Diskotik Berjalan

cerita cinta sopir angkot gaul kota BukitTinggi

Diskotik berjalan adalah cerita tentang keunikan angkot kota BukitTinggi yang menyajikan musik bersuara keras, angkot modifikasi dan nuansa lain dimana penulis tinggal. Dibumbui cerita cinta sopir angkot, penulis berusaha mengasah kemampuan menulisnya.

Cerita Cinta Diskotik Berjalan

Suatu hari. Pada sore hari terlihat sebuah angkutan kota atau biasa disebut angkot melaju dengan kecepatan tinggi tanpa mempedulikan orang-orang disekitarnya. Penumpang dalam angkot tersebut juga tidak banyak, hanya ada dua orang cewek-cewek cantik ! dan pastinya diantara cewek-cewek cantik itu salah satunya adalah aku. Pantes aja sopir angkot yang masih terlihat muda dan ganteng itu berani membawa angkot secepat ini. Dan yang nggak kalah gaulnya, musik yang diputar juga house music DJ terbaru 2015 dengan volume amat sangat kuat hingga membuat dunia gempar. Padahal hari masih sore, bagaimana kalau udah malam. Hmm,, kayak apa coba ? Seperti sebuah diskotik. Tapi ini diputar dalam angkot, jadi mungkin lebih tepat disebut diskotik berjalan. Aku sempat menutup telinga saking kerasnya volume musik itu.

Beberapa menit kemudian angkot itu berhenti di belakang Ramayana. Seperti biasa disana adalah tempat untuk mencari penumpang bagi sopir angkot. Mendengar angkot yang ku naiki bermusik DJ amat sangat keras, angkot di depannya juga nggak mau kalah. Angkot bermerek The King Ladies di depan memutar lagu terbaru dan terpopuler 2015. Lagu siapa coba ? Ya siapa lagi kalau bukan lagu milik Cita Citata “Aku Mah Apa Atuh” yang lagi ngehits dan trend banget. Belum lagi ku dengar angkot mengantri di belakang mutar lagu miliki Zaskia Gotik “Tarik Selimut”, juga merupakan lagu terbaru di 2015.

Ini benar-benar angkot paling aneh pernah ku lihat. Paling gaul dibanding angkot-angkot di Jakarta. Aku benar-benar nggak kuat ! Tapi mau gimana lagi, rumah masih jauh, mau nggak mau harus tetap kuat dengarin semuanya. Emang sich lagu-lagu yang mereka putar hatiku suka, tapi kelebihan banget kerasnya ! Bisa-bisa gendang telingaku rusak tau nggak !.

Thanks god, akhirnya satu angkot maju

Musik keras angkot gaul modifikasi sopir
Angkot keren, gaul abiz (@ brilio.net)

Angkot di depanku terlihat sudah maju, sekarang giliran The King Ladies. Nah, kalau mau cari sewa dikecilin dulu dech musiknya atau bahkan dimatiin. Secara lebih sulit bahkan nggak bakalan ada orang naik kalau musiknya tetap sekuat itu. Oke lah kalau penumpangnya masih muda kayak aku. Tapi kalau udah nenek-nenek kayak apa coba. Aku pernah dengar dari seorang dosenku bahwa ada nenek-nenek meninggal di dalam angkot karena saking kerasnya musik yang diputar.

Sementara angkot bermerek Casper yang ku naiki volume musiknya masih belum dikecilin. Oh My God ! Berapa lama harus bertahan disini. Setengah jam kemudian angkot bermerek The King Ladies segera melaju, tinggallah giliran angkot yang kunaiki sekarang. Lega dech rasanya musiknya dimatiin sehingga nggak perlu lagi tutup telinga. Tapi angkot di belakang masih asyik dengan lagu tarik selimutnya. Nggak pa-pa dech ! Setidaknya angkot ini udah dimatiin musiknya, dua penumpang lagi pun naik.

