Cuma Tidur Gajinya Rp 227 Juta. Mau?

Foto: Ilustrasi / Freepik

Pernah kepikiran buat dapat gaji besar dengan kerjaan yang santai-santai aja? Tawaran pekerjaan ini pasti bakal bikin kamu berpikir buat mencobanya. Siapa juga yang gak mau kalau disuruh menghabiskan waktu di tempat tidur selama 60 hari. Eits! Tapi ada syarat-syarat tertentu untuk pekerjaan ini lho. Kualifikasinya gak sulit kok. Para ilmuwan dari Institute for Space Medicine and Physiology (Medes) di Prancis mencari para pria dan berbadan sehat untuk pekerjaan ini. Syarat berikutnya adalah berada di usia 20-45 tahun, tidak merokok, rajin berolahraga dan tidak memiliki alergi.

Nantinya, 24 kandidat yang terpilih lolos seleksi akan dibayar sebesar 16.000 lho! Kalau dijadikan rupiah berarti cuma tidur gajinya Rp 227 Juta untuk pekerjaan ini! Wow! Nantinya, para kandidat terpilih ini diminta untuk membantu riset guna mempelajari efek kondisi tak berbobot ketika di ruang hampa udara pada tubuh manusia. Mereka juga ditempatkan pada posisi sedikit miring, kurang lebih sekitar 6 derajat, dengan posisi kepala sedikit di bawah kaki mereka. Tidak hanya itu, mereka harus makan, mencuci, dan pergi ke toilet dalam kondisi tersebut.

“Aturannya, mereka harus menjaga setidaknya satu bahu ‘kontak’ dengan tempat tidur atau kerangkanya,” kata Dr Arnaud Beck yang mengatur eksperimen ini, seperti dikutip dari Mirror, Kamis (6/4/2017).

Sebelum memulai, para ilmuwan terlebih dahulu mengingatkan efek samping dari eksperimen ini. Yaitu, tubuh mereka akan mengalami perubahan yang serius selama eksperimen dilakukan. Sistem kardiovaskular mereka akan sedikit melemah, massa otot, massa tulang, dan daya tahan mereka juga akan berkurang. Tidak hanya itu, ada kemungkinan juga mereka akan menjadi bungkuk, siklus metabolisme dan tidur mereka juga akan terkena dampaknya.

Selama eksperimen ini, sebagian partisipan akan diberi asupan koktail yang mengandung antiokosiden dan suplemen anti-inflamasi beberapa kali dalam sehari, sementara yang lainnya tidak.

Setelah lewat masa 60 hari, partisipan juga akan menghabiskan 2 minggu masa pemulihan dan harus melakukan sejumlah tes lanjutan yang bertujuan mengetahui apakah suplemen yang telah diberikan tersebut membantu mengurangi efek kondisi tak berbobot yang tak diinginkan.

Sebelumnya eksperimen ini memang pernah dilakukan, sedangkan para ilmuwan merekrut masyarakat yang berminat untuk mengikuti eksperimen fase kedua. Eksperimen kedua ini akan berlangsung mulai dari September hingga Desember 2017. Kamu tertarik dengan pekerjaan yang cuma tidur gajinya Rp 227 Juta?

Dibagikan

Aditya Rizky

Penulis :

Artikel terkait