Dede Yusuf Siap Maju Di Bursa Pilgub DKI

Dede Yusuf Siap Maju Di Bursa Pilgub DKI

Bisfren – Jakarta. Mantan Wakil Gubernur Jawa Barat, Dede Yusuf, disebut-sebut bakal menjadi bakal calon Gubernur DKI Jakarta. Politisi Partai Demokrat ini dianggap mampu dan memiliki potensi memimpin DKI Jakarta untuk periode 2017 – 2022. Menanggapi hal itu, Dede Yusuf siap maju di bursa Pilgub DKI jika ditugaskan partai.

Dede Yusuf Siap Maju Pilgub

Nama Dede Yusuf mencuat saat Pelatihan  Kader Partai Demokrat di Hotel Novotel, Bogor. Pelatihan yang langsung ditangani oleh Mantan Presiden RI, Bpk. Susilo Bambang Yudhoyono,  ini bukan semata-mata untuk mencari kandidat calon Gubernur DKI melainkan untuk melakukan pembinaan kader partai.

“Belum, belum ada pembicaraan apapun kepada saya. Tentu kita juga punya hak untuk melihat dan mempertimbangkan sesuai potensi dan kemampuan,” ungkap Dede usai mengikuti Pelatihan Kader PD di Novotel, Bogor, Sabtu (2/4/2016) malam.

Dede mengaku belum ingin memikirkan masalah pencalonan dirinya pada Pilgub DKI selama belum mendapat instruksi resmi. Dia juga membantah dirinya menginginkan untuk maju pada pencalonan Pilgub DKI karena lebih memilih untuk bersaing sebagai Cagub Jawa Barat.

“Saat ini saya sedang mengurus ratusan juta rakyat Indonesia yang sedang sakit, perlu diselamatkan, serta buruh-buruh yang saat ini sedang berteriak karena di-PHK,” ucap Dede.
Dede mengatakan bahwa dirinya ingin fokus untuk berjuang melalui jalur parlemen. Namun mantan Wagub Jawa Barat itu mengaku akan tetap siap dan semangat di manapun ia ditempatkan untuk mengemban tugas.

“Di manapun saya ditempatkan harus berbuat sesuatu yang terbaik karena biar bagaimanapun partai itu kan untuk pengkaderan. Jadi saya tidak bisa ‘maunya di sana, di sini’. Di manapun, saya harus berbuat terbaik,” lanjutnya.

Dede mengakui hingga kini belum ada instruksi dari DPP secara riil. Meski demikian, dia mengaku siap jika memang pada akhirnya diminta untuk maju sebagai Cagub DKI. Hanya saja, kata Dede, hal itu perlu dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku dalam proses penjaringan partai.

“Buat saya selama belum ada instruksi dari DPP secara riil, ini saya anggap semangat kawan-kawan. Saya nggak terlalu berambisi. Jangankan DKI, untuk Jabar saja saya pun belum terlalu berambisi,” jelas Dede.

“Prinsipnya semua kader harus siap ditempatkan di mana saja, jadi kita serahkan ke Ketum. Karena untuk gubernur sudah pasti domainnya Ketum dan majelis tinggi. Saya belum dapat instruksi apapun,” tutup Dede.(fr)


Apabila artikel ini bermanfaat bagi anda, bantu kami membagikan melalui facebook, twitter, google+ dan pinterest dengan mengklik ikon bagikan dibawah artikel ini.

Dibagikan

Penulis :

Artikel terkait