Aku benar-benar udah nggak tahan lama menunggu, belum lagi ditambah cuaca sore amat sangat panas hingga akhirnya mulutku bicara “kak, udah donk ! Buruan, panas nich ! Ntar kan masih bisa cari penumpang di jalan”, “Bentar ya dek! Tunggu beberapa menit lagi” ucap sopir angkot tersebut. Hatiku sempat berteriak kesal mendengar jawaban seperti itu, secara… aku udah dari terminal di angkot ini. Sudah hampir dua jam tapi nggak nyampe-nyampe juga “masih lama nggak kak ?” aku kembali bertanya. Karena tidak ada bayangan penumpang akan naik, sopir segera menjalankan angkotnya

Angkot kembali berjalan, suara musik keras kembali dimainkan

cerita sopir angkot keren di padang
Angkot gaul, musik keras, sopir keren (@agungprawira.wordpress.com)

Nah,,, kalau penumpang sudah pada naik dihidupin lagi dech tu musik. Emang sich nggak terlalu kuat tapi cukup menggetarkan gendang telingaku. Dan satu lagi kebiasaan angkot-angkot di kota sering ngebut atau bisa dibilang balapan dengan lawannya sendiri. Tapi mereka hebat juga bawa angkotnya, bahkan penumpang sampe teriak-teriak karena takut tabrakan. Anehnya sang sopir malah santai aja, seakan-akan nggak perduli pada penumpang-penumpangnya.

Lima belas menit kemudian akupun tiba di depan gang rumahku. Secepat mungkin aku turun lalu membayar ongkos. Yang paling ku membuat kesal ongkos angkot masih tetap 3 ribu padahal kan minyak udah turun. Giliran minyak naik cepat banget naikin ongkos angkot, coba minyak udah turun boro-boro dech. Ketika hendak masuk ke gang rumahku tiba-tiba saja sebuah angkot melaju begitu cepat, belum lagi musiknya bikin gempar tempat di sekitarku. Sepertinya angkot itu tengah mengejar lawan di depannya. Sambil geleng-geleng kepala aku segera berlalu masuk ke dalam rumah.

Malam – malam dapat kabar tugas musti dikumpulin

Ketika malam tiba, aku sedang asyik dengarin musik sambil baca majalah di kamarku. Tiba-tiba saja ada pesan masuk ke handphone ku, ternyata dari Siska. Hatiku kaget ketika membaca SMS nya “tugas grammar sama reading kita besok dikumpul”. Oh my god ! Aku kan belum print tugas-tugas tersebut, mana udah malam lagi ! Emang masih ada fotokopi buka malam-malam begini ? Tanpa pikir panjang segera ku buka laptop lalu mengopy semua tugasku ke flashdisk. Sesegera mungkin aku berlari ke depan gang rumah untuk menunggu angkot ! Sebuah angkot bermerek Mr.Exx segera ku naiki.

“Kak, bisa antar ke tempat foto kopi ?” Tanyaku pada sopir angkot tersebut dan seorang temannya yang duduk di depan.

“Malam-malam begini emang masih ada fotokopi buka dek ?” jawab sopir angkot padaku.

“Ya, aku juga nggak tahu kak ! Makanya dicari dulu” sopir angkot tidak lagi komen atas pertanyaanku.

Gang Mr. Exx ditakuti di kotaku

Mr. Exx ! Sebenarnya hatiku takut sekali dengan angkot bermerek Mr.Exx. Aku pernah dengar sedikit cerita tentang Mr.Exx, kejahatannya terkenal dimana-mana. Suka ganggu anak gadis orang, minum-minum, juga pemakai narkoba. Tapi aku juga pernah dengar gank Mr.Exx udah bubar. Sampai sekarang masih banyak angkot memakai nama itu. Meskipun begitu tak ku pikirkan bagaimana kejahatan Mr.Exx karena yang aku pikirkan sekarang ini adalah tugas akan dikumpul besok.

