Diet Noni

cerita pendek inspiratif remaja diet noni

Diet Noni adalah cerita pendek inspiratif remaja tentang keinginan seorang wanita untuk menurunkan berat badan dan menjadi langsing karena merasa penampilannya jelek. Simak pada cerpen berikut.

Cerita Pendek Inspiratif Remaja “Diet Noni”

Noni menunduk memandang lagi angka ditimbangan, 85 kg. Duh koq gak kurang kurang yah angkanya. Tidak puas dengan timbangan berat badannya, Noni turun dan naik lagi ditimbangan. Tapi angka yang tertulis disitu tetap bertahan diangka 85 kg. Kali ini Noni menuju kelemari bajunya yang besar, disitu ada cermin. Noni bercermin lagi, dan lagi lagi untuk yang kesekian kalinya Noni menarik nafas panjang. Dia sungguh kecewa melihat bayangannya dicermin. Sesosok tubuh gendut dengan lapisan lemak yang terlihat kentara. Aduh dia benar benar merasa begitu jelek, pakaian apapun yang dia kenakan selalu saja terlihat jelek. Padahal utk ukuran muka Noni tidak jelek, kulitnya putih dan mulus, wajahnya manis, pipinya juga tidak seperti orang gendut lainnya yang tembem. Biasa aja…cuma yah itu tubuhnya yang gendut dan tidak proposional. Padahal dulu waktu masih perawan ting tong tubuh Noni langsing. Dengan tinggi 165 dan berat 50 kg. Benar-benar bentuk tubuh yang oke banget. Tapi semenjak menikah dan punya 2 anak tubuh Noni tiba tiba saja melar. Ada yang bilang karena KBlah , ada yang bilang keturunanlah, ada juga yang bilang pengaruh psikologis yaitu suka makan kalau setres dan gaya hidup. Tapi koq Noni gak merasa begitu yah. Nonikan pake KB kalender gak pernah tuh meleset, aman aman aja beratnya. Kalau keturunan sih, emang Noni akui keluarga besar dari pihak Mama rata rata gede gede semua. Apa iya yah karena keturunan? Kalau pengaruh psikologis atau gaya hidup mungkin bisa jadi. Awalnya punya tubuh gendut tidak dipermasalahkan oleh Noni, tapi saat arisan ibu ibu dan ada pembagian kain kebaya utk acara perayaan Ibu Kartini Noni harus gigit jari karena ukuran kebaya gak cukup ditubuhnya terpaksa deh beli sendiri. Sedih, sudah pasti. Kecewa, yah iyalah…. Tiba tiba saja sikecil Doni pulang sekolah ngomongin Ibu Gurunya yang cantik dan langsing.

‘’Mami, ibu guru Doni cantik banget’’

‘’Cantikan mana sih Mami apa Ibu gurunya Doni?’’

‘’ Cantikan Ibu guru Doni, Ibu guru Doni badannya kurus kalo mamikan endut kayak Doni ’’

Waktu itu Noni gemes banget sama Doni bisa bisanya anak TK 0 besar itu berkata seperti itu. Tapi Noni gak bisa apa2, saat itu Noni berjanji dalam hati utk bikin program diet sendiri. Lewat baca buku-buku dan informasi mengenai diet di internet ditambah dengan obat pelangsing yang harganya cukup wow…Noni mulai diet ketat. Noni juga mulai olahraga, dia bahkan membeli alat track jogging agar bisa olahraga rutin. Pokoknya Noni fokus diprogram dietnya. Noni juga mulai mengkomsumsi banyak buah-buahan dan sayuran. Hampir sebulan Noni diet, tapi koq timbangannya itu-itu saja. Koq gak turun-turun yah? Huuu…bagaimana ini? Pikirannya mulai kacau, bagaimana kalau suaminya selingkuh dengan wanita yang lebih langsing, aduh bisa gawat. Noni gak ingin itu terjadi, jaman sekarangkan selingkuh seperti sudah jadi trend, Noni gak ingin itu terjadi dan menimpanya, dia harus diet…pokoknya diettttttt…

‘’ Mah, temenin Papa makan diluar yuk’’ Ardi suaminya tiba- tiba sudah berdiri dipintu kamar. Makan diluar, malam-malam begini. Wah itu paling didemenin lemak tuh. ‘’ Papa aja yah, Mama lagi diet ni Pah’’ Ardi tercenung, agak kecewa karena sudah berapa kali ajakannya jalan dan makan diluar ditolak tapi akhirnya dia tersenyum juga.

‘’ Yah sudah yah Papa ajak Doni ma Lita aja’’ Ardi berlalu, meninggalkan Noni yang merasa bersalah. Tapi dia tidak boleh tergoda kalau dia menuruti ajakan suaminya, batal lagi dietnya.

Noni trus diet, diet, dan diet tapi badan Noni aja masih gendut, pikirannya memang fokus kedietnya tapi perasaannya wuih….mati matian deh di lawan Noni. Apalagi kalo ngeliatin camilan di dalam lemari esnya yang besar, ada ice cream, ada kue lapis kesukaan Ardi suaminya, belum lagi coklat-coklat dari bermacam merek, minuman soda yang tertata rapi , pokoknya macam macam deh yang bisa bikin Noni ngiler. Setiap pulang kantor ada aja yang dibawa Ardi suaminya, mau martabak, gorengan, nasi goreng kesukaannya yang ada didepan kantor Ardi, selalu suaminya tidak lupa membawakan walau tanpa dipesannya. Dan Noni benar-benar harus membentengi dirinya dengan keinginan yang terkadang membludak, dan hanya memakukan pandangannya ke buah-buahan dan sayuran kalau dia membuka lemari esnya.

‘’Mami ayo, kan Mami udah janji mau nganterin Lita dan Doni makan di KFC ‘’ Sih sulung Lita merengek rengek saat Noni sedang asyik di track joggingnya. Sudah 3 kali dalam seminggu ini Lita menuntut janji Noni utk ditemani ke KFC, karena itu adalah rutinitas mereka disetiap minggu. Hampir sebulan ini Lita dan Doni tidak ke restorant cepat saji itu karena Mama mereka sedang sibuk dengan program dietnya.

‘’ Aduh sayang, Mami gak bisa, Mamikan diet. Nanti kalau sampe nganterin kesana bisa-bisa diet Mami batal’’

‘’Tapi Mamikan udah janji lagian sudah sebulan Lita dan Doni gak ke KFC ’’

‘’ Gimana kalau di anterin Bibi aja’’

‘’ Gak mau. Gak mau . maunya ama Mami’’ teriak Lita dan langsung ngambek masuk kekamarnya. Noni menarik nafas panjang, mencoba menguatkan hati dan tidak menyerah. Dia memang sadar rutinitas yang selalu dijalaninya bersama-sama anak-anak terhambat gara -gara program dietnya. Tapi mau bagaimana dia ingin langsing, walaupun berat badannya tidak kembali seperti jaman dia masih gadis dulu tapi setidaknya angka 85 itu berkurang.

‘’ Mah anterin lah kasiankan anak-anak sudah hampir sebulan ini mereka kamu biarkan. Biasanyakan kamu yang selalu nemenin mereka. Apa gak kasian ama anak-anak’’ Suaminya muncul dari dalam pintu kamar.

‘’Tapi Pah, kalau Mama nganterin mereka adanya Mama bisa ikut-ikutan makan’’ keluh Noni menghentikan kegiatannya di track jogging. Ardi menatap istrinya dengan pandangan lucu, menarik tangannya untuk duduk di kursi.

‘’ Kenapa sih Mama mati -matian diet, kan Papa gak pernah protes dengan tubuh Mama’’

‘’ Tapi Mama malu pah, teman-teman Papa aja kalau ngeliatin Mama datang pada bisik-bisik ‘’

‘’Mama, Papa tu sayang sama Mama gak pernah liatin tubuh Mama. Lagian Papa jugakan yang bikin Mama jadi gendut. Papa udah puas dengan tubuh Mama yang langsing dulu. Walaupun Mama sekarang gendut tapi Papa akan selalu sayang sama Mama’’

‘’ Iya sekarang Papa ngomong kaya gitu tapi nanti, apalagi dikantor Papakan banyak yang langsing-langsing’’

Ardi tertawa dia benar-benar memahami perasaan istrinya.’’ Mama, Papa gak akan pernah menghianati cinta Mama dan menyakiti hati Mama dan anak-anak. Cukuplah Tuhan sudah memberikan Papa keluarga kecil ini. Papa sudah puas. Lagian Papa selalu mencintai Mama apa adanya Mama.’’

Hati Noni tiba tiba merasa lega, ah betapa selama ini dia sudah menjadi seorang ibu yang egois yang mementingkan keinginannya sendiri dan membiarkan anak-anaknya terlantar dan hanya di urus pembantu. Rasa bersalah menggayuti hatinya. Yah tidak seharusnya dia bersikap tidak bijaksana seperti ini.

‘’ Lita Doni, ayo mandi dan ganti pakaian kita ke KFC sekarang’’ teriak Noni akhirnya. Kedua anak-anaknya berhamburan dari kamar mereka dan bersorak gembira. Ah betapa senang hatinya bisa melihat buah hatinya kembali gembira.

‘’ Papa juga ikut ah’’

‘’Lho katanya Papa ada janji main bowling sama teman-teman Papa’’

‘’ Lain kali aja, lagian lebih penting bersama keluarga kecil Papa dari pada teman-teman Papa’’ Ardi mengecup Pipi Noni lembut. ‘’ Dan juga bersama istriku yang endut tapi cantik’’ Bisik Ardi nakal ditelinga Noni.

‘’Ih Papa’’ Yah pikiran Noni tidak lagi kacau karena dietnya yang gagal, tidak lagi mencoba utk berusaha diet Seperti inilah dia dicintai dengan apa adanya dia. Diapun yakin tidak semudah itu suaminya berpaling. Terlalu mudah utk membuang cinta yang telah mereka perjuangkan hingga akhirnya mereka bersama. Noni tidak lagi akan malu atau tersinggung jika tidak ada kebaya utknya atau gemes dengan kalimat lucu si bungsu yang begitu kagum dengan Ibu gurunya. Semua itu adalah bagian dari hidup, dan walaupun dia gendut dia akan tetap percaya diri, karena baginya gendut bukanlah akhir segalanya. Diluar sana ada yang lebih gendut dari dia tapi mereka tetap percaya diri dan menikmati hidup mereka apa adanya. Kenapa mereka bisa sedangkan aku tidak? Tapi Noni berjanji dalam hati dia tidak akan berusaha lagi diet tapi lebih ke pola hidup lebih sehat. Dia juga akan tetap menemani suami dan anak-anak kemanapun yang mereka suka. Dan akan tetap menjalani kehidupannya seperti biasa menikmati perannya sebagai seorang ibu dari kedua anak-anak yang lucu dan istri dari suaminya tercinta.(PW)


Terima kasih telah membaca cerita pendek inspiratif remaja Diet Noni karya Putry Wahyuningsih. Semoga cerpen diatas bermanfaat dan memberi semangat serta inspirasi bagi sobat remaja sekalian. Salam sukses.

Dibagikan

Putri Wahyuningsih

Penulis :

Artikel terkait