Goresan Luka

cerita sedih cinta segitiga

Sebagai sebuah cerita sedih cinta segitiga, goresan luka, memiliki konflik menarik. Diceritakan tentang gadis yang diputuskan sementara oleh kekasihnya kemudian menjumpai sang kekasih tengah bermesraan bersama seorang wanita. Namun pada lain kesempatan dia menemukan bahwa wanita tersebut ternyata sangat dekat dengan orang yang harus dihormatinya. Bagaimana akhir cerpen ini ?.

Cerita Sedih Cinta Segitiga – Goresan Luka 

Aku menatap sosok didepanku dengan tatapan datar, dia juga sedang melakukan hal yang sama. Aku tak bisa membaca apa yang dirasakannya saat ini karena yang pasti aku tidak mau tahu. Mungkin ada seribu pertanyaan diotaknya mengenai sikap dan karakterku yang berubah-ubah seperti cuaca dan kali ini rasa cuaca dihatiku adalah musim dingin. Walaupun di Indonesia hanya memiliki 2 musim.

“Ada apa mengajakku bertemu ?” tanyaku akhirnya. Kulihat kelegaan diwajahnya saat aku memulai pembicaraan. “Gen hubungan kita sudah hampir 3 tahun, tapi aku merasa ada yang kurang akhir-akhir ini. Entah kamu ataupun aku yang mungkin  terlalu sibuk. Atau katakanlah kita berdua terlalu sibuk dengan pekerjaan kita”.

“Kamu mungkin !”, selaku cepat sembari mempermainkan pena ditangan. “Yah kamu tahu sendirikan pekerjaanku. Sejak kita mulai pacaran dulu kamu sudah tahu bagaimana kesibukkanku”. “Lantas ?”. Viktor sepertinya ragu untuk meneruskan kalimatnya saat melihatku menyipitkan mata sinis. Kuhembuskan nafas panjang, sudah  diduga ini pembicaraan yang membosankan.

“Aku ingin kita rehat dulu sejenak. Memberikan kesempatan pada diri kita untuk berpikir”. “Maksudmu kita putus !?” selaku cepat. “Bukan. bukan putus, aku hanya ingin kita rehat sejenak. Mungkin 1 atau 2 bulan. Yah memberikan diri kita kesempatan untuk menikmati kesendirian walaupun cuma 1 atau 2 bulan. Bagaimana ?”.

Mo minta putus aja ngomong muter-muter gak karuan

“Oh maksudmu kita tidak bertemu ? ” ulangku pura-pura bego, Viktor menganguk ragu. “Ok kalau itu maumu.”

“Jadi kamu setuju Gen?” ulang Viktor lagi, aku menganguk malas jujur saja rehat ataupun putus aku tak akan keberatan lagi. Jika ini satu celah halus untuk berpisah, dengan kata putuspun tidak masalah bagiku. Sudah terlalu bosan dengan hubungan yang mulai kehilangan arti ini. Dengan kata-kata yang barusan diucapkan Viktor aku bukannya sedih malah sebaliknya merasa sangat lega.

“Aku sayang kamu Genna, cuma aku ingin sendirian dulu, yah rehat sejenak agar hubungan kita bisa normal kembali seperti dulu. Kupikir kamu juga butuh waktu untuk sendiriankan? Tentu aku pasti akan sangat merindukanmu.”

Aku tertawa sinis dalam hati, omong kosong ! kamu sendiri yang merasa hubungan ini sudah hambar kenapa lagi harus mempertahankannya dengan cara seperti ini. Rehat, rehat, mana ada hubungan pacaran bisa rehat. Ini namanya omong kosong ! aku menggerutu dalam hati.

Baiklah… kita putus, selamanya juga gak apa-apa

“Oke.. kalau begitu aku pergi dulu, aku masih banyak pekerjaan,” ucapku lalu langsung pergi meninggalkan Viktor yang bergegas bangkit berdiri dari duduknya. Dia pikir aku akan memeluknya dan menciumnya seperti biasanya, tentu saja tidak bego ! kita rehat saja dulu untuk pelukan dan ciuman kita.

Aku melangkahkan kakiku di trotoar entah kenapa langkah ini terasa ringan begitu juga dengan hati. Cuaca sore ini sepertinya menjadi sangat indah. Apakah memang begini yang terjadi jika hubungan mulai kehilangan makna ? akan terasa hambar dan dingin. Ataukah karena akhir-akhir ini aku mulai menyadari kalau Viktor sudah menghianatiku. Hingga akupun tak perduli lagi, membuat hati menjadi dingin dan akhirnya muncul sikap masa bodoh.

Yah, sudah beberapa kali aku melihat Viktor jalan bareng dengan seorang wanita, cara mereka berjalan dan bicara aku tahu ada sesuatu diantara mereka. Tapi aku tidak mengenal wanita itu, mungkin satu kantor dengan Viktor atau ? ah entahlah aku tidak mau tahu. Apakah aku tersakiti ? ini sudah bukan jamannya lagi untuk patah hati. Aku terlalu sibuk dengan pekerjaan dan rutinitas yang padat sama sekali tak punya kesempatan untuk membodohi diri dengan tangis patah hati. Lagipula penghianatan seperti itu masih ringan di banding ?.

Penghianatan ibuku terhadap ayahku lebih parah dibanding Viktor

Ah aku mendesah… Entah dimana wanita itu berada ? Berapa lama lagi akan membencinya ? ini sudah bertahun-tahun tapi hati masih sering menangis jika  mengingat apa yang sudah dilakukannya pada keluarga kebanggaanku. Dia pergi tanpa rasa bersalah sedikitpun, dia bahkan tak menengok kebelakang melihat aku yang berusaha mengejarnya tapi Ayah menahannya.

Dia adalah Ibu. Wanita yang melahirkan aku yang lebih memilih bersama laki-laki lain dari pada ayah. Apa kurangnya ayah? dimataku dia begitu baik dan bijaksana, penuh perhatian dan kasih sayang, dia juga memiliki pekerjaan yang baik sebagai manajer marketing plan di perusahan yang bergerak dibidang penjualan seng dan sejenisnya. Pendapatannya lebih dari cukup untuk keluarga kami bahkan kami bisa tinggal di rumah yang besar lengkap dengan kolam renang.

Tapi ibu memilih pria yang lebih muda. Pria yang seperti lintah perlahan-lahan menghisap darahnya dan kemudian menjadi kering. Aku membencinya !  karena rasa benci ini aku kehilangan rasa, tentang arti cinta itu sendiri. Itu juga yang kurasakan pada Viktor, hubungan yang sudah terjalin hampir 3 tahun ini seolah tak ada artinya. Tapi aku tak berusaha untuk mengakhirinya, kupikir Viktor akan menyadarinya dan akan minta putus, tapi dia bertahan cukup lama. Mungkin tadi itu adalah puncak dari rasa frustasi dan ingin putusnya. Rehat ? rehat apa ? tanpa sadar aku tertawa kecil.

Suatu ketika papaku ingin bicara serius, ingin mengenalkan seseorang

“Gen, “aku mendongak dari buku yang kubaca, Papa meletakkan sepiring potongan melon kesukaanku diatas meja. Yang langsung kucomot begitu saja. Papa duduk didepanku menatapku dengan pandangan serius. Sekilas aku menatap kearah Papa dan akhirnya menutup buku yang kubaca, gaya seperti ini aku sudah tahu. Pasti ada sesuatu yang ingin Papa bicarakan.

“Ada apa Pah ? kayanya ada yang serius yah ? ” lagi-lagi mengambil sepotong melon dan mengunyahnya pelan.

“Papa sedang menjalin hubungan serius dengan seorang wanita Gen.” ucap  Papa langsung tanpa basa-basi.

“Siapa ? ” kali ini bertanya penuh selidik.

“Salah satu karyawan senior dikantor Papa, dia baik, sangat baik. Kamu pasti akan cocok dengannya.”

“Papa sudah kenal lama yah ? kalau aku sih gak keberatan Pah. Lagian sudah waktunyakan, asal saja dia benar-benar sayang sama Papa,” Ujarku lagi.

“Iya Papa tahu, minggu depan Papa akan ngenalin dia kekamu. Kalau kamu ok Papa akan langsung melamar dia.”

“Oke.”

“Yah udah lanjutin baca gih, Papa keruang kerja dulu. “Papa beranjak pergi, aku menatap punggungnya hingga menghilang dibalik ruang kerjanya. Ah sudah cukup waktunya,  untuk memberikan kesempatan pada Ayah menikah lagi. Dia tidak boleh egois. Sudah cukup lama Ayahnya menduda, toh sekarang  dia bukan anak kecil lagi, dia harus bersikap dewasa dengan merelakan Ayahnya menikah lagi. dia tahu walau tak pernah bicara Ayahnya pasti butuh pendamping hidup.

Sebenarnya aku dengan Vistor putus sementara atau selamanya ya ?

Aku tidak tahu apakah kata rehat dari Viktor benar-benar untuk merenungkan hubungan kami yang mulai terasa hambar ataukah memberi dia ruang untuk lebih dekat dengan wanita yang sepertinya lebih tua darinya. Sesungguhnya hatiku berbohong jika tidak bertanya-tanya. Tapi jawaban yang selalu muncul adalah ketidak pedulian karena jika aku peduli aku sama dengan melukai harga diri ku .

Seperti hari ini dengan tidak sengaja bertemu kedua orang itu di restoran favorit kami. Inikan konyol bisa-bisanya Viktor mengajak wanita itu makan malam direstoran favorit kami. Saat ini aku jelas melihat wajah wanita itu. Yah dilihat dari umurnya mungkin dia sudah berusia 40 an. Terlihat matang dan dewasa dan tentu saja dengan penampilan yang elegan dan berkelas. Walau jelas dia tersenyum padaku tapi tatapannya tak bisa menyembunyikan rasa cemburu saat Viktor mengenalkan dia sebagai teman dan aku sebagai pacarnya.

“Oh hai Gen, makan disini juga. Kenalin ini Mariska temanku dan Mariska ini Genna pacarku yang sering kuceritakan padamu.” Situasi yang tidak menyenangkan itu kututup dengan sedikit basa basi dan akhirnya memilih membatalkan niat untuk makan di restoran itu. Sambil melangkah keluar restoran aku terheran-heran dengan sikap Viktor yah ampun dia terlihat sekali menikmati kebersamaan dengan teman wanitanya daripada bersama pacarnya sendiri. Dan akhirnya aku cuma bisa tertawa miris dibelakang kemudiku.

Semakin sering melihat mereka makan berdua, semakin yakin Viktor pacaran

Hari-hari selanjutnya masih sering kulihat mereka entah dijalan atau restoran, tapi aku sudah terbiasa. Kulirik jam dipergelangan tangan hampir pukul 7, Papa pasti sudah tak sabar menunggu, buktinya ponselku berdering terus tadi. Dia pasti tak sabar untuk mengenalkan wanita pilihannya padaku.

Akhirnya sampai juga di rumah, benar saja Papa langsung menyambut gembira dan langsung menggiringku ke meja makan. Disana aku melihat sesosok tubuh wanita yang duduk membelakangi.Hmm.. wanita ini pinter menyanggul rambutnya, terlihat begitu anggun. Dari belakang saja sudah terlihat elegan semoga dari depan tak mengecewakan.

Ya Tuhan !!! … kenalan papa ternyata Mariska pacarnya Viktor

“Mariska kenalkan ini putriku satu-satunya, Genna ini wanita yang Papa ceritakan padamu,” suara Papa membungkamku, apalagi saat aku benar-benar sudah berada dihadapan wanita ini. Tidak terkecuali wanita didepanku, matanya sempat terbeliak kaget, tapi seperti yang diduga dia tetap tenang dan menyalamiku seolah tak mengenaliku.

Ketenangannya membuatku sejenak terkejut tapi akhirnya tertawa dalam hati, gila lelucon apalagi ini ? inikah wanita yang akan menggantikan posisi Mama ? Hahaha kenapa mereka terlihat mirip ? makan  malam berlangsung biasa saja, yang paling banyak bicara adalah Papa, sesekali Mariska menimpalinya, tapi aku bahkan tak berusaha untuk bersuara. Menikmati makan malamku dengan acuh tak acuh tanpa meninggalkan kesan kalau makan malam ini adalah makan malam paling buruk yang pernah kualami, tentu saja diluar spaghetti seafood buatan Papa yang tak ada yang bisa menyaingi.

Papa sepertinya tak menyadari situasi yang terjadi dia masih begitu gembira dengan makan malam yang dia pikir adalah makan malam yang sempurna. Ah Papa, aku menatap Papa yang asyik bicara dengan tatapan iba.  Saat Mariska sudah pulang Papa melongok kedalam kamar, melihatku yang belum tidur dia melangkah masuk dan meraih sesuatu dari balik kantongnya. Sebuah cincin berlian terlihat indah berkilauan ditangannya hatiku tersentak.

Aku tidak ingin berkomentar, hanya mampu mendo’akan yang terbaik buat Papa

“Bagaimana menurutmu, cantikkan ?”.

Aku hanya bisa menganguk dengan hati miris, sambil berdoa. Papa tak memperhatikan mimik wajahku yang rasanya ingin menangis.

“Ayolah Genna bicaralah, Papa ingin mendengar pendapatmu ? ”

“Kapan Papa akan melamarnya ? ”

“Secepatnya mungkin minggu depan. ”

“Baguslah Pah, semoga sukses.” Ucapku lalu kembali menatap laptop.

“Kamu tidak suka yah Gen ? ”

“Apanya Pah ? “.

“Mariska, kamu terlihat tidak menyukainya yah ? “.

“Perasaan Papa saja, Papakan tahu Genna memang tidak suka banyak bicara. Kalau sudah keputusan Papa, Genna ikut aja, “ucapku mencoba mengibur hati Papa walau aku tahu aku berbohong.

“Kamu yakin Gen ?”

“Iya  Pah, udah yah Pah Genna sibuk banget deadline besok Pah.” Lagi-lagi aku berbohong.

“Oke oke sayang, dilanjut yah.”

Pintu tertutup kupejamkan mata yang terasa hangat. Maafkan aku Pah aku terpaksa membohongimu. Aku memang tidak menyukainya, aku seperti melihat wujud wanita itu pada Mariska. Dan baru sadar kalau kebencian ini tak akan pernah hilang. Maafkan aku Pah.

Sepertinya hubungan papa dengan Mariska tidak berlanjut

Dua minggu berlalu sudah,  beberapa hari ini kuperhatikan Papa sering pulang larut malam. Jika aku bertanya katanya lembur. Tapi aku tahu ada sesuatu yang terjadi. Karena aku punya andil untuk sesuatu yang terjadi itu.

Pintu kamar Papa tidak tertutup sekilas melihat ke dalam, dia sedang duduk disamping ranjangnya dengan murung. Dia sedang memegang sebuah cincin berlian yang ditunjukkan padaku waktu itu, lama dia menatap cincin itu dan kemudian mengambil kotak perhiasan Mama dan menyimpan cincin itu didalamnya. Kotak itu kembali diletakkannya kedalam rak lemari paling atas. Tempat penyimpanan perhiasan dan foto-foto Mama. Aku mendesah, maafkan aku Pah aku tidak bisa membiarkan wanita itu masuk kedalam kehidupan kita. Akupun tak akan mengatakan apa alasannya. Karena jika aku mengatakannya sudah tentu Papa akan murka dan akan menambah luka hatimu. Biarlah waktu yang akan menyembuhkan luka kita. Karena aku yakin hari esok pasti akan lebih baik dari hari ini.

Viktor mau balikan, tapi gimana ya ? 

Hampir dua bulan berlalu ketika Viktor menemuiku di parkiran kantor tepat dijam pulang. Kehadirannya membuatku tak kaget karena aku tahu pasti apa yang akan dikatakannya.

“Hai Gen.”

“Ada apa Vik ? tumben kamu disini ? “tanyaku membuka pintu mobil.

“Aku ingin bicara”.

“Tentang apa ? “tanyaku mengurungkan niat naik kemobil.

“Tentang kita, aku ingin kita seperti dulu Gen, jujur aku sangat merindukanmu. ”

Tiba-tiba aku terbahak keras, sungguh aku tertawa, rasa lucu yang menggelitik perut membuat terpingkal, lalu akhirnya terhenti saat kutemukan pandangan mata penuh protes milik Viktor.

“Maafkan aku Viktor jujur saja aku benar-benar sedang menikmati waktu rehat kita, jadi kupikir akan kutambah saja menjadi 3 atau 4 bulan lagi”.

“Genna ! “seru Viktor meraih tanganku tapi aku menolaknya.

Maaf sayang, aku ingin putus selamanya dari kamu

“Maafkan aku Viktor aku tidak bisa bersamamu entah 2 atau 3 bulan lagi ataupun seterusnya. Aku sudah nyaman seperti ini. Lagian kamu punya temankan siapa tu ? tante Mariska yah. Kemana dia ? “kalimatku membuat wajah Viktor memerah.

“Kamu punya laki-laki lain Gen.” tatap Viktor tajam. Aku menantang tatapannya dan tertawa.

“Iya Viktor. Maaf yah ? “dan akupun langsung masuk kedalam mobil meninggalkan Viktor yang terpaku bisu ditempatnya. Yah Viktor ada laki-laki lain dihatiku, yang saat ini membutuhkanku lebih dari biasanya. Akulah tempat dia mencurahkan kasih sayang dan tempat dia menyembuhkan luka hatinya. Akulah penghiburnya, satu-satunya yang tak memiliki noda dalam hidupnya. Dia ayahku Viktor, laki-laki yang saat ini sedang berusaha terlihat tegar walau hidupnya penuh luka. Aku adalah semangat dalam luka hatinya dan harapannya untuk hari esok. Entah sampai kapan tapi aku yakin akan ada seseorang yang akan datang untuk menyembuhkan luka hatinya dengan sempurna. Dan setelah itu aku juga akan bersiap untuk menerima seseorang yang akan menyembuhkan lukaku.

Untuk ayahku. 170252


Terima kasih telah membaca cerita sedih cinta segitiga. Semoga cerpen diatas dapat menghibur dan memberi inspirasi serta motivasi untuk menghasilkan karya yang lebih baik. Salam sukses.

Dibagikan

Putri Wahyuningsih

Penulis :

Artikel terkait