Kalau malam angkot-angkot di kota emang udah kayak diskotik, mungkin jika di sebuah diskotik volume musiknya tidak sekuat ini. Tapi kalau diangkot bikin gendang telinga jadi pecah. Apapun mereka beli untuk memperbagus sound musik di angkot mereka, bahkan mereka rela ngabisin uang jutaan cuma buat angkot. Kayak nggak ada sesuatu lebih penting aja dari angkot.

Untung masih ada fotocopy buka, segera saja minta turun dari angkot

Nggak lama kemudian aku melihat sebuah fotokopi masih buka, secepat mungkin aku menyuruh sopir angkot itu untuk berhenti “Kak.. kak.. itu masih ada fotokopi buka, aku turun disini saja” sopir Angkor itu segera menghentikan angkotnya “ini kak” ucapku sambil berlalu membayar ongkos angkot, kebetulan ku bayar uang pas.. secepatnya aku turun dari angkot itu.

Lumayan lama juga menunggu tugasku di print, secara…lembaran filenya kan juga banyak. Sambil menunggu tugasku selesai di print sengaja berdiri di pintu fotokopi sambil melihat keindahan kota. Beberapa angkot ku lihat sedang balapan dengan musik sekuat-kuatnya. Benar-benar aneh dech angkot di kota ini, dan kebanyakan itu angkot jurusan terminal, pasar atas dan pasar bawah. Pada gaul semua !.

Usai nge-print, nunggu angkot lagi buat pulang

Selesai tugas di print aku membayar semuanya lalu kemudian keluar untuk nunggu angkot, tapi apa masih ada angkot yang nambang ? Sementara tadi ku lihat sendiri banyak angkot lagi balapan. Tiba-tiba saja sebuah angkot tengah ngebut-ngebut berhenti di depanku, ternyata itu angkot yang tadi sore ku lihat. Ya, mereknya The King Ladies. “Mau pulang dek ? Ayo naik” Tanya sopir angkot itu padaku. Aneh, kenapa tiba-tiba nawarin buat pulang ? Padahal pintu belakangnya udah tutup, itu artinya angkot tersebut tidak nambang lagi “nggak usah takut dek ! Aku nggak akan macam-macam kok” jawab sopir angkot tersebut. Sepertinya dia mengetahui apa dalam pikiranku. Dengan berpikiran positif, akupun segera naik ke angkotnya.

Ternyata benar, dia orangnya baik serta nyambung diajak ngomong. Selama perjalanan dia juga banyak bercerita. Ternyata namanya Rendy. Lima belas menit kemudian akupun tiba. Anehnya ketika hendak bayar dia menolak. Katanya hanya menolong. Ya udah ! hitung-hitung lumayan juga dapat tumpangan gratis ucapku dalam hati. Aku segera turun dari angkot bermerek The King Ladies.

Udah capek-capek semalam, dosennya malah nggak masuk. Tapi untungnya jadi cerita cinta sopir angkot.

Keesokan harinya ketika tiba di kampus, hatiku benar-benar kesal ketika mengetahui dosennya tidak datang. Padahal udah capek keluar malam cuma buat nge-print tugasnya. Usai kuliah, akupun segera nunggu angkot di depan kampusku. Ternyata angkot yang datang adalah angkot kak Rendy. Aneh,, kok bisa ketemu lagi ya ? Kali ini dia meminta nomor handponeku. Nggak enak juga kalau nggak dikasih, secara dia kan udah nolong semalam.

Kamipun sering komunikasi dan lambat laun cerita cinta tumbuh diantara kami hingga akhirnya kami pacaran (baca : nemenin orang pacaran). Dan sekarang diriku udah ngaruh lagi dengan musik segitu kuatnya. Setiap hari serasa di sebuah diskotik, ya ! Diskotik berjalan  (Jangan lewatkan : pacaran di angkot)

Selesai

Dibagikan

Penulis :

Artikel terkait