Di Bawah Payung Yang Sama

motivasi hubungan dibawah payung yang sama

Motivasi hubungan. Seperti biasa, sore itu hujan mengamuk tanpa henti. Seorang perempuan hanya bisa menatapnya di bawah lindungan kanopi di depan pintu masuk suatu rumah sakit. Sepedanya berada jauh dari jangkauan, sedangkan ia tengah membawa laptop dan buku-buku tebal, tak mungkin ia nekat membasahi diri, sebagian nyawanya ada di barang-barang berharga tersebut.

Motivasi Hubungan Di Bawah Payung Yang Sama

Sebagai penyuka hujan, dia memang tak pernah berhasil membenci hujan. Selalu ada alasan yang membuatnya kembali mencintai hujan, bahkan lebih mencintai lagi. Tapi kali ini, sepertinya tidak. Terbayang laporan yang menumpuk dan belum dikerjakannya, ditambah lagi perutnya yang mulai tak mau berkompromi dengan keadaan.

Kring kring kring !. Laki-laki itu datang membawakan sepedanya, lengkap dengan payung biru gelap kesukaannya. Ya, sebagaimana ia telah dipasrahkan hati sang perempuan, kunci sepedanya pun ia miliki (baca kata bijak dan motivasi hubungan arti cinta sesungguhnya).

Ceklek !. Dia memarkirkan sepeda sang perempuan tepat di depannya, “Ini payungnya kamu pakai, syal Ravenclaw favoritmu juga kamu pakai. Nah, kita siap berangkat, yuk !”

Perempuan itu cemberut. Bagaimana payung ini bisa melindungi mereka berdua selama perjalanan nanti ? Ujung-ujungnya, mereka berdua akan basah kuyup sepanjang jalan.

“Nggak mau mas, nggak cukup ini payungnya kalau kita pakai berdua.”

Laki-laki itu tersenyum sembari melangkahkan dirinya menuju guyuran hujan, menyiapkan sepeda yang hendak mereka pakai. “Lho, siapa juga mau berada di bawah payung yang sama denganmu ? Itu payung kamu pakai saja untuk melindungimu.”

“Ya nanti mas kehujanan, dong! Heee sini to mas jangan hujan-hujanan. Nanti sakit, nanti boros, nanti…,” sang perempuan mengecilkan suaranya, “nggak bisa ketemu kamu.”

“Nah, mas udah basah kuyup nih, percuma dong kalo mas payungan, makanya payungnya kamu pakai.”

Sang perempuan lalu duduk di belakang, sembari cemberut menahan senyum. Laki-laki ini memang menyebalkan, padahal dia bisa saja menikmati hujan di rumah berteman secangkir teh hijau hangat favoritnya, padahal dia tahu aku biasa menunggu hujan reda sembari mengerjakan laporan-laporan ini, padahal dia tahu aku telah terbiasa sendiri sejak dulu jauh sebelum bertemu dengannya. Apa katanya, cinta? Ah gombal, laki-laki yang pernah berpacaran selama empat kali ini pasti paham betul caranya merayu perempuan sepertinya, jomblo yang tidak pernah mau berpacaran.

“Andai kita berada di bawah payung yang sama, sama saja aku membiarkan kita sama-sama basah kuyup, bisa sama-sama sakit nantinya.

Mengambil jalan tengah itu memang sangat penting, karena bisa menyatukan ego berbeda dengan tetap memenuhi keinginan keduanya. Tapi, jalan tengah tidak selamanya terbaik untuk kebersamaan. Terkadang kita perlu mematikan ego kita sepenuhnya, meski berupa pengorbanan, sebagai jalan terbaik untuk pasangan kita.

Karena, melihat pasangan kita tersenyum dan baik-baik saja juga sebenarnya ego dalam diri kita, buktinya kita pun ikut tersenyum,” Laki-laki itu kemudian mempercepat kayuhannya.

Kata bijak : Kebahagiaan selalu muncul dari hal tak terduga

Perempuan itu tersenyum, pun laki-laki itu. Mungkin memang mereka tidak berada di bawah payung yang sama, akan tetapi mereka selalu berada di bawah kebahagiaan yang sama. Inilah salah satu hal membuatnya tak pernah berhasil membenci hujan, kebahagiaan dari-Nya selalu muncul dari hal tak terduga.

Dibagikan

Merajut Pelangi

Penulis :

Artikel terkait