Diskotik Berjalan – Kompetisi

cerpen romantis pengalaman pribadi sopir angkot

Diskotik berjalan adalah cerpen romantis pengalaman pribadi pacar sopir angkot saat mengikuti kompetisi musik yang digelar sebulan sekali di kota Padang. Bagaimana kisahnya ? simak pada cerita pendek berikut :

Cerpen Romantis Pengalaman Pribadi – Kompetisi Diskotik Berjalan

Udara siang itu terasa amat sangat panasnya hingga membuat keringatku bercucuran, suasana di sekitar juga terlihat sepi, maklumi aja panas-panas begini siapa yang mau keluar. Tapi aku masih setia berdiri menunggu sang pujaan hatiku. Siapa lagi kalau bukan kak Rendy,  meskipun seorang sopir angkot tapi sampai sekarang aku masih setia bersamanya.  Bahkan nggak ada niat sekali pun untuk berpaling darinya.

5 menit kemudian sebuah angkot bermerek ‘three brother’ berhenti di depan ku tentu saja itu angkot yang di bawa kak Rendy.  Aku pun segera naik,  hari itu kak Rendy meminta diriku untuk nemanin dia narik,  nggak masalah sich, hitung-hitung menghabiskan waktu sambil pacaran di angkot. Hmm… Banyak yang bilang diriku bodoh,  secara aku seorang mahasiswi dan punya pendidikan tinggi masa pacaran sama anak angkot.  Namun aku tidak ambil pusing omongan mereka, toh yang jalanin kan aku.

Angkot yang dibawa kekasihku saat ini melaju dengan kecepatan sedang dan nggak lupanya untuk hidupin musik, karena tanpa musik, nggak ada satu pun sopir angkot yang semangat narik termasuk juga itu pujaan hatiku.  Apalagi hari itu penumpang tidak terlalu ramai, entah kenapa akhir-akhir ini emang lagi sepi penumpang.

Bicara soal angkot sich kurasa masih sama seperti dulu, hanya saja geng-nya sudah berubah.  Jika dulunya Mr. Exx paling terkenal di Bukittinggi sekarang ada kemunculan geng baru yaitu “the eXcent” aku sendiri juga nggak ngerti makna dari kata eXcent,  padahal aku kan anak sastra.  Secara dalam kamus bahasa aku nggak pernah nemuin vocab tersebut.

Tiba-tiba saja aku teringat pada sebuah angkot yang mempertemukan aku dengan kak Rendy dulu, angkot tersebut bermerek The King Ladies.  Tapi sayangnya the king ladies sekarang sudah bubar, namun anggota the king ladies membuat gank baru yaitu “Lotus”. Anggotanya masih sama, namun ada beberapa diantara mereka yang sudah keluar salah satunya, ya kak Rendy. Kak Rendy sudah tidak mau lagi masuk geng manapun, ia lebih memilih menyendiri.  Meskipun begitu ia tetap masih akrab dengan gank Lotus ataupun the eXcent.

Setibanya angkot yang dibawa oleh kak Rendy itu di terminal, terdengar sebuah berita hangat.  Bahwa akan diadakannya “music competition” dalam minggu ini. Music competition adalah salah satu cara hiburan anak-anak angkot kota Bukittinggi.  Biasanya mereka mengadakan sekali dalam sebulan setiap malam minggu.

Selama ini kak Rendy belum pernah mengikuti yang namanya music competition.  Namun untuk pertama kalinya diriku meminta kak Rendy untuk mengikuti acara tersebut. Awalnya kak Rendy menolak,  namun diriku terus memaksa hingga akhirnya kak Rendy pun mengalah demi menuruti kemauanku.

Malam harinya aku menemani kekasihku untuk mendaftar di acara music competition.  Tempat pendaftarannya langsung pada ketua acara tersebut, biaya pendaftarannya tidak terlalu mahal.  Hanya 100 ribu saja.

Sesuai dengan nama acaranya “music competition”, tentu saja yang jadi penilaian disini adalah sound musiknya mulai dari vocal, power,  crosover dan masih banyak lagi lainnya yang fungsinya untuk memperbagus sound musik.

Setelah terdaftar di acara music competition tersebut kak Rendy mulai merombak segala sound music angkotnya. Bahkan kak Rendy rela mengeluarkan uang jutaan demi menghasilkan sound music yang bagus.  Aku berharap perjuangan kak Rendy tidak sia-sia untuk memenang kan kompetisi ini.

Tidak hanya kak Rendy,  hampir semua sopir angkot berlomba-lomba dalam memperbaiki sound music mereka. Banyak saingan nich pujaan hatiku, apa iya bisa menang ? Pikirku dalam hati.

Sehari sebelum lomba di mulai,  kak Rendy meminta diriku untuk kembali menemaninya narik.  Maklum saja,  mungkin kehabisan uang karena memperbaiki sound musiknya.  Hmm… bagus juga kedengaran sound music nya kak Rendy.  Beda dengan hari-hari kemaren,  soundnya tidak pecah meski dengan volume yang kuat.  Mudah-mudahan bisa jadi pemenang,  pikir ku dalam hati.

Keesokan harinya, tepat di malam minggu perlombaan pun dimulai.  Perlombaan diadakan di luar kota Bukittinggi, yaitu di kota Padang. Hampir seluruh angkot dari kota Bukittinggi dan juga Padang berkumpul disana.  Duh, siapa sich yang bakal jadi pemenang,  sebanyak itu angkot yang ikut lomba.

