Gadis Impian

cerpen mini kasih tak sampai

Cerpen Mini Kasih Tak Sampai Gadis Impian adalah cerita pendek mini tentang seorang lelaki yang memuja seorang gadis namun merasa rendah diri sehingga tidak berani mengucapkannya. Cerpen mini ini seharusnya menjadi renungan bahwa do’a saja tidak akan cukup tanpa usaha dan keberanian. Karena Allah SWT tidak akan mengubah nasib hambanya jika dia tidak mau berusaha. Bagaimana kisah cerpen mini kasih tak sampai ini ? silahkan simak pada cerita pendek berikut.

Cerpen Mini Kasih Tak Sampai – Gadis Impian

Lelaki mana yang tidak akan tertarik melihat parasnya yang begitu cantik.Dengan hijab panjang yang dikenakannya membuatnya semakin terlihat anggun.Apalagi ketika ia melantunkan ayat suci Al-qur’an,suaranya membuat ia menjadi gadis impian.Tak terkecuali denganku,aku pun memendam perasaan pada gadis yang bernama Zahwa itu. Awal pertemuanku dengannya adalah ketika diadakan acara Isra’ Mi’raj di mesjid.Saat itu ia didaulat sebagai qori’ah yang membaca Al-qur’an, ia membacakan surat

Al-isra ayat pertama sampai ke lima.Hatiku bergetar mendengar lantunan suaranya dan ku rasakan kesejukan yang luar biasa didalam hatiku laksana kesejukan air di gurun Sahara. Ia memang gadis soleha, ingin rasanya ku jadikan ia sebagai istri sekaligus ibu dari  anak-anakku kelak. Namun sampai sekarangpun aku tak berani bertegur sapa dengannya dikala bertemu, apalagi kalau harus sampai mengkhitbahnya. Aku benar benar tak berani, karena aku tahu diri aku hanya lelaki biasa tanpa rupa, tanpa harta, dan tanpa pendidikan. Namun di setiap solat malam aku tak pernah berhenti berdoa berharap ia adalah tulang rusukku.

Seusai melaksanakan solat dzuhur, aku duduk di teras mesjid sambil sejenak menghilangkan kepenatan. Lalu ku dengar percakapan pak Ustad Deni dengan pak RT yang baru keluar mesjid. Mereka membicarakan tentang pengkhitbahan tadi malam. Karena penasaran aku pun bertanya “Siapa yang sudah dikhitbah tadi malam ?” Betapa terkejutnya aku memdengar jawaban dari mereka. Mereka mengatakan bahwa anak kepala desa telah melamar Zahwa.

Ya, gadis pujaanku selama ini. Seluruh nafasku terasa berhenti,tanganku gemetar dan ulu hatiku terasa diiris-iris belati.Aku sadar, aku tak sebanding dengan anak kepala desa itu. Ku dengar ia lulusan S1 dan bekerja sebagai pegawai PEMDA, sedangkan aku hanya seorang kuli bangunan. Satu-satunya yang ku punya di dunia ini hanyalah ibu. Dengan perasaan kacau, aku pulang ke rumah. Ku seret kakiku menuju kamar ibuku, satu satunya tempat untukku bersandar. Segera ku peluk tubuh rentanya yang masih berbalutkan mukena putih.

Beberapa kali ia bertanya apa yang sudah terjadi ? Namun lidahku terlalu kelu untuk bisa menjawab pertanyaannya, aku tahu ibu juga menginginkan Zahwa sebagai menantunya. Dalam hati aku hanya bisa berkata “maafkan aku ibu, aku tak bisa mewujudkan impianmu”. Hanya tetesan tetesan airmata yang membasahi mukena putih ibu yang bisa menyiratkan kekecewaan luar biasa di dalam hatiku.


Terima kasih telah membaca cerpen mini kasih tak sampai gadis impian karya Erma Yanti. Semoga cerita pendek diatas dapat menghibur hati sobat Bisfren sekalian.

Dibagikan

Penulis :

Artikel terkait