Hancur Jadi Ampas

curhat marah lelaki kalah saingan pacarnya diambil orang

Hancur jadi ampas adalah curhat marah lelaki kalah saingan sehingga pacarnya direbut lelaki lain yang lebih kaya. Dia hanya mampu melihat, menangis tanpa mampu berbuat apa-apa. Simak curahan hati lelaki pecundang sejati berikut :

Curhat Marah Lelaki Kalah Saingan – Hancur Jadi Ampas

Pernahkah kamu berfikir, dikala malam sebelum matamu beranjak tuk terlelap. Aku disini…!! Orang yang pernah kau cinta 4 tahun lalu. Yang disetiap tidurnya mengingat dirimu, dihantui bayanganmu, merasakan rindu yang tak pernah padam.

Mungkin engkau bisa tidur dengan indah di bawah langit langit kamarmu yang berhias kemewahan yang kau dapatkan saat ini. Engkau boleh saja lupakan aku, tapi jangan pernah lupakan bahwa aku pernah menjadi malaikatmu, selamatkan hari-harimu dari celoteh dunia yang menghukummu.

Memang paparan senja membayung kuning. Lampu jalanan berhias ke ujung jalan. Dan indahnya kota berikan kenikmatan. Engkau bisa lupakan aku hanya dengan kekayaan yang kau miliki.

Tapi disini, aku adalah orang yang telah memperjuangkan langkahmu, kekasih yang selalu mendukungmu. Korbankan waktu dan materi untuk kesuksesanmu. Hingga aku rela tercebur lumpur agar kau bisa dapatkan yang kau inginkan.

Sebelum ku memejamkan mata di malam ini, pakaianku yang telah lusuh ini, gubuk ku yang tak semewah rumahmu. Masihkah kau ingin menemuiku. Apa kau telah lupa atau malu ? Aku rasa kamu masih ingat denganku. Satu satunya laki laki yang pernah menguras keringatnya untuk lancarnya jalan hidupmu.

Dan bila esok matahari kan terbit, duduklah di bangku kosong depan rumahmu itu, di tempat itu aku selalu menangis kecewa dengan sikapmu yang berubah. Di bangku kosong itu aku selalu melihatmu, ku melihatmu keluar dari rumahmu bersama pacar baru dengan mobil yang kau miliki.

Di bangku kosong itulah tetanggamu selalu menasehatiku, ya.. senantiasa menasehatiku. Yang peduli untuk menghapus tangisku.

Sayang, perubahanmu sangat nyata. Kenapa kau begini. Apa jalan kita sudah berbeda hingga kau lupa tentang aku yang selalu merasakan rindu akan dirimu yang dulu.

Tuhan bila diriku bukan lagi menjadi air penyejuk di hatinya, ku mohon sisakan sebuah cerita indah padanya tentang hari-hari kami dulu yang pernah membuatnya selalu tertawa.


Terima kasih telah membaca curhat marah lelaki kalah saingan pacarnya direbut orang. Semoga kisah nyata lelaki pecundang diatas dapat menghibur serta menjadi pelajaran bagi sobat Bisfren semua. Salam sukses seallau dalam cita-cita dan cinta.

Dibagikan

Penulis :

Artikel terkait