Cintaku Tertinggal Di Bus ALS 206

cerita romantis cintaku tertinggal di bus ALS

Cerita romantis tentang seorang gadis yang disukai sopir bus ALS saat wisata liburan sekolah ke Kota Medan bersama ibunya. Bagaimana akhir kisah cerpen romantis ini ? silahkan simak pada cerpen berikut.

Cerpen Romantis Cintaku Tertinggal Di Bus ALS 206

Liburan semester 3 yang ku nantikan akhirnya tiba. Liburan kali ini orang tua ku mengajak ke Medan, ke rumah saudaranya. Aku sich nggak keberatan, namun sayangnya saudara perempuan ku tidak dapat ikut karena ada sedikit masalah dengan orang tua ku. Akhirnya kami pergi bertiga aku, ibu ku dan juga saudara bungsu ku. 3 hari kemudian kami pun berangkat , kami berangkat dengan bus. Sayangnya,, kami tidak dapat duduk di bangku 1. Entah apa yang akan terjadi nanti jika sudah di pertengahan perjalanan, takutnya aku dapat travel sickness. Karena ini pertama kalinya aku bepergian jauh dengan bus. Setelah satu jam menunggu, bus ALS (Antar Lintas Sumatra) no 206 itu kemudian berangkat.

Baru jalan 15 menit saja kepala ku terasa sakit, bagaimana kalau sampai satu malam ? Entahlah apa akan terjadi ! Ternyata dugaaanku benar, belum setengah perjalanan diriku sudah mulai mabuk perjalanan. Tidak hanya aku, ibu dan adik ku juga mabuk di perjalanan. Lalu jam 9 malam mobil ALS yang ku naiki berhenti di rumah makan. Kami pun turun untuk menikmati makan malam.

Setelah selesai makan, aku duduk di depan rumah makan tersebut sambil menikmati udara malam yang lumayan dingin itu, lalu kemudian aku melihat seorang tourist. Aku kemudian menghampiri tourist itu lalu kami pun berbincang-bincang, hitung-hitung melatih kemampuan Bahasa Inggris. Tourist ganteng berkulit putih itu bernama Thomas dan dia datang dari Polandia. Hatiku senang ketika dibilangnya akulah orang Indonesia pertama yang memulai pembicaraan dengannya (baca juga cerita romantis Sakral) .

Tidak lama kemudian bus itu segera berangkat. Aku tidak terlalu menikmati perjalanan di malam itu karena kepala masih pusing, akhirnya aku pun tertidur dalam bus.

Diberi senyuman oleh sopir bus

Aku terbangun ketika bus berhenti di sebuah mesjid, ku lirik arloji jam ku ternyata sudah menunjukkan pukul 5 pagi, ku lihat ibuku tidak ada di samping, hanya adikku sedang tidur. Mungkin saja ibuku pergi sholat. Kulihat juga tourist yang tadinya duduk di bangku no 2 dari bangku ku, dia sudah tidak ada disana, berarti dia sudah turun ketika aku lagi nyenyak tidur tadi.

Seorang cowok kebetulan sopir bus ALS tersebut lewat disamping tempat dudukku, entah apa menyebabkannya tersenyum kepada ku, akupun dengan senang hati membalas senyumannya.

Begitu semua penumpang sudah naik, bus kembali berangkat. Kali ini pusing kepala ku sedikit hilang, mungkin karena musik yang aku dengar sekarang adalah musik kesukaan ku, tentu saja musik dangdut !!  Itu kan hobiku
Tidak terasa matahari sudah mulai tampak, bus terus melaju dengan kecepatan sedang. Tepat pukul 10.00 bus pun tiba di terminal bus ALS. Begitu tiba ibu ku langsung memesan tiket untuk pulang dan mengambil tempat duduk di depan, karena kami tidak ingin lagi mengalami mabuk di perjalanan (baca juga cerita romantis Ikhlas).

Akhirnya tiba di kota Medan

Sekarang diriku sudah tiba di kota Medan. Ternyata perjalanan menuju rumah saudara ibuku lumayan jauh juga, kurang lebih membutuhkan waktu 30 menit untuk tiba disana. Begitu tiba di rumah saudara ibuku kami beristirahat sejenak. Ibuku dan saudaranya asyik berbincang-bincang, maklum lah sudah lama tidak bertemu. Sementara diriku hanya tiduran sambil menyaksikan siaran televisi.

Setelah hampir 1 jam beristirahat, ibu mengajakku dan adikku untuk jalan-jalan wisata kota Medan. Nah, uniknya kalau mau bepergian ibuku lebih suka naik becak. Mau nggak mau ya aku dan adikku harus nurut. Adikku juga menikmati perjalanan dengan becak.

Kami menghabiskan waktu di mall dan di pasar, ternyata di kota Medan juga banyak penjual datang dari kotaku, umumnya mereka bukanlah penduduk asli kota Medan, melainkan penduduk pendatang dari berbagai Propinsi (baca cerita romantis Keajaiban Cinta).

Tak terasa, setiap hari wisata di Kota Medan, kini tiba waktunya pulang

Setiap hari kami selalu dibawa ibuku menikmati keindahan kota Medan, nah berbicara soal wisata kuliner, kata cerita sich Medan terkenal dengan Bika Ambon yang kata orang rasanya enak, tapi bagi ku sich biasa aja, selain itu juga kota Medan terkenal dengan buah salak, bicara soal buah salak di kota ku juga banyak buah salak, tapi katanya salak Medan terkenal lebih manis dibandingkan salak daerah lain. Orang-orang menyebutnya dengan nama salak pondoh.

Waktu terus berjalan, hingga tak terasa satu minggu sudah kami di kota Medan. Tiba saatnya kami kembali pulang ke kotaku. Untung ibu ku sudah memesan tiket lebih awal, hingga kami bisa duduk paling depan. Bus yang di tunggu juga belum datang, 30 menit kemudian bus nya pun tiba. Tapi upsss!!! Kok bus nya bisa sama dengan bus yang aku naiki waktu pergi kemaren ya??? Menjelang bus berangkat kami pun duduk di ruang tunggu sambil menyaksikan siaran televisi yang ada di ruangan itu, tiba-tiba seorang lelaki duduk disamping ku. Siapakah dia??? Ternyata dia sopir bus ALS tersebut (baca cerita cerpen romantis Pelangi Cinta).

Berkenalan dengan sopir bus ALS 206

cerpen romantis kenalan sama sopir bus ALS
cerita cinta romantis sopir bus ALS ganteng (@ http://pinterest.com)

“Hei… kamu ? Kok bisa ketemu lagi ya” Tanya lelaki itu sambil tersenyum padaku.

“Entahlah, nggak tau juga kak” jawabku sambil membalas senyumannya.

Aapa iya ini namanya jodoh” ungkap lelaki itu sedikit bercanda. Aku hanya tersenyum dengan perkataannya.

“Oh ya, namaku Ray” lelaki tersebut memperkenalkan dirinya padaku.

“Aku Jane” jawabku sambil membalas jabatan tangannya.

Kami pun banyak berbincang-bincang menjelang bus berangkat, ibu ku juga sepertinya ngedukung aku buat dekat dengan kak Ray, malahan sesekali ibu ku sering ajak kak Ray bicara. 1 jam kemudian bus segera berangkat, aku kebetulan duduk di belakang kak Ray, inilah awal kisah cinta ku bersama kak Ray. Entahlah apa yang terjadi dengan ku, setiap kali kak Ray tersenyum pada ku hati ku selalu deg-degan. Apa lagi ketika kak Ray bertanya apa aku udah punya pacar?? Aku bingung mau jawab apa. Karena sebenarnya aku sudah punya pacar, tapi… hubungan ku dengan kekasih ku saat ini sedang diambang kehancuran. Kami sering kali berantem karena hal yang tak jelas. Yang kata orang-orang dia sering jalan bersama wanita lain tanpa sepengetahuan ku tapi aku belum bisa percaya karena diriku belum melihat sendiri kenyataan yang sebenarnya.

Untuk kedua kalinya kak Ray kembali bertanya padaku. Dengan bimbang ku menjawab tidak, sebuah keceriaan aku lihat di wajah kak Ray ketika aku bilang diriku belum punya pacar. Aku tak tau apa yang ada dalam hati kak ray, ia sering kali memandangi ku dari kaca depan. Yang sepertinya pandangan itu ada makna tertentu, tapi entahlah!!!
Malam pun tiba, dan tentu saja bus itu akan berhenti di rumah makan.aku dan ibu ku segera turun untuk makan malam, tiba-tiba saja kak Ray memanggilku, kata nya sich mau bareng. Ibu ku juga tidak keberatan, sepertinya kak Ray sengaja ingin ambil hati ibuku (baca cerita cerpen romantis sedih Kan kubur cinta di hatiku).

Ternyata dia pedekate langsung ke ibu

Ternyata dugaanku benar, kak Ray memang sengaja ingin ambil hati ibuku. Buktinya ketika ibuku hendak bayar, kak Ray duluan membayar semua makanan kami. Setelah satu jam beristirahat bus akan segera berangkat. Tapi kali ini bukan kak Ray lagi yang membawa bus. Kak Ray juga sepertinya tak ingin jauh dariku. Dia mengajakku duduk di bangku belakang yang masih kosong. Awalnya diriku menolak karena takut ntar mabuk lagi, tapi kak Ray memaksaku untuk duduk disampingnya. Mau nggak mau akupun mengikut. Nggak lama kemudian bus segera berangkat.

Selama duduk disamping kak Ray aku hanya diam, aku nggak mau banyak bicara. Aku takut lagi mabuk perjalanan untuk kedua kalinya, tapi untung saja aku tidak terlalu pusing.

“Kamu nggak ngantuk ?” Tanya kak Ray padaku.

“Iya sich kak, cuman…”.

“Ya sudah, kamu tidur aja di bahuku”.

“Yang benar kak ?”

“iya, benar”

Akupun tertidur di bahu kak ray, rasanya nyaman banget tidur di bahu kak Ray. Bahkan aku belum pernah merasa se nyaman ini sebelumnya. Tak terasa pagi pun telah tiba, jalan menuju rumah ku sudah tidak jauh lagi. Satu hal yang menganggu pikiran ku kenapa kak Ray tidak meminta no telvon ku, masa’ aku duluan yang meminta.
Aku tidak berani untuk berkata apa-apa ketika bus telah berhenti di jalan menuju rumah ku, hanya sebuah senyuman manis yang aku lontar kan pada kak Ray ketika turun bus. Hmmm… ku kira kak Ray suka pada diriku tapi ternyata dugaanku salah.

Dua minggu kemudian, akankah cerita romantis di bus ALS berakhir bahagia ?

Dua minggu setelah itu hatiku dibalut kesedihan yang mendalam karena kekasihku mutusin hubungan kami. Bagiku itu tidak terlalu jadi masalah, karena selama ini hatiku selalu memikirkan kak Ray. Akankah kami bisa bertemu lagi ? Atau mungkin kak Ray sendiri juga sudah punya kekasih sehingga dia melupakanku ? Sejuta pertanyaan menghantui pikiranku saat itu.

Galau ? Ya, hatiku memang galau, tapi bukan berarti galau karena diputusin mantan pacar. Hatiku galau karena memikirkan seseorang yang belum tentu memikirkan diriku.

Suatu hari kuterima sebuah pesan, entah dari siapa. Diriku disuruh datang ke taman Jam Gadang. Karena penasaran, akupun datang. Hatiku masih bertanya-tanya siapa menyuruhku datang kesini, karena ketika no pengirim pesan ku telpon tidak ada jawaban.

Tiba-tiba seseorang menutup mataku dari belakang. Siapakah dia ? Diriku berusaha untuk lepas, tapi tetap tidak bisa. Aku sepertinya bisa merasakan itu tangan siapa. Tapi… rasanya tidak mungkin orang yang ku duga. Namun ternyata….!!! Hatiku benar-benar tidak percaya, dugaanku ternyata benar, dia adalah kak Ray.

Tidak disangka ternyata pengirim pesan adalah kak Ray. Tapi darimana kak Ray dapat nomor ponsel ku ? Kak Ray menceritakan semuanya padaku, selama di bus tanpa sepengetahuanku kak Ray meminta nomor ponsel pada ibuku. Kejutan dari kak Ray benar-benar membuat hatiku senang. Di taman itu juga tanpa malu kak Ray mengungkapkan cintanya padaku.

Hati ku senang bukan main, cintaku yang tertinggal di bus ALS itu kini sudah ku dapat kembali. Hatiku berharap hubungan kami bisa berlanjut ke jenjang pernikahan nantinya. Amiin !!

Dibagikan

Penulis :

Artikel terkait