Dan untuk pertama kalinya angkot bermerek three brother yang di bawa oleh kekasihku itu ikut lomba music competition. Sementara sudah banyak angkot-angkot lain yang pernah ikut lomba sebelumnya.

Wajah kak Rendy ku lihat memucat,  seakan-akan ia takut tidak akan menang dalam lomba-nya yang pertama ini. Namun diriku tetap memberinya semangat.  “Positive saja,  yang penting kita berusaha” ucapku memberikan semangat pada kak Rendy.

Dua jam kemudian acara pun dimulai. Wow.  . . Suara disekitar itu membuat dunia gempar,  yang nggak biasa dengan music kuat sebaiknya menjauh dech,  karena jika tidak tahan bisa-bisa membuat gendang telinga pecah

Aku sendiri hanya betah 30 menit berdiri di sekitar itu,  lalu kemudian menjauh. Memang tidak terlalu jauh tapi musik dari angkot-angkot itu masih jelas terdengar. Banyak ragam music yang ku dengar,  dan yang paling dominan adalah DJ dan juga dangdut remik.

Tidak jauh dari tempat ku berdiri, aku melihat seseorang yang sepertinya ku kenal.  Siapa ya ?  Maka dengan segera aku menghampirinya,  eh ternyata dia juga kenal aku.

“Hei..  Rhia ya ?  Kok bisa disini ? “ ungkap lelaki itu dengan antusias padaku.

Aku sendiri masih lupa-lupa ingat siapa gerangan lelaki yang ada di dekatku ini, untuk beberapa detik aku mengingat nama lelaki itu.

“Arians.  . .???” Ucap ku.

Dan ternyata dugaanku tidak salah,  aku baru ingat dulu dia pernah mengantarku pulang saat aku dari rumah teman ku.  Ternyata Arians disana sedang menunggu saudaranya yang kebetulan juga ikut di music competition tersebut.

“Udah lama ya kita nggak ketemu” ungkap lelaki itu “ ngomong-ngomong kamu disini nunggu siapa ? “ tanya Arians kembali padaku.

Aku sedikit malu-malu untuk bilang kalau aku sedang menunggu kekasihku,  namun sepertinya Arians mengerti siapa yang sedang aku tunggu.

“Pacar.  . .???”  tanya Arians.

“Sepertinya begitu” ucapku sambil tersenyum padanya.

“Kirain kamu masih single,  nggak tau nya udah ada yang punya” ungkap Arians sedikit merayuku.

Emang sich,  aku lebih dulu kenal sama Arians,  bahkan jauh sebelum mengenal kak Rendy.  Tapi sayangnya sejak pertemuan pertama itu aku tak pernah lagi bertemu dengannya. Sekarang aku kembali dipertemukan dengan Arians,  namun aku tetap tidak akan berpaling.  Karena cinta yang ku miliki tetap untuk kak Rendy.

Jam 11 acara music competition itu selesai, aku kembali menemui kak Rendy.  Pemenang dari music competition itu akan di umumkan 1 jam lagi. Kebetulan ada sebuah kafe di sekitar tempat itu,  sambil menunggu waktu 1 jam, aku dan kak Rendy duduk-duduk di kafe sambil menikmati minuman jus.

“Kira-kira kakak bakalan menang nggak ya ?” tanyaku pada kak Rendy.

“Doain aja ya sayang,,” jawab kak Rendy sambil menatapku dengan penuh kasih sayang.

Tepat jam 12 malam pemenang dari acara music competition diumumkan, tidak hanya kak Rendy,  aku sendiri juga merasa deg-degan.

“Untuk pemenang music competition malam ini adalah. . . . .” sang pembawa acara malah menghentikan kata-katanya. Duh…  aku jadi makin penasaran,  pikirku dalam hati

“Kira-kira ada yang tau nggak ? “ ucap pembawa acara itu memberikan angan-angan. Para peserta yang ikut acara itu teriak-teriak seakan-akan merekalah yang akan jadi pemenang.

“Oke !  Untuk pemenangnya adalah.  . . . . . Selamat kepada three brother !!! Yang menjadi pemenang di malam ini.

Oh my god..   three brother pemenangnya,  itu adalah angkot yang dibawa kekasihku. Saking bahagianya kak Rendy memelukku di keramaian itu.  Ternyata perjuangan kak Rendy selama ini tidak sia-sia.

Malam itu kak Rendy mendapat penghargaan sebuah piala dan juga uang tunai 10 juta. Sejak saat itu angkot three brother pun terkenal dimana-mana terutama dari segi sound music-nya yang sangat bagus dan tak ada tandingannya dengan angkot yang lain.

Tidak hanya kak Rendy yang merasakan kebahagiaan setelah memenangi acara itu,  pemilik dari angkot three brother juga ikut bangga. Karena untuk pertama kalinya three brother menang dalam kompetisi musik.

Aku juga sangat bangga dengan kekasih ku, semoga hubungan kami tetap berlanjut ke depannya nanti.


Terima kasih telah membaca cerpen romantis pengalaman pribadi pacar sopir angkot. Semoga cerita pendek diatas dapat menghibur dan bermanfaat bagi sobat Bisfren sekalian. Tetaplah semangat dan jadikan setiap peristiwa dalam hidup sebagai sumber inspirasi dan motivasi. Salam sukses.

Dibagikan

Penulis :

Artikel terkait