Hemodialisa / Hemodialysis Atau Cuci Darah

hemodialisa / hemodialysis atau cuci darah

Hemodialisis / hemodialisa atau Cuci Darah adalah…, bagaimana proses, prosedur tindakan, manfaat pada pasien gagal ginjal, serta jenis, komplikasi hemodialisa yang dikenal di lingkungan medis.

Hemodialisa atau Cuci Darah adalah

Gagal ginjal akut (cedera) maupun gagal ginjal kronis bisa menyebabkan pasien kehilangan kemampuan mereka untuk menyaring dan membuang racun (cuci darah) serta kelebihan cairan dari dalam tubuh. Sehingga harus dilakukan proses pembersihan (penyaringan) diluar tubuh  yang disebut dengan hemodialisis.

Hemodialisis adalah sebuah proses, dengan menggunakan alat (membran) buatan manusia (disebut : dialyzer) untuk tujuan :

  • Menghilangkan limbah dan racun, seperti urea, dari darah.
  • Mengembalikan keseimbangan kadar elektrolit dalam darah.
  • Menghilangkan kelebihan cairan dari dalam tubuh.

Prosedur cuci darah hemodialisa

proses cuci darah atau hemodialisa
Proses cuci darah (@Niddk)

Untuk menjalani hemodialisis, pembuluh darah pasien dihubungkan ke tabung filter (dialyzer). Secara perlahan darah pasien dipompa keluar dari dalam tubuh dan masuk ke dalam dialyzer, dimana semua racun dan kelebihan cairan dibuang.

Darah yang sudah dibersihkan kemudian masuk kedalam sebuah tabung untuk dipompa masuk kembali kedalam tubuh pasien melalui pembuluh darah. Baca juga : bahaya kesehatan memasak dengan teflon.

Sebelum perawatan dimulai, dokter akan membuat sebuah situs di mana darah bisa mengalir masuk dan keluar dari tubuh pasien selama sesi dialisis. Ini disebut akses dialisis. Jenis akses dialisis bergantung pada seberapa cepat pasien perlu memulai hemodialisis.

Jenis-jenis hemodialisa

Ada tiga jenis hemodialisis atau cuci darah dan dokter lah yang menentukan jenis mana yang terbaik untuk pasien, yaitu :

Hemodialisa konvensional

Hemodialisis konvensional biasanya dilakukan tiga kali seminggu, selama sekitar 3-4 jam untuk setiap sessi, di mana darah pasien diambil keluar melalui tabung pada tingkat 200-400 mL /menit, dimasukan kedalam tabung, dibersihkan lalu dimasukan kembali ke dalam tubuh pasien. Selama proses perawatan, tekanan darah pasien dipantau dengan ketat. Bisa saja dokter menambahkan cairan obat tertentu jika didapati komplikasi dialisis atau komplikasi hemodialisa pada pasien.

Hemodialisa harian

Hemodialisis harian biasanya digunakan oleh pasien yang melakukan cuci darah sendiri di rumah. Hal ini bisa dilakukan setiap dua jam setiap sehari.

Hemodialisa nocturnal

Prosedur hemodialisis nocturnal mirip dengan hemodialisis konvensional, hanya saja cuci darah dilakukan sebanyak 3-6 kali seminggu antara enam hingga sepuluh jam per sesi saat pasien tidur. [MedMD]

Hemodialisa untuk cedera ginjal akut

Bagi pasien penderita gagal fungsi ginjal akibat cedera, hemodialisis bisa dilakukan setiap hari sampai fungsi ginjal kembali normal. Baca : kisah pengorbanan ibu yang mendonorkan ginjal untuk anak tirinya.

Selama Perawatan Hemodialisa

Sebulan sekali pasien harus menjalani tes darah untuk memastikan dia mendapatkan jumlah hemodialisis yang tepat. Tes ini dilakukan untuk membantu mengetahui seberapa baik hemodialisis bekerja.

Berat badan pasien sebelum dan setelah sesi akan disimpan, sama halnya tentang waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sesi dialisis. Untuk pasien yang memiliki alat hemodialisis di rumah, mereka perlu menyimpan catatan berat badan sebelum dan setelah setiap sesi dan panjang setiap sesi. Baca juga : cara menghilangkan lemak pipi dan mencegah stroke.

Mengapa Hemodialisa Dilakukan

Hemodialisa sering harus dilakukan apabila pasien menunjukan gejala gagal ginjal atau komplikasi gagal ginjal yang mencakup :

  • Tanda-tanda sindrom uremik, seperti mual, muntah, kehilangan nafsu makan, dan kelelahan.
  • Tingginya kadar kalium dalam darah (hiperkalemia).
  • Tanda-tanda ketidakmampuan ginjal untuk membersihkan tubuh dari asupan cairan berlebih harian, seperti pembengkakan.
  • Tingginya kadar asam dalam darah (asidosis).
  • Radang kantung yang mengelilingi jantung (pericarditis).

Hemodialisis kadang-kadang digunakan ketika cedera ginjal akut berkembang. Dialisis selalu digunakan dengan ekstra hati-hati pada orang yang memiliki cedera ginjal akut, karena dialisis kadang-kadang dapat menyebabkan tekanan darah rendah, detak jantung tidak teratur (aritmia), dan masalah lain yang dapat membuat cedera ginjal akut parah. Baca : diabetes retinopati kebutaan mata akibat diabetes.

Seberapa besar manfaat hemodialisa

Hemodialisis dapat meningkatkan kualitas hidup dan meningkatkan harapan hidup pasien. Akan tetapi hemodialisys memberikan hanya sekitar 10% dari fungsi ginjal normal dan tidak bisa menyembuhkan penyakit ginjal kronis atau gagal ginjal. Cuci darah juga belum terbukti mampu mengembalikan atau memperpendek waktu pemulihan pada cedera ginjal akut.

Komplikasi Hemodialisa

Mesin alat cuci darah atau hemodialisa
Mesin cuci darah (@Weebly)

Kebanyakan komplikasi hemodialisa yang terjadi selama dialisis dapat dicegah atau mudah dikelola jika pasien dimonitor secara hati-hati pada setiap sesi cuci darah. Kemungkinan komplikasi hemodialisys dapat mencakup :

  • Tekanan darah rendah (hipotensi). Ini adalah komplikasi hemodialisa yang paling umum.
    Kram otot. Hal ini biasanya terjadi pada paruh terakhir dari sesi dialisis.
  • Denyut jantung tidak teratur (aritmia).
  • Mual, muntah, sakit kepala, atau kebingungan (dialisis disequilibrium).
  • Infeksi.
  • Bekuan darah (trombus) formasi di akses kateter vena.
  • Komplikasi teknis, seperti udara yang terjebak (embolus) dalam tabung dialisis.

Komplikasi jangka panjang dialisis dapat mencakup :

  • Penyaringan limbah tidak memadai (hemodialisis tidak mampu).
  • Bekuan darah (trombus) di graft dialisis atau fistula.
  • Penyakit kardiovaskular (penyakit jantung, penyakit pembuluh darah, atau stroke).

Demikian sedikit tentang hemodialisa atau hemodialysis yang sering dikenal dengan istilah cuci darah. Mohon bantu kami bagikan artikel ini melalui facebook, twitter, pinterest dan google+ dengan mengklik ikon dibawah.

Dibagikan

Penulis :

Artikel terkait