalu diucapkan. Hatiku mulai bimbang. Sementara keluargaku telah mengenal Tomy. Bahkan ibuku terlanjur sayang pada Tomy. Namun tanda tanda adanya keseriusan hubungan diantara kami tidak ada.

Tiga tahun berlalu, ternyata tahun ke empat menjadi tahun bahagia bagiku. Yaap… Tomy membawaku pada keluarga besarnya, dan kami akan segera bertunangan, bahagia sekali rasa nya hatiku.

Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba juga. Aku resmi menjadi tunangannya Tomy. Untuk merayakan hari pertunangan kami, aku dan Tomy, berlibur ke pulau Bali. Kami habiskan waktu berdua disana. Terasa sangat bahagia, namun perubahannya semakin terasa. Walau kami sering pergi bersama, namun jika ku fikir-fikir kembali, kemanapun kami pergi dimanapun kami makan, Tomy tak pernah mengeluarkan uang sedikit pun. Segala fikiran buruk kuhempaskan. Ah biar saja toh dia adalah calon suamiku, kelak dia akan menafkahiku. Jadi apa salahnya jika saat ini aku yang berkorban, selalu ku fikirkan hal yang positif. Meski sering terjadi pertengkaran diantara kami, tidak ada niat sedikitpun dalam hati untuk meninggalkan Tomy. Namun suatu sore ku buka HP Tomy, dan ku baca seluruh kontak BBM nya. Ternyata calon suamiku Tomy, memiliki wanita lain alias selingkuhan. Bagai petir di siang hari, rasanya shok dan tak percaya. Seseorang yang sangat ku cintai tega mengkhianati diriku. Namun aku mencoba tenang seakan-akan tidak tau apapun tentang perselingkuhan itu.

“Pagi Tomy ku sayang”

“Pagi juga bunda keche”

“Sayang nanti sore kita ketemu ya,”

“Ada apa bun ? Kayaknya penting banget. Kangen ya sama aku ? hayo ngaku”

“Hehhehehe iya aku kangen sama Tomy-ku yang dulu”.

“Yang dulu gimana bun ?”

“Ya pokoknya yang dulu.”

“Ah kamu kalo lagi kangen suka ngawur.”

“Ya udah aku kerja lagi ya, hati-hati kalo kerja.”

“Iya bunda keche”

Kamu selingkuh ya ?!

Hari ini diriku akan menemui Tomy ditempat yang kami janjikan. Di ujung pantai daerah Jakarta Utara,

“Sayang”

“Iya kenapa ada apa ?”

“Em kamu punya cewek lain kah selain aku ?”

“Hahahha kamu itu ngomong apa sih ? Enggak ada cewek lain dihatiku selain kamu Diana”

“Bohonggggg !!, kamu berdusta aku tau itu”

“Kamu kenapa sih Din ? Kok jadi cemburuan kayak gini ?”

“Apa cemburuan ? yang kamu ajak BBM an itu siapa ? Kamu panggil selingkuhan mesra dengan sebutan mama itu siapa ? Setan ?”

“Ya ampun Diana ! Kamu tau dari mana ? Kamu buka HP ku ?”

“Iya buka HP kamu, sudah kubaca seluruhnya. Dan ku tau semuanya. Kamu jahat Tomy kamu jahat, sungguh jahat.”

“Maafkan Diana, maaf aku khilaf. Dia hanya penghibur rasa sepi saat kamu sibuk dengan pekerjaanmu !.”

“Apa kamu bilang ? aku tetap setia sama kamu. Sesibuk apapun kamu, secuek apapun kamu Tomy, aku tetap setia. Teganya kamu padaku, aku benci kamu pahammmm…!!!”

Tapi … Owh … aku hamil diluar nikah

Pertemuanku dengan Tomy sore itu berakhir dengan kepergianku membawa sejuta amarah. Satu minggu sejak kejadian itu aku mulai merasa aneh dengan tubuhku. Seperti tidak enak badan dan sering mual. Awalnya ku fikir hanya masuk angin biasa, tapi rasa mual itu terus terjadi saat mencium aroma aroma tertentu. Dan setelah menggunakan alat test kehamilan ternyata diriku positif hamil.

Paginya, tiba-tiba kakak perempuan Tomy menelpon. Dia bercerita tentang kehidupan dan keuangan keluarganya. Dia juga memintaku supaya aku dan Tomy saling menjaga agar tidak terjadi hamil di luar nikah. Dikatakannya juga jangan permalukan keluarga besar Tomy ya sayang. Rasa takut dan shok tak dapat ku hindari. Namun diriku berpura-pura baik-baik saja. Disisi lain hatiku juga takut bagaimana kalau keluargaku tahu kalo aku hamil. Pasti ibu, ayah dan kakak akan murka padaku. Bagaimana malunya mereka.

Mas .. aku hamil

Aku tidak masuk kerja dengan surat keterangan dokter bahwa sedang sakit. Siangnya diriku main ketempat kost Tomy. Walau tahu dia sedang bekerja, namun dapat masuk dengan mudah karena juga memiliki satu kunci kamarnya.

Hari ini Tomy pulang agak sedikit lebih cepat dari biasanya. Sampai di rumah kami masih bicara baik baik saja. Masih bercanda dan mesra, bahkan kami sempat melakukan hubungan badan. Baru setelah agak larut malam diriku mulai membuka suara,

“Tom,”

“Iya sayang kenapa ?”

“Tom aku mau ngomong”

“Ngomong apa ? Ngomong aja sayang.”

“Tomy aku hamil.”

“Apaaa ? Kamu hamil ? Kok bisa ? Kenapa sampai hamil ? Lalu bagaimana ?”

“Kita nikah ya Tomy”

“Apa ? Nikah ? Kamu gila ya Din ? apa kata ortu ? apa kata keluarga besar kita ? Bukankah kita tidak boleh dulu menikah, apa lagi nikah dalam keadaan kamu hamil. Kamu gila Diana.”

“Apa aku gila ? Kamu yang gila. Ini anak kamu, darah dagingmu, titisan dari nafsu kita”

“Aku belum siap Diana ! Mengerti lah”

Bukannya tanggung jawab malah disuruh gugurin

“Lalu bagaimana dengan kandunganku Tomy, jawab Tom !. Apa harus menanggung malu sendiri ? bagaimana dengan ortu-ku Tomy ?”

“Kamu gugurkan saja anak itu,”

“Apa gugurin ? Kamu gila Tomy kamu biadab, kamu jahat,”

“Kalo kamu enggak mau gugurin terserah, aku enggak akan bertanggung jawab, puas ?”

“Baik akan ku gugurkan demi kehormatan keluarga besar kita, kamu jahat Tomy.”

“Maafkan sayang, aku belum siap.”

Akhirnya terpaksa ku gugurkan kandungan karena bapaknya tidak mau tanggung jawab

Malam itu diriku hanya menangis meratapi nasib dan janinku. Saat minum obat terlambat bulan, rasanya hatiku teriris. Sakit kecewa dan hancur, maafkan putri mu ibu ayah maaf.

Semuanya ku lewati begitu saja. Rasanya hidup sia sia. Bahkan sejak kejadian tersebut antara kami sering terjadi pertengkaran, enggak pernah akur. Dia berubah, selalu mencari-cari kesalahan.  Pada satu hari, kami berdebat hebat, diriku tak dapat lagi mengendalikan emosi, sama sama berpacu dalam amarah. Antara kami tiada yang mendapat kalah ataupun menang. Sampai pada akhirnya dia memintaku untuk pergi, dihina-hina diriku serta keluargaku. dicampakannya diriku, bahkan ikatan pertunangan di antara kami sudah tiada lagi. Kini diriku sendiri dengan kehampaan hati. Rasa cinta berubah menjadi benci dan dendam.

Saat ini kami benar-benar telah berpisah, namun lebih tepatnya dia tidak lagi menginginkanku. Diriku dicampakan, habis manis sepah dibuang. Hatiku benar benar benci padanya. Rasanya ingin sekali melihat manusia busuk sepertinya mati, mati lalu hidup di neraka. Kuharap karma itu ada, untuk anakku yang tidak dikehendaki, juga untuk air mataku, dan air mata ibuku. Sekian kisah dariku.


Terima kasih telah membaca cerita curhat kisah nyata. Semoga cerpen nyata diatas dapat menghibur dan menambah pengetahuan sobat muda Bisfren yang tengah dimabuk asmara untuk lebih berhati-hati. Jangan terlalu percaya pada nafsu semata. Salam sukses selalu.

Dibagikan

Eva Wahdaniyah

Penulis :

Artikel